Home Penyakit dan KelainanTetanus Bahaya Tetanus dan Pencegahannya

Bahaya Tetanus dan Pencegahannya

by Ana Rohma

Apakah Anda tahu penyakit tetanus? Penyakit tetanus juga dikenal dengan istilah “ Lockjaw” karena biasanya penderita akan mengejang dan menutup rahangnya. tetanus yang kita kenal disebabkan oleh luka-luka dari benda-benda berkarat seperti paku, dan besi kawat. Seseorang yang terkena infeksi tetanus harus diberikan suntikan vaksin untuk mencegah bahaya kematian. Karena kematian bisa saja terjadi akibat kegagalan pernapasan saat penderita menutup rahangnya.

Tetanus merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang sistem saraf dan otot manusia. Bagaimanapun kasus Tetanus masih banyak terjadi di Negara-negara berkembang. Mengingat negara berkembang termasuk Indonesia masih belum memiliki program pencegahan dan  program imunisasi yang efektif untuk mengatasi tetanus. Tidak ada obat untuk mengatasi penyakit ini, dan yang diperlukan hanyalah pemberian vaksin untuk pencegahan. Sehingga ketika sudah menderita penyakit tetanus ini maka akan sangat sulit untuk di sembuhkan. Oleh karena itu kita perlu untuk mengetahui penyebab dari penyakit ini sehingga kita bisa untuk menghindarinya.

Bagaimana bisa sampai terkena Tetanus?

Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri. Bakteri clostridioum tetani yang menjadi dalang dari penyakit ini. Bakteri ini tahan terhadap panas dan tahan terhadap zat antiseptic. Bakteri ini banyak ditemukan di tanah, debu, hingga kotoran manusia dan binatang. Ketika berada di dalam tubuh, bakteri ini menghasilkan sejenis protein dengan sifat racun racun yang disebut neurotoxin. Racun inilah yang akan menyerang sistem saraf dan otot manusia sehingga akan menyebabkan kejang.


Gejala klinis Penyakit Tetanus

tetanusLuka terbuka sangat berpotensi menyebabkan tetanus. Namun saat kita mengalami luka , kita tidak dapat langsung mendeteksi apakah kita telah terkena tetanus atau tidak. Dikarenakan ada masa inkubasi bagi bakteri untuk menginfeksi luka. Selain luka, bahkan bakteri ini bisa masuk lewat lubang telinga atau pun lubang gigi yang dikorek-korek dengan alat yang tidak steril. Masa inkubasi penyakit ini berlangsung hingga 21 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Ada beberapa indikasi yang bisa dilihat ketika kita sudah dikatakan terinfeksi tetanus. Beberapa tanda dan gejala yang dialami tersebut adalah:

  • Ada rasa nyeri di punggung dan rasa yang tidak nyaman pada tubuh.
  • Kesulitan menelan karena nyeri pada otot pengunyah disertai rasa kaku di rahang.
  • Kepala terasa tertarik ke belakang dan kaku pada leher.
  • Otot-otot perut menjadi kaku tanpa disertai rasa nyeri.
  • Kejang otot lebih sering terjadi karena rangsangan dari luar seperti sentuhan, cahaya, suara yang keras dan lain-lain.
  • Penderita tetanus akan mengalami demam tinggi
  • Penderita juga Keluar keringat yang berlebihan

Penyebab Tetanus

Penyebab tetanus bisa beragam seperti terkena goresan besi karatan hingga digigit anjing yang sangat berbahaya bagi manusia. Ia juga merupakan salah satu jenis penyakit menular yang wajib kita cegah dan hindari.


Bahaya Tetanus

Tetanus secara bahasa diambil dari bahasa yunan yaitu tetanos dari asal kata teinein yang berarti menegang. Infeksi tetanus sangat berbahaya karena bisa mengeluarkan racun toksin yang bersifat neourotoksik. Pada mulanya, infeksi tetanus akan menyebabkan kejang otot dan syaraf perifer setempat. Tetani ini bisa muncul disebabkan karena salah perawatan pada luka yang dalam.

Bakteri tetani tersebut akan mengalami inkubasi di dalam tubuh manusia. Dalam prosesnya akan mengeluarkan toksin. Toksin inilah yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Toksin ini dapat membunuh seld darah merah, menghancurkan leukosit, hingga terjadi ketegangan dan spaste otot.

Bahaya tetanus yang mengerikan bisa terjadi pada seorang bayi atapun anak kecil. Tetanus yang sering menyerang anak-anak adalah tetanus neonatorium. Jenis bakteri tetanus ini bahkan bisa menyebabkan kematian karena efek kejang, sianosis, hingga berhentinya pernapasan anak. Bahkan hasil riset menunjukkan, efek kematian yang disebabkan oleh tetanus mencapai 50 %. Artinya, bagi usia anak yang pernah terinfeksi tetanus, separuh diantaranya meninggal dunia. Oleh karena itu Tetanus merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia.


Pencegahan infeksi tetanus

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Pencegahan tetanus didapatkan melalui vaksinasi TT (Tetanus Toksoid) yang bsa diberikan kepada wanita usia subur atau ibu hamil yang nantinya bermanfaat untuk mencegah tetanus pada bayi baru lahir dan juga pada ibu bayi. Disamping itu juga perlu dilakukan pemberian booster untuk orang dewasa.

Tetanus Neonatorum adalah penyakit tetanus yang menyerang bayi yang baru lahir. Kuman masuk melalui luka iris tali pusar karena penggunaan alat potong yang tidak steril. Bayi yang mengalami gejala tetanus biasanya suhu tubuh makin lama makin meningkat, mulut bayi mencucu seperti mulut ikan. Hal ini adalah salah satu gejala tetanus yang umum. Untuk mencegah dan mengurangi angka kematian bayi maka diwajibkan memberikan imunisasi tetanus. Sebagai upaya untuk membangun kekebalan akan infeksi tetanus.

Vaksin ini juga bias diberikan pada siapa saja yang terluka karena terkena paku atau benda tajam berkarat atau luka jatuh dan terkontaminasi dengan tanah. Luka ini harus dibersihkan dari kotoran dan jaringan mati guna mencegah berkembangnya spora bakteri.

Bagi seseorang yang mengalami luka, sebelum divaksin ada hal-hal yang perlu diperhatikan yakni:
  • Jika telah menerima booster dalam waktu lima tahun terakhir, tidak perlu menjalani vaksinasi lebih lanjut.
  • Jika belum pernah menerima booster dalam waktu lima tahun segera berikan vaksinasi
  • Perlu diberikan suntikan immunoglobulin tetanus jika belum pernah mendapat vaksinasi.

Pengobatan dan penanganan  intensif

Untuk infeksi menengah sampai berat diperlukan pengobatan dan penanganan medis tahap lanjut. Beberapa obat yang diberikan, yakni:

  • Immunoglobin Tetanus untuk menetralisir racun yang belum terikat jaringan saraf.
  • Tetrasiklin dan penicillin diberikan untuk mematikan racun yang ada
  • Diazepam adalah salah satu contoh obat penenang untuk mengendalikan kejang otot.
  • Kodein diberikan untuk mengurangi rasa nyeri
  • Obat-obat lain diberikan untk mengendurkan otot-otot, mengendalikan kejang, mengendalikan darah dan denyut jantung.

Penderita akan ditempatkan dalam ruangan yang tenang, pemasangan ventilator perlu karena pemberian obat penenang menyebabkan pernapasan dangkal. Makanan akan diberikan lewat infus dan kateter dipasang untuk pembuangan kotoran. Pasien sebaiknya berbaring bergantian miring kanan atau miring kiri agar memudahkan jalannya pernapasan. Untuk mencegah pneumonia, pasien akan dipaksa untuk batuk. Setelah pasien sembuh akan diberikan vaksinasi lengkap kembali.

Kita telah mengetahui apa itu tetanus. Ada baiknya kita lebih waspada dan meminimalisasi infeksi terhadap luka. Berhati-hatilah dalam beraktivitas. Apabila mengalami luka akibat benda berkarat, cucilah dengan sabun antiseptik sebagai tahap awal pencegahan sebelum dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Baca juga : Jenis Jenis Antibiotik

You may also like