Hipoksia – Klasifikasi, Gejala, Penyebab, Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan

Hipoksia merupakan keadaan tubuh yang kekurangan asupan oksigen ke dalam tubuh dan merupakan kondisi lanjutan dari hipoksemia, yakni rendahnya pasokan oksigen pada pembuluh darah yang bersih atau lebih dikenal dengan pembuluh arteri. Hipoksia ini termasuk dalam keadaan yang berbahaya, sebab beberapa organ di dalam tubuh seperti hati, otak dan beberapa organ lain akan rusak dengan lebih cepat sebab pasokan oksigen yang kurang tersebut. Keadaan ini juga bisa menimpa bayi yang terlahir prematur sebab paru-paru bayi belum bisa berkembang secara baik.

Klasifikasi Hipoksia

Hipoksia sendiri dibagi menjadi 4 macam, yakni:

  • Hipoksia hipoksik

Ini adalah jenis hipoksia yang paling sering terjadi yang diakibatkan dari gangguan pertukaran oksigen di dalam paru-paru. Penyebab utama akan hal ini bisa jadi adalah karena tekanan parsial oksigen yang turun mendadak seperti di ketinggian permukaan laut tertentu, keadaan yang memblokade pertukaran oksigen di tingkat alveolus dengan pembuluh darah kapiler seperti radang paru dan asma, menghirup asap terlalu banyak dan sebagainya.

  • Hipoksia Anemik

Hipoksia anemik terjadi sebab tubuh tidak bisa mengangkut oksigen yang tersedia dalam jaringan. Hipoksia anemik ini disebabkan karena menderita anemia yang berat sebab kehilangan darah akut.

  • Hipoksia Stagnant

Hipoksia stagnant terjadi karena aliran darah yang mengalir tidak mencukupi ke jaringan seluruh tubuh dan organ yang akan sangat dipengaruhi adalah jantung dan ginjal, sebab kedua organ ini sangat membutuhkan kadar oksigen yang tinggi. Penyebab lain dari hipoksia stagnant adalah karena gagal jantung, sirkulasi darah yang menurun, pembuluh darah vena yang melebar dan darah vena tidak bisa mengalir dengan baik karena G-forces.

  • Hipoksia Histotoksik

Hipoksia histotoksik ini terjadi karena jaringan tubuh tidak bisa memakai oksigen yang sudah dialirkan ke seluruh tubuh. Penyebab lain dari hipoksia histotoksik adalah karena keracunan sianida, narkotika, mengkonsumsi alkohol.

Artikel terkait:

Tingkatan Hipoksia

Dalam penyakit hipoksia terdapat 4 tingkatan yang berbeda dan dibagi berdasarkan tingkat keparahan hipoksia tersebut.

  1. Tidak Memiliki Gejala

Penderita hipoksia pada tahapan ini umumnya kurang waspada dan gejala yang ditimbulkan biasanya adalah pandangan yang berkurang saat malam hari serta penglihatan pada warna juga mengalami penurunan. Umumnya, perubahan ini terjadi pada ketinggian yang sedang yakni lebih rendah dari 4000 kaki dan kadar oksigen di dalam darah umumnya berada diantara 80 sampai 90 persen.

  1. Kompensasi

Untuk orang yang sedang sehat, maka tingkatan ini terjadi pada ketinggian antara 10 ribu sampai 15 ribu kaki. Tubuh masih dapat mengkompensasi pada peningkatan frekuensi dan kedalaman nafas serta volume darah yang dipompa menuju jantung seerta seluruh tubuh tiap menitnya. Sedangkan kadar oksigen dalam darah umumnya berada di antara 80 sampai 90 persen.

  1. Gangguan

Dalam tingkatan ini, tubuh sudha tidak bisa mengkompensasi kekurang oksigen, akan tetapi tidak semua penderita bisa menyadari gejala yang ditimbulkan. Apabila tidak terjadi gejala, maka tentunya penderita tidak bisa memperbaiki masalah tersebut. Gejala yang ditimbulkan dalam tingkatan ini diantaranya adalah sianosis atau perubahan warna kulit serta selaput lendir menjadi agar kebiruan, sakit kepala, mengantuk, lebih agresif, inkoordinasi dalam bergerak, mengalami kesulitan saat melakukan tugas yang sederhana, penglihatan mulai berkurang, nafas terasa pendek dan kesemutan. Sedangkan kadar oksigen yang ada dalam darah di tingkatan ini berada diantara 70 sampai 80 persen.

