16 Gejala Serangan Jantung Ringan – Berat Pada Wanita dan Pria

Serangan jantung adalah suatu penyakit yang banyak orang telah mendengarnya dan bahkan juga banyak yang meninggal dikarenakan kondisi satu ini. Kematian mendadak kerap disebabkan oleh adanya serangan jantung di mana sel atau bagian jantung mengalami kerusakan sehingga fungsinya menjadi tak maksimal. Ini dikarenakan ketika serangan jantung kita alami, otomatis akan terhenti pula aliran darah.

Berhentinya proses sirkulasi darah akan membawa kita kepada kematian dan bagian organ jantung sendiri pun dapat rusak serta retak diakibatkan serangan tersebut. Sesak nafas yang juga disertai rasa sakit di bagian dada adalah tanda adanya serangan jantung, maka dari itu bila gejala seperti ini sudah terasa, alangkah baiknya langsung memanggil dokter atau pergi ke rumah sakit. Pertolongan pertama akan sangat menolong supaya organ jantung tak jadi rusak. (baca juga: pertolongan pertama serangan jantung)

Gejala dari penyakit serangan jantung cukup banyak dan patut untuk diketahui supaya kita mampu mewaspadainya. Ciri awal yang terjadi dan dialami oleh penderita jantung sebenarnya beragam sebab jenis penyakit jantunglah yang menentukan ciri awal tersebut. Banyak orang pun menganggap bahwa serangan jantung dan sakit jantung adalah hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. (baca juga: jenis-jenis penyakit jantung)

Beda dari kedua kondisi tersebut adalah bahwa sakit jantung menggambarkan adanya fungsi jantung yang tidak mampu untuk melakukan proses pemompaan darah ke seluruh tubuh, sementara serangan jantung lebih kepada kondisi di mana adanya pembuluh darah yang mengecil dan tersumbat sehingga oksigen berikut sari makanan terhambat dalam prosesnya melaju ke jantung. Untuk lebih jelasnya, sejumlah gejala serangan jantung bakal dibahas secara lebih detil di bawah ini supaya kita bisa tahu betul apa yang terjadi pada diri kita.

1. Dada Terasa Nyeri

Ciri ciri serangan jantung paling umum hampir semua penderita alami adalah nyeri di dada. Nyeri pada bagian dada artinya adalah rasa sakit yang muncul di bagian tersebut dan ini adalah sebuah gejala awal orang terserang penyakit jantung walaupun nyeri dada tak selalu terkait dengan penyakit jantung. Nyeri yang terasa di bagian dada ini disebabkan adanya jantung dan otot tak memperoleh pasokan darah serta oksigen yang cukup sehingga jantung bakal merasa sakit. Ciri yang paling detil adalah kita bakal merasa bahwa jantung seperti sedang teremas-remas sehingga akan sangat sakit rasanya.

Meski belum betul-betul bisa memastikan apakah itu gejala penyakit jantung atau bukan, tentu memeriksakannya adalah ide yang bagus demi memastikan. Selain itu, bisa juga mempertimbangkan adanya gejala lain yang terjadi sehingga kita bisa lebih hati-hati. Darah yang tak mengalir lancar jangan disepelekan karena ini bisa berakibat buruk dan fatal, apalagi serangan jantung lebih sering memakan korban jiwa yang artinya dapat menyebabkan kematian banyak orang.

(Baca juga: ciri-ciri jantung koronerpenyebab dada sakit)

2. Punggung Terasa Sakit

Punggung tiba-tiba sakit dan akhirnya pun rasa sakit ini berkelanjutan memang bisa jadi ada masalah dengan kelelahan otot atau salah urat di mana hal tersebut kerap terjadi ketika kita terlalu lelah bekerja. Penyebabnya pun bisa juga adalah osteoarthritis atau osteoporosis yang berhubungan dengan tulang. Namun, jangan juga abaikan hal ini karena sakit punggung pun bisa juga diartikan sebagai gejala serangan jantung.

