Edema Paru – Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

4400

Edema paru adalah sebuah kondisi penyakit yang menyerang organ paru kita dan kesulitan dalam bernapas menjadi hal yang menandainya dikarenakan adanya cairan tertimbun pada alveoli atau kantong paru-paru. Keadaan seperti ini dapat terjadi meski memang perkembangannya berjalan cukup lama. Aktivitas fisik tidak lagi memungkinkan bagi mereka yang telah mengalami edema paru pada tahap kronis dengan sifat waktu jangka panjang karena sesak napas bakal lebih sering terjadi.

Mengi adalah suara napas yang tersumbat dan suara khas ini bakal menyertai sesak napas yang terjadi. Penderita bakal cepat lelah dan napas akan mengeluarkan suara tersebu, tapi ketika tubuh coba dibaringkan, malah justru bukannya bisa beristirahat melainkan malah membuat sesak napas makin parah. Untuk mengobatinya, penyebabnya harus diketahui lebih dulu.

(Baca juga: penyebab cairan di paru-paru)

Penyebab

Hal-hal yang menyebabkan edema paru cukup banyak, tapi kondisi ini biasanya lebih cenderung terjadi pada orang yang gangguan otot jantung atau kardiomiopatinya terganggu. Atau, orang-orang dengan masalah penyakit gangguan katup jantung serta hipertensi juga mampu membuat seseorang kesulitan bernapas. Penyakit jantung koroner yang diakibatkan oleh ketidakmampuan ventrikel kiri dalam memompa darah pun juga berpotensi membuat seseorang mengalami edema paru. (Baca juga: gejala jantung koroner)

Masalah jantung dapat memengaruhi kinerja paru, tapi ada faktor-faktor lainnya yang masuk dalam kategori non-jantung untuk ditilik karena mampu menyebabkan edema paru. Seperti di bawah ini, ada sejumlah penyebab yang bisa diketahui serta perlu kita waspadai.

  • Cedera paru-paru.
  • Emboli paru.
  • Infeksi virus. (Baca juga: bahaya infeksi rsv)
  • Sindrom gangguan pernapasan akut.
  • Masalah sistem saraf.
  • Efek samping dari obat tertentu.
  • Terkena paparan racun.
  • Tenggelam dan menghirup air.
  • Ada di puncak dengan ketinggian 2400 meter lebih.
  • Menghirup asap rokok.
  • Penyakit ginjal.

Paru-paru pada manusia biasanya ada kantong udara yang elastis dan kecil yang kita sebut dengan alveoli dan setiap kita melakukan pernapasan, kantong-kantong udara bakal mengambil oksigen dan akan membuat karbondioksida terlepaskan. Proses pertukaran gas ini biasanya berlangsung secara lancar tanpa ada gangguan, tapi ketika ada kondisi tertentu, cairan bisa menumpuk dan bukannya udara yang ada di sana. Inilah yang kemudian membuat oksigen tercegah dalam penyerapannya ke aliran darah kita.

Cairan yang tertumpuk di kantong paru-paru kita bisa disebabkan oleh jantung seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ini dikarenakan paru-paru dan jantung hubungannya sangat dekat dan tak dapat dipisahkan. Dengan mengetahui dan mengenal lebih dalam hubungan antara kedua organ vital tersebut bakal membuat kondisi lebih jelas.

(Baca juga: akibat kelebihan cairan infus)

Gejala dan Komplikasi

Pada dasarnya, kondisi kesehatan satu ini menggambarkan adanya cairan di bagian paru-paru yang pembentukannya perlahan tapi jika dalam jangka waktu lama bakal semakin banyak tertimbun sehingga mengganggu pernapasan. Lalu apakah kita bisa mencegahnya dari awal dengan mengetahui apa saja gejala dari edema paru serta komplikasinya?

Untuk gejala-gejalanya, khususnya edema paru yang bisa menjadi akut secara mendadak dapat membuat jiwa kita terancam. Berikut ini adalah gejala pada edema paru tingkat akut yang bila sampai terjadi harus segera menemui dokter dan memperoleh bantuan darurat.

  • Tekanan darah menurun secara dratis sehingga tubuh akan terasa lemah disertai keringat bercucuran dan juga sakit kepala.
  • Kulit berubah merona keabu-abuan dan kebiruan.
  • Adanya dahak yang keluar akan berwarna merah muda disertai busa saat kita batuk. (Baca juga: penyebab batuk)
  • Mengi akan terjadi terutama saat kita terengah-engah sehabis berkegiatan cukup berat. Suara juga menjadi berdesah.
  • Perasaan seperti tercekik yang masih ada kaitannya dengan masalah pernapasan. (Baca juga: dada terasa sakit di bagian tengah)
  • Gejala memburuk secara tiba-tiba dari edema paru ketinggian atau kronis.