  1. Kritis

Dalam tingkatan ini merupakan tingkat terakhir dalam hipoksia yang bisa mengancam jiwa. Penderita akan merasa tidak beraya baik secara fisik atau mental. Gejala yang ditimbulkan dalam tingkatan ini adalah hilangnya kesadaran, nafas yang berhenti, mengalami kejang sampai menyebabkan kematian. Sementara kadar oksigen dalam darah yang terjadi pada tingkatan ini adalah berada di bawah 70 persen.

Artikel terkait:

Gejala Hipoksia

Gejala yang ditimbulkan dari hipoksia ini bisa terjadi tiba-tiba, bersifat kronis dan dengan cepat akan semakin memburuk. Gejala tersebut meliputi:

  • Merasa kebingungan
  • Berhalusinasi
  • Mengalami sesak nafas
  • Nafas terasa pendek
  • Berkeringat lebih banyak
  • Terjadi perubahan warna pada kulit seperti merah agak ungu atau biru
  • Merasa lelah dan lesu
  • Batuk

  • Terjadi masalah pada otak atau masalah kesadaran seperti sakit kepala
  • Sesak nafas saat beraktivitas atau istirahat
  • Jantung berdetak lebih cepat
  • Pingsan atau kejang
  • Bibir berubah warna menjadi biru atau putih dan juga pada area lidah serta wajah atau lebih dikenal dengan sianosis. Ini bisa terjadi apabila kadar hemoglobin  yang tidak mengikat oksigen mencapai lebih dari 5 g/dL dan ada 2 jenis sianosis yakni perifer serta sentral.
  • Jari tangan dan kaki berbentuk seperti tabuh
  • Kesemutan
  • Tidak bisa bicara karena tersedak atau tersumbat

Komplikasi Hipoksia

Hipoksia juga bisa mengakibatkan komplikasi, apabila ditangani dengan cara yang salah. Selain itu, memberikan oksigen secara berlebihan malah akan meracuni jaringan di dalam tubuh atau disebut juga dengan hiperoksia dan ini akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti:

Artikel terkait:

Penyebab Hipoksia

Hipoksia biasanya terjadi karena hipoksemia, akan tetapi juga bisa terjadi sebaliknya. Selain karena hipoksemia, ada beberapa hal lainnya yang menjadi penyebab seseorang terserang hipoksia, seperti:

  • Kadar oksigen di dalam tubuh tidak mencukupi
  • Mengalami keracunan zat dan gas kimia
  • Terjadi gangguan pada jantung seperti detak jantung yang sangat lambat atau severe bradycardia dan juga kontraksi pada bilik jantung atau ventrikel yang terlalu cepat dan terjadi tidak beraturan atau ventricular fibrillation.
  • Gangguan paru-paru seperti paru obstruktif kronis, bronkitis, emfisema, kanker paru-paru, asma, pneumonia, sleep apnea dan juga edema pulmonari.
  • Bronkitis
  • Emfisema
  • Edema paru atau terdapat cairan pada paru-paru
  • Keracunan sianida
  • Berkurang atau berhentinya aliran darah pada organ tertentu
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang bisa mengganggu atau bahkan menghentikan nafas.
  • Anemia atau keadaan lain yang bisa merusak sel darah merah dalam tubuh.
  • Kelainan hemoglobin seperti karboksihemoglobinemia, sulfhemoglobinnemia dan methemoglobinemia.
  • Paparan udara dingin
  • Terjadi penyumbatan di pembuluh arteri atau vena
  • Hemoglobin dengan afinitas atau ketertarikan rendah pada oksigen
  • Memiliki beberapa tipe jantung bawaan
  • Terjadi ketidakselarasan antara oksigen yang masuk ke paru dengan oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuh

Faktor Resiko Hipoksia

Ada banyak faktor resiko yang bisa memperparah penderita hipoksia seperti faktor internal dan juga faktor eksternal, seperti:

  • Resiko eksternal: Resiko eksternal dari hipoksia diantaranya perokok dan perokok pasif, bahan kimia, polusi udara, debu dan juga berada di ketinggian.
  • Resiko internal: Resiko internal dari hipoksia bisa mempengaruhi keadaan paru-paru dan juga organ kardiovaskular sehingga keadaan tubuh menjadi tidak sehat.

