Home MakananMakanan Sehat 13 Sayuran Penambah Darah untuk Melawan Anemia

13 Sayuran Penambah Darah untuk Melawan Anemia

by Tri Astuti

Tahukan Anda bahwa tubuh memerlukan metabolisme yang harus bekerja seimbang untuk mencapai kesehatan paling baik. Salah satu unsur yang paling penting bagi tubuh adalah darah yang berfungsi untuk mengedarkan semua oksigen dari jantung ke semua organ tubuh. Ketika tubuh Anda kekurangan beberapa unsur seperti sel darah merah maka Anda memiliki resiko tinggi terkena anemia. Anemia tidak hanya muncul pada wanita hamil atau wanita yang sedang datang bulan, tapi juga untuk semua orang termasuk anak-anak. Cara untuk mencegah anemia adalah menjaga agar tubuh memiliki sel darah merah yang cukup sehingga hemoglobin dalam tubuh juga penuh. (baca: tanda tanda anemia – ciri ciri anemia – penyebab anemia)

Hal paling penting dan mudah yang bisa Anda lakukan adalah mencoba untuk mendapatkan nutrisi yang tepat. Berikut ini adalah daftar sayuran penambah darah yang paling cepat dan bisa dikonsumsi sehari-hari.

  1. Bit

Bit menjadi jenis sayuran yang mengandung zat besi cukup tinggi. Ada sekitar 1.1 mg zat besi yang ditemukan dalam setiap potong kecil bit segar. Zat besi dalam sayuran ini sangat baik untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin sehingga sel darah merah juga akan meningkat. Bit juga sangat baik untuk merangsang fungsi sel darah merah sehingga tubuh Anda mendapatkan kadar oksigen yang penuh. Untuk perawatan maka konsumsi bit bisa dilakukan selama 15 sampai 20 hari berturut-turut, namun untuk penderita diabetes maka harus selalu memeriksa kadar gula darah karena sayuran ini bisa menyebabkan penurunan kadar gula darah yang cepat.

Cara konsumsi: campurkan bit saat membuat jus atau salad dengan beberapa bahan seperti jambu merah, apel, wortel, paprika dan tomat.

Informasi penyakit diabetes:

  1. Bayam

Bayam memang lebih terkenal dari sayuran bit untuk membantu semua penderita anemia. Sayuran hijau bayam mengandung beberapa nutrisi penting seperti zat besi, serat, beta karoten, vitamin E, vitamin C, vitamin B9 dan vitamin E. Secara umum maka sayuran bayam bisa membantu mengatur kesehatan dengan baik termasuk untuk meningkatkan hemoglobin. Dalam setiap 50 gram bayam ditemukan sebanyak 3,2 mg zat besi yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh sekitar 20 persen. Jadi sayur bayam bisa dikonsumsi setiap hari tanpa masalah, kecuali untuk orang dengan penyakit asam urat tinggi.

Cara konsumsi: Anda bisa mencampur bayam dengan jenis sayuran lain seperti brokoli, kembang kol, kale dan selada. Untuk mendapatkan kandungan zat besi terbaik maka sayur bayam bisa dikonsumsi ketika sudah dimasak.

Baca: bayam bagi penderita asam urat – bahaya sayur bayam yang dihangatkan – makanan yang mengandung zeaxanthin dan lutein

  1. Tomat

Tomat termasuk salah satu sayuran yang mengandung vitamin C tinggi dan juga likopen. Vitamin C dan likopen akan bekerjasama untuk membantu tubuh menyerap zat besi dengan baik. Beta karoten dan vitamin C dalam tomat juga bisa membantu tubuh menjadi lebih sehat karena fungsinya yang meningkatkan enzim dalam metabolisme. Untuk melawan anemia maka Anda bisa mencoba minum jus tomat setiap hari atau makan tomat segar. Sementara mengkonsumsi tomat yang sudah dimasak juga bisa membuat penyerapan zat besi dalam tubuh menjadi lebih sempurna. (baca: kandungan gizi tomat)

  1. Kedelai

Kedelai adalah salah satu jenis kacang yang mengandung zat besi dan vitamin yang lengkap. Namun kedelai juga mengandung asam fitat yang bisa mengurangi proses penyerapan zat besi paling baik untuk tubuh. Keuntungan lain mengkonsumsi kedelai adalah bahwa sayuran ini mengandung lemak yang rendah dan protein yang tinggi. Protein menjadi unsur yang sangat penting untuk melawan anemia karena meningkatkan energi tubuh. Jadi mengkonsumsi kedelai bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat ketika Anda sedang merasa lemah dan kekurangan energi.

Cara konsumsi: untuk mengurangi kadar asam fitrat dalam kedelai maka sebaiknya kedelai direndam dalam air hangat selama 24 jam. Kemudian kedelai baru bisa direbus hingga matang dan berikan beberapa bumbu tambahan. Tempe dan tahu menjadi produk olahan kedelai yang sangat baik untuk anemia.

Baca: akibat kekurangan besi dan magnesium – cara meningkatkan hb – penyebab hb rendah

  1. Brussel sprout

Brussel sprout adalah salah satu jenis kubis dengan bentuk seperti kubis putih biasa namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Sayuran ini bisa menyediakan berbagai keuntungan untuk tubuh seperti antioksidan yang bisa melawan kanker, asam folat, serat dan vitamin yang lengkap. Kubis ini juga mengandung zat besi yang bisa mengatasi berbagai gejala anemia termasuk kelelahan, lesu, tidak nafsu makan dan kehilangan energi. Dalam setiap setengah cangkir kubis brussel mengandung sebanyak 0.9 mg zat besi. Jumlah ini bisa memenuhi setidaknya 5 persen kebutuhan zat besi untuk tubuh. Kubis bisa dikonