Kalium : Pengertian – Manfaat – Efek Kekurangan dan Kelebihan – Makanan

9477

Kalium memang sekilas memang mirip dengan kalsium dan banyak orang yang belum tahu betul apa itu kalium dan fungsinya bagi tubuh manusia. Kalium yang termasuk jenis mineral ini mempunyai peran sangat vital juga pada tubuh kita, tak terkecuali dalam mengatur cairan serta mendukung performa otot kita agar terjaga dengan benar. Nama lain dari kalium adalah potassium yang pastinya sudah tak asing lagi di telinga kita.

Unsur kimia satu ini mempunyai lambang K dengan 19 sebagai nomor atomnya. Berbentuk logam lunak, kalium memiliki warna putih yang agak keperakan dan bisa dibilang masih masuk dalam kategori alkali tanah. Proses oksidasi kalium ini termasuk cepat dengan udara dan ketika berada di dalam air akan sangat reaktif di mana sifat kimiawinya hampir sama dengan natrium.

(Baca juga: malnutrisi – akibat kekurangan dan kelebihan mineral)

Kebutuhan Kalium Harian

Sama seperti halnya karbohidrat, protein, lemak dan juga nutrisi lainnya, semuanya perlu dikonsumsi secara seimbang sehingga setiap orang berdasarkan usia perlu mengetahui kebutuhan kalium harian mereka. Di bawah ini bisa dilihat seberapa banyak asupan kalium yang seharusnya masuk ke dalam tubuh.

  • Bayi usia 0-6 bulan membutuhkan 500 mg.
  • Bayi usia 7-11 bulan membutuhkan 700 mg.
  • Anak usia 1-3 tahun membutuhkan 3000 mg.
  • Anak usia 4-6 tahun membutuhkan 3800 mg.
  • Anak usia 7-9 tahun membutuhkan 4500 mg.
  • Perempuan usia 10-15 tahun membutuhkan 4500 mg.
  • Perempuan usia 16-80 tahun ke atas membutuhkan 4700 mg.
  • Laki-laki usia 10-12 tahun membutuhkan 4500 mg.
  • Laki-laki usia 13-80 tahun ke atas membutuhkan 4700 mg.

(Baca juga: bahaya kekurangan kalium)

Manfaat Kalium

Kalium menawarkan segudang manfaat apabila kita dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan kalium seperti yang sudah ditentukan, tidak kurang dan tidak berlebihan. Berikut di bawah ini bisa dilirik apa saja fungsi serta manfaat kalium yang tubuh tak bisa bekerja tanpanya.

  1. Membantu Sistem Saraf Lebih Optimal

Kalium dan sistem saraf rupanya memiliki kaitan satu sama lain di mana fungsi dari sistem saraf akan dapat dioptimalkan dengan baik. Asupan kalium yang cukup akan membuat sistem saraf jauh lebih baik serta lebih maksimal dalam kinerjanya. Dengan demikian, otomatis respon kita pun semakin cepat dan baik terhadap suatu hal.

(Baca juga: jenis kelainan saraf)

  1. Mengurangi Risiko Gangguan Otot

Masalah otot mungkin kerap sekali terjadi dan akan sangat tidak nyaman ketika tiba-tiba otot kita mengalami kontraksi sehingga terjadilah kram otot. Untuk mencegah terjadinya gangguan pada bagian otot, tentu memenuhi asupan kalium sebaik mungkin adalah salah satu solusinya. Otot terjepit pun akan dapat dihindari dengan kalium yang terus masuk ke dalam tubuh kita. Risiko masalah otot otomatis tidak akan menjadi masalah ketika kita rajin dan benar dalam mengonsumsi kalium.

(Baca juga: urat terjepit)

  1. Menurunkan Risiko Stroke

Kalium pun terkenal akan fungsi dan manfaatnya sebagai pencegah penyakit stroke, apalagi kalau asupan kalium yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang tepat dan tidak berlebihan maupun kekurangan. Seperti yang sudah kita ketahui, stroke mengakibatkan banyak kondisi pada tubuh, termasuk kelumpuhan hingga kematian sehingga menjadikan penyakit ini tergolong mengerikan dan mematikan.

  1. Menaikkan Gula Darah

Bagi yang memiliki kondisi gula darah rendah, hal ini pun tidak akan baik bagi kesehatan, maka tentu ada baiknya untuk memenuhi nutrisi mineral yang pas untuk meningkatkan kadar gula darah. Namun jika memang gula darah di dalam tubuh sudah dalam kadar yang tinggi, konsumsi kalium perlu untuk dikendalikan dan dibatasi agar tidak memicu penyakit lain, seperti diabetes yang termasuk serius. Gula darah apabila pada tingkat yang rendah akan membuat tubuh tak berenergi sehingga menjadi lesu ketika beraktivitas.

(Baca juga: cara meningkatkan kadar gula darah)

  1. Sebagai Cairan Elektrolit

Tubuh akan senantiasa membutuhkan cairan, terutama cairan elektrolit untuk dapat berfungsi secara optimal dan bisa diajak kerja sama dalam melakukan segala kegiatan sehari-hari. Kalium merupakan jenis mineral yang bisa diandalkan untuk hal ini karena perannya sebagai elektrolit sangat baik sehingga dalam keseharian kita, apapun aktivitasnya kita bisa melakukannya dengan berenergi dan bersemangat.

  1. Mengurangi Risiko Penyakit Ginjal dan Penyakit Jantung

Fungsi serta manfaat kalium lainnya adalah mencegah naiknya risiko penyakit jantung serta gangguan pada organ ginjal yang termasuk kondisi serius serta mengancam jiwa. Asupan kalium yang normal dan cukup masih juga perlu diimbangi dengan pola hidup sehat serta seimbang agar performa jantung dan ginjal tetap senantiasa stabil dan bahkan lebih maksimal.

  1. Mendukung Metabolisme Tubuh

Kalium juga diyakini sangat mampu diandalkan sebagai pendukung metabolisme tubuh kita di mana kalium ini juga bisa membuat kinerja metabolisme meningkat dengan baik. Tanpa metabolisme yang bekerja dengan baik, tubuh tak akan optimal dalam menjalankan setiap aktivitas sehari-hari. Dengan adanya kalium jugalah lemak-lemak yang ada di dalam tubuh yang berasal dari makanan-makanan yang kita konsumsi bisa terbakar dengan baik. Metabolisme yang berkurang juga bakal menyebabkan kita sering sakit kepala dan tubuh akan menjadi lebih gampang lemas.

  1. Menyeimbangkan Kadar Air

Kebanyakan orang lupa bahwa tubuh manusia pada dasarnya terdiri dari air yang banyak dan bila sampai tubuh kekurangan air, dehidrasi adalah akibatnya dan ini pun bukan suatu hal yang baik. Itulah alasan mengapa kadar air di dalam tubuh kita perlu untuk terus dijaga agar selalu seimbang supaya tak berefek buruk bagi kesehatan. Kekurangan air pun kadang bisa memicu penyakit panas dalam yang tentunya ringan tapi sama sekali tak nyaman.

(Baca juga: bahaya dehidrasi)

  1. Menurunkan Darah Tinggi/Meningkatkan Darah Rendah (Anemia)

Bagi yang memiliki penyakit darah tinggi, memang agak sulit untuk menemukan cara mudah dan alami untuk menurunkan kadarnya, tapi mengonsumsi sumber makanan berkalium akan mampu membuat tekanan darah yang tinggi kembali pada kadar normalnya. Kalium juga sangat baik dalam meningkatkan darah yang berada pada kadar rendah. Darah rendah pun juga bisa menyebabkan berbagai kondisi serius jika tak ditangani secara benar dan tepat, maka penting untuk mulai dari sekarang melirik mineral kalium untuk tekanan darah normal demi menjaga kesehatan tubuh.

  1. Meningkatkan Fungsi Otak

Untuk kesehatan sistem saraf otak agar tetap berfungsi stabil dan justru semakin meningkat, asupan kalium yang cukup akan sangat membantu. Ketika kalium tercukupi di dalam tubuh, fungsi otak pun akan terjaga baik di mana ini pun akan berimbas pada proses berpikir kita yang lebih cepat dan responsif dari biasanya. Bahkan proses kognitif kita akan terpengaruh baik dari kalium ini dan dengan kata lain fokus serta konsentrasi bakal meningkat sehingga kita akan menjadi lebih mudah fokus pada setiap pekerjaan atau aktivitas kita.

  1. Sebagai Solusi Stres

Kalium rupanya bukan mineral biasa karena kalium memiliki kemampuan dalam manurunkan rasa stres dan kegelisahan yang menyertainya. Stres merupakan salah satu gejala psikologis yang kerap dialami oleh banyak orang, bahkan juga rasa gelisah yang entah dari mana datangnya. Dengan meningkatkan konsumsi sumber makanan berkalium, stres dan kegelisahakn akan otomatis dapat diredakan asalkan asupan kalium yang masuk ke dalam tubuh masih dalam kadar yang normal dan sesuai kebutuhan harian menurut usia dan jenis kelamin kita.

  1. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Fungsi dari kalium tak beda jauh dari kalsium ketika berhubungan dengan tulang karena pertumbuhan dan kekuatan tulang sangat didukung oleh kalium. Untuk fungsi tulang yang stabil dan selalu sehat, memeliharanya dengan mengonsumsi bahan makanan berkalium adalah sangat dianjurkan. Kepadatan mineral dalam tubuh kita otomatis akan meningkat sehingga osteoporosis atau gangguan kondisi tulang lainnya pun dapat dicegah.

(Baca juga: gejala kekurangan kalium)

Efek Kekurangan Kalium

Kekurangan kalium bisa berakibat tak baik bagi tubuh dan kesehatannya. Ada berbagai efek dan penyakit yang patut untuk diketahui, diwaspadai serta dicegah sebisa mungkin. Keseimbangan jumlah kalium tak dapat dianggap remeh dan di bawah ini adalah sejumlah efek berbahaya yang boleh diintip.

  1. Otot Sering Kram

Ketika otot terlalu sering mengalami kram, ini kemungkinan besar dikarenakan kurangnya asupan kalium dan juga kurangnya tubuh aktif bergerak alias berolahraga. Tapi jangan salah, kekurangan kalium dan juga rutin dalam berolahraga pun bisa menyebabkan kram otot. Pemicu yang sebenarnya bisa juga dikarenakan kalium dan elektrolit yang keluar dari tubuh ketika tubuh menghasilkan keringat terlalu banyak. Untuk mengatasi kondisi seperti ini, minuman dengan kandungan elektrolit tinggi bisa dikonsumsi sesegera mungkin karena ini merupakan cara paling cepat untuk mengatasinya.

  1. Cepat Lelah dan Merasa Lemah

Lelah dan lemah memang adalah suatu kondisi tubuh yang bisa dirasakan kapan saja, termasuk ketika seseorang mengalami kurang tidur atau istirahat, atau bahkan ketika kegiatan super padat dalam sehari. Namun kita pun perlu curiga apabila tubuh terlalu sering merasa lelah dan terasa lemah untuk beraktivitas, ini bisa dikarenakan kurangnya asupan kalium di dalam tubuh. Mengonsumsi bahan makanan berkalium dengan takaran yang seharusnya akan mengembalikan semangat dan kebugaran tubuh.