Punggung yang sakit bisa juga disebabkan oleh adanya aliran darah tak lancar akibat terjadi penyumbatan maupun penyempitan sehingga bagian tubuh tertentu bisa merasa sakit, termasuk punggung. Jika sudah merasa ada yang tak beres pada bagian punggung, alangkah baiknya memeriksakan segera ke dokter. Ini menjadi salah satu cara untuk mengonfirmasi adanya gejala serangan jantung.

(Baca juga: penyebab sakit pinggang)

3. Irama Detak Jantung Lebih Cepat

Detak jantung bergerak lebih dari normalnya pun patut untuk dicurigai bahwa ini adalah sebuah tanda adanya gejala serangan jantung. Jantung dengan irama detak yang normal itu bisa disamakan dengan suara detak dari jarum jam, jadi bisa dilihat dan dirasakan apa bedanya. Irama detak jantung yang cepat biasanya juga bisa disebabkan karena kita beraktivitas terlalu banyak, atau kemungkinan detak lebih cepat adalah sehabis kita melakukan olahraga atau berlari.


Bila kita tidak melakukan olahraga atau lari tapi detak terasa begitu cepat, maka itu artinya bahwa ada yang tak beres di bagian jantung kita. Mengenali gejala seperti ini pun penting karena ketika detak jantung lebih cepat dan terjadi terlalu sering harus segera diperiksakan sehingga dokter dapat bertindak cepat dan kita tak telanjur mengalami serangan jantung. Detak jantung abnormal yang dibiarkan mampu membawa kita kepada kondisi yang lebih parah dan bisa membuat meninggal.

(Baca juga: penyebab jantung berdebar-debardetak jantung normal)

4. Sakit Kepala

Mungkin untuk sakit di bagian kepala sudah terlalu umum dan ini memang kemungkinan besar bisa jadi bukan sebagai gejala dari serangan jantung, karena sakit kepala sendiri adalah kondisi yang menyerang kita ketika kita kurang beristirahat atau kecapekan. Terkena sinar matahari terlalu lama saat berkegiatan di luar ruangan juga dapat menyebabkan sakit kepala, tapi ini juga menjadi ciri bahwa kita memiliki masalah pada organ jantung. Pengaruh seperti ini dapat membuat detak jantung iramanya melambat atau bahkan lebih cepat, jadi kita sendiri perlu mewaspadainya agar tidak telanjur menjadi parah.

Para wanita harus lebih waspada, apalagi ketika mengalami migrain sebab seperti yang American Academy of Eurology terbitkan, sebuah penelitian dari mereka mengemukakan bahwa penderita penyakit jantung dengan kondisi sakit kepala dapat diakibatkan oleh penyimpanan sirkulasi darah. Sakit kepala ini bisa dianggap sebagai gejala awal di mana rasanya akan lebih sakit dari sakit kepala biasa dikarenakan sirkulasi darah yang melaju ke otak tidaklah normal dan mengalami gangguan.

5. Cepat Lelah

Mudahnya tubuh terasa lelah dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk kekurangan cairan, diet yang berlebihan, anemia, kurang tidur dan sebagainya. Tapi jangan remehkan gejala awal ini apabila merasakannya bersama dengan gejala-gejala lain yang berhubungan dengan jantung. Aktivitas padat berkemungkinan besar menjadi salah satu alasan tubuh yang lelah atau olahraga yang terlalu lama dan berlebihan.

Tapi bila rasa lelah itu terlalu kerap muncul padahal aktivitas kita tak terlalu banyak memungkinkan adanya gejala masalah jantung, terutama serangan jantung. Apabila mengalami hal seperti ini, penting sekali untuk selalu rajin mengendalikan kesehatan supaya tak terjadi keadaan yang lebih parah. Untuk kelelahan sebagai gejala serangan jantung, ini akan disertai dengan sakit di dada.

