Dislipidemia – Penyebab, Gejala, Pengobatan Dan Pencegahan

Dislipidemia adalah gangguan lemak yang ada didalam darah yang muncul akibat peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam jangka panjang. Munculnya gejala awal dislipidemia sering menyerang orang orang tanpa adanya gejala apapun, Namun walaupun demikian disarankan untuk tetap memeriksakan kondisi kadar kolesterol dalam darah secara berkala, Agar kasus dislipidemia tidak menjadi masalah yang lebih serius. (baca juga: Radang Kelopak Mata, Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh)

Penyebab

1. Kebiasaan dan gaya hidup

Kebiasaana dan gaya hidup kurang sehat dapat menjadi salah satu tolak ukur munculnya gejala dislipidemia . Misalnya makan berlebihan, Kurang aktivitas fisik termasuk olahraga rutin, Terlalu banyak tidur, Akibat begadang malam terus menerus, Merokok berlebihan, Kecanduan alkohol selama bertahun tahun. (baca juga: Kehamilan Ektopik, Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa)

2. Penggunaan obat obatan

Penggunaan obat tertentu misalnya suntik hormon untuk tujuan estetika (kecantikan). Penggunaan pil kontrasepsi atau pemakaian kontrasepsi melalui injeksi (suntik) yang dilakukan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi proses penghancuran lemak didalam jaringan darah. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang terkena dislipidemia.

3. Menderita hipertensi

Hiperrtensi adalah penyakit yang berhubungan denagn penyumbatan pembuluh darah akibat tekanan darah meningkat. Hipertensi yang tidak segera diturunkan (diobati) dapat mengagalkan proses penghancuran lemak didalam tubuh sehingga akan terjadi penggumpalan di pembuluh darah yang bisa memicu munculnya gejala dislipidemia.  (Baca Juga: Benjolan di Belakang Telinga , Cara Menghilangkan Dagu Berlipat)

4. Obesitas

bahaya obesitas atau Kelebihan berat badan diluar batas kenormalan dapat menyebabkan penumpukan lemak diberbagai jaringan tubuh termasuk dalam arteri, Darah dan pada organ organ penting didalam tubuh. Lemak yang berlebihan didalam tubuh cenderung menyebabkan tubuh tidak bisa mengalam proses pembakaran lemak secara alami karena pasien obesitas cenderung memiliki aktivitas tubuh yang kurang, Termasuk malas berolahraga. Tak heran jika obesitas adalah salah satu kasus yang paling sering menyebabkan munculnya gejala dislipidemia.

5. Faktor umur

Faktor usia pada pria dan wanita terbukti sebagai salah satu pemicu paling aktif munculnya kasus dislipidemia, Karena pada usia tertentu lemak dalam tubuh tidak mudah lagi mengalami penghancuran akibat mulai berkurangnyan fungsi fungsi dari jaringan tubuh. Waspadalah pada pria yang berusia diatas 45 tahun dan wanita 55 tahun untuk konsisten menjaga kesehatan tubuh termasuk mempertahankan kadar lemak dalam darah agar tetap stabil.

Baca Juga:

6. Genetik

Faktor genetik adalah pemicu munculnya disiplidemia yang paling klasik yang akan diderita pada seseotrang yang memiliki riwayat keluarga penderita dislipidemia. Untuk menghindarinya yaitu dengan mengubah kebiasaan dan gaya hidup menjadi lebih sehat contohnya menghindari rokok, Alkohol, Makanan berlemak, Gorengan dan sebagainya.

Gejala Dislipidemia

Seseorang yang mengalami gejala awal dislipidemia cenderung tidak mengalami dampak apapun sampai pada akhirnya mulai terkuak setelah melakukan medical check up. Gejala akan mulai terasa ketika dislipidemia telah mengalami komplikasi, Diantaranya:

  • Dada terasa nyeri dan sesak nafas
  • Perut bagian atas terasa nyeri dimana bisa menyebar ke bagian punggung
  • Perut terasa mual, Kembung, Keinginan untuk muntah dan terserang demam ringan sampai berat
  • Mengalami gangguan arteri perifer seperti kesemutan, Mati rasa, Otot kaki terasa kaku, Bagian bokong, Betis, Paha dan persendian mengalami kram dan rasa nyeri.

