Monday, January 21, 2019

Aneurisma

Aneurisma adalah salah satu kondisi yang berhubungan dengan penyakit stroke. Dalam dunia medis penyakit ini disebabkan karena terbentuknya bagian atau jaringan yang menghalangi pembuluh darah dalam otak, dalam proses mengalirkan darah ke otak. Aneurisma sebenarnya bisa dikenali dengan melihat keluhan yang terjadi seperti pusing atau sakit kepala yang hebat dan beberapa gejala stroke ringan.

Bagian yang paling mengerikan dari aneurisma adalah ketika aneurisma mengalami pecah yang menyebabkan pendarahan hebat yang mengalir ke otak.

Apa itu Aneurisma?

Anerisma adalah sebuah balon atau gelembung yang terjadi pada bagian pembuluh darah. Aneurisma biasanya ditemukan pada bagian dinding arteri. Arteri memiliki tugas membawa darah dari bagian bilik jantung kiri ke arteri kanan. Ketika aneurisma mengalami pecah maka biasanya menyebabkan kondisi stroke hemoragik.

Kondisi lain yang menyebabkan aneurisma adalah kerusakan pada pembuluh darah atau melemahnya fungsi kerja dinding pembuluh darah. Kondisi aneurisma bisa terjadi dengan ukuran yang kecil atau besar dan tergantung pada kondisi penyakit atau indikasi komplikasi.

Kasus yang paling sering muncul dari aneurisma adalah kematian mendadak karena terlambatnya deteksi aneurisma yang menyebabkan pendarahan pada otak atau pecahnya pembuluh darah pada otak.

Jenis-jenis

Aneurisma bisa dikategorikan berdasarkan munculnya atau letak anerurisma. Berikut ini adalah jenis aneurisma :

1. Aneurisma Aorta Abdominal (Perut)

Aneurisma ini terjadi pada bagian perut. Pembentukan aneurisma dengan bentuk seperti balon pada bagian pembuluh darah yang mengalirkan darah dari bagian perut, kaki dan panggul. Kondisi seperti ini biasanya banyak terjadi pada pria yang berusia lebih dari 58 tahun. Orang yang memiliki resiko tinggi penyakit ini, termasuk :

  • Riwayat penyakit hipertensi
  • Kebiasaan merokok
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Pernah terjadi dalam riwayat keluarga

Jika aneurisma sampai pecah maka biasanya sulit untuk bertahan dan harus mendapatkan bantuan medis.

2. Aneurisma Aorta Thorac (Dada)

Aneurisma thorac terjadi pada bagian aorta yang berada atau melewati bagian dada. Aneurisma ini lebih banyak disebabkan karena riwayat terjadinya pengerasan pada bagian pembuluh darah. Orang yang masuk dalam resiko tinggi antara lain adalah :

  • faktor usia
  • riwayat genetik
  • sakit peradangan pada bagian aorta
  • pernah jatuh

Aneurisma pada bagian dada sulit menunjukkan gejala sehingga biasa akan terdeteksi jika sudah bocor atau pecah.

3. Aneurisma Serebral (Otak)

Aneurisma otak menjadi salah satu jenis aneurisma yang paling sering terjadi di seluruh dunia, baik negara maju atau negara berkembang. Aneurisma terbentuk seperti gelembung udara yang mengeras pada bagian pembuluh darah di bagian otak.

Setiap anuerisma yang ditemukan terdiri dari berbagai macam ukuran mulai dari ukuran paling kecil hingga lebih dari 2 cm. Kasus yang paling sering terjadi adalah resiko yang didapatkan dari keluarga dan beberapa penyakit lain seperti gagal ginjal dan penyakit penyempitan dinding aorta.

Penyebab

Aneurisma pada dasarnya disebabkan karena ada lapisan dinding arteri yang mengalami penipisan. Aneurisma akan terbentuk pada bagian cabang arteri dan kasus yang paling banyak terjadi adalah pada bagian dasar otak.