(Baca juga: cepat lelah dan jantung berdebar)

6. Mudah Khawatir

Tak perlu orang yang punya masalah jantung, orang dengan kesehatan normal pun bisa juga memang memiliki kekhawatiran atau kecemasan berlebihan. Biasanya hal ini berkaitan erat dengan stres atau depresi, tapi mudah khawatir yang sebabnya pun tak jelas malah semakin menguatkan adanya serangan jantung yang terjadi. Biasanya untuk kasus mudah khawatir ini akan disertai dengan keluarnya keringat yang sebabnya pun tak diketahui.

Tindakan cepat perlu dilakukan dan juga harus tepat supaya tak menjadi serangan jantung sungguhan. Lelah pada tahap yang ekstrem bisa memicu serangan jantung secara mendadak yang akhirnya tak dapat diselamatkan. Banyak kasus di mana seseorang dengan masalah jantung memaksakan diri berkegiatan aktif yang ujung-ujungnya malah merenggut nyawanya dikarenakan terkena serangan jantung.

(Baca juga: penyebab cemas berlebihan)

7. Berkeringat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, berkeringat ini adalah gejala yang menyertai gejala mudah khawatir yang dirasakan seseorang. Saat tubuh kita tidak begitu lelah karena aktivitas tertentu, bahkan olahraga pun tidak, ini artinya jantung kita bermasalah dan keringat yang terus keluar dapat menjadi tanda serangan jantung. Waspadai masalah gangguan jantung apabila kita berkeringat tanpa alasan yang disertai dengan kekhawatiran berlebihan, diikuti juga dengan gejala mengkhawatirkan lainnya.

(Baca juga: ciri-ciri penyakit jantung)

8. Mual-mual

Gejala dari serangan jantung salah satunya adalah terasa mual dan ini akan sangat mengganggu karena ada hubungannya juga dengan nafsu makan kita yang menjadi tidak seperti biasanya. Perut yang terasa mual bisa menjadi hal yang perlu diwaspadai, meski rasa mual tidak selalu ada hubungannya dengan jantung. Rasa mual dapat terjadi dikarenakan tubuh mengalami keracunan atau pusing-pusing, tapi jangan pernah anggap enteng karena mual adalah tanda awal serangan jantung juga.

9. Nafsu Makan Menurun

Rasa mual yang dirasakan dapat menimbulkan efek buruk bagi nafsu makan kita, di mana nafsu makan akan mengalami penurunan. Berkurangnya nafsu makan dapat menjadi indikator adanya masalah pada jantung dan bisa saja gejala dari serangan jantung, apalagi kalau kondisi penurunan nafsu makan berlangsung drastis. Mual yang biasanya terjadi pun tak luput juga dari kondisi muntah-muntah sehingga kita pun semakin malas untuk makan. Ketidaknyamanan ini perlu diperiksakan segera karena kalau memang betul ciri dari serangan jantung, penanganan bisa dilakukan cepat.

(Baca juga: cara meningkatkan nafsu makan)

10. Pembengkakan di Bagian Tubuh

Ada beberapa bagian tubuh yang diketahui dapat membengkak dan menjadi gejala dari serangan jantung. Bagian tubuh tertentu tersebut kemungkinan besar adalah bagian perut atau malah pergelangan kaki. Bengkak itu adalah akibat dari adanya cairan yang tertimbun di dalam tubuh sehingga membentuk benjolan yang kita sebut dengan kondisi pembengkakan. Bila kita menyadari adanya pembengkakan dan kita tak tahu sebabnya apa, hati-hati dan waspadalah serta lakukan segera antisipasi agar tak menjadi semakin serius.

(Baca juga: bahaya jantung bengkak)

11. Sesak Napas

Masalah pada jantung bisa juga terdeteksi oleh adanya kondisi sesak napas di mana hal ini disebabkan oleh ketidaknormalan kontraksi otot jantung. Dampaknya pun bisa ke paru-paru sehingga kita menjadi lebih sulit untuk bernapas dan membuat napas kita menjadi pendek-pendek saat dikeluarkan. Tak hanya itu, aliran darah yang dihambat oleh pembuluh darah pun akan membuat proses pendistribusian darah ke seluruh tubuh menjadi macet sehingga denyut jantung tak teratur, otot jantung mengalami penebalan, dan ada kelainan di bagian katup jantung. (Baca juga: penyebab dada sesak)

Ciri Serangan Jantung Lainnya yang harus anda waspadai

  1. Berkeringat di telapak tangan
  2. Susah bernafas setelah makan
  3. Mudah Terkejut
  4. Susah konsentrasi dan berfikir
  5. Susah tidur

Penyebab Serangan Jantung

Ada banyak hal dan kondisi yang menyebabkan serangan jantung dan ada sejumlah penyakit yang sangat familiar bagi kita rupanya juga menjadi pemicu jantung. Serangan jantung sebenarnya bukan secara tiba-tiba terjadi, tentu selalu ada penyebabnya, yaitu beberapa penyakit yang sering kita anggap enteng padahal sebenarnya sangat serius.

  1. Penyakit Jantung Koroner

Serangan jantung dan jantung koroner adalah dua penyakit yang kerap dianggap sama dan seringkali sulit untuk membedakannya. Padahal jantung koroner adalah penyakit yang bisa memicu serangan jantung. Sebetulnya, keduanya adalah sama bila menilik asal-muasalnya, yaitu dari adanya hambatan di bagian sirkulasi darah sehingga otomatis terjadi penyumbatan oleh kolesterol jahat dan juga lemak berlebih. Plak-plak tersebut yang mencegah pendistribusian aliran darah dan oksigen menjadi kurang lancar dan akhirnya organ jantung atau bahkan organ lainnya menjadi kena imbas buruknya.

(Baca juga: penyebab penyakit jantung)

  1. Aneurisma

Pernah mendengar istilah aneurisma? Aneurisma ini adalah sebuah kondisi di mana terdapat kelemahan di bagian pembuluh darah. Bagian ini dapat mengalami kondisi yang melemah dan akhirnya tak mampu untuk menahan tekanan aliran darah yang melaju melewatinya. Sebagai akibatnya, ada keretakan di bagian pembuluh darah yang merupakan hal buruk.

Hal yang perlu diwaspadai betul di sini adalah bila sampai aneurisma ini dialami pada pembuluh koroner, maka sirkulasi darah akan berhenti dan serangan jantung bisa muncul secara tiba-tiba tanpa kita sangka. Untuk itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk selalu check up rutin ke dokter untuk mengetahui kondisi organ tubuh kita, apakah sehat dan aman atau tidak.

(Baca juga: bahaya aneurisma – bahaya jantung koroner)

  1. Hipoksia

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kekurangan oksigen yang ada pada darah kita. Penurunan dapat terjadi pada kadar oksigen di dalam darah disebabkan oleh racun karbonmonoksida atau kerusakan fungsi paru-paru kita. Inilah yang kemudian mengakibatkan darah mengalir di dalam tubuh tanpa oksigen terkandung atau tersuplai olehnya sehingga serangan jantung dapat terjadi tanpa kita duga-duga.

(Baca juga: kekurangan oksigen pada jantung)

  1. Hipertensi

Yang bahaya berikutnya adalah ketika kita mengalami tekanan darah tinggi yang lalu bisa membuat kita mengalami serangan jantung. Hipertensi kerap diabaikan dan dianggap enteng di mana para penderita yang seharusnya berpantang malah tetap menjalankan pola makan dan pola hidup tak sehat. Padahal hipertensi ini bisa membuat serangan jantung ringan hingga ke level berat sehingga kerusakan fungsi jantung serta kematian adalah akibatnya.