(Baca juga: cepat lelah dan jantung berdebar)

  1. Jantung Berdebar Kencang

Debar jantung yang terlalu kencang memang kelihatannya sangat wajar karena hal ini jelas akan terjadi apabila kita tengah merasa gugup dan khawatir atau sehabis melakukan gerakan yang aktif. Tapi jantung yang berdebar kencang bisa juga terjadi ketika kita beraktivitas biasa, dan inilah yang perlu diwaspadai. Kita akan merasakan bahwa jantung seakan dapat keluar dari dada dan bahkan detak jantung yang tak beraturan ini akan sangat mengganggu jalannya aktivitas kita. Cukupi kebutuhkan kalium dan jika masih berlanjut, menghubungi dokter adalah yang paling dianjurkan.

  1. Tekanan Darah Tinggi

Darah tinggi selalu diidentikkan dengan konsumsi terlalu banyak garam dan juga kegemukan alias obesitas, tapi sesungguhnya konsumsi sumber makanan di mana kadar kaliumnya sedikit pun bisa menyebabkan hipertensi. Ketika natrium tak terimbangi oleh kalium, maka tekanan darah tinggi pun bisa terjadi karena kebanyakan orang akan mengonsumsi makanan asin saja dan tak diseimbangkan dengan buah maupun sayur.

  1. Diare

Kekurangan kalium juga dapat memicu diare di mana keadaan ini adalah termasuk di dalam gangguan pencernaan. Buang air besar terlalu sering dengan tekstur feses yang cair adalah bentuk dari kondisi diare. Penyakit ini memang umum dan cukup banyak orang yang pernah mengalaminya dan ini ternyata bisa menjadi efek ketika seseorang tak mencukup kebutuhan kalium dengan tepat. Diare tak boleh dianggap enteng, apalagi diabaikan karena diare pun bisa menyebabkan seseorang kehilangan terlalu banyak cairan yang memicu lemas dan lemahnya tubuh.

(Baca juga: bahaya diareobat diare tradisional)

  1. Diabetes Ketoasidosis

Kekurangan asupan kalium pada tubuh juga dapat membuat seseorang mengalami penyakit diabetes ketoasidosis di mana kondisi ini sudah terbilang kompleks dan dapat terjadi saat kadar asam dalam darah terproduksi dalam jumlah banyak. Keton adalah sebutan untuk kadar asam di mana awal mulai penyakit ini adalah ketika insulin tak dapat diproduksi dengan baik dan dalam jumlah yang seharusnya. Ketika insulin tidak cukup di dalam tubuh, lemak akan dibakar sehingga bisa dijadikan bahan bakar demi mendukung metabolisme tubuh. Keton di dalam darah bisa disebabkan oleh adanya proses semacam ini.

  1. Penyakit Ginjal Kronis

Kadar kalium yang terlalu rendah bisa juga menimbulkan efek buruk bagi ginjal, terutama penyakit ginjal kronis. Lebih tepatnya, kondisi yang bisa mengancam adalah gagal ginjal kronis di mana seharusnya ini berawal dari kondisi ginjal yang ringan. Kesehatan ginjal bisa memburuk dan bahkan kehilangan fungsinya yang akan merugikan tubuh. Hal ini kemudian dapat memicu cairan yang banyak pada darah dan ketika buang air kecil akan keluar bersama dengan urin.

(Baca juga: jenis penyakit ginjal)

  1. Hipokalemia

Hipokalemia ini adalah sebuah penyakit yang menjadi penggambaran akan rendahnya kadar kalium di dalam darah dan ada risiko masalah kesehatan kompleks yang sangat fatal jika tak segera ditangani dengan cepat dan benar. Salah satu contoh dari masalah kesehatan tersebut adalah kerusakan fungsi otot, saraf dan bahkan jaringan sel tubuh. Sel otot jantung pada kondisi tertentu pun bisa saja terjadi. Kalium dianggap rendah pada tubuh seseorang apabila setelah diperiksa kadarnya tidak lebih dari 2,5 mmol/L dan jika tak memperoleh perawatan segera, kematian adalah risiko terbesarnya.

(Baca juga: cara meningkatkan elektrolit tubuh)

Efek Kelebihan Kalium

Setelah mengetahui apa-apa saja efek yang kemungkinan terjadi karena kekurangan kalium, kini kita perlu beralih untuk mengetahui efek apa saja yang dialami orang yang kelebihan kalium. Segala yang berlebihan selalu tidak baik, ini pun berlaku untuk asupan kalium. Di bawah ini sejumlah efek atau kondisi yang perlu untuk diketahui dari awal.

  1. Hiperkalemia

Apabila kekurangan kalium bisa memunculkan efek hipokalemia, hiperkalemia pun dapat dialami oleh seseorang yang berkelebihan kalium. Ada terlalu banyak kalium yang terserap oleh tubuh sehingga bisa memicu sejumlah penyakit yang bahkan dapat membawa kepada kematian. Untuk mengetahui gejala apa saja dari hiperkalemia yang perlu kita waspadai, berikut adalah ciri-cirinya:

  • Detak jantung tak beraturan.
  • Lambatnya denyut nadi.
  • Sesak nafas.
  • Tubuh lemah.
  • Mudah lelah.
  • Mual yang juga disertai dengan muntah.
  1. Gangguan pada Ginjal

Kalium bisa meningkat di dalam darah bukan hanya dikarenakan terlalu banyak mengonsumsi bahan makanan yang berkalium tinggi, melainkan juga dapat dipicu oleh obat-obatan tertentu. Walau kadar kalium memang dapat menjadi stabil oleh karena bantuan ginjal, namun gangguan fungsi ginjal tetap dapat terjadi pada orang-orang yang sudah berusia lanjut. Ini dikarenakan penyerapan cukup memakan waktu lama sedangkan kalium terlalu banyak sehingga tak terkejar dan terjadilah penumpukan.

  1. Gangguan pada Jantung

Tak hanya pada ginjal, jantung adalah organ yang dapat terkena efek buruk dari kelebihan kalsium. Detaknya yang tak beraturan memang bisa menjadi gejala dari hiperkalemia, namun hati-hati juga karena ini bisa menjadi penyakit jantung lainnya yang juga sangat serius.

(Baca juga: makanan yang dapat menyebabkan penyakit jantungcara melatih kesehatan jantung)

Cara Menurunkan Jumlah Kalium Berlebihan

Hiperkalemia dan gangguan pada ginjal tak dapat diabaikan begitu saja karena keduanya dapat berakibat fatal dan sangat mematikan. Oleh karena itu ada langkah-langkah yang bisa dipertimbangkan untuk menurunkan kadar kalium bila berlebihan di dalam tubuh.

  1. Melakukan tes darah. Ini adalah cara untuk memastikan lebih dulu apakah hiperkalemia benar-benar dialami karena hanya melalui gejala yang ada tentu sulit untuk menentukan diagnosis. Tes darah jugalah yang akan membantu agar penderita bisa memperoleh penanganan tepat. (Baca juga: akibat kelebihan albumin)
  2. Menempuh pemeriksaan elektrokardiogram. Inilah cara untuk memeriksa dan mendapatkan evaluasi akan detak jantung serta pola iramanya yang diduga tak teratur. Pada umumnya, bila kadar kalium hanya naik sedikit, dokter bakal memutuskan untuk melakukan pendekatan konservatif serta pemeriksaan ulang di lain waktu.
  3. Menempuh terapi intravena. Dokter biasanya akan memberikan perawatan berupa pengobatan medis yang dinamakan dengan terapi intravena atau infus bagi yang memang kadar kaliumnya sudah terbukti cukup tinggi. Melalui cairan infus inilah kalsium akan diberikan oleh dokter sekitar 10-20 ml atau bahkan mungkin dokter akan menyarankan pemberian resin supaya kalium dapat dikeluarkan dari usus besar. (Baca juga: jenis-jenis cairan infus)
  4. Menempuh hemodialisis. Bila sudah soal gagal ginjal yang dikarenakan meningkatnya jumlah kalium secara signifikan, hemodialisis adalah jalan yang dapat ditempuh. Ini merupakan sebuah proses di mana limbah termasuk berlebihannya kalium dapat dibuang dari darah kita sebab fungsi ginjal sudah tidak bekerja lagi.
  5. Menjalani pola makan sehat dan bernutrisi. Nutrisi itu memang perlu tapi kalau sudah tahu bahwa asupan kalium berlebihan dapat mengancam kesehatan, maka asupannya harus dibatasi dan tambahlan asupan nutrisi lainnya. Untuk mencegah hiperkalemia, 2 gram setiap hari sudah lebih dari cukup atau bahkan sebaiknya kurang dari itu.

