5 Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan – Penyebab dan Pencegahan

Polusi udara merupakan salah satu kondisi di mana udara yang berada di lingkungan mengalami pencemaran. Pencemaran tersebut menyebabkan kualitas udara menjadi buruk dan dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan manusia. Kondisi memburuknya kualitas udara tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik itu berupa faktor kesengajaan manusia atau karena faktor alam. Meskipun alam dapat menimbulkan bahaya polusi udara, namun hampir 90% penyebab tercemarnya udara merupakan suatu hal yang disebabkan oleh kesengajaan manusia.

Berikut ini akan dijelaskan berbagai faktor yang menyebabkan polusi udara.

1. Emisi dari Kendaraan/Transportasi

Pertumbuhan transportasi di Indonesia memang sangat pesat. Setiap tahunnya jumlah pengendara sepeda motor dan mobil mengalami kenaikan dan berdampak pada memburuknya kualitas udara di lingkungan. Berbagai alat transportasi, seperti motor, mobil, pesawat, dan sebagainya, pada umumnya menggunakan proses pembakaran untuk memanfaatkan energi dari bahan bakar fosil. Proses pembakaran tersebut menghasilkan karbon monoksida, suatu partikel yang menyebabkan pencemaran di udara, termasuk sebagai salah satu penyebab menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

2. Pembakaran pada Proses Industri

Industri dalam taraf besar menjadi penyumbang besar adanya polusi udara. Industri besar kebanyakan selalu melibatkan proses pembakaran bahan bakar fosil sebagai penggerak industri tersebut. Hasil dari pemakaran tersebut merupakan penyumbang besar akan adanya polusi udara. Bahkan pada beberapa kasus, industri besar seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan lainnya, seperti pencemaran tanah dan air.

3. Efek Samping dari Pertanian

Pengembangan pertanian pada zaman modern saat ini menggunakan bantuan mesin-mesin modern yang menggunakan pembakaran bahan bakar fosil. Proses ini hampir tidak bisa dihindari mengingat perlunya proses pertanian yang dapat menghasilkan bahan pangan yang maksimal.

4. Efek Memasak

Di negara maju, setiap rumah tangga akan memasak menggunakan pembakaran dari kompor gas. Penggunaan kompor gas akan meminimalkan resiko pencemaran udara akibat kegiatan memasak. Namun lain halnya di negara berkembang, kebanyakan rumah tangga memasak dengan bantuan pembakaran dari kayu bakar. Kegiatan pembakaran tersebut menimbulkan polutan di udara. Lebih parah lagi, proses tersebut hampir dilakukan setiap hari.

5. Pemanas Rumah

Kondisi ini sering dialami oleh negara-negara yang beriklim dingin seperti di Eropa. Pada saat musim dingin, mereka akan membuat pemanas rumah dengan menggunakan pembakaran dari kayu, batu bara, atau bahkan pemanas elektrik yang mengandalkan pembakaran dari bahan bakar fosil. Alhasil, polusi udara akan meningkat karena proses tersebut.

6. Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau. Sayangnya, di Indonesia bencana kebakaran hutan hampir seluruhnya disebabkan oleh kesengajaan manusia. Bahkan setiap tahunnya, bencana kebakaran hutan dinyatakan sebagai bencana nasional. Jutaan hektar wilayah Indonesia mengalami krisis udara bersih akibat adanya kebakaran hutan.

7. Letusan Gunung Berapi


Letusan gunung berapi merupakan penyebab polusi udara oleh bencana alam. Gunung meletus akan melepaskan zat kimia ke udara, yakni sulfur dioksida. Zat kimia tersebut menyebabkan adanya polusi sehingga udara di sekitar letusan gunung berapi akan tercemar. Meskipun letusan gunung berapi menyebabkan udara tercemar, namun dampak polusi udara dari gunung berapi tidak seburuk polusi udara yang disebabkan oleh ulah manusia. Karena itu, pencemaran udara yang disebabkan oleh ulah manusia masih dianggap sebagai faktor utama menurunnya kualitas udara.