Jika memang gejala-gejala ini terjadi pada kita, jangan menuju rumah sakit sendirian apalagi menyetir. Jauh lebih baik kalau kita yang menghubungi dan memanggil ambulans atau perawatan medis darurat dan menunggu mereka datang. Berikut di bawah ini adalah beberapa komplikasi yang patut untuk dilihat dan diwaspadai jangan sampai terjadi.

  • Cairan Akut. Pada tahap satu ini bakal membuat edema paru terjadi secara mendadak dan mulailah kita akan kesulitan bernapas berikut juga megap-megap bernapas melalui mulut. Nyeri di bagian dada tak akan dapat terhindarkan berikut juga detak jantung yang begitu cepat serta adanya batuk darah.
  • Cairan Kronis. Sesak nafas akan muncul ketika tubuh kita berkegiatan aktif, karena saat tenaga dikerahkan, otomatis pernapasan menjadi lebih sulit. Pada tahap kronis inilah ada berbagai tanda yang cukup serius, seperti halnya sering bangun pada waktu malam hari, terjadinya penumpukan cairan yang membuat berat badan naik, bengkak di bagian kaki serta pergelangannya, dan akhirnya juga membuat tubuh lebih gampang lelah. (Baca juga: penyebab dada sesak)
  • Komplikasi. Edema paru cukup serius apabila tidak segera ditangani dengan benar, dan komplikasi dapat terjadi, di mana tak hanya pergelangan kaki dan kaki saja yang mengalami pembengkakan, tapi juga bagian perut. Organ jantung juga berpotensi bengkak, diikuti dengan selaput paru-paru yang memiliki cairan menumpuk.

(Baca juga: penyebab paru-paru basah – gejala paru-paru bermasalah)

Diagnosis

Demi mendapatkan pengobatan yang tepat, penyebab dan kondisi tepat dari edema paru harus dipastikan lebih dulu. Diagnosis adalah langkah yang perlu diambil dengan melakukan pemeriksaan fisik. Gejala yang dialami perlu dicocokkan sehingga riwayat kesehatan kita terutama yang punya penyakit jantung dapat dikaji dengan benar. Metode pemeriksaan tertentu perlu ditempuh dan berikut ini adalah jalan atau langkah pemeriksaannya:

  • X-Ray. Diagnosis ini adalah untuk mengecek pemicu dari sesak napas yang terjadi dengan memeriksa bagian dada. Dengan ini, pasien bisa dipastikan apakah benar-benar memiliki edema paru atau tidak.
  • Tes Darah. Demi mengetahui ukuran kadar oksigen di dalam darah kita, berikut juga karbondioksida, bahkan kadar hormon B-type Natriuretik Peptide bisa ikut diukur pula. Melalui tes semacam ini, fungsi ginjal serta tiroid masih dalam keadaan baik atau tidak juga akan ketahuan.
  • Pulse Oximetry. Dalam diagnosis, pemeriksaan ini pun juga penting karena kadar oksigen pada darah kita perlu diukur di mana sensor akan ditempatkan di bagian jari serta telinga kita.
  • Cara ini dilakukan oleh dokter supaya tanda-tanda adanya serangan jantung serta masalah yang terjadi pada irama jantung dapat dilihat.
  • Adanya aktivitas yang abnormal akan dapat diketahui dengan langkah diagnosis satu ini, khususnya di bagian jantung kita.
  • Kateterisasi Jantung. Faktor pemicu dari edema paru yang juga diikuti dengan gejala sakit pada bagian dada dapat diketahui dengan menempuh proses diagnosis ini. Langkah ini pun akan diambil ketika dokter tidak dapat menemukan penyebab edema paru dari langkah ekokardiogram.
  • Kateterisasi Arteri Paru. Di bagian kapiler paru-paru bagian dalam ada tekanannya dan tekanan ini perlu diukur melalui cara diagnosa ini.

(Baca juga: ciri-ciri radang paru-paruciri-ciri tbc)

Cara Mengobati Edema Paru

Edema paru dapat diobati secara medis maupun  secara alami tergantung pilihan pasien sendiri. Berikut ini adalah sejumlah cara pengobatan yang kiranya bisa dipertimbangkan dan dipilih sesuai kondisi.