(Baca Juga: Cara Mengobati Skoliosis, Efek Samping Ibuprofen)

Resiko yang Ditimbulkan dari Munculnya Dislipidemia

Gejala dislipidemia yang tidak segera diobati atau dibiarkan dalam jangka panjang maka dapat menyebabkan munculnya beberapa konsekwensi yang merugikan kesehatan, Diantaranya:

1. Penimbunan lemak

Terjadinya penimbunan lemak didalam pembuluh darah yang dapat menyebabkan diameter pembuluh darah semakin menciut dan mengecil sedangkan dinding pembuluh darah mengalami ketegangan dan kaku. (baca juga: Efek Samping Suntik Silikon , Artritis Septik)

2. Peningkatan proses aterosklerosis

Terjadi peningkatan proses aterosklerosis yang dapat memicu timbulnya keluhan keluhan kesehatan lain, Misalnya gangguan otak akibat stroke, Kelainan fungsi pembuluh darah perifer dan gangguan jantung.

3. Gangguan penyerapan kalsium

Mengalami gangguan pembentukan hormon, Steroid dan memperlambat pembentuk vitamin D didalam tubuh sehingga mengganggu penyerapan kalsium. (Baca Juga Makanan Penambah Sel Darah Putih, Cara Menghilangkan Kebiasaan Menggigit Kuku)

4. Penumpukan plak

Terjadi plak yang menumpuk dan melekat pada lapisan dindimg sel yang memicu munculnya penyumbatan dan penyempitan saluran pembuluh darah (arteriosklerosis) dimana kondisi ini dapat menimbulkan peradangan ketika peradangan menjadi parah maka akan mengeluarkan trombose yang bisa masuk dalam arteri darah lalu menyebabkan penyempitan aliran darah menuju arteri jantung serta jaringan otak. (Baca Juga: Kista Dentigerous , Cara Cek Kesehatan Jantung)

5. Menderita stroke

Dislipidemia dapat menyebabkan kerusakan saraf dan pembuluh darah pada jaringan tubuh sehingga bukan hanya akan terjadi penumpukan kolesterol jahat saja didalam darah tetapi juga mempermudah munculnya bahaya stroke ringan dan berat.

Jenis Makanan Pemicu Munculnya Gejala Dislipidemia

Mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tidak dilarang namun harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, Tidak berlebihan dan diimbangi dengan olahraga teratur serta dilengkapi dengan nutrisi makanan lain.

  • Kelompok jeroan : Usus, Ampela, Babat, Kulit, Otak, Lidah, Gajih, dan lain lain
  • Jenis daging dagingan : Daging babi, Sapi, Kambing, Kulit daging unggas, Daging olahan dalam bentuk kaleng
  • Jenis produk laut : Kepiting, Lobster, Kerang dan lain lain
  • Karbohidrat komplek : Nasi, Bakmi, Kentang Bihun, Spaggeti dan lain lain.
  • Karbohidrat sederhana : Gula dan madu.

(Baca Juga:  Cara Menghilangkan Spider Vein, Efek Samping Teratai Salju)

Pemeriksaan Batas Normal /tidaknya Kolesterol Dalam Darah

  • Batas tingkatan normal kelesterol dalam darah

Batas tingkatan kolesterol yang aman dalam darah yang perlu anda ketahui adalah Jumlah kolesterol total kurang dan relatif sama dengan 150 mg/DL. Kolesterol HDL sebanyak 45-60 mg/DL, Kolesterol LDL kurang dan tetap stabil sama dengan 130 mg/DL sedangkan jumlah trigliserida tidak lebih atau tetap stabil sama dengan tingkatan 150 mg/DL. (baca juga: Bahaya Menggunakan Kondom, Efek Samping Acetaminophen)

  • Batas tingkatan kolesterol yag telah masuk dalam golongan disiplidemia

Kadar kolesterol total dann trigliserida tidak lebih dari 200 mg/DL dan LDL kolesterol tidak melebihi dari 150 mg/DL atau bahkan kurang darai 150 mg/DL

Pengobatan

Dokter akan memberikan obat penurun lemak darah ( hipolipidemik) dari golongan asam nikotinat, Resin, Fibrat, Statin dan penghambat penyerapan kolesterol diusus.

