Augmentin BID – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

871

Augmentin BID merupakan jenis obat antibiotik yang banyak digunakan untuk penangkal dan membunuh bakteri penyakit, fungsi antibiotik ini aktif melawan bakteri yang bersifat aerobik (yang berkembang melalui media oksigen)jenis bakteri ini antara lain nocardiaasteroides nitrobacter,methanimonas,nitrosomonas,nitrosococcus,acetobacter,hydrogemonas,thiobacillus thiooxidans. dan anaerobik (yang berkembang tanpa media oksigen)yang termasuk jenis bakteri anaerobik ini antara lain Streptococcus, Aerobacter aerogenes, Escherichia coli, Lactobacillus, Alcaligenesis.

Augmentin memiliki kandungan amoksisilin dan kalium klavulanat yang membuat perlindungan akan aktifitas beta laktamase dari bakteri. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati pasien dengan gejala pneumonia, sistem urogenital dan jenis penyakit menular lainnya pada sistem saluran pernafasan, gastrointestinal serta infeksi yang muncul sehabis menjalani pembedahan atau operasi.

Indikasi Obat

Augmentin digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti :

  1. Mengobati radang sinus,
  2. infeksi saluran pernapasan bawah,
  3. luka infeksi akibat gigitan binatang,
  4. luka kulit yang disertai munculnya nanah (abses), abses adalah sekumpulan nanah yang menempati sebuah kantung yang terbentuk dalam jaringan yang diakibatkan oleh suatu mekanisme infeksi oleh parasit, bakteri atau benda asing lainnya. Nanah merupakan reaksi pertahanan yang mempunyai tujuan untuk mencegah bakteri-bakteri pembawa infeksi menyebar ke bagian tubuh lainnya, abses merupakan tanda infeksi dan biasanya bengkak dan meradang.
  5. Pielonefritis, radang pada ginjal dan saluran kemih bagian atas. Sebagian besar peristiwa pielonefritis adalah akibat komplikasi dari infeksi kandung kemih (sistitis). Bakteri menginfiltrasi ke dalam tubuh dari bagian kulit di sekitar area uretra, selanjutnya bergerak dari uretra ke kandung kemih. Kadang-kadang, penyebaran bakteri berlanjut lagi dari kandung kemih dan uretra sampai ke ureter dan bakteri bisa menyebar ke salah satu atau bisa juga menyerang kedua ginjal, terapi infeksi saluran kemih dapat dilakukan dengan obat-obatan antibiotik.
  6. luka pada kaki penderita diabetes melitus.

Dosis Obat

Dosis diberikan secara individu tergantung pada keadaan pasien, penyebaran infeksi dan kerentanan terhadap serangan bakteri yang bersifat patogen. Augmentin mengandung komposisi kombinasi asam klavulanat 125 mg dan amoksilin trihidrat 500 mg dan (dikenal sebagai Co Amoxiclav. Obat ini merupakan antibiotik jenis penisilin yang diperuntukkan untuk mengobati infeksi dari bakteri.Tidak dianjurkan untuk meminum ekstra/tambahan dosis yang sudah terlewat. Segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat bila mengalami gejala overdosis seperti mengalami gejala seperti :

  1. ruam kulit,
  2. hiperaktif,
  3. sakit perut,
  4. mual,
  5. muntah,
  6. diare (dianjurkan untuk melakukan pertolongan pertama pada penderita diare karena dapat menyebabkan dehidrasi pada penderita)
  7. mengantuk.

Augmentin tersedia dalam beberapa kemasan yaitu :

  1. kemasan 500 mg/125 mg,
  2. kemasan 250 mg/125 mg
  3. kemasan 875 mg/125 mg

Patut menjadi perhatian adalah komposisi amoksilin dan asam klavunalat pada masing-masing kemasan adalah berbeda, 1 tablet 500 mg komposisinya tidak sama dengan 2 tablet  250 mg. Beberapa dosis yang dianjurkan adalah :

  • Untuk orang dewasa dan anak-anak dengan bobot > 40 Kg dosis yang dianjurkan adalah 2 x 500 mg atau 3 x 250 mg.
  • Untuk penderita infeksi saluran napas yang berat dosisnya bisa menjadi 3 x 500 mg  atau 2 x 875 mg
  • Dosis untuk anak-anak yang mempunyai bobot < 40 kg dikalkulasikan berdasar amoksilin dan timbangan berat badan dari anak
  • Dosis untuk anak berusia < 3 bulan diberikan sebanyak 30 mg/kg/hari dibagi menjadi 2 kali pemberian obat
  • Dosis untuk anak berusia  > 3 bulan adalah sebanyak 20-40 mg/kg/hari dibuat menjadi 3 kali pemberian obat.

Obat disimpan pada suhu ruangan yaitu  59-86 Fahrenheit atau (15-30 C) jauhkan dari terpaan cahaya langsung dan hindari menyimpan dalam keadaan lembab. 

Cara Pemakaian

Obat ini dapat dikonsumsi secara oral dengan makanan, umumnya dikonsumsi setiap 12 jam sekali, atau sesuai resep dari dokter. Mekanisme kerja Obat antibiotik ini paling bagus apabila kuantitas obat dalam tubuh berada pada level yang konstan. Antibiotik ini dikonsumsi sampai dosis yang diberikan habis, seringkali ditemukan pada pasien apabila yang bersangkutan merasa sudah sehat, obat yang seharusnya dihabiskan tidak lagi dikonsumsi, hal ini kemungkinan dapat menumbuhkan kembali bakteri penyakit yang berakibat timbulnya lagi infeksi. Segera bawa ke dokter apabila kondisi kesehatan tidak membaik dan bertambah buruk.

Kontraindikasi Obat

Kontraindikasi dari augmentin ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Tidak boleh digunakan jika mempunyai alergi terhadap komponen obat atau antibiotik penisilin jenis lainnya
  2. Pasien mempunyai infeksi mononucleosis
  3. Pasien punya riwayat sakit masalah liver
  4. Mata dan atau kulit menjadi kuning
  5. Masalah ginjal berat, salah satu penyebab cuci darah adalah akibat tidak berfungsinya lagi ginjal untuk memfilter darah
  6. Monomepem
  7. Orang yang menjalani cuci darah (hemodialisis),  sebuah tahapan medis yang memakai mesin eksklusif (mesin dialisis) untuk memfilter hasil limbah dari darah dan mengembalikan kembali kandungan normal dari darah. Proses dialisis unsur-unsur darah dilaksanakan berdasarkan perbedaan pada tingkat difusi melalui sebuah membran yang dinamakan semipermeabel (membran dialisis). Meskipun bisa dilakukan untuk gagal ginjal kronis, hemodialisis umumnya digunakan untuk penyakit gagal ginjal kronis. Hemodialisis sering dilakukan untuk mengobati fase akhir penyakit ginjal. Dengan kondisi tersebut, dialisis ginjal biasanya dlakukan dengan mengatur jadwal yang tetap yaitu tiga kali  se-minggu.

Efek Samping Obat

Augmentin dapat menyebabkan efek samping antara lain :

  1. Dispepsia, yaitu suatu kondisi dimana menurunnya daya atau fungsi saluran cerna, umumnya ditunjukkan dengan rasa tidak nyaman pada epigastrum setelah makan merujuk pada suatu keadaan terjadi keluhan pada organ perut bagian atas semisal ; cepat kenyang (sebah), kembung,  bersendawa dan mual. Tanda-tandanya sering dipicu oleh makanan. Dispepsia merupakan jenis penyakit fungsional, sama seperti penyakit sindrom iritasi usus (IBS). Penyakit fungsional merupakan  penyakit yang mana  terjadi kelainan anatomis yang tidak terdeteksi, umpamanya melalui pemeriksaan dengan sinar-x atau menggunakan metode histologis dengan menggunakan mikroskop. Gangguan fungsional ini dipercayai disebabkan karena adanya perubahan fungsional, utamanya terjadi pada otot-otot dan saraf pada saluran cerna.
  2. Ketidaknyamanan perut
  3. Perut terasa kembung
  4. Rasa Mual
  5. Muntah
  6. Gangguan fungsi hati
  7. Hepatitis, (ketahui sejak dini tanda-tanda hepatitis)
  8. Penyakit kuning akibat tersumbatnya organ empedu
  9. Gatal di bagian vagina dan mengalami gejala alergi (bengkak, gatal-gatal, ruam)
  10. Obat ini tidak dianjurkan digunakan bagi ibu  hamil dan ibu menyusui
  11. Mengalami Diare
  12. Reaksi alergi berat
  13. Penurunan sel – sel darah
  14. Peningkatan kadar enzim hati
  15. Radang usus besar
  16. Kondisi usus yang parah (Clostridium difficile-associated diarrhea) karena jenis bakteri resisten. Kondisi ini dapat terjadi selama pengobatan atau minggu ke bulan setelah pengobatan dihentikan. 

Interaksi obat

Penggunaan Augmentin dan antibiotik lainnya dapat menyebabkan beberapa perubahan fungsi obat, antara lain :

  1. Mengubah flora bakteri normal dari usus besar (kolon) dan dapat menyebabkan pertumbuhan C. Difficile dalam jumlah yang berlebih
  2. Bakteri yang menyebabkan kolitis pseudo membran
  3. Jika digunakan bersamaan dengan obat probenecid (obat asam urat) maka dapat memperlambat ekskresi Augmentin oleh organ ginjal dan dapat memproduksi peningkatan toksisitas dari obat
  4. Jangan menggunakan produk anti-diare atau obat nyeri narkotika  Beritahu dokter segera jika mengalami ; diare persisten, sakit perut atau perut/kram, atau darah/lendir di tinja
  5. Sefalosporin, merupakan jenis obat antibiotik yang fungsinya untuk membunuh bakteri dengan metode menghalangi pembuatan dinding sel bakteri. Susunan kimiawi sefalosporin hampir menyerupai dengan susunan penisilin dan memiliki metodologi kerja yang mirip dengan penisilin. Sefalosporin adalah antibiotik yang terbuat dari jamur Acremonium.
  6. Karbapenem, merupakan antibiotik yang dipakai untuk perawatan secara klinis, salah satu diantaranya adalah imipenem yang memiliki kemampuan anti bakterial yang sangat bagus untuk melawan serangan bakteri gram negatif yang bersifat basil (diantaranya Staphylococcus,  P.aeruginosa dan bacteroides). Penggunaan obat imipenem ini mesti dikombinasikan dengan inhibitor enzim tertentu untuk melindunginya dari degragasi enzim dari liver di dalam tubuh.