(Baca juga: kopi bagi penderita jantung koroner)

Faktor Peningkat Risiko Serangan Jantung

Faktor-faktor yang akan dibahas di bawah ini bukanlah penyebab, melainkan faktor yang bisa memicu penimbunan lemak yang akhirnya bisa membuat pembuluh darah menyempit. Beberapa faktor di bawah ini adalah faktor yang bisa kita tangani atau coba hindari supaya serangan jantung tidak menyerang kita tiba-tiba.


1. Stress

  1. Stres

Mungkin banyak yang mengira bahwa stres adalah kondisi mental biasa, tapi stres ini bisa menjadi masalah di kemudian hari bila kita tak pintar-pintar mengelolanya. Stres dapat menjadi salah satu faktor peningkat penyebab serangan jantung. Gangguan mental ini bukan gangguan mental biasa karena bisa juga berlanjut menjadi depresi, bahkan penting juga untuk mengetahui bahwa stres adalah sumber penyakit apapun, tak hanya serangan jantung saja.


2. Merokok

  1. Merokok

Kebiasaan buruk satu ini dimiliki banyak orang, terutama para pria padahal bahayanya sangat luar biasa dan bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Nikotin dan karbonmonoksida di dalamnya begitu besar dan akan mampu membuat tekanan pada jantung naik dan membuat jantung kinerjanya jauh lebih cepat. Terjadinya darah yang menggumpal pun bisa disebabkan oleh rokok di mana bahan kimia satu ini dapat membuat lapisan pembuluh koroner menjadi rusak. Penyakit jantung dan serangan jantung lebih besar risikonya terjadi pada mereka yang merokok sekitar 24 persen.

(Baca juga: penyakit akibat merokok)

3. Jenis Kelamin dan Umur

Usia seseorang yang makin bertambah akan lebih mungkin mempunyai penyakit jantung koroner yang artinya risiko akan serangan jantung juga naik. Dibandingkan wanita, para pria adalah yang lebih cenderung sering terkena sakit jantung koroner.

(Baca juga: gejala jantung koroner)

4. Diabetes

  1. Diabetes

Diabetes ini bukan menjadi penyebab langsung akan serangan jantung, melainkan masih termasuk ke dalam faktor peningkat risiko terserang serangan jantung. Risiko lebih besar ketika diabetes tipe 2 dan tipe 1 tidak dapat dikendalikan sehingga otomatis terjadi peningkatan kadar gula darah yang akan melakukan pengrusakan terhadap dinding pembuluh koroner. Bagi para penderita diabetes, penyakit jantung koroner memang lebih tinggi, tapi ingat bahwa jantung koroner adalah penyebab serangan jantung juga.

(Baca juga: diabetes tipe 1penyebab diabetes)

5. Minuman Keras

Selain merokok, ada lagi faktor yang membuat risiko akan serangan jantung meningkat, yakni minuman keras di mana konsumsi minuman keras yang lebih bisa membuat tekanan darah serta kadar kolesterol bertambah. Sebagai akibatnya, penyakit jantung koroner pun lebih rentan menyerang para pecandu minuman keras dan itu artinya potensi serangan jantung cukup besar pula. Risiko serangan jantung menjadi tambah besar apabila kebiasaan meminum minuman keras disertai juga dengan kebiasaan makan makanan tak sehat, kurang bergerak alias jarang berolahraga, dan punya kebiasaan merokok.

(Baca juga: bahaya minuman keras bagi kesehatan)

6. Konsumsi Makanan Berlemak

Lemak, apalagi lemak jenuh sering kita temukan dengan mudah pada makanan-makanan cepat saji yang ada di sekitar kita dan makanan inilah yang kemudian membuat kadar kolesterol meningkat yang ada di dalam darah. Inilah yang memicu penyumbatan pada arteri karena lemak tak sehat semakin menumpuk terlalu banyak sehingga akhirnya penyakit jantung koroner menyerang, begitu pun peluang terkena serangan jantung akan dibuat lebih tinggi. Mengubah pola makan menjadi diet sehat dan seimbang yang disertai juga dengan konsumsi obat statin adalah ide bagus untuk penurunan kadar kolesterol.