1. Obat golongan asam nikotinat (niasin)

Asam nikotinat adalah bagian dari vitamin B komplek yang mampu mengatur dan mengendalikan aktivitas enzim lipoprotein lipase sehingga terjadi penurunan produksi VLDL diorgan liver akibatnya kadar kolesterol total, Kolesterol LDL dan trigliserida berkurang.Asam nikotinat juga memiliki kemampuan meningkatakan kolesterol-HDL. (Baca Juga: Cara Menurunkan Hormon Kortisol , Cedera Hamstring)

2. Obat golongan Resin

Resin adalah golongan obat yang dapat mengikat asam empedu sehingga kestabilan asam tetap terjaga berada didalam usus dan proses siklus enterohepatik (sirkulasi ke organ hati) tidak terbentuk.
Khasiat obat golongan resin adalah dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang meningkat tajam dalam darah, Tetapi kolesterol HDL akan stabil atau sedikit naik. Jika pasien dislipidemia memiliki kadar trigliserida diatas 200 mg/dl makan waspadalah karena manfaat obat tersebut justru berubah menjadi negatif, Yaitu dapat meningkatkan kadar trigliserida dengan cepat dan menurunkan kadar kolesterol HDL. (baca juga: Khasiat Daun Kelor, Efek Samping Daun Kumis Kucing)

3. Obat golongan Fibrat

Golongan asam fibrat dapat meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase sehingga menghambat dan memperlambat produksi VLDL di organ hati dan meningkatkan aktivitas reseptor – LDL. Khasiat Obat golongan asam fibrat adalah bisa menurunkan kadar trigliserida yang meningkat didalam darah dan meningktakan kolesterol – HDL dan mampu memproses penurunan kolesterol total dan kolesterol LDL Perlu diketahui bahwa Penggunaan Obat tersebut harus diimbangi dengan olaharaga yang teratur dan mengubah pola makan menjadi lebih seimbang agar dapat dirasakan segera manfaatnya. (Baca Juga: Efek Samping Parasetamol , Gejala Multiple Sclerosis)

Pencegahan

1. Kurangi makanan mengandung kolesterol

Makan makanan yang mnengandung kolesterol tidak dilarang asalkan tidak berlebihan dan jangka panjang, Yaitu setidaknya tidak melebihi 300 mg/DL dalam satu hari. Kondisi untuk menjaga kadar kolesterol HDL tetap stabil. (Baca Juga:  Penyebab Penyakit Aterosklerosis, Pertolongan Pertama Sesak Nafas)

2. Makanan gizi seimbang

Memperbanyak makan sayuran, Buah buahan, Daging tanpa kulit dan jeroan, Serta susu sebagai pelengkap, Dimana makanan yang dimaksud adalah yang telah masuk standar 4 sehat 5 sempurna. (baca juga: Penyebab Penyakit Ayan)

3. Hindari makanan siap saji

Makanan yang masuk adalam golongan siap saji atau instan adalah daging atau buah yang telah diolah dalam bentuk kaleng. Dimana didalamnya selalu mengikutsertakan pemanis buatan dan bahan pengawet tertentu yang justru dapat mencederai pembuluh darah dan menghambat pemecahan lemak didalam darah.

4. Hindari pemakaian minyak bekas

Hindarilah penggunaan minyak kelapa atau minyak goreng yang berulang ulang apalagi untuk menggoreng bahan makanan yang baru. Minyak bekas telah mengandung kolesterol dan radikal bebas yang dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat didalam darah, Menyumbat aliran darah dan minyak yang telah mengandung kolesterol terbukti bersifat karsinogenik atau pemicu munculnya sel abnormal yang nantinya bisa berubah menjadi sel kanker.

Baca Juga:

5. Berat badan seimbang

Menjaga berat badan agar tetap ideal dan diimbangi dengan olahraga ringan tetapi teratur dan batasi asupan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana dan komplek.

6. Asupan air putih

Membiasakan diri untuk banyak minum air putih dan jangan tunggu anda merasa kehausan, Karena ketika abnda meras dahaga maka pada saat itulah tubuh sedang mulai terserang dehidrasi, Dimana kondisi tersebut dapat mempengaruhi pemecahan lemak didalam tubuh. Tubuh yang memilikim kadar cairan tubuh yang selalu memadai dapat terhindar dari penumpukan lemak dalam darah penyebab dislipidemia.

7. Jauhi rokok, Alkohol dan minuman bersoda

Mengurangi bahaya merokok adalah solusi terbaik jika memang andaa telah kecanduan rokok selama bertahun tahun, Menghindari segala bentuk minuman yang mengandung alkohol dan mengandung soda atau menjauhi bahaya minuman bersoda, Semua kebiasaan tersebut memicu tubuh kehilangan kemampuan untuk mengalami proses penghancuran lemak dan menghambat penyerapan nutrisi makanan. (Bac juga:  Cara Memperbaiki Pola Tidur, Tanda Jantung Tersumbat)

8. Jauhi obat obatan

Jauhi segala obat obatan terlarang dan obat warung tanpa resep dokter. Aapapun bentuk dan jenis obat memiliki sifat yang mencederai jaringan tubuh. Zat kimia pada obat mampu mencederai jaringan apapun didalam tubuh termasuk mengganggu fungsi arteri (pembuluh darah) sehingga menyumbat lemak didalam darah dan memicu penumpukan kolesterol jahat. (baca juga: Terapi Sinusitis, Gejala Xerostomia)

9. Memeriksakan kondisi kolesterol

Tidak ada ruginya memeriksakan tingkat kolesterol dalam darah secara berkala untuk pencegahan anda terserang stroke akibat penumpukan kolesterol jahat didalam darah. intinya agar kondisi kolesterol total dan trigliserida tidak lebih dari 200 mg/DL dan LDL kolesterol tidak lebih dari kadar 150 mg/DL. (Baca juga:  makanan penurun kolesterol tinggi)

Makanan Pelarut Lemak dalam Darah

Tips cara menjaga lemak darah agat tidak terjadi penggumpalan dan penumpukan yaitu memanfaatkan khasiat beberapa buah buahan yang terbukti mampu menyehatkan tubuh setiap hari.

1. Tomat

Tomat tua dapat dijadikan jus sehat setiap hari, Karena tomat mengandung vitamin C dan senyawa lycopene fitokim yang dapat meningkatkan produksi asam amino menjadi kirnitin yaitu kemampuan membakar lemak dalam tubuh untuk diubah menjadi cadangan energi di saat tubuh memerlukannya. Tomat mampu mencegah munculnya gejala dislipidemia pada wanita. (baca juga: Minuman Penambah Ion Tubuh, Jenis Penyakit Pada Lidah)

2. Jeruk

Jeruk mengandung vitamin C tinggi yag bertindak sebagai antioksidan aktif yang mampu mempercepat proses pembakaran lemak dan pembersihan darah dari berbagai macam dampak buruk radikal bebas. Minum jus jeruk yang ditambahkan madu atau gula aren lalu dikonsumsi sebelum tidur malam bermanfaat menjaga tubuh terhindar dari penumpukan kolesterol dalam tubuh sehingga tubuh terhindar dari hipertensi, Stroke dan kegemukan dimana kondisi tersebut dapat memicu munculnya gejala dislipidemia.

3. Kelapa

Jangan remehkan daging kelapa muda (kelapa biasa atau kelapa hijau), Karena didalam buah kelapa terdapat kandungan trigliserida alami yang dapat memperbaiki dan meningkatkan metabolisme tubuh sehingga penghancuran lemak didalam tubuh tidak mendapat hambatan apapun. (baca juga: Cara Menghilangkan Bau Keringat, Efek Samping Parasetamol)

