10 Penyebab Cemas Berlebihan dan Cara Mengatasinya

11537

Sebagai manusia biasa yang punya perasaan, merasakan cemas tentu adalah hal yang lumrah, seperti ketika merasa jatuh cinta, sedih, marah maupun bahagia. Namun, ketika kecemasan berubah menjadi terlalu berlebihan dan terlalu sering terjadi pada diri Anda, Anda patut bertanya-tanya ada apa gerangan dengan diri Anda dan perlu untuk mengetahui penyebab cemas berlebihan tersebut. Kecemasan yang dirasakan tanpa alasan dan sangat intens adalah kecemasan berlebihan yang dapat membuat kualitas hidup Anda berkurang.

Gangguan kecemasan biasanya juga disebut dengan anxiety disorder di mana tergolong dalam penyakit mental yang akan membuat seseorang selalu merasa khawatir dan gugup secara berlebihan. Rasa cemas memang merupakan gangguan emosional yang kelihatan terwajar dan paling umum dengan gejala-gejala seperti berikut ini sebagai tandanya:

  • Pencernaan terganggu dan biasanya akan memicu bolak-balik ke kamar mandi; bahkan kerap merasa ingin buang air besar.
  • Keringat dingin.
  • Meningkatnya detak jantung normal.
  • Otot terasa tegang.
  • Tangan terasa dingin.
  • Tidur terganggu.
  • Merasa terganggu akan pengalaman yang membuat trauma secara berkelanjutan.
  • Muncul pikiran-pikiran obsesif yang sulit dikendalikan.
  • Kerap bermimpi buruk.
  • Mudah dan sering panik.
  • Munculnya rasa takut berlebihan.

Setelah mengetahui gejalanya, apa kira-kira penyebab dari cemas yang berlebihan?

1. Konsumsi Kopi/Kafein

Sejumlah orang yang mengonsumsi kopi atau kafein pasti pernah merasakan susah tidur di mana kecemasan pun akhirnya melanda. Kafein sendiri merupakan zat alami yang jika masuk ke dalam tubuh manusia, maka kafein ini akan berperan sebagai stimulan pada sistem metabolik dan saraf pusat manusia. Rupanya, Asosiasi Psikolog Amerika telah meneliti akan kaitan dari gangguan tidur dan kecemasan berlebihan dengan efek yang diberikan oleh kafein. (baca juga: kopi bagi penderita ginjal)

Ketika seseorang terus dihinggapi rasa cemas, maka otomatis tidur pun akan terganggu. Keduanya berkemungkinan menjadi hasil dari asupan kafein yang masuk ke dalam tubuh secara terus-menerus atau dalam jangka waktu panjang. Hal ini berakibat pada tidur yang tidak bisa enak dan bahkan mengganggu kenormalan pola otak. Kafein dapat menyebabkan kecemasan di mana gejalanya antara lain adalah sering merasa panik serta berperilaku obsesif. Bahkan bisa juga terkena masalah psikologis seperti skizofrenia. (baca juga: tubuh lemas tak bertenaga)

2. Stres karena Pekerjaan/Sekolah

Semua orang pasti pernah merasa stres dan tekanan yang didapat bisa di mana dan dari mana saja, seperti stres di sekolah bagi para pelajar atau stres di tempat kerja bagi yang sudah bekerja. Stres dapat muncul ketika terlalu banyak hal yang harus dikerjakan sedangkan waktu tidak mencukupi untuk mengerjakan semuanya sekaligus. Pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor, belum lagi mungkin masalah dengan teman sekolah/kantor atau guru/atasan di kantor akan dapat menyebabkan kecemasan berlebihan. (baca juga: 15 cara mengatasi stress super ampuh)

Anak-anak pun dapat mengalami kecemasan yang diakibatkan oleh perlakuan orang tua terhadap diri mereka menyangkut masalah sekolah. Pada umumnya, anak-anak cenderung merasa stres dan cemas dalam menghadapi orang tua mereka yang terlalu kritis dan perfeksionis. Contoh nyata adalah di mana banyak anak yang dituntut oleh orang tua mereka untuk memperoleh nilai paling baik di kelas.

