Cariamyl – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Sistem pernapasan apabila terjadi gangguan, maka setiap individu akan merasa tidak nyaman saat beraktivitas. Setiap individu akan sulit untuk menghirup udara dan kebutuhan oksigen tidak tercukupi dengan baik. Ada beberapa penyebab tubuh kekurangan oksigen salah satunya terserang jenis penyakit paru-paru.

Obat Cariamyl merupakan salah satu obat cara menjaga kesehatan organ pernapasan manusia. Obat ini memiliki fungsi (indikasi) dan dapat mengatasi gejala bronkitis akut dan kronik, bronkhitis seperti jenis asma pada anak, penyebab sesak nafas yang berasal dari paru dan kardiopulmoner, serta asma tanpa kongesti bronkhial berat.

Cariamyl mengadung bahan aktif Heptaminol Acefyllinate dan Magnesium stearat. Obat Cariamyl merupakan obat yang termasuk golongan K merah, artinya untuk mendapatkan obat ini harus menyertai surat resep dari dokter. Obat ini diproduksi oleh Corsa/Sanofi-Synthelabo dengan penyajian obat berbentuk tablet atau oral drop. Perkiraan harga obat Cariamyl adalah sekitar 30 – 50 ribu rupiah.

Kandungan Cariamyl

Obat Cariamyl mengandung Heptaminol acefyllinate. Heptaminol acefyllinate adalah turunan theophylline. Ini memiliki efek stimulan pada pernapasan dengan meningkatkan amplitudo gerakan pernapasan tanpa mempengaruhi irama.

Obat Cariamyl juga mengandung Magnesium stearat. Magesium Stearat sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan obat. Bahan tambahan ini berguna karena memiliki sifat pelumas yang paling umum digunakan untuk tablet.

Dosis Penggunaan Cariamyl

Apabila hendak meminum obat Cariamyl, akan lebih baik untuk berkonsultasi lebih dahulu kepada dokter. Ini diharapkan agar pasien mendapatkan dosis yang tepat dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

Apabila hendak meminum obat Cariamyl ini, lebih baik obat Cariamyl diberikan sebelum makan. Khusus obat Cariamyl kemasan drop, sebaiknya dilarutkan bersama gula dan air, atau melalui botol susu. Dosis penggunaan Cariamyl dibedakan menjadi dua, antara lain:

  • DROP
    • Bayi kurang dari 3 tahun sebanyak 2-3 tetes per kg berat badan per hari.
    • Anak 3-7 tahun sebanyak 2-3 tetes per kg berat badan per hari. Pemberian maksimal adalah 60 tetes per hari
    • Anak 7-15 tahun sebanyak 3 kali sehari 75-100 tetes per hari, serta melakukan lama terapi 1-3 minggu.
    • Dewasa sebanyak 75 hingga 150 tetes per hari.
  • TABLET
    • Pemberian sebanyak 3-6 tablet per hari, serta lama terapi 1-3 minggu.

Hentikan penggunaan obat Cariamyl apabila keadaan pengguna memburuk dan konsultasikan kepada dokter.

Efek Samping Cariamyl

Hampir semua obat memiliki efek samping. Efek samping ada yang bersifat umum, artinya sering terjadi pada orang yang menggunakan obat. Ada juga yang bersifat jarang namun serius.


Beberapa efek samping berikut dapat terjadi dalam beberapa kasus

  1. badan lemas dan mual,
  2. gejala sakit lambung,
  3. takikardia,
  4. palpitasi.

Kontraindikasi Cariamyl

Kontraindikasi merupakan kondisi dimana penderita atau pasien tidak diperkenankan menggunakan obat tersebut Cariamyl memiliki kontraindikasi pada:

  • Pasien dengan hipersensitivitas terhadap salah satu komponen produk.
  • Hipertensi arteri yang parah.
  • Hipertiroidisme.

Hal yang perlu diperhatikan

Berkonsultasi mengenai riwayat obat atau penyakit sangat membantu dalam pemberian dosis dan dokter dapat memberikan beberapa hal tambahan yang perlu diperhatikan oleh pengguna obat yang hendak mengonsumi. Hal yang perlu diperhatikan saat penderita atau pasien akan menggunakan Cariamyl, antara lain:

  1. Ada kemungkinan terjadinya takikardia dan hipereksitasi pada bayi yang baru lahir, jika Cariamyl diberikan pada akhir kehamilan.
  2. Cariamyl harus digunakan dengan hati-hati pada insufisiensi jantung, koroner atau hati, obesitas, gastroduodenal
  3. Walaupun pada dosis penggunaan tertera penggunaan untuk anak kurang dari 15 tahun, namun hal tersebut harus tetap menjadi pertimbangan. Berikan dosis yang tepat bagi mereka

, , , , , , , , , , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Merk Obat C