ISPA pada Balita – Gejala, Penyebab, Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan

4485

Ispa pada balita tidak boleh disepelekan mengingat ISPA merupakan infeksi saluran pernafasan yang akut. Balita rentan mengalami ISPA mengingat sistem imun yang ada di dalam tubuhnya kurang stabil tidak seperti pada orng dewasa. Bisa dikatakan bila balita merupakan orang yang rentan untuk terkena ISPA saat kualitas udara menjadi buruk. Lihatlah saat kebakaran hutan terjadi di Riau, saat itu kualitas udara disana benar-benar buruk. Banyak balita yang menderita ISPA dan ada beberapa balita yang harus meregang nyawa akibat ISPA. Kabut asap yang menyelimuti provinsi Riau membuat penduduknya mengalami sesak nafas. Ternyata tidak hanya kabut asap saja yang bisa menyebabkan ISPA, namun daerah dengan kondisi yang dipenuhi dengan polusi udara pun rentan terkena gangguan pernafasa dan ISPA. ( Baca : Cara mengatasi sesak nafasPenyebab dada sesak –  Cara mencegah sesak nafas )

Gejala

Ibu yang memiliki bayi maupun balita sebaiknya tahu apa saja gejala yang bisa mengindikasikan jika balitanya mengalami ISPA. Kepekaan dan kecekatan dalam mengetahui gejala ini sangat penting agar balita segera bisa mendapatkan perawatan medis dan penanganan medis. Berikut ini adalah gejala ISPA pada balita yang harus diwaspadai :

  1. Hidung Tersumbat

ISPA ini disebabkan oleh virus. Saat virus masuk ke dalam tubuh virus itu akan mudah sekali menyebabkan hidung menjadi tersumbat. Rongga hidung dipenuhi dengan virus yang membuat saluran pernafasan menjadi tersumbat.

Baca : Benjolan di hidungPenyebab hidung berairPenyebab hidung tersumbat

  1. Paru-paru Terasa Sesak

Gejala lainnya yang mengindikasian jika balita terkena ISPA adalah paru-paru balita itu terasa sesak. Anda harus mulai mewaspada jika balita anda merasakan sesak nafas atau kesulitan bernafas, padahal dia tidak memiliki riwayat asma atau sesak nafas. Segeralah bawa bayi atau balita anda ke rumahsakit agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca : Cara mengobati asma kambuhGejala asmaPantangan asma

  1. Batuk

Gejala lainnya yang menandakan bahwa balita anda terkena ISPA adalah balita anda mengalami batuk yang berkelanjutan. Batuk yang dialami oleh penderita ISPA terutama balita bukanlah batuk yang biasa. Tenggorokan balita yang terkena ISPA tenggorokannya akan terasa sangat sakit sehingga balita akan sering memegang tenggorokannya tanda bahwa tenggorokannya sedang sakit dan mengalami masalah.

Baca : Penyebab batuk tidak kunjung sembuhObat batukPenyebab batuk

  1. Kelelahan

Tanda lainnya jika balita anda mengalami ISPA adalah balita anda akan tampak lesu dan letih, tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas apapun. Padahal balita yang sehat merupakan balita yang aktif dan ceria, balita akan gemar sekali mengeskplor di sekelilingnya misalnya bermain dengan hal-hal baru yang ada di sekelilingnya.

  1. Tubuh Terasa Sakit

Balita yang mengalami ISPA dia juga akan mengalami rasa sakit di seluruh tubuhnya sehingga tubuh balita itu jika dipegang, balita akan merasakan kesakitan. Ibu harusnya sudah tahu ketka tubh balita disentuh dan terasa sakit ada yang tidak beres dengan kesehatan anaknya. Segera bawa ke pihak medis jika balita mengalami gejala seperti ini.

  1. Demam

Ketika ISPA sudah bertambah parah biasanya tubuh akan memberikan sinyal berupa demam. Demam ini merupatakn tanda jika virus penyebaISPA sedang encoba masuk dan menyerang sistem imun. Sistem imun yang lemah akan memudahkan virus ini masuk ke dalam tubuh balita. Gejala demam merupakan gejala ISPA yang sudah bertamba parah. Demam ini disertai dengan tubuh yan menggigil dan kedinginan.