Atau, sang anak harus berprestasi agar orang tuanya bangga. Namun ketika sang anak tidak dapat meraihnya, atau kurang sedikit saja, anak tersebut akan mendapat hukuman. Anak-anak yang kurang mendapat penghargaan dari orang tua mereka akan sangat mudah mengeluarkan reaksi berperilaku cemas. (baca juga: cara menghindari stres)

3. Hubungan yang Tidak Baik dengan Keluarga/Pasangan

Tidak hanya di tempat kerja atau sekolah saja seseorang dapat mengalami kecemasan. Bahkan di rumah pun dapat membuat seseorang merasa tertekan dan merasa cemas setiap saat akibat adanya masalah dengan sanak saudara atau bahkan pasangan. Mungkin bagi beberapa orang,  munculnya masalah dalam keluarga atau hubungan dengan pasangan bukanlah masalah besar yang harus dicemaskan setiap saat. Namun bagi sejumlah orang lainnya, hubungan tidak baik atau masalah yang timbul dengan orang terdekat dapat menyebabkannya khawatir, cemas, insomnia, dan bahkan sakit. (baca juga: cara menghilangkan stres)

4. Efek Samping Pengobatan

Kecemasan dapat juga disebabkan oleh obat tertentu sebagai efek samping dan beberapa obat pun bahkan berkemungkinan membuat kecemasan yang sudah muncul semakin parah. Sejumlah obat yang dapat menyebabkan kecemasan antara lain adalah sebagai berikut.

  • Obat tekanan darah tinggi, seperti methyldopa. (baca juga: cara menghilangkan stres)
  • Obat asma, seperti theophylline, salmeterol, dan albuterol. (baca juga: ciri-ciri asma)
  • Obat-obatan yang mengandung amfetamin, seperti Ritalin, Dexedrine, dan Benzedrine.
  • Obat kontrasepsi oral.
  • Steroid, seperti prednison, deksametason, serta kortison.
  • Obat tiroid.
  • Obat-obatan lain, seperti obat anti-depresi, quindine, levodopa dan fenitoin.
  • Obat-obatan yang mengandung kafein, seperti obat batuk, No-Doz, Excedrin, Empirin, dan Anacin. (baca juga: bahaya obat batuk)
  • Dekongestan, seperti phenylephrine.
  • Obat terlarang, seperti amfetamin, crack dan kokain.

5. Stres karena Mengidap Penyakit Tertentu

Ketika seseorang didiagnosa mengidap penyakit yang serius dan parah, tentu hal ini akan membuatnya menjadi kepikiran. Tidak jarang juga mereka akan mengalami yang namanya kecemasan karena merasa ketakutan akan penyakit yang ada di dalam tubuh mereka. Biasanya, seseorang dengan penyakit serius juga menjadi terlalu cemas karena ia memikirkan masa depannya, serta masa depan keluarganya. (baca juga: makanan untuk menghilangkan stres)

6. Stres karena Masalah Keuangan

Seseorang dapat dilanda rasa cemas berlebih ketika ia sedang berada dalam masa sulit, terutama yang berkaitan dengan masalah keuangan. Terlilit hutang dan dikejar-kejar rentenir misalnya, ini adalah contoh yang dapat kita lihat bukan hanya di televisi, melainkan juga di kehidupan nyata di sekitar kita. Hal ini dapat memicu kecemasan, kepanikan dan gangguan tidur pada seseorang. (baca juga: penyebab stres)

7. Trauma

Kecemasan juga dapat ditimbulkan akibat suatu trauma di masa lalu, entah itu karena perceraian orang tua, kekerasan orang tua terhadap anak, kematian dari orang yang paling dicintai, atau bahkan menyaksikan orang kecelakaan. Semua ini adalah penyebab kecemasan yang termasuk di dalam golongan faktor lingkungan. (baca juga: penyebab luka tidak cepat kering)

