Wednesday, May 22, 2019

Tetanus

Tetanus adalah penyakit yang sangat mengerikan dan bisa memberikan akibat yang cukup parah pada sistem syaraf. Tetanus bisa membuat sistem syaraf dan otot menjadi tergangg. Penyakit ini akan menyerang secara perlahan dan membuat sistem rahan dan leher tidak bisa bekerja secara normal. Akibat yang terakhir dari tetanus adalah mengancam sistem pernafasan dan pada akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Apa itu Tetanus?

Tetanus merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem syaraf. Tetanus bisa disebabkan oleh infeksi dari bakteri Clostridium tetani yang bisa ditemukan pada tanah, kotoran hewan dan juga usus manusia. bakteri ini bisa tumbuh cepat pada bagian tubuh yang luka seperti luka yang disebabkan dari paku berkarat, gigitan serangga, luka bakar, dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Penyakit ini termasuk sebagai salah satu penyakit yang bisa menular.

Jenis Tetanus

Tetanus dapat dibedakan berdasarkan gejala yang muncul. Pengobatan dilakukan dengan melihat gejala dan kelompok jenis tetanus yang terjadi. Berikut ini adalah beberapa kelompok jenis tetanus.

a. Tetanus General

Tetanus ini adalah salah satu jenis tetanus yang sangat umum dan paling banyak ditemukan dalam kejadian tetanus. Gejala yang terjadi pada tetanus general atau umum adalah bagian rahang yang terasa sakit, rahang yang tidak bisa digerakkan, sulit untuk menelan makanan, dan sulit untuk bernafas. Pada tubuh penderita biasanya terjadi beberapa gejala seperti hipertensi, denyut jantung yang tidak normal, dan suhu badan yang cukup tinggi.

b. Tetanus Neonatal

Tetanus neonatal adalah kasus tetanus yang ditemukan pada bayi yang baru lahir. Tetanus ini sering disebabkan karena alat pemotong tali pusar yang tidak steril. Tetanus jenis ini menjadi salah satu kasus yang jarang terjadi karena biasanya ibu hamil mendapatkan suntikan vaksin tetanus dan bisa membuat bayi lebih kebal terhadap tetanus. Masa inkubasi dari tetanus neonatal terjadi selama empat hari.

c. Tetanus Lokal

Tetanus lokal biasanya disebabkan karena luka tusukan atau goresan dari benda yang mengandung bakteri penyebab tetanus. Tetanus ini bisa terjadi dalam waktu satu minggu atau lebih. Ini termasuk jenis tetanus yang umum dan ringan sehingga biasanya bisa diobati untuk mencegah perkembangan tetanus.

d. Tetanus Chepalic

Tetanus chepalic adalah kasus tetanus yang sangat jarang terjadi. Tetanus ini menyebabkan infeksi pada bagian telinga dalam dan biasanya mempengaruhi sistem syaraf pada wajah.

Penyebab Tetanus

Tetanus disebabkan karena infeksi dari bakteri clostridium tetani. Bakteri ini bisa hidup di dalam tanah, kotoran manusia dan hewan serta debu. Bakteri bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka atau goresan yang menembus kulit. Clostridium tetani yang menyebar ke tubuh manusia akan menyebabkan racun neurotoxin yang akan menyerang sistem syaraf, gangguan sistem otot dan menyebabkan tubuh menjadi kaku.

Gejala Tetanus

Gejala tetanus bisa muncul dalam waktu yang berbeda. Beberapa penderita bisa langsung merasakan gejala atau hingga berhari-hari setelah bakteri masuk ke tubuh. Namun bakteri Clostridium Tetani biasanya membutuhkan waktu hingga delapan hari hingga menjadi tetanus. Berikut ini beberapa gejala yang sering ditunjukkan oleh penderita tetanus.

  1. Leher menjadi kaku dan rahang sulit untuk digerakkan.
  2. Kesulitan untuk menelan makanan atau minum juga kesulitan untuk bernafas.
  3. Perut terasa kram atau kejang.
  4. Jika mendengar suara yang terlalu kencang maka bisa menyebabkan tubuh kejang.
  5. Tubuh demam dan berkeringat.
  6. Terjadi hipertensi (darah tinggi).
  7. Denyut jantung tidak teratur.

Cara Diagnosis Medis Tetanus

Hingga saat ini belum ada uji atau tes yang dilakukan untuk melihat tetanus pada orang yang dicurigai menderita tetanus. Cara diagnosis pada tetanus dapat diamati dari ciri fisik misalnya luka yang memicu reaksi dari bakter penyebab tetanus, gejala yang terjadi pada luka dan daerah sekitarnya yang kejang atau kaku, pemeriksaan fisik dan riwayat vaksin tetanus yang sudah pernah dilakukan. Jika seseorang yang dicurigai ternyata tidak mendapatkan vaksin secara lengkap maka kemungkinan besar memang terkena tetanus.

Pengobatan Tetanus

Pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan tetanus harus dilakukan di rumah sakit. Penderita akan mendapatkan perawatan selama beberapa hari hingga sembuh sesuai dengan infeksi tetanus dan penyebaran dalam tubuh. pengobatan dilakukan dengan pemberian cairan dan antibiotik untuk membunuh bakter clostridium tetani, menghentikan produksi racun, mencegah masalah pernafasan dan tindakan lain sesuai dengan kondisi fisik penderita. Jika penderita sudah dinyatakan sembuh maka harus mengulang semua vaksin tetanus untuk menghilangkan resiko terkena tetanus yang kedua kalinya.

Bahaya Tetanus

Tetanus menjadi penyakit yang bisa membahayakan nyawa. Tetanus pada dasarnya bisa diobati hingga sembuh total, namun beberapa hambatan untuk mengetahui tetanus bisa menyebabkan bahaya. Berikut ini beberapa bahaya yang muncul karena tetanus.

  1. Kematian. Resiko jika tetanus mengembangkan bakteri penyebab racun yang lebih tinggi maka bisa menyebabkan kematian.
  2. Infeksi yang terlalu lama dapat menyebabkan sakit yang berat pada perut, otot, rahang dan organ pernafasan.
  3. Tetanus juga bisa menyebabkan gangguan pada sistem syaraf dalam tubuh sehingga terjadi gangguan motorik. Bahkan penderita yang tidak diobati bisa menyebabkan cedera pada tulang punggung.

Cara Mencegah Tetanus

Tetanus memang menjadi penyakit yang bisa muncul kapan saja terutama setelah tubuh mendapatkan luka karena cedera atau kecelakaan. Pada dasarnya penyakit ini bisa dicegah dengan berbagai macam upaya. Berikut ini usaha pencegahan yang bisa dilakukan oleh semua orang.

  1. Melakukan vaksin tetanus atau DTP yang dimulai sejak umur 2 tahun dan selesai pada umur 5 tahun. Biasanya vaksin akan dilakukan ulang ketika umur 11 tahun. Orang yang sudah dewasa bisa mendapatkan vaksin penguat untuk tetanus.
  2. Jika terluka karena luka goresan atau tusukan maka segera bersihkan luka dengan cairan khusus untuk membunuh bakteri.
  3. Lebih baik jika terkena luka maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan suntikan anti tetanus.
  4. Jika Anda mendapatkan luka tusukan atau goresan dan merasakan berbagai gejala tetanus maka sebaiknya segera periksa ke rumah sakit atau dokter terdekat.
  5. Jika Anda terkena tetanus maka lakukan langkah pengobatan hingga benar-benar tuntas dan lakukan vaksin ulang untuk mencegah resiko tetanus.
  6. Hindari pengobatan yang memakai jarum yang tidak bersih, seperti akupuntur atau suntikan. Anda harus memastikan bahwa perlengkapan jarum yang dipakai steril untuk mencegah tetanus.
  7. Gunakan perlengkapan seperti pakaian panjang, sepatu boot, atau alasan kaki khusus jika ingin pergi ke tempat yang memiliki potensi banyak benda bekas, seperti tempat pembuangan sampah.

Tetanus memang penyakit yang sangat berbahaya. Banyak orang yang meremehkan tetanus karena saat terkena luka memang tidak terasa. Masa inkubasi untuk penyebaran racun tetanus membutuhkan waktu hingga beberapa hari, namun gejala yang tidak segera diobati bisa menyebabkan tetanus yang lebih parah. Lebih baik lagi jika kita mendapatkan vaksin tetanus lengkap sehingga bisa terhindari dari resiko tetanus seumur hidup.

Recommended