Baca : Demam naik turunPenyebab demam tinggiMandi saat demam

  1. Kesulitan Bernafas

Tanda jika ISPA sudah bertambah parah adalah anak akan kesulitan dalam mengatur nafasnnya. Dada terasa kembang kempis dan nafas balita menjadi pendek-pendek. Paru-paru yang sudah terinfeksi dengan ISPA membuat fungsinya menjadi terganggu. Oleh sebab itu bagi anda yang memiliki balita dengan sulit nafas segera bawa ke rumahsakit agar mendapatkan bantuan medis degan segera.

  1. Oksigen Di Darah Rendah

Darah merpakan pembawa oksigen menuju ke seluruh tubuh. Jika oksigen di dalam darah rendah maka bisa dipastikan bahwa balita terkena ISPA. Penelitian kadar oksigen yang ada di dalam darah ini hanya bisa dilakukan menggunakan laboratorium atau cek nadi. Pengecekan menggunakan kasat mata tidak bisa sehingga anak anda bisa terdeteksi terkena ISPA ketika dokter mengetahui bahwa tingkat oksigen anak anda di dalam tubuh sangat rendah.

  1. Pingsan

Gejala lainnya saat ISPA sudah bertambah parah adalah balita sering pingsan bahkan kehilangan kesadaran. Hilangnya kesadaran pada balita anda disebakan oleh kurangnya oksigen menuju ke otak sehingga otak tidak bisa mejalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya anak akan kehilangan kesadaran bahkan pingsan, saat pingsan anak akan kehilangan memori jangka pendeknya sehingga dia tidak ingat apa yang terjadi pada dirinya dalam waktu yang singkat. Memori jangka pendek yang ada di otak memerlukan oksigen sehingga saat oksigen berkurang kinerja atau fungsi dari memroi jangka pendek otak akan terganggu fungsinya.

Baca : Cara menangani orang pingsan mendadak

Penyebab

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena ISPA. Namun kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus yang menjadi penyebab ISPA. Berikut in adalah beberapa penyebab ISPA yang harus diwaspadai oleh kita semua :

  1. Adenovirus

Penyebab ISPA yang pertama adalah disebabkan oleh adenovirus. Virus ini juga menjadi penyebab gangguan pernafasan lainnya. Orang yang mengalami penyakit pilek, bronkitis dan pneumonia biasanya penyebabnya adaah virus adenovirus. Jenis virus ini terdiri dari 50 jenis banyaknya.

  1. Rhinovirus

Penyebab ISPA yang lainnya adalah virus Rhinovirus. Virus ini menjadi penyebab balita mengalami pilek. Virus ini akan mudah sekali menyerang balita dengan sistem kekebaalan tubuh yang lemah. Sayangnya pilek yang semakin bertambah parah dan tidak segera diobati bisa menyebabkan balita tersebut justru terkena ISPA.

  1. Pneumokokus

Bakteri yang menjad penyebab ISPA adalah bakteri pneumokokus. Jangan pernah menganggap remeh bakteri yang satu ini, sebab bakteri ini merupakan bakteri yang menyebabkan seseorang mengalami meningitis. Tidak hanya itu saja, bakteri ini juga menjadi penyebab seseorang mengalami pneumonia khususnya balita. Pneumonia yang disebbakan oleh bakteri ini merupakan penumonia dalam tahap berat.

Baca : Gejala meningitisPenyebab meningitis

Penyebab Sekunder ISPA

Selain penyebab primer ISPA pada balita di atas, masih ada banyak penyebab sekunder ISPA pada balita yang harus dwaspadai. Berikut ini adalah penyebab sekunder ISPA :

  1. Polusi Udara

Penyebab sekuder ISPA yang pertama adalah polusi udara. Kita tahu bahwa pouis udara mengandung zat polutan yang berbaya tubuh. Bisa jadi di dalam polusi udara itu juga ada virus dan bakteri yang menyebabkan seseorang mengalami ISPA. Kota dengan udara buruk merupakan kota yang rentan untuk mengalami ISPA. Oleh sebab itu jika anda keluar rumah, agar tida terkena pousi udara gunakanlah masker untuk melindungi mulut dan hidung anda dari zat polutan berbahaya.

Baca : Bahaya polusi udara

  1. Sistem Imun yang Buruk

Sistem kekebalan tubuh yang lemah menjadi penyebab sekunder ISPA pada balita. Oleh sebab itu penting sekali untuk menjaga sistem imun tetap stabil. Sistem imun yang stabil bisa digunakan sebagai penangkal virus dan bakteri yang ingin masuk ke dalam tubuh kita.