4. Alpukat

Memgkonsumsi jus alpukat satu kali setiap hari dapat menyehatkan jaringan tubuh dan mencegah penggumpalan lemak hjahat didalam aliran darah yang menjadi penyebab tersumbatnya pembuluh darah, Alpukat memiliki kandungan serat almi yang tinggi dan omega 3 serta asam lemak sehat yang dapat mengahancurkan kolesterol jahat dalam daarah dan mengubah kolesterol menjadi energi sehingga metabolisme tubuh tetap stabil. (Baca Juga: Ciri Ciri Penyakit Autoimun )


5. Anggur

Apapun jenis anggur (Anggur hijau atau merah) sama sama memiliki nutrisi yang baik bagi kesehatan arteri dan kondisi darah. Buah anggur mengandung senyawa catechin dan Flavonoid yang dapat mencegah proses kerusakan jaringan tubuh akibat radikal bebas dan secara klinis terbukti mampu menaikkan kolesterol baik (HDL). Buah anggur bisa dimakan langsung atau dibuat jus dan diminum satu kali sehari secara rutin. (Baca Juga: Cara Mengobati Encok Ditangan)

6. Mangga

Buah mangga tua mengandung vitamin C dan kaya serat yang mampu mencegah terbentuknya plak plak kolesterol pada pembuluh darah dan menghambat pembentukan kolesterol jahat teroksidasi.Buah mangga bisa dimakan langsung atau dijadikan jus sehat yang dikonsumsi satu kali setiap hari seacra rutin. (Baca Juga: Kebiasaan Penyebab Perut Buncit)

7. Delima

Delima mempunyai zat antioksidan tinggi yang 3 kali lebih besar dari pada buah anggur merah. Satu gelas jus delima yang dikonsumsi setipa hari secara rutin mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan terbukti mampu menghilangkan plak dalam aliran darah akibat tingginya kadar kolesterol darah. (baca juga: Obat Herbal Penyakit Kuning, Bahaya Makan Belalang)

8. jambu biji merah

Jambu biji merah dapat dimakan langsung atau dibuat menjadi jus nikmat yang bisa diandalkan untuk menurunkan kolesterol dalam darah , Mencegah tekanan darah tinggi dan mencegah penumpukan lemak darah penyebab munculnya gangguan pada pembuluh darah. Jambu biji merah memiliki kandungan vitamin C, E Zat licopen, Selenium, Karoten dan flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan aktif dalam melindungi jaringan tubuh termasuk pembuluh darah, Darah dan pembentukan hemoglobin pada penderita demam berdarah.

Golongan Sayuran

Selain buah buahan ada jenis sayuran hijau dan jenis kacang kacangan yang terbukti mampu mengatasi masalah penumpukan lemak didalam darah, Diantaranya:

1. Kol dan brokoli

Bunga kol dan brokoli merupakan salah satu dari sekian banyak jenis sayuran atau makanan yang mengandung vitamin C, Serat yang tinggi dan memiliki kemampuan klinis mencegah penggumpalan lemak dalam darah sekaligus menstabilkan penyerapan kalsium dalam tubuh serta meningkatakan daya tahan tubuh. Kol atau brokoli bisa dipilih menjadi sayuran penurun kolesterol tinggi.

Baca Juga:

2. Kedelai rebus

Kedelai merupakan jenis kacang kacangan yang memiliki kandungan serat protein dan zat flavonoid tinggi untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan menghambat perkembangan sel kanker akibat adanya pertumbuhan sel abnormal dalam jaringan.

Golongan Minuman Sehat

Teh hijau merupakan minuman sehat yang telah terkenal ratusan tahun yang memiliki kandungan polyphenol tinggi yang jika dikonsumsi 2 kali sehari secara rutin dapat memperbaiki metabolisme tubuh sehingga terhindar dari kegemukan, Memiliki kemampuan mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh sehingga tidak memberi peluang pada lemak jahat (LDL) untuk membentuk gumpalan dan plak didalam darah yang menjadi pemicu munculnya dislipidemia, Karena didalam teh hijau terdapat kemampuan menstimulasi thermogenens. (Baca juga: Cara menghilangkan stres pikiran , Ciri ciri stres)

, , ,
Post Date: Thursday 08th, June 2017 / 04:28 Oleh :
Kategori : Dislipidemia