Penyebab Tetanus Neonatorum & Luka

3832

Meski tergolong sedikit sepele, namun penyakit tetanus mampu mematikan anda. Bahkan angka kematian setiap tahunya mencapai hampir 410.000 jiwa seluruh dunia. Penyebaran penyakit ini dengan bakteri Clostridium tetani  yang masuk dalam tubuh manusia. Mereka akan mengalami kejang-kejang, bahkan sampai kematian.

Biasanya penyakit ini menyerang pada orang-orang yang belum pernah mendapat vaksinisasi tetanus. Kadang juga pada orang yang sudah pernah menerima namun lebih dari 10 tahun lalu.

Tetanus Pada Bayi

Bukan hanya menyerang orang dewasa, namun bayi juga mampu beresiko terkena tetanus. Biasanya usia yang dimiliki kurang dari 28 hari.

  • Tetanus Neonatorum. Sudah banyak bayi yang mengalami kematian karena penyakit ini. Penyakit tetanus yang menyerang balita usia 28 hari. Biasanya ditandai dengan kesulitan untuk membuka mulut saat menyusu asi ibu, disertai kekakuan tubuh dan kejang-kejang. Hal ini terjadi setelah beberapa hari semenjak kelahiranya.

Bakteri Closiridium Tetani

Penyebab tetanus paling utama adalah bakteri Closiridium tetani  yang menginfeksi bayi semenjak hari kelahirannya. Kemungkinan terbesar karena pemotongan tali pusar yang tidak aseptic dank ala proses partus yang tidak steril. Hal ini memicu bakteri tetanus untuk masuk ke tubuh sang jabang bayi. Lalu mengeluarkan sporanya.

Selain itu biasa saja karena keturnunan, genetis ibu yang tidak kuat melawan toksik bakteri tetanus.

  • Tips untuk mengurangi resiko

Untuk menghindari resiko bayi yang meninggal karena tetanus neonatorum yakni dengan melakukan persalinan di rumah sakit. Sebab disana ke sterilan dan perawatan menggunakan alat yang memadai. Obat yang dimiliki untuk mengatasi masalah juga lebih lengkap dan kompleks.

Namun karena persalinan di rumah sakit tergolong mahal, banyak orang desa yang lebih memilih untuk melahirkan di dukun beranak. Padahal tingkat resiko lebih tinggi jika anda memilih disana. Sebab peralatan yang dipakai masih seadanya. Tingkat sterilan dan bahan antiseptic yang kurang, tidak menjamin apapun. Meski benar caranya untuk mengobati tetanus dengan cara tradisional seperti itu. Namun masa perawatan, seperti kain penutup kasa untuk menutup luka, serta kebersihan tangan tidak dijaga.

Gejala yang muncul

  • Kejang-kejang pada seluruh tubuh terutama otot dada dan leher
  • Kekauan pada tulang punggung, bahkan ada yang sampai melengkung (epistotonus). Biasanya di stimulus oleh cahaya atau sentuhan
  • Demam disertai sakit kepala
  • Gelisah, khawatir dan tidak tenang
  • Merasanyeri pada otot, terutama rahang (spasme), disertai rasa kaku (kejang)
  • Otot mengeras pada bagian perut (abdomen kaku)
  • Susah membuka mulut atau menelan
  • Sesak nafas karena kejang pada otot dada
  • Tingkat kesadaran menurun
  • Lebih sensitive dengan rangsangan, seperti sentuhan
  • Wajah berkerut, bagian alis terangkat keatas, sudut mulut turun kebawah, wajah thisus sardunikus
  • Kuduk kaku hingga opistotonus
  • Tekanan darah meninggi
  • Jantung berdetak lebih kencang
  • Keringat mengucur berlebihan
  • Buang air besar dan kecil terasa lebih susah

*(hal ini merupakan gejala yang terjadi pada umumnya, yang setiap orang tak selalu memiliki gejala yang sama. Tergantung pada imunitas individual masing-masing)

Setelah merasakan kejang sampai satu atau dua minggu, penderita akan mulai merasakan gangguan otonom. Setelah itu dua sampai tiga minggu setelahnya, penurunan pada kejang-kejang. Jadi fluktuasi penyakit ini naik turun terus, tergantung kondisi pasien juga.