Berikut ini adalah detail tentang penyebab aneurisma berdasarkan jenisnya :

Penyebab Aneurisma Aorta

  • Kandungan koleterol atau lemak yang terlalu tinggi dalam dinding arteri.
  • Kebiasaan merokok, Bahaya merokok dapat menyebabkan kandungan kolesterol yang tinggi dalam dinding arteri dan darah tinggi. Selain itu merokok juga dapat menyebabkan penumpukan kolesterol yang tinggi dalam arteri
  • Terjadinya infeksi dalam dinding aorta yang biasanya didapatkan dari riwayat keluarga
  • Konsumsi bahaya narkoba jenis kokain
  • Riwayat keluarga dengan gangguan penyakit jantung
  • Kecelakaan yang menyebabkan cedera pada bagian perut dan dada

Penyebab Aneurima Cerebral (otak)

  • Kondisi gangguan arteri sejak lahir, Beberapa bayi bisa dilahirkan dengan kondisi ini sejak lahir
  • Riwayat penyakit darah tinggi
  • Pembentukan kolesterol yang terlalu tinggi dalam arteri
  • Wanita yang telah mengalami menopause karena ada masalah gangguan keseimbangan hormon
  • Laki-laki yang berusia lebih dari 65 tahun cenderung mengalami gangguan penyakit ini
  • Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok yang buruk.

Gejala

Gejala aneurisma sebenarnya bisa dikenali sejak awal. Namun beberapa orang menganggap bahwa penyakit ini sering diremehkan. Berikut ini beberapa gejala yang biasanya terjadi sesuai dengan jenis aneurisma :

1. Aneurisma Cerebral/ Otak

Biasanya aneurisma otak memang tidak menunjukkan gejala awal, dan baru menunjukkan gejala ketika sudah bocor atau pecah. Berikut gejala aneurisma otak ketika sudah parah :

  • Sakit kepala yang hebat, pusing dan bahkan bisa sampai kehilangan kesadaran
  • Mata terasa kurang nyaman untuk melihat seperti rabun atau semua objek terlihat ganda
  • Beberapa orang bisa menjadi buta
  • Sakit pada bagian mata terutama pada bagian belakang bahkan untuk membuka mata
  • Leher terasa kaku, nyeri dan sangat tegang.

2. Aneurisma Dada

Aneurisma yang terjadi pada bagian dada juga tidak menunjukkan gejala awal sehingga sulit untuk dideteksi. Namun beberapa gejala ketika sudah masuk tahap parah atau hampir bocor seperti berikut ini :

  • Tenggorokan sulit untuk menelan dan ada bagian leher yang bengkak
  • Dada atau punggung sering terasa nyeri mendadak
  • Denyut jantung sangat cepat dan sulit untuk bernafas
  • Kulit akan terasa lembab
  • Sering terasa mual, perut tidak nyaman atau muntah.

3. Aneurisma Perut

Aneurisma perut biasanya tidak memiliki gejala karena pertumbuhannya yang lambat. Bahkan beberapa penderita aneurisma perut juga jarang ditemukan dalam kondisi bocor atau pecah. Jadi aneurisma ini sulit untuk diprediksi.

Berikut ini beberapa pertanda yang bisa menjadi gejala aneurisma perut :

  • Sakit perut yang kadang timbul dan kadang bisa hilang sendiri
  • Sakit perut terutama di bagian pusar atau sekitarnya
  • Kurang nyaman pada bagian punggung dan sering merasa lelah.

Diagnosa

Aneurisma memang tidak mudah dikenali sehingga sulit untuk menemukan gejala pada deteksi dini. Beberapa kasus yang paling sering terjadi adalah kondisi aneurisma ketika sudah pecah atau bocor.

Beberapa metode untuk diagnosa ini biasanya digunakan dalam penanganan aneurisma ini :

1. Pemeriksaan fisik dan konsultasi

Dalam pemeriksaan ini biasanya diperlukan beberapa data seperti dibawah ini :

  • Apakah Anda memiliki riwayat dengan penyakit hipertensi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung atau penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada pembuluh darah?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol dan tidak berolahraga?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan memakai narkoba?
  • Apakah dalam keluarga Anda memiliki penyakit aneurisma

2. CT Scan

Pemeriksaan ini dilakukan dengan perangkat khusus untuk melihat kemungkinan pendarahan dalam otak

3. MRI

MRI dilakukan untuk mendapatkan data-data mengenai kemungkinan ada aneurisma yang sudah pecah dalam otak.