8. Proses Peleburan Logam

Beberapa industri peleburan logam menggunakan berbagai teknik pembakaran yang menghasilkan peleburan logam. Peleburan logam tersebut menghasilkan asap timbal yang mencemari udara. Timbal merupakan salah satu jenis logam berat yang dapat mengganggu pernapasan manusia. Asap timbal tidak hanya dihasilkan oleh proses peleburan logam pada industri. Logam timbal hasil pembakaran juga dapat dihasilkan oleh proses pembakaran pada kendaraan bermotor yang memiliki emisi buruk.

9. CFC

CFC merupakan efek yang dihasilkan oleh aerosol. Saat ini bahan aerosol memang telah dilarang, namun kenyataan membuktikan bahwa CFC yang dihasilkan oleh aerosol dapat bertahan di atmosfer hingga 100 tahun. CFC tersebut akan membuat lapisan troposfer rusak dan menimbulkan efek pemanasan global.

Dampak Polusi Udara

Beberapa penyebab polusi udara tersebut terbukti tidak hanya menurunkan kualitas udara di lingkungan kita, tetapi juga berpotensi menyebabkan bencana di bumi. Bencana tersebut muncul sebagai akibat adanya pemanasan global yang akhir-akhir ini menjadi isu penting di dunia internasional. Lalu apa saja dampak negatif dari bahaya polusi udara?

1. Menurunnya Kesehatan Manusia

Polusi udara merupakan faktor utama penyebab infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), termasuk berbagai gangguan pernapasan lainnya seperti pneumonia, bronkitis, dan sebagainya. Setiap tahunnya, penderita gangguan pernapasan di Indonesia semakin meningkat. Salah satu penyebabnya ialah semakin memburuknya kondisi udara kita. Bahkan, gangguan pernapasan menjadi penyebab kematian tersebsr keenam di Indonesia. Dimungkinkan jumlah kematian akibat gangguan pernapasan juga makin meningkat setiap tahunnya, karena kualitas udara di Indonesia semakin memburuk.

2. Menghambat Perkembangan Tanaman

Polusi udara akan menyebabkan berbagai gangguan pada perkembangan tanaman, seperti gangguan klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Kondisi tersebut dapat berakibat buruk pada kelangsungan hidup makhluk lain, karena tumbuhan merupakan sumber dari mata rantai kehidupan. Polusi udara juga berpotensi menyebabkan proses fotosintesis pada tumbuhan menjadi terhambat, akibatnya tumbuhan mudah layu dan mati.

3. Menyebabkan Hujan Asam

Udara yang telah terkontaminasi dengan CO2, NO2, dan N2O akan menyebabkan hujan asam. Zat-zat kimia dalam atmosfer seperti yang telah disebutkan tadi, akan bereaksi bersama dengan air hujan sehingga air hujan akan memiliki pH asam, biasanya pH sebesar 5,6. Hujan asam dapat memberikan dampak negatif bagi kehidupan, seperti memperburuk kualitas air di permukaan, tanaman menjadi rusak karena air sudah tidak sehat, kualitas tanah dan air akan menurun karena berbagai jenis logam yang mencemari air hujan akan ikut meresap ke dalam lapisan tanah, dan juga dapat mengakibatkan bangunan cepat rusak karena hujan asam memiliki sifat korosif.

4. Menimulkan Efek Rumah Kaca

Berbagai jenis zat kimia seperti CO2, CFC, metana, dan NO2 akan bertahan di lapisan troposfer yang ada di atmosfer. Kondisi tersebut akan menyebabkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca tersebut dapat berakibat buruk pada kelangsungan hidup berbagai makhluk di permukaan bumi, seperti meningkatnya suhu permukaan bumi, menyebabkan pencairan es di kutub sehingga permukaan air laut semakin tinggi, terjadi perubahan iklim baik secara regional maupun global, serta menyebabkan siklus hidup flora dan fauna mengalami perubahan.