  1. Oksigen

Dokter biasanya akan menangani edema paru pasien dengan memberikan oksigen sebagai langkah perawatan pertama. Namun selain dari oksigen, pada umumnya dokter pun akan memberikan obat golongan morfin yang dapat dilakukan untuk membuat gejala sesak napas dapat mereda. Ketika sesak napas, rasa panik pun otomatis akan muncul, ini pun dapat diatasi dengan penanganan medis tersebut.

(Baca juga: kekurangan oksigen pada jantung)

  1. Nitrogliserin dan Diuretik

Ketika cairan menumpuk, jantung serta organ paru kita akan mengalami tekanan, dan demi menguranginya sehingga kita bisa lebih nyaman, dokter kan memberikan diuretik dan nitrogliserin. Furosemid adalah diuretik yang diberikan, tapi juga terkadang ditambah juga dengan nitroprusside yang akan membuat tekanan berkurang di ventrikel kiri jantung. Pembuluh darah yang tadinya menyempit pun akan kembali melebar dengan baik.

(Baca juga: efek samping obat jangka panjang)

  1. Operasi

Untuk mengobati edema paru, cairan biasanya perlu dibuang lebih dulu dan prosedur operasilah yang dapat dilakukan jika diuretik saja tak mempan. Operasi adalah langkah paling akhir yang dapat dijalani sebagai pilihan kedua setelah penyedotan cairan menggunakan selang melalui tenggorokan dari paru-paru.

  1. Memijat

Memijat adalah pengobatan secara tradisional dan sederhana yang bisa dilakukan apabila ingin menghilangkan edema paru memakai cara alami. Efektivitas dari pemijatan cukup efektif dan bisa membantu agar rasa sakit yang berasal dari pembengkakan dapat berkurang. Benjolan akibat bengkak pun dapat mengempis karena efek pijatan; asalkan dilakukan secara perlahan dan memberikan tekanan di otot dan kulit yang terserang edema, otomatis sistem limfatik akan aktif dan saluran cairan bakal menghilang. Minyak kelapa atau zaitun cukup baik untuk membantu pemijatan.

  1. Peterseli

Obat alami edema paru juga dapat ditemukan pada peterseli di mana ramuan peterseli digunakan untuk membuat pembengkakan berkurang beserta rasa sakitnya. Cara kerja dari peterseli ini adalah membuat kelebihan cairan terbuang. Peterseli kering sebanyak 1 sendok teh bisa dicampir dnegan air 2 gelas yang kemudian direbus kurang lebih 10 menit sebelum disaring. Ramuan kemudian dapat diminum setiap hari sekali tepat sebelum sarapan, yaitu pagi-pagi setelah bangun tidur.

Cara lainnya masih dengan bahan utama peterseli adalah dengan membuat peterseli hancur lebih dulu sampai bentuknya menjadi pasta. Terapkan ramuan pada daerah yang terserang edema. Selama setengah jam, ramuan bisa didiamkan lalu gunakan air hangat untuk membilas. Sehari 2 kali adalah konsumsi yang baik untuk hasil yang baik.

(Baca juga: sayuran untuk asam urat dan kolesterol)

  1. Dandelion

Jika menginginkan diuretik yang alami, boleh juga mempertimbangkan dan memanfaatkan bahan alami seperti dandelion di mana pengeringan cairan bisa terdorong secara natural. Hanya dengan daun dandelion segar sebanyak 1 sendok teh dicampur dengan air panas secangkir saja, tunggu 5-7 menit sebelum akhirnya disaring. Untuk konsumsinya, silakan minum 3 cangkir per harinya, tapi ramuan ini tak boleh dikonsumsi bila kita menderita masalah kandung empedu.

(Baca juga: makanan penghancur batu ginjal)

  1. Biji Ketumbar

Sebagai salah satu bumbu dapur, biji ketumbar rupanya penuh manfaat, termasuk juga sangat efektif dalam menyembuhkan edema. Rasa nyeri berikut pembengkakan akan menjadi berkurang dikarenakan anti-inflamasi terdapat di dalamnya. Sirkulasi darah pun akan menjadi terdorong lebih lancar karena bahan ini. Cukup dengan mendidihkan 1 cangkir air bersama biji ketumbar 3 sendok makan, tunggu sampai tersisa setenganya baru kemudian disaring lalu didiamkan sampai lebih dingin. Mengonsumsinya sehari 2 kali akan mampu membantu supaya gejala edema tak berlanjut menjadi parah.

(Baca juga: gejala paru-paru basah – jenis penyakit paru-paru)

Cara Mencegah Edema Paru

Edema paru adalah sebuah kondisi penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan cara-cara berikut ini adalah langkah pencegahan yang kiranya bisa menolong kita, termasuk juga mencegah kembalinya edema paru apabila kita pernah mengidapnya :

  1. Memerhatikan Kadar Kolesterol Darah. Kesehatan dapat terjaga baik ketika kadar kolesterol diperhatikan. Kolesterol yang banyak akan memicu arteri tertimbun lemak sehingga aliran darah menjadi terhambat sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau jantung. Cara mengontrol dan memerhatikannya dalah dengan makan sayuran, buah segar, ikan, dan serat, olahraga juga menjadi cara ampuh yang wajib dilakukan. Minum air putih serta berhenti dari kebiasaan merokok pun akan sangat membantu. (Baca juga: penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi)
  2. Mengontrol Tekanan Darah. Darah tinggi atau hipertensi kerap menyerang banyak orang dewasa dan akhirnya menimbulkan penyakit serius, seperti jantung dan stroke, serta gagal ginjal. Orang dewasa perlu selalu memeriksakan tekanan darah paling tidak dua kali setahun. Karena melakukan tes tidaklah lama, maka tak perlu khawatir bila Anda adalah orang yang sibuk. Sekadar informasi, tekanan darah 120/80 ke bawah dianggap normal, tapi ketika dalam kondisi istirahat saja angkanya mencapai 140/90 mm HG ke atas, ini menandakan tekanan darah tinggi.
  3. Memperoleh Kualitas Tidur. Tidur siang di sini sangat disarankan, apalagi kalau sebelumnya sudah pernah menderita edema paru dan takut edema kembali kambuh. Tidur siang bila sempat adalah cara untuk memulihkan tenaga yang hilang setelah beraktivitas. Apabila dalam tidur kita mendengkur, ini artinya ada gejala lain yang terjadi untuk diperiksakan.
  4. Menjaga Berat Badan. Jangan sampai tubuh mengalami kegemukan atau obesitas sebab penyakit kronis dan mematikan asalnya dari lemak dan berat tubuh berlebih, termasuk kardiovaskular. Berat badan ideal biasanya akan menuntun kita untuk memiliki risiko diabetes lebih rendah, risiko stroke berkurang, kolesterol rendah, serta tekanan darah yang menurun. (Baca juga: kolesterol tinggi)
  5. Mengelola Stres. Edema paru terjadi dikarenakan masalah jantung, padahal penyakit jantung pada umumnya terpicu oleh adanya stres. Maka sangat perlu untuk mengetahui bagaimana cara mengurangi stres agar tidak berlanjut menjadi penyakit. Bermeditasi dan melakukan latihan pernapasan biasanya sangat ampuh untuk mengendalikan stres, jadi sangat boleh dicoba. (Baca juga: makanan untuk menghilangkan stres)
  6. Mengikuti Petunjuk Dokter. Ketika sudah pernah mengalami edema paru, otomatis kita harus menjaga tubuh agar tidak terkena edema lagi, dan salah satu caranya adalah dengan menuruti apa yang diatur dan dianjurkan dokter, terutama soal diet. Diet rendah garam adalah yang perlu dilakukan oleh para penderita edema paru, maka akan lebih dianjurkan untuk meminta rujukan langsung ke ahli gizi supaya dapat mengetahui seberapa kandungan garam yang ada di makanan kita.
  7. Mengukur Berat Badan Per Hari. Ini adalah salah satu cara dalam menjaga supaya bobot tubuh tak cepat naik. Kebanyakan orang mengalami kenaikan berat badan secara tiba-tiba dikarenakan jarangnya mengukur berat badan. Oleh karena itu, mengukurnya setiap hari lebih disarankan, apalagi yang takut kalau edema paru dapat kembali lagi. Sebelum sarapan, ukurlah dulu berat badan, dan jika sampai dalam sehari berat tubuh bisa meningkat hingga 3 pon, ini sangat perlu dikonsultasikan ke dokter. (Baca juga: cara mencegah obesitas)

(Baca juga: infeksi paru-paru paru-paru basah)

Tidak sulit sebenarnya untuk menjauhkan diri dari penyakit semacam edema paru. Kita hanya perlu mengontrol apa yang kita makan dan menjalankan gaya hidup sehat. Bila sehari-hari kita dapat menjaga tubuh dengan bergaya hidup benar, otomatis penyakit-penyakit lain selain edema pun tak berani menghampiri kita.