Baca : Cara meningkatkan antibodi anakCara meningkatkan antibodi

  1. Riwayat Penyakit

ISPA akan mudah sekali menjangkiti balita yangmemiliki riwayat penyakit tertentu. ISPA pada balita bisa dengan mudah menyerang balita yang memiliki riwayat penyakit jantung misalnya saja jantung bocor dan juga kelainan paru-paru. Balita dengan orangtua perokok pun sangat mudah bisa terkena ISPA. Oleh sebab itu hindarilah rokok dan merokok.

  1. Berdekatan dengan Penderita ISPA

Penyebab sekunder lainnya penyebab ISPA pada balita adalah berdekatan dengan orang yang mendeita ISPA. Balita sebaiknya jangan didekatkan dengan orang yang memiliki masalah penyakit pernafasan dan juga ISPA. Orang yang mengalami masalah infeksi pernafasan khususnya ISPA akan mudah sekali menular pada orang lain melalui bersin ketika dia batuk. Saat bersin virus penyebab ISPA ini akan menyebar di udara. Jika virus itu terhirup oleh balita anda, maka balita anda akan rentan untuk terkena virus tersebut.

  1. Cairan

Penyebab sekunder ISPA pada balita adalah cairan. Ketika balita anda menyentuh cairan yang mengandung virus ISPA di benda tertentu, maka anak anda ketika menyentuh cairan tersebut kemudian memasukkan tangannya ke dalam mulut bisa menyebabkan balita anda mudah terkena ISPA. Oleh sebab itu orangtua sebaiknya rutin mencuci tangan anaknya secara steril dan tidak membiarkan balita yang dimilikinya memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut. Kebiasaan tersebut bisa menyebabkan bakteri dan virus bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh balita.

Baca : Akibat tidak mencuci tangan sebelum makanCara mencuci tangan yang benar

Cara Diagnosis

Ketika balita anda mengalami gejala-gejala di atas, tidak serta merta pihak medis langsung menyatakan penyakit yang balita anda derita merupakan penyakit ISPA. Pihak medis membutuhkan ebberapa diagnosis untuk membuktikan bahwa penyakit yang diderita balita anda merupakan penyakit ISPA. Berikut ini adalah cara diagnosis untuk mengetahui ISPA pada balita :

  • Memeriksa sistem pernafasan. Diagnosis pertama yang dilalkukan pihak medis adalah dengan memeriksa sistem pernafasan pada balita anda. Suara pernafasan yang akan diepriksa pertama kali. Melalui suara prnafasan itu bisa diketahui apaah di dalma saluran pernafasan anda ada penumpukan cairan yang belrebihan atau adanya radang yang ada di paru-paru anda. ( Baca : Bahaya merokok bagi alat penafasan )
  • Pemeriksaan hidung dan tenggorokan. Langkah selanjutnya yang mendukung diagnosis penyakit ISPA adalah dengan melakukan pemeriksaan di bgian hidung dan dibagian tenggorokan balita anda. Pemeriksaan itu untuk menegtahui apakh hidung dan tenggorokan terdapat cairan yang berebihan ataukah tidak.
  • CT scan dan X-ray. Pemeriksaan selanjutnya yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosa penyakit ISPA adalah dengan melakukan CT Scan dan juga X-ray atau ronsen di bagian paru-paru. Pemeriksaan itu berguna untuk melhat ada atau tidaknya penumpukan cairan di paru-paru. Selain itu pemeriksaan menggunakan C-scan maupun X-ray itu berfungsi untuk meihat apakah paru-paru mengalami peradangan akibat virus yang masuk ke dalam paru-paru.
  • Tes fungsi paru-paru. Diagnosa selanjutnya yang bisa digunakan adalah dnegan melakukan tes fungsi paru-paru. Dokter akan mengetas apakah paru-paru bisa berfungsi dengan baik ataukah tidak. Tes fungsi paru-paru ini juga berguna untuk melihat seberapa jauh paru-paru terganggu fungsinya dan seberapa buruk pernapasan pasien terganggu.
  • Oksimetri nadi. Diagnosa selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengetahui penyakit ISPA pada balita adalah dengan melakukan pemeriksaan oksimetri nadi. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetah sebrapa banyak oksigen yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa orang yang mengalami ISPA ini kana menunjukkan gejaa kurangnya oksigen di dalam darah. Oleh sebab itu pemeriksaan oksimetri nadi ini perlu dilakukan untuk mendiagnosa ISPA.
  • Sampel dahak.Langkah diagnosa selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengetahui jenis virus atau bakteri yang menyebabkan ISPA. Untuk mengobati ISPA yang dialami oleh balita, medis hrus mengetahui jenis virus apa yang menyebabkan penyakit ISPA tersebut. Jika tidak diketahui secara pasti jenis virus atau bakteri apa yang menyebabkan ISPA maka pengobatan tidak bisa berjalan dengan efektif. ( Baca : Sering ada dahak di tenggorokan )

Pengobatan

Meski saat ii belum ada obat yang efektif untuk mengobati virus ISPA, namun kebanyakan pengobatan yang disebabkan oleh virus berfungsi untuk meredakan gejala dari ISPA tersebut . Berikut ini adaah pengobatan ISPA yang dilakukan untuk mengatasi ISPA pada balita maupun ISPA pada ornag dewasa:

  • Meningkatkan sistem imun. Meningkatkan sistem imun pada balita merupakan cara yan bisa dilakukan.agar sistem imun tersebut mampu memerangi virus yang ada di dalam tubuh manusia. Jika sistem imun rendah maka virus tersbut akan tetap berada di dalam tubuh dan berkuasa atas tubuh balita anda. Oleh sebab itu agar virus segera menghilang diperlukan sistem imun yang baik dan stabil. Untuk meningkatkan sistem imun ini, pihak medis bisa melakukan suntik supplemen atau memberikan makanan atau minuman yang banyak mengandung vitamin C.
  • Antibiotik. Pengobatan yang dilakukan selanjutnya untuk mengatasi ISPA adalah dengan memberikan suntkan antibiotik atau memberikan obat antbiotik. Antibotik ini hanya berguna untuk mengatasi ISPA yang disebabkan oleh bakteri, sedangkan ISPA yang disebabkan oleh virus tidak bisa diatasi menggunakan antibiotik. ( Baca : Bahaya antibiotik tanpa resep dokterBahaya antibiotik untuk anak )
  • Melancarkan saluran pernafasan. Langkah selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengatasi ISPA adalah dengan melancarkan sauran pernafasan penderita ISPA. Balita yang mengalami sesak nafas biasanya akan diberikan batuan pernafasan berupa oksigen agar balita tersebut bisa bernafas dengan lancar. Jika salura penfasan mulai lancar doketr bisa melakukan tindakan medis selanjutnya.
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi. Salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk mengobati balita yang terkena ISPA adalah dengan memberikan anak makan-makanan yang bergizi. Makana yang bergizi itu berguna untuk menjaga kondisi atau daya tahan tubuh anak agar tidak mudah terkena penyakt. Jika sudah terkena ISPA maka daya tahan tubuh anak prlu ditingkatkan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Pencegahan

Mencegah lebih baik dibandingkan dengan mengobati. Sayangnya mencegah ini sering diindahkan oleh banyak orang. Kesadaran akan pencegahan ISPA ini belum banyak dilakukan oleh masyaraat luas. Berikut ini adalah uaya pencegahan ISPA yang penting untuk dilakukan :

  1. Hindari Rokok

Cara pertama yang bisa anda lakukan untuk mencegah ISPA adalah menghindri rokok dan asap rokok. Di dalam asap rokok mengandung zat kimia yang tidak bagus untuk kesehatan. Selain bisa meningkatkan resiko terkena ISPA, asap rokok juga bisa menyebabkan balita mudah terkena pneumonia. ISPA maupun Pneumonia banyak yang memakan korban jiwa khususnya bagi balita dan bayi.

Baca : Bahaya merokok bagi jantung manusiaBahaya tembakau rokokBahaya merokok sehabis makan

  1. Hindari Polusi Udara

Langkah selanjutnya yang bisa anda akukan untuk mencegah ISPA ini adalah dengan menghindari polusi udara. Poluis udara mengandung zat polutan berbahaya. Zat polutan berbahaya itu bisa menginfeksi paru-paru dan menyebabkan peradangan di bagian paru-paru. Untuk menghindari olusi udara anda bisa menggunakan masker setiap kali akan bepergian atau keluar ruangan.

  1. Biasakan Mencuci Tangan

Cara untuk mencegah ISPA lainnya adalah dengan membiasakan balita mencuci tangan. Balita suka sekali bermain dengan tanah dan barang-barang yang ada di sekitarnya. Oleh seba itu ada baiknya anda membiasakan anak anda sejak kecil untuk mencui tangan menggunakan sabun. Menggunakan air bersih saja tidak cukup untuk menghilangkan kuman dan virus yang menjadi penyebab ISPA.

  1. Hindarkan Kebiasaan Mengemut Jempol atau Tangan

Balita atau bayi suka sekali dengan kebiasaan mengemut jempol atau tangan miliknya. Padahal hal itu merupakan kebiasaan buruk yang harus dihindari. Bayi yang mengemut jempol atau tangan beresiko memasukkan kuman dan bakteri ke dalam tubuhnya. Oleh sebab itu sebaiknya anda menghidarkan bayi atau balita anda dari kebiasaan mengemut jempol maupun tangannya.

  1. Hindari Kebiasaan Menyentuh Area Wajah

Balita suka sekali  menyentuh bagian wajahnya terutama bagia mata dan hdiung.  Menyentuh area wajah menggunakan tangan yang kotor bisa menyebabkan anda beresiko memasukkan kuman dan penyakit ke dalam mulut. Bakteri dan virus akan mudah sekali masuk melalui mata, hidung dan mulut. Oleh sebab itu alangkah baknyaa jika ingin menyentuh area wajah, anda mencuci tangan anda terlebih dahulu biar kuman dan bakter tidak masuk ke dalam tubuh anda.

  1. Konsumsi Supplemen Vitamin C

Cara efektif lainnya untuk mencegah ISPA pada balita adalah dengan membrikan balita anda supplemen vitamin C. Jika anda ragu untuk memberikan suppelemn itu anda bisa menggantinya dengan memberikan balit anda makaanan, minuman dan buah yan banyak mengandun vitamin C. Kandungan vitamin C tersebut sangat berguna untuk meningkatkan sistem imun. Saat sistem imun meningkat maka berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri tidak akan mudah masuk ke dalam tubuh.

Baca : Akibat kekurangan dan kelebihan vitamin CPenyakit akibat kekurangan vitamin C

  1. Jauhkan Balita dari Penderita ISPA

Jika anda memiliki tetangga atau kerabat yang memiliki penyakit ISPA sebaiknya anda tidak mendekatkan balita anda kepada orang tersebut. Hal itu dikarenakan balita akan mudah sekali tertular virus ISPA maupun bakteri yang melekat pada orang tersebut. Hal ini berlaku tidak untuk ISPA saja namun untuk berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Jauhkan anak anda dari orang yang mengalami penyakit pilek, batuk, bronkitis, TBC dan masih banyak lagi lainnya. Kehati-hatian orangtua terutama di musim pancaroba seperti sekarang ini sangat diperlukan mengingat saat ini banyak virus yang bertebaran di udara dan siap untuk menjangkiti siapapun dengan sistem imun yang rendah dan buruk.

  1. Imunisasi

Lankah pencegahan lainnya yang bisa dilakukan untuk menghindari ISPA adalah dengan melakukan imunisasi pada bayi dan balita. Saat ini imunisasi untuk mencegah penumonia telah masuk ke dalam imunisasi dasar, sehingga bayi yang sudah diberikan vaksin untuk mencegah pneumonia dikatakan aman terhadap virus  penyebab ISPA, meski begitu ibu yang memiliki balita harus tetap waspada terhadap kehadira virus penyebab pneumonia tersebut.

Baca : Imunisasi campakVaksinasi meningitis

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Langkah selanjutnya sebagai upaya pencegahan penyakit ISPA adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih merupaka ingkungan yang sehat. Lingkungan yang berih akan terhindarkan dari berbagai macam virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit. Bagi ibu yang memiliki balita penting sekali untuk menjaga kebersihan lingkungan mengingat bahwa balita suka sekali bermain di lingkungan rumah dan sekitarnya. Balita pun suka mengeksplor hal-hal yang menurutnya baru di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekitar rumah anda.

  1. Penyuluhan Kesehatan

Pencegahan yang bisa dilakukan lainnya adalah dengan mengadakan penyuluhan kesehatan. Selama ini masyarkat luas masih awam dengan yang namanya ISPA. Oleh sebab itu denga penyuluhan yang dilakukan diharapka n masyarakat semakin sadar akan bahaya penyakit ini dan berusaha untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ini.

  1. Mengkonsumsi Makanan Bergizi

Pastikan bahwa balita anda kecukupan gizi. Gizi yang cukup sangat penting untuk membuat anak anda tetap sehat, lincah dan ceria. Makanan yang bergizi itu menganung banyak nutrisi yang bergunan untuk mencegah berbagai macam peyakit pada anak.

Itulah berbagai macam informasi mengenai ISPA pada balita yang harus diketahui oleh ibu yang memiliki anak balita. Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati oleh sebab itu lakukanlah upaya pencegahan mulai dari sekarang juga.