Gejala ini mungkin tidak langsung berlaku pada penderita. Namun setelah beberapa hari bahkan minggu. Virus ini memiliki estimasi waktu lamanya dalam inkubasi sekitar tujuh sampai delapan minggu.

Daftar Penyebab Tetanus

  • Bakteri Clostridium tetani

Sebelum mengenali proses terjangkitnya tetanus, mari berkenalan dahulu bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini mampu bertahan baik di lingkunan anaerobic (tanpa oksigen). Apalagi dibagian besi berkarat, perkembangan dan pertumbuhan bakteri ini sangat pesat disana.Anda dapat menemukan di tempat seperti tanah, debu, dan kotoran hewan, terutama ternak.

  • Infeksi

tetanusTetanus terjadi ketika anda mengalami infeksi pada luka di tubuh anda, misal karena tertancap paku. Kondisi tersebut jika tidak segera ditangani, mempertinggi resiko tetanus. Sebab dari tusukan endospores tunggal bakteri akan berusaha masuk ke tubuh. Lalu berkembangbiak di jaringan otot. Bakteri tersebut menyebarkan spora yang mampu menghasilkan toksin. Racun tersebut basa dikenal dengan tetanospasmin.

Secara biologis, dengan adanya toksin ini mampu memghambat neuron motorik yang ada di jaringan otak. Adanya gangguan ini membuat kendali control otot manusia mati. Sehingga mengalami kekauan. Oleh sebab itulah, mengapa orang yang terkena tetanus mengalami kejang-kejang pada ototnya.

  • Rusaknya sistem tubuh

Racun yang terkandung dalam bakteri tetanus sangat cepat perkembangbiakannya. Akibatnya melukai sistem tubuh anda, Apalagi adanya sinaps atau sambungan antara syaraf dan otot. Salah satunya dengan menambah berat kerja seperti kontraksi (spasme). Hal ini menyebabkan ketegangan otot yang berlebihan, zat kimia syaraf terlalu mengirim banyak sinyal pada otot. Hasilnya otot malah menjadi kaku dan kejang.

Pengobatan tetanus

Bahaya tetanus sangat mematikan karena dapat menimbulkan kematian yang cepat, oleh karenanya dapat kita kategorikan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Pada intinya, cara untuk melakukan pengobatan ini dengan melakukan penghancuran bakteri. Sehingga membuatnya berhenti untuk mengeluarkan spora yang mampu membuat kejang tubuh.

Langkah selanjutnya dengan menetralkan racun. Sebab ada kemungkinan lain jika racun tersebut jika tidak di netralkan. Bahkan bisa sampai saja menyerang sistem syaraf pusat. Anda bisa saja tidak tertolong kalau sampai ke pusat syaraf.

  • HTIG (Human Tetanus Immune Globulin) adalah salah satu cara untuk menonaktifkan racun bakteri tersebut. Biasanya diberikan secara suntikan langsung. Bahkan jika sudah tahap yang parah, perlu untuk melakukan pembedahan pada penderita. Dengan menggunakan Metrronidazole sebagai antibiotik yang tepat (Baca : Jenis Jenis Antibiotik).

Pencegahan Tetanus

Dari pada anda harus menghabiskan uang puluhan juta untuk pembiayaan rumah sakit karena tetanus, mending sisihkan uang untuk biaya imunisasi. Pemerintah sudah memprogramkan untuk melakukan imunisasi taksoid.

Imunisasi terebut menggunakan suntikan yang biasa disebut TIG (Tetanus Immuno Globulin), DPT hingga booster dose. Apabila setelah mendapat imunisasi anak tersebut mengalami luka, disarankan untuk mendapatkan imunisasi booster dose lagi. Sebab imunisasi yang hanya bersifat pasif hanya mampu bertahan 7 sampai 10 hari saja. Komposisi bahan yang diberikan hanya ATS profilaksis 1500-4500 UI. Disarankan untuk melakukan skin test untuk menghindari terjadinya syok anafilaksis.

Imunisasi ini juga sangat penting untuk perkembangan anak. Karena penyeranganya yang mampu menjangkit pada usia bayi dibawah 1 bulan sampai dewasa, adanya imunisasi sangat diperlukan.

Semoga artikel ini menambah pengetahuan anda ^_^