(Baca juga: makanan yang mengandung kalium tinggi – makanan yang mengandung potasium)

Sumber Makanan Kalium

Jenis mineral berupa kalium memang penting dan diperlukan oleh tubuh, namun ketika asupannya terlalu sedikit atau terlalu banyak, ini justru menjadi masalah. Bagi yang kadar kaliumnya sudah terlalu tinggi, sumber makanan di bawah ini perlu dibatasi; sedangkan bagi yang kadarnya rendah, makanan-makanan ini akan menolong peningkatan jumlah kalium dalam darah dengan baik.

  1. Ikan sarden (392 mg per 100 gram).
  2. Telur (169 mg per 100 gram).
  3. Ikan lele (320 mg per 100 gram).
  4. Ikan salmon (634 mg per 100 gram).
  5. Susu (324 mg per 150 ml).
  6. Ikan tuna (322 mg per 100 gram).
  7. Air kelapa (600 mg per 1 cangkir).
  8. Kacang putih (1004 mg per 100 gram).
  9. Kacang almond (234 mg per 100 gram).
  10. Kedelai (1469 mg per 100 gram).
  11. Kacang mete (187 mg per 100 gram).
  12. Kacang hitam (355 mg per 100 gram).
  13. Kacang merah (543 mg per 100 gram).
  14. Edamame (489 mg per 100 gram).
  15. Jamur (356 mg per 100 gram).
  16. Seledri (456 mg per 100 gram).
  17. Sawi (278 mg per 100 gram).
  18. Wortel (689 mg per 100 gram).
  19. Tomat (273 mg per 100 gram).
  20. Labu kuning (583 mg per 100 gram).
  21. Lobak (420 mg per 100 gram).
  22. Bayam (466 mg per 100 gram).
  23. Talas (620 mg per 100 gram).
  24. Bok Choy (631 mg per 100 gram).
  25. Buncis (658 mg per 100 gram).
  26. Ubi jalar (550 mg per 100 gram).
  27. Rebung (645 mg per 100 gram).
  28. Kentang (945 mg per 100 gram).
  29. Mangga (322 mg per 100 gram).
  30. Kiwi (215 mg per 100 gram).
  31. Pir (322 mg per 100 gram).
  32. Pisang (422 mg per 100 gram).
  33. Semangka (320 mg per 100 gram).
  34. Pepaya (354 mg per 100 gram).
  35. Srikaya (457 mg per 100 gram).
  36. Markisa (854 mg per 100 gram).
  37. Sukun (1065 mg per 100 gram).
  38. Alpukat (975 mg per 100 gram).
  39. Melon (267 mg per iris).
  40. Jambu merah (655 mg per 100 gram).
  41. Kurma (956 mg per 100 gram).
  42. Bit (305 mg per 100 gram).
  43. Brokoli (316 mg per 100 gram).
  44. Yogurt (531 mg per 100 gram).

(Baca juga: ciri-ciri keracunan kalium sianida)

Kalium adalah mineral yang tubuh tak dapat lewatkan sama sekali, namun bila sampai kekurangan atau kelebihan, segera periksakan ke dokter dan mulai menambah/mengurangi asupan kalium. Jaga selalu asupannya untuk tetap pada takaran normal supaya tubuh terhindar dari segala penyakit mematikan.