8. Kekurangan Oksigen

Ketika seseorang kekurangan oksigen yang mengalir di dalam darah menuju otak, maka akan terjadi serangan panik. Kecemasan pun dapat dipicu oleh kurangnya oksigen di dalam otak, dan jika berkelanjutan tanpa mendapatkan penanganan khusus atau medis, pusing dan pingsan bisa menjadi akibatnya. Solusi yang dapat dipertimbangkan ketika seseorang mengalami hal seperti ini adalah sering-sering berolahraga dan meningkatkan konsumsi garam. (baca juga: bahaya kelebihan oksigen dalam tubuh)

9. Masalah Fisiologis

Kecemasan berlebih rupanya bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Jika Anda mempunyai orang tua yang mempunyai gangguan kecemasan, maka hal ini dapat menurun ke anak di mana sang anak akan merasakan serta mengalami hal serupa. Saat otak tidak memiliki kimiawi yang seimbang maka Anda pun akan mengalami kecemasan; selain itu, penyebab dari kecemasan adalah masalah kesehatan yang kita kenal dengan nama hipoglikemia. Ciri-ciri orang yang menderita kecemasan berlebih akan otomatis menunjukkan reaksi lebih kuat terhadap stimulan seperti kafein, amfetamin dan aspartam.

10. Kepribadian

Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa timbulnya gangguan kecemasan berlebihan pada seseorang bisa disebabkan oleh kepribadian orang tersebut sendiri. Intinya, peran utama dimainkan oleh kepribadian, khususnya orang-orang yang kerap merasa rendah diri sehingga lebih mudah mengalami kecemasan secara berlebih. Orang yang merasa rendah diri akan cenderung berpikir negatif sehingga gangguan kecemasan pun akan muncul.

Perasaan rendah diri adalah hal yang kurang baik karena kemudian orang yang merasakan perasaan seperti ini terus-menerus, maka akan selalu merasa tidak berdaya dalam situasi apapun, merasa kesepian, serta takut ditolak oleh orang lain atau dalam pergaulan tertentu. Kecemasan berlebihan pun dapat diartikan sebagai gangguan kepribadian di mana akan semakin parah jika dalam hidup orang tersebut terdapat banyak masalah. Masalah kesehatan, pekerjaan, hubungan dengan pasangan, masalah keluarga dan keuangan dapat memicu kondisi cemas yang mengganggu. (baca juga: pikiran positif manfaat penelitian lengkap)

Tips Mengatasi Rasa Cemas Berlebih

  • Bersyukur. Cara ini adalah yang paling efektif dalam mengurangi kecemasan. Mensyukuri segala nikmat yang Tuhan berikan dan bersyukur dapat dilakukan bukan hanya saat Anda beribadah atau hendak tidur. Saat tengah sendirian pun Anda dapat mengucap syukur atas segala yang diberikan Tuhan serta perbuatan baik orang lain terhadap Anda.
  • Meditasi. Salah satu cara untuk relaksasi adalah meditasi di mana kegiatan ini akan sangat bermanfaat dalam menyeimbangkan tubuh dan pikiran sehingga terjauh dari rasa cemas berlebihan. Meditasi dapat mengubah suasana hati yang buruk menjadi baik serta mencegah segala gejala stres. (baca juga: cara meningkatkan adrenalin)
  • Ambil waktu untuk bermain. Banyak orang yang menjauhkan diri dari rasa cemas akibat stres dengan bermain bersama hewan peliharaan. Jadi jika memiliki hewan peliharaan, jangan ragu untuk bermain-main dengannya karena ini termasuk efektif untuk Anda dapat melegakan dan melepaskan diri dari rasa stres.
  • Aromaterapi. Berbaring atau duduk di tempat tidur, berdiam diri sambil mencium bau-bauan minyak harum aromaterapi pasti akan menyegarkan pikiran Anda kembali. Kecemasan diawali dengan adanya tekanan dan ketegangan di dalam tubuh terlepas dari apa penyebab cemas berlebihan yang Anda alami, dan dengan mencium bau aromaterapi, dijamin Anda menjadi lebih baik dan rileks. (baca juga: penyebab kaki bau setelah pakai sepatu)