11 Ciri Ciri TBC Paru paru

14693

Sebelum kita membahas tentang ciri ciri TBC paru ada baiknya kita mengetahui apa itu penyakit TBC. Penyakit tuberculosis atau yang lebih dikenal sebagai TBC merupakan salah satu jenis penyakit menular yang menelan banyak korban kedua terbesar setelah penyakit HIV di dunia. Di Indonesia sendiri penyakit ini cukup banyak sehingga Indonesia menduduki peringkat ke 5 di asia tenggara pada kasus penyakit TBC. Kondisi penyakit TBC sudah sangat mengkhawatirkan bahkan badan organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan penyakit TBC ini sebagai salah satu jenis penyakit endemic yang sangat sulit dihilangkan keberadaannya. Penyakit TBC setidaknya merenggut nyawa hingga 1,7 juta orang per tahunnya dengan angka hampir sepertiga warga di dunia sudah pernah mengalami penyakit ini. Hal ini diperparah dengan sifat penyakit ini yang bisa menular dengan mudah di udara.

Pada kasus di Indonesia terkadang proses penyembuhan penyakit TBC ini masih terbilang sangat sulit. Hal ini disebabkan masyarakat Indonesia yang masih kurang kesadarannya untuk berobat. Gejala penyakit TBC yang didominasi oleh batuk biasanya dianggap sebagai penyakit batuk  biasa yang akan sembuh dengan sendirinya tanpa harus diobati. Akses ke tenaga medis yang sulit khususnya bagi penduduk pedalaman dan biaya berobatnya yang mahal menjadi kendala dalam mengatasi penyakit ini. Saat ini hanya sekitar 50% penderita TBC saja yang bisa disembuhkan di Indonesia dan mendapatkan perawatan khusus.

Penyebab Penyakit TBC

Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan bakteri mycobacterium tuberculosis :

  • Menular lewat udara. Bakteri ini dapat menular dengan mudah melalui udara yang sudah terkena ingus dan air liur dari para penderita penyakit TBC aktif.
  • Menular secara lambat. Meskipun menular, namun proses penularanannya tidak secepat seperti pada kasus penyakit flu. Pada penyakit TBC ini penularanannnya membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga terkadang banyak orang yang tidak mengetahui bahwa di dalam dirinya terdapat bakteri penyebab TBC namun belum beraksi.

Faktor Resiko

Penyakit TBC akan lebih beresiko menular pada orang yang sering berinteraksi dengan mereka para penderita TBC apalagi jika anak-anak yang sering berinteraksi dengan mereka maka kesempatan untuk tertular penyakit TBC juga akan semakin tinggi dikarenakan sistem imun anak-anak yang belum stabil. Ada beberapa orang yang memiliki faktor resiko untuk tertular penyakit TBC, yaitu :

  • Orang yang tinggal di dalam pemukiman padat penduduk serta lingkungannya yang kurang bersih atau kumuh
  • Para petugas medis yang sering berinteraksi dengan para penderita TBC
  • Orang yang sudah lanjut usia atau mereka yang masih anak-anak
  • Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah seperti orang yang menderita penyakit HIV AIDS, diabetes, akibat kekurangan gizi serta mereka yang menderita penyakit gagal ginjal.
  • Orang yang menggunakan obat-obatan terlarang serta alkohol. ( Baca : Bahaya alkohol  – Pengaruh alkohol terhadap sistem saraf manusia  )
  • Orang yang memiliki kecanduan pada barang yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh seperti narkoba, ganja, kokain dan narkotika. ( Baca : Jenis jenis narkoba  – Bahaya narkoba )

Perlu anda ketahui bahwa penyakit TBC ini tidak hanya menyerang pada bagian organ paru-paru saja namun juga pada beberapa organ lainnya seperti pada sistem pencernaan, kelenjar getah bening, sistem saraf serta sistem saluran kandung kemih.

Gejala atau Ciri-ciri Penyakit TBC

Penyakit TBC seringkali menyerang bagian paru-paru sehingga gejalanya pun akan tidak jauh dari masalah paru-paru diantaranya adalah batuk berdahak selama lebih dari 21 hari lamanya dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda sembuh. Selain itu terkadang batuk juga disertai dengan keluarnya darah serta penderitanya juga bisa mengalami penurunan nafsu makan yang drastis sehingga menyebabkan berat badan turun disertai dengan demam  tinggi.