Diagnosa dan Pengobatan Hipoksia

Untuk mendiagnosa hipoksia, dokter umumnya akan melakukan beberapa cara yakni:

  • Analisa Gas Darah

Saat melakukan analisa gas darah, dokter akan megambil sampel darah dari pembuluh arteri yang nantinya akan diperiksa untuk mengetahui seberapa banyak kadar oksigen yang terikat di dalam sel darah merah.

  • Memasang Monitor Oksigen

Pemasangan monitor oksigen di jari dan telinga pasien juga akan dilakukan dokter untuk mendeteksi kadar oksigen di dalam darah penderita.

  • Tes Fungsi Paru

Tes fungsi paru juga akan dilakukan dokter untuk mengetahui penyebab berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh penderita hipoksia.

Artikel terkait:

Pengobatan Medis

Hipoksia ini sangat membutuhkan penanganan darurat secepatnya, sehingga jangan mengobati penyakit ini sendiri di rumah lalu menunggu reaksi lanjutan. Segera kunjungi rumah sakit atau unit gawat darurat supaya bisa mendapatkan penanganan yang terbaik.

Untuk mengobati penderita hipoksia, dokter juga umumnya akan menerapkan beberapa cara pengobatan yang akan dilakukan di rumah sakit, seperti:

  1. Memasok Oksigen ke Dalam Tubuh

Tubuh pasien nantinya akan dipasok oksigen dengan memakai selang atau masker oksigen. Apabila semakin cepat kadar oksigen dalam tubuh dikembalikan dalam keadaan yang normal, maka akan memperkecil terjadinya kerusakan organ di dalam tubuh.

  1. Ruang Hiperbarik

Penderita hipoksia yang disebabkan karena keracunan karbonmonoksida ini umumnya akan dimasukkan ke dalam ruang hiperbarik dan berguna untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam darah. Namun, terapi dengan ruang hiperbarik ini juga harus dilakukan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki gagal nafas berat seperti mengalami penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK. Apabila kadar karbondioksida terlalu tinggi, maka otak akan meningkatkan kecepatan laju nafas penderita supaya kadar oksigen bisa lebih tinggi dan kadar karbondioksida bisa diturunkan.

Selain itu, pemberian oksigen 100 persen ini juga memiliki efek racun sebab bisa menjadi pemicu terbentuknya radikal bebas. Saat diberikan lebih dari 8 jam maka bisa membuat saluran nafas mengalami iritasi. Jika diberikan lebih lama, maka bisa menimbulkan kelainan pada mata dan juga paru penderita. Selain itu, oksigen hiperbarik 100 persen juga bisa memicu gejala lainnya seperti iritasi saluran nafas, kedutan yang terjadi pada otot, telinga yang berdengung, kejang dan bahkan koma. Apabila tekanan oksigen yang diberikan semakin besar, maka gejala-gejala tersebut juga semakin cepat muncul.

  1. Intubasi

Intubasi adalah proses pembuatan saluran udara mekanis yang dilakukan untuk menyalurkan oksigen dengan kadar yang diatas normal.


  1. The Dobkin Teknik

Ini juga mungkin akan dilakukan oleh dokter untuk menghambat kerusakan yang terjadi di dalam otak penderita dan bahkan menyelamatkan nyawa penderita. Untuk memakai dobkin ini biasanya dokter akan menempatkan kompres dingin ke bagian wajah dan mata penderita hipoksia yang suhunya harus dibawah 58 derajat.

Artikel terkait:

Pencegahan Hipoksia

Untuk mencegah hipoksia ini, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan seperti merubah gaya hidup dan juga melakukan pengobatan di rumah seperti:

  • Berhenti merokok: Apabila anda sudah didiagnosis menderita hipoksia atau penyakit paru lainnya, maka usahakan untuk berhenti merokok sehingga kondisi tubuh bisa segera diperbaiki.
  • Hindari menjadi perokok pasif: Selain berhenti merokok, anda juga perlu menghindari beberapa tempat banyak orang merokok. Asap rokok bisa menjadi penyebab dari kerusakan paru-paru yang lebih parah dibandingkan dengan perokok itu sendiri.
  • Olahraga dengan teratur: Olahraga secara teratur juga merupakan langkah pencegahan yang baik dan membantu tubuh supaya lebih sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.
  • Diet rendah lemak: Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan memberi bukti jika makanan yang memiliki kadar lemak tinggi bisa menjadi penyebab resistensi insulin dan juga sleep apnea atau gangguan nafas saat sedang tidur. Untuk itu, sangat disarankan untuk menghindari makanan yang tinggi lemak dan memperbanyak asupan serat dari buah dan sayur supaya kadar oksigen dalam darah bisa ditingkatkan.
  • Perbanyak asupan zat besi: Kurangnya kadar zat besi di dalam tubuh juga akan menurunkan tingkat hemoglobin yakni pembawa oksigen dalam darah dan ini akan menyebabkan hipoksia. Konsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan zat besi seperti ikan, kacang, sayuran warna hijau, roti gandum, daging, unggas dan pasta.
  • Konsumsi buah dan sayur: Asam yang ada di dalam darah akan menyebabkan kadar oksigen dalam darah jadi berkurang sekaligus meningkatkan resiko jenis kanker tertentu. Mengkonsumsi air basa yang ada dalam sayur dan buah yang kaya akan magnesium dan kalium sangat baik untuk mengurangi keasaman dan mengobati hipoksia. Beberapa buah dan sayur yang baik dikonsumsi adalah tomat, kentang, pisang dan sayur berwarna hijau.
  • Diet rendah natrium: Makanan rendah natrium bisa menjadi penyebab meningkatnya oksigenasi pada ginjal lewat darah. Lakukan diet rendah natrium dengan mengurangi asupan natrium hingga kurang dari 2000 mg per hari dan perbanyak mengkonsumsi jenis kacang, kacang polong dan juga biji-bijian.
  • Perbanyak tanaman: Tanaman bisa menghisap karbondioksida yang ada di sekitar sekaligus menghasilkan oksigen sehingga aliran oksigen ke dalam tubuh bisa semakin meningkat. Pertimbangkan kembali untuk memperbanyak aneka jenis tanaman penghasil oksigen di sekitar rumah anda.
  • Perbanyak minum air putih: Dalam air juga mengandung oksigen sehingga bisa meningkatkan kadar oksigen di dalam darah anda. Perbanyak asupan air per hari anda supaya kadar oksigen lebih banyak di dalam tubuh anda dan sekalian mencegah dehidrasi.
  • Meditasi: Meditasi atau hanya duduk diam dengan memusatkan pikiran pada pernapasan serta menarik nafas dalam selama beberapa menit juga akan mengurangi tingkat stress sekaligus memperbaiki asupan oksigen ke dalam tubuh anda.
  • Makan sayur mentah: Mengkonsumsi aneka sayur mentah berwarna hijau juga akan meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh secara alami. Perbanyak konsumsi brokoli dan juga seledri sehingga kadar oksigen dalam tubuh bisa meningkat.
  • Ginkgo biloba: Mengkonsumsi ginkgo biloba juga bisa meningkatkan peredaran darah sekaligus mencegah hipoksia. Kadar oksigen nantinya akan dibawa ke seluruh tubuh melalui darah sekaligus meningkatkan kadar oksigen ke seluruh tubuh.
  • Konsumsi jahe: Jahe juga memiliki efek baik tidak hanya untuk menenangkan perut yang sakit namun juga bisa mengencerkan darah. Mengkonsumsi air jahe secara rutin akan membuat tubuh anda semakin sehat sekaligus melancarkan peredaran oksigen lewat darah karena darah yang sudah tidak menggumpal tersebut.

Hipoksia merupakan kondisi lanjutan dari hipoksemia yang akan membawa dampak buruk bagi tubuh bahkan sampai bisa mengakibatkan kematian karena kurangnya kadar oksigen di dalam tubuh. Oleh karena itu, perbaiki pola hidup anda mulai sekarang dengan membiasakan diri mengkonsumsi makanan sehat, menjauhi kebiasaan buruk seperti rokok dan perbanyak olahraga secara rutin supaya hipoksia ini bisa dihindari.

Penderita hipoksia umumnya akan mengalami kerusakan otak dari 1 sampai 2 menit dari awal serangan dan pada menit ke 5, maka sel otak akan mati dan kerusakan otak yang parah akan terjadi. Penderita hipoksia ini kemudian akan meninggal dalam menit ke 10 karena mengalami kekurangan kadar oksigen dalam tingkat yang parah.

, ,
Post Date: Friday 11th, August 2017 / 11:31 Oleh :
Kategori : Hipoksia