4. Pemeriksaan darah

Pemeriksaan darah dilakukan dengan mengambil darah dari bagian tulang ekor yang bisa mendeteksi cairan dalam otak dan tulang punggung.

5. Ronsen dada dan USG perut

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kemungkinan ditemukan aneurisma pada bagian dada dan perut.

Pengobatan

Pengobatan untuk aneurisma memang tidak bisa dilakukan untuk menghilangkan penyakit ini sepenuhnya. Beberapa tindakan yang dilakukan untuk pengobatan biasanya tergantung pada jenis aneurisma, kondisi aneurisma dan kondisi fisik penderita.

Berikut ini beberapa langkah pengobatan aneurisma :

1. Jika aneurisma masih kecil ( kurang dari 3 cm ) maka dokter biasanya akan memberikan obat-obatan untuk mencegah aneurisma semakin besar atau pecah. Dalam kondisi ini maka penderita harus mewaspadai jika aneurisma pecah dan wajib melakukan pemeriksaan rutin minimal per 6 bulan sekali.

2. Jika aneurisma telah mencapai ukuran mendekati 6 cm maka bisa dilakukan tindakan operasi.

3. Jika aneurisma sudah berukuran lebih dari 6 cm maka harus dilakukan tindakan operasi untuk menghilangkan aneurisma dan juga aorta atau arteri yang bermasalah.

4. Jika penderita terdeteksi mengalami aneurima cerebral atau otak maka harus dilakukan operasi. Jika tidak dilakukan operasi maka biasanya diobati dengan obat penghilang rasa sakit dan anti kejang.

5. Bagi penderita yang telah pulih dari kondisi aneurisma biasanya memerlukan tindakan rehabilitasi seperti terapi bicara, berjalan dan komunikasi.

Bahaya

Aneurisma adalah penyakit yang sangat berbahaya. Banyak penderita yang tidak dapat diselamatkan karena terlambat mendapatkan pertolongan. Berikut ini adalah beberapa jenis bahaya yang mengancam jiwa karena anuerisma :

  1. Jika aneurisma mengalami pecah maka bisa terjadi pendarahan hebat yang sapat merusak pertumbuhan sel sehat, tekanan pada otak dan kematian.
  2. Bagi penderita yang memiliki tekanan darah tinggi maka biasanya akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah, gangguan suplai oksigen ke otak dan kematian.
  3. Pecahnya aneurisma dalam otak juga dapat menyebabkan pendarahan pada otak, tekanan yang kuat pada otak, dan menyebabkan penumpukan cairan pada otak.
  4. Kondisi hiponatremia atau kekurangan jumlah natrium dalam darah dapat mengganggu sistem peredaran dalam otak dan kerusakan permanen fisik.

Pencegahan

Aneurisma menjadi penyakit yang rata-rata disebabkan karena gaya hidup tidak sehat, kecuali bagi orang yang memiliki riwayat aneurisma dalam keluarga. Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah aneurisma :

  • Jalankan gaya hidup sehat seperti konsumsi makanan yang sehat, menghindari makanan tinggi lemak dan rajin berolahraga.
  • Hindari kebiasaan merokok, begadang atau istirahat yang tidak teratur
  • Hindari semua jenis narkoba karena narkoba memberikan efek yang sangat buruk untuk tekanan darah dan sistem tubuh
  • Hindari semua pekerjaan yang membutuhkan tenaga terlalu berat seperti angkat beban manual
  • Hindari bahaya kafein dalam jumlah yang tinggi karena kafein bisa meningkatkan tekanan darah
  • Istirahat cukup dan pola makan yang teratur, jangan lupa untuk konsumsi air mineral yang cukup setiap hari.

Aneurisma menjadi penyakit yang sangat mengerikan terutama karena deteksi dini yang tidak mudah dan lebih banyak ditemukan ketika sudah bocor atau pecah. Untuk menghindari resiko aneurisma, maka kita bisa melakukan berbagai macam upaya pencegahannya.

Recommended