TBC disebabkan oleh bakteri dan saat bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh bisa jadi pada saat itu bakteri tersebut belum aktif menyerang tubuh. Baru setelah beberapa selang waktu berlalu bakteri penyebab TBC ini mulai bangun dan aktif menyerang sistem imun tubuh sehingga menyebabkan tubuh menjadi mudah sakit. Pada kasus seperti ini secara medis disebut dengan tuberculosis laten atau yang tidak terlihat sedangkan penyakit TBC yang langsung menyerang disebut dengan istilah tuberculosis aktif. Selain gejala adanya batuk berdahak yang berlangsung cukup lama, gejala lain dari penyakit TBC ini adalah sebagai berikut:

  1. Batuk dengan Dahak Banyak

Gejala ini yang paling banyak muncul pada kasus penyakit TBC dimana penderitanya biasanya akan mengalami batuk kira-kira lebih dari tiga minggu disertai dengan dahak yang cukup banyak. Hal ini terutama akan dialami oleh para penderita TBC paru-paru yang juga akan menganggu sistem pernafasan seperti asma. Penularan juga bisa terjadi pada kasus yang satu ini yaitu disaat penderita batuk, bakteri penyebab TBC juga akan ikut keluar dengan dahak, lendir dan air liur sehingga sangat penting bagi para penderita TBC untuk menjaga diri supaya tidak menularkan pada orang lain. Obat batuk  berdahak biasa tidak akan bisa menghilangkan gejala ini sehingga hanya obat dari resep dokter lah yang bisa menghilangkan gejala ini.

Baca : Cara menghilangkan dahak di tenggorokan secara alami  – Penyebab batuk berdahak 

  1. Dada Nyeri Saat Bernafas

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa salah satu ciri dari adanya penyakit TBC adalah rasa sakit dan sesak di dalam dada. TBC pada paru-paru ini akan menimbulkan rasa sakit terutama ketika bernafas. Tentunya keadaan ini menjadikan para penderitanya menjadi sangat tersiksa dan terganggu aktivitasnya. Dada nyeri ini diakibatkan oleh paru-paru yang sudah terserang virus dan bakteri sehingga saat mengambil nafas dada terasa nyeri. Nyeri dada ini juga sering dialami oleh penderita bronkitis.

  1. Nafsu Makan Menurun Bahkan Menghilang

Bakteri yang telah masuk di dalam darah penderita TBC membuat otak mengirimkan sinyal pada tubuh untuk tidak mau dimasuki oleh berbagai jenis makanan. Ketika makan atau minum pun biasanya para penderita TBC akan mual dan muntah jadi sama saja tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh. Keadaan ini jika dibiarkan akan menjadi masalah yang serius karena bagaimanapun juga tubuh membutuhkan asupan gizi dan nutrisi supaya nafsu makan bisa kembali dan tubuh bisa menyerang bakteri penyebab penyakit TBC ini.

Baca : Sering mual setelah makan

  1. Penurunan Berat Badan

Karena para penderita TBC ini mengalami kehilangan nafsu makan, maka yang akan menjadi akibatnya adalah terjadi penurunan berat badan secara drastis. Jadi, jika anda mengalami batuk yang cukup parah dengan nafsu makan yang hilang serta berat badan menurun maka sebaiknya anda cepat memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat karena bisa jadi anda menderita penyakit TBC ini.

Baca : Makanan penambah berat badan  – Cara menggemukkan badan

  1. Demam dan Menggigil

Setelah mengalami batuk yang cukup parah dan tidak kunjung sembuh, para penderita penyakit TBC juga akan mengalami demam tinggi disertai dengan rasa menggigil yang sangat parah. Hal ini tentu saja akan membuat para penderitanya menjadi lebih tersiksa lagi. Jika sudah pada tahap ini sebaiknya para penderita segera lakukan pemeriksaan jika harus malah diajurkan untuk rawat inap di rumah sakit supaya bisa mendapatkan perawatan lebih intensif dari tim medis.