7. Obesitas

Bobot tubuh yang berlebih ini bisa saja dikarenakan makanan tak sehat tadi. Kebiasaan mengonsumsi apa saja dengan porsi tak terbatas tentu nikmat dan memuaskan, tapi efek jangka panjangnyalah yang tak mengenakkan. Risiko penyakit jantung koroner semakin tinggi berikut juga serangan jantung apabila kita terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak dan ber kolesterol tinggi. Ingat juga bahwa seseorang dengan masalah obesitas akan memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes di mana keduanya memperbesar peluang kita mengalami serangan jantung.

(Baca juga: bahaya obesitas terhadap kesehatan hingga kanker – jenis-jenis diabetes)

8. Faktor Genetik

  1. Faktor Genetik

Faktor keturunan dapat menjadi peningkat risiko dari serangan jantung. Jika keluarga dekat ada yang punya penyakit jantung, otomatis potensi kita untuk mengidapnya pun bakal menjadi lebih tinggi hingga 2 kali lipat. Apabila sudah tahu begini, cobalah untuk lebih rutin untuk memeriksakan diri ke dokter supaya penyakit jantung apalagi serangan jantung bisa dicegah jauh-jauh hari. Paling tidak risiko ini bisa lebih diperkecil.

(Baca juga: cara melatih kesehatan jantung)


Cara Mencegah Serangan Jantung

Karena di sini kita bicara tentang gejala, maka masih ada kesempatan bagi kita untuk mencegah serangan jantung menjangkiti kita. Sebelum serangan jantung menjadi begitu parah, serius dan membawa kita kepada kematian mendadak, ada beberapa langkah yang mungkin sudah sangat umum disarankan tapi memang terbukti efektif seperti di bawah ini.

  • Mengubah gaya hidup. Kelihatannya pada semua penyakit, cara mencegah dengan mengubah pola hidup sudah terlalu umum. Tapi memang inilah jawaban yang tepat bagi yang tidak ingin penyakitnya bertambah serius. Tak ada salahnya untuk mencoba memilih makanan yang sehat, berolahraga secara rutin, banyak minum air putih serta menjauhi rokok serta minuman beralkohol. Walau tak gampang untuk dijalani, dipastikan bahwa gaya hidup semacam ini akan memperkecil peluang kita dalam mengalami penyakit-penyakit serius. (Baca juga: pengaruh alkohol terhadap sistem saraf manusia)
  • Menjaga tekanan darah. Hipertensi adalah musuh kita, maka selalu ingat bahwa menjaga tekanan darah tetap pada kadar normal akan sangat menolong kita terjauh dari penyakit mengerikan nan mematikan. Tekanan darah yang mengalami peningkatan bakal membebani pembuluh darah serta jantung maka risiko serangan jantung otomatis menjadi lebih besar. Lagi-lagi, makanan sehat dengan mengurangi garam, kafein, minuman soda dan alkohol adalah solusi terbaik. Berat badan pada idealnya pun sangat baik untuk menjauhkan kita dari segala penyakit, dan ini perlu diimbangi juga dengan mengonsumsi obat-obatan khusus anti-hipertensi.

(Baca juga: madu untuk penderita darah tinggiefek sit up untuk menurunkan tekanan darah)

Serangan jantung bisa datang kapan saja, tapi segala penyebab  dan faktor risiko yang menimbulkan gejala serangan jantung selalu dapat dicegah. Jangan ragu atau takut untuk pergi ke dokter bila memang diperlukan supaya penyakit tak bersarang tanpa adanya perawatan yang tepat.

, , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Penyakit Jantung