5. Rusaknya Lapisan Ozon

Lapisan ozon yang ada di atmosfer berfungsi untuk melindungi makhluk hidup di bumi dari radiasi dinar ultraviolet. Kerusakan lapisan ozon tersebut disebabkan efek emisi CFC yang menyebabkan penguraian molekul ozon lebih cepat sehingga mengakibatkan lapisan ozon di stratosfer mengalami kerusakan.

Solusi terhadap Polusi Udara

Polusi udara terbuksi menimbulkan berbagai masalah bagi kehidupan di muka bumi. Perlu adanya upaya dari manusia untuk memperbaiki kualitas udara sebagai bentuk usaha meningkatkan kualitas kehidupan dan juga menjaga keseimbangan dengan alam. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah polusi udara tersebut adalah :

  • Melakukan pembatasan terhadap jumlah kepemilikan pribadi kendaraan bermotor. Upaya ini dapat dimulai dengan meningkatkan jumlah dan juga kualitas transportasi umum seperti bus, kereta api, dan lain sebagainya. Jumlah transportasi kecil seperti angkot dan juga berbagai transportasi umum yang tidak lolos uji emisi harus dikurangi. Upaya tersebut dapat menekan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor secara pribadi sehingga polusi yang disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor dapat dikurangi.
  • Memberikan pembatasan terhadap usia kendaraan bermotor. Kendaraan yang sudah berusia relatif tua memerlukan perhatian khusus untuk megetahui pengaruhnya terhadap kualitas udara. Kendaraan yang berusia relatif tua berpeluang besar menyumbangkan jumlah polusi yang besar bagi udara, karena semakin tua usia kendaraan biasanya akan diikuti dengan menurunnya kinerja mesin.
  • Melakukan uji emisi secara berkala terhadap kendaraan bermotor. Langkah ini dapat dilakukan oleh aparat kepolisian yang bertugas untuk mengatur lalu lintas. Dengan langkah ini, pemilik kendaraan bermotor akan memperhatikan kondisi emisi kendaraannya. Uji emisi juga penting dilakukan untuk mengontrol keadaan udara lingkungan terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat kemacetan yang tinggi.
  • Kemacetan dan tanjakan merupakan penyumbang polusi yang terbesar oleh kendaraan bermotor. Karena itu perlu adanya pengaturan lalu lintas yang baik serta tindakan tegas kepada pelanggar lalu lintas yang menyebabkan kemacetan. Semakin tinggi angka kemacetan, jumlah polutan di udara juga semakin meningkat.
  • Melakukan reboisasi. Penanaman kembali penting dilakukan sebagi upaya untuk perbaikan lahan yang rusak akibat kebakaran hutan. Tumbuhan dianggap sebagai paru-paru dunia karena dapat menghasilkan jumlah oksigen yang relatif besar untuk meningkatkan kualitas udara. Penanaman pohon juga dapat dilakukan di daerah jalan raya dengan tingkat kemacetan yang relatif tinggi. Upaya tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan kondisi udara yang mengalami pencemaran akibat emisi kendaraan bermotor di wilayah kemacetan.

Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara di sekitar kita. Hal pertama yang paling penting untuk dilakukan ialah menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah hal mutlak. Polusi udara merupakan masalah lingkungan yang menyebabkan kerusakan di sektor-sektor lain seperti pencemaran tanah, air, dan juga kesehatan makhluk di bumi. Untuk itu, penting kiranya meningkatkan partisipasi guna meningkatkan kualitas udara di permukaan bumi kita.

artikel lainnya yang perlu anda baca:

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Thursday 24th, March 2016 / 13:47 Oleh :
Kategori : Gaya Hidup Buruk