Baca : Demam naik turun 

  1. Keringat Berlebihan di Malam Hari

Demam tinggi serta menggigil ternyata bukan itu saja yang akan dirasakan oleh para penderita penyakit TBC namun juga akan disertai dengan munculnya keringat dingin pada malam hari. Intensitas munculnya keringat ini cukup banyak hingga bisa membuat tubuh menjadi basah kuyup, namun dalam hal ini jangan menggunakan kipas untuk meredakan keringat yang muncul karena dengan menggunakan kipas akan bisa memicu penularan bakteri penyebab TBC ke udara. Akibatnya orang di sekitar akan tertular dengan penyakit TBC.

Baca : Berkeringat saat tidur  – Penyebab tubuh sering berkeringat 

  1. Kejang-kejang

Gejala lain yang mungkin akan dialami oleh para penderita TBC adalah kejang-kejang seperti halnya orang yang mengidap penyakit epilepsy. Kejang-kejang ini ditimbulkan karena bakteri penyebab penyakit TBC ini juga menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kejang-kejang. Untuk menanggulanginya ketika terjadi kejang memang lebih baik dilakukan oleh tim medis karena bisa jadi kejang ini juga menunjukkan keadaan lain yang tidak baik di dalam tubuh. jadi ketika anda mengetahui kerabat anda mengalami kejang jangan sungkan untuk segera membawanya atau memanggil tim medis supaya bisa mendapatkan pengobatan yang lebih intensif nantinya.

  1. Infeksi pada Bagian Tulang

Para penderita penyakit TBC ini juga bisa saja mengalami infeksi pada bagian tulang yang disebabkan oleh adanya bakteri yang sudah sampai tulang. Ciri ciri TBC paru paru yang akan dialami biasanya adalah rasa sakit atau nyeri pada bagian persendian dan sulit ketika bergerak. Tentunya hal ini ini akan membuat para penderitanya menjadi tidak nyaman dengan keadaannya sekarang. Jika sudah mencapai pada tahap ini sebaiknya anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter supaya dapat diketahui jenis penyakit apa yang anda alami saat ini. Penderita harus sangat waspada dengan keadaan ini, gejala ini sering disalah artikan dengan nyeri sendi biasa sehingga saat gejala ini muncul mereka akan membiarkannya.

Baca : Nyeri sendi lutut 

  1. Lelah dan Lemah

Karena berbagai hal yang akan dirasakan oleh para penderita TBC, maka hal lain yang akan dialami adalah rasa lelah dan lemah. Rasa lelah dan lemah ini mungkin akan membuat para penderitanya menjadi hilang harapan pada kesembuhannya, oleh karena itu sangat penting bagi para penderita untuk memiliki orang-orang yang terus mendukungnya untuk bisa melawan penyakit TBC ini. Ingat bahwa TBC dapat disembuhkan sehingga otomatis akan bisa menjadi semangat tersendiri bagi para penderitanya.

  1. Batuk Berdarah

Selain batuk yang hebat dan dalam jangka waktu yang sangat panjang, hal lain yang akan dialami oleh para penderita penyakit TBC ini adalah batuk yang disertai dengan keluarnya darah. Ini adalah salah satu gejala dan ciri yang paling identik pada penyakit TBC serta biasanya orang bisa mendiagnosa jika dirinya mengalami penyakit TBC ini saat munculnya darah ketika dirinya batuk. Jika sudah begini maka sudah dianggap sebagai penyakit TBC yang cukup parah dan para penderitanya harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter supaya mendapatkan solusi dan pengobatan yang terbaik nantinya.

Baca : Penyebab batuk berdarah

  1. Urin yang Berwarna Merah atau Keruh

Selain gejala yang sudah disebutkan di atas, gejala lain yang akan dirasakan oleh para penderita adalah keluarnya urin yang bewarna merah akibat adanya darah di dalam urin atau urin yang berwarna keruh. Hal ini berarti menandakan bahwa sistem organ ginjal juga sudah terkena masalah entah itu akibat penyakit TBC itu sendiri atau penyakit TBC memperparah penyakit ginjal  yang sudah diderita oleh para penderitanya itu sendiri. Urin yang bercampur darah juga bisa menyebabkan rasa sakit yang cukup luar biasa dan menyiksa para penderitanya.

Diagnosa TBC

Jika anda mengalami gejala yang telah dipaparkan di atas maka sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk dapat didiagnosa penyakit yang anda alami apakah itu memang positif TBC atau penyakit lainnya yang memiliki gejala hampir serupa. Berikut ini diagnosa yang akan dilakukan oleh pihak medis untuk mendiagnosa penyakit TBC :

  • Pemeriksaan fisik. Pada tahap pemeriksaan awal, biasanya dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien dan bertanya mengenai gejala yang telah dialami.
  • Pemeriksaan kelenjar getah bening. Setelah gejala dan pemeriksaan fisik cukup membuat yakin dokter bahwa itu adalah penyakit TBC maka selanjutnya yang akan dilakukan adalah memeriksa apakah ada pembengkakan di kelenjar getah bening dan memeriksa keadaan paru-paru pasien.
  • X-ray atau CT Scan. X ray dilakukan supaya dapat mengambil gambar yang ada di bagian dada karena yang sering terpapar oleh bakteri TBC ini adalah bagian paru-paru. Jika terdapat penyakit TBC maka pada hasil X-ray akan menunjukkan hasil yang tidak normal pada bagian paru-paru. Untuk mendapatkan gambar yang lebih detail mengenai bagian dada ini selanjutnya bisa dilakukan tes CT scan di bagian tersebut.
  • Tes Mantoux. Tes ini menggunakan zat kimia ke dalam sel kulit, zat yang digunakan adalah substansu tuberculin PPD untuk melihat reaksinya dibutuhkan waktu dalam 2 hingga 3 hari. Oleh karena itu pasien setelah melakukan penyuntikan ini harus datang lagi ke dokter untuk melakukan pengecekan dalam waktu yang sudah ditentukan tersebut. Untuk menentukan anda mengalami TBC bisa dilihat pada ukuran pembengkakan yang terjadi pada bagian daerah yang disuntik. Pada orang yang memiliki tuberculosis laten biasanya ukuran pembengkakan yang terjadi tidak akan terlalu besar namun pada penyakit tuberculosis aktif akan terjadi reaksi yang sangat signifikan dari zat tersebut di dalam kulit. Sedangkan untuk orang yang tidak menderita TBC atau yang sudah menggunakan vaksin TBC biasanya hanya menimbulkan perubahan ringan saja di dalam kulit.
  • Pemeriksaan Sampel Dahak. Cara diagnosa lainnya yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit TBC adalah dengan mengambil sampel dahak. Dahak biasanya diambil pada waktu dahak pagi hari ketika pasien baru bangun tidur kemudian dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan sampel dahak ini juga bisa membantu tim medis menemukan sifat dari bakteri apakah tahan banting terhadap antibiotic atau tidak.
  • Pemeriksaan Sampel Darah. Selain dahak yang menjadi sampel, darah pasien pun bisa digunakan sebagai sampel. Darah yang dianalisis ini juga bisa membantu tim medis untuk mengetahui keadaan antibodi di dalam tubuh dan sifat dari penyakit TBC itu sendiri apakah termasuk dalam TBC laten atau TBC aktif.

Pengobatan TBC Secara Medis

Meskipun penyakit ini bisa menimbulkan kematian pada penderitanya dan bisa menular dengan cepat namun penyakit ini masih bisa disembuhkan. Kemungkinan pasien meninggal akibat TBC dikarenakan tidak mendapatkan pengobatan yang intensif dan tepat, membawa TBC dalam keadaan parah pun membuat pengobatan menjadi sulit dilakukan. Langkah pengobatan pertama yang akan dihadapi oleh para penderita adalah dengan meminum antibiotik supaya dapat menghilangkan bakteri yang ada di dalam tubuh. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan obat antibiotik pada penderita TBC dan dalam pengobatan TBC :

  • Antibiotik harus sesuai resep dokter, sebab ada banyak bahaya antibiotik jika tanpa resep dokter dan dikonsumsi secara berlebihan.
  • Adapun jenis-jenis antibiotik yang bisa diberikan kepada para pasien TBC antara lain adalah rofampicin, ethambutol, pyrazinamide dan isoniazid.
  • Setiap obat pasti memiliki efek samping begitu pula dengan obat yang sudah antibiotik yang disebutkan tadi, hal ini terutama pada jenis obat rifampicin dan ethambutol.
  • Obat ritampicin dapat mempengaruhi keefektifan kontrasepsi yang digunakan karena adanya pengaruh mengenai hormon. Jadi sangat disarankan untuk para penderita TBC untuk tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu sebelum dikatakan pulih oleh dokter.
  • Obat ethambutol memiliki efek samping yang bisa mempengaruhi penglihatan para penggunanya.
  • Efek samping lain yang mungkin akan dirasakan oleh para penderita TBC setelah mengkonsumsi obat tersebut adalah rasa mual dan muntah, nafsu makan berkurang, demam, urin menjadi bewarna keruh serta gatal dan ruam di kulit.
  • Meskipun adanya efek samping, namun efek samping ini masih kecil dibandingkan dengan kebaikannya.
  • Untuk masa pengobatan penyakit TBC ini sendiri akan berbeda-beda antara satu penderita dengan lainnya. hal ini akan tergantung pada kondisi kesehatan dan tingkat keparahan dari penyakit TBC itu sendiri.
  • Semakin parah penyakit TBC yang dialami maka proses penyembuhannya pun akan semakin lama dan sulit. Oleh karena itu akan sangat baik jika anda sudah mengalami gejala dan langsung pergi ke dokter supaya bisa dilakukan pengobatan sejak dini lebih awal.
  • Ketika penderita penyakit TBC sudah melakukan pengobatan biasanya penyakit ini akan mulai membaik dan tidak akan menular pada saat dua hingga tiga minggu dari masa pengobatan awal.
  • Meskipun penderita TBC sudah dinyataka pulih namun mereka harus tetap mengkonsumsi antibiotic selama 5 hingga 6 bulan kemudian untuk memastikan bahwa bakteri penyebab penyakit TBC memang benar sudah hilang dari tubuh.

Pencegahan Penyakit TBC

Penyakit TBC merupakan salah satu jenis penyakit menular oleh karena itu langkah awal yang bisa digunakan sebagai tindakan pencegahan. Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati. Berikut ini adalah pencegahan penyakit TBC yang bisa dilakukan di Indonesia :

  1. Vaksin

Hal pertama adalah dengan melakukan vaksin TBC yaitu vaksin BCG. Vaksin BCG sendiri di Indonesia sudah menjadi salah satu vaksin wajib yang harus diberikan kepada bayi pada saat usia 1 bulan dan wajib bagi orang dewasa jika belum mendapatkan vaksin ini ketika masih bayi. Namun tingkat keefektifan vaksin BCG akan tidak optimal pada orang dewasa. Mengingat Indonesia rentan TBC maka vaksin ini dimasukkan dalam imunisasi wajib bukan imunisasi tambahan.

  1. Masker

Selain melakukan vaksin, pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan masker pada saat berada di tempat umum. Hal ini lebih diutamakan jika akan melakukan interaksi dengan para penderita TBC dan jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sampai bersih menggunakan sabun terutama bagi para pekerja medis yang rentan tertular penyakit TBC.

Baca : Cara mencuci tangan yang benar dan steril 

Sanitasi Bagi Penderita TBC

Jika anda mengidap penyakit TBC maka ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan supaya anda tidak menularkan penyakit tersebut kepada orang lain di sekitar anda,

  • Menggunakan masker. Selalu gunakan masker, jika anda batuk dan bersin sebaiknya tutupi dengan menggunakan lengan bagian dalam karena bagian tersebut jarang digunakan untuk melakukan interaksi dibandingkan dengan bagian telapak tangan.
  • Ventilasi udara yang baik. Selalu usahakan untuk menggunakan ventilasi yang baik supaya udara lebih segar dan bisa keluar masuk ke dalam ruangan.
  • Menyendiri atau mendapatkan perawatan di ruang khusus. Untuk sementara tinggalah di rumah saja dan hindari keluar rumah. Tidur di kamar seorang diri sampai setidaknya anda sudah mendapatkan pengobatan yang optimal. Atau bisa juga menjalani perawatan intensif di ruang khusus rumah sakit dimana penderita TBC dihindarkan dengan pasien yang lainnya.

Demikian informasi mengenai penyakit TBC, semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan anda dan membuat anda mengenali gejala TBC. Memang lebih baik mencegah dibandingkan mengobati, jika anda menemukan ciri ciri TBC pada orang di sekitar anda segeralah bawa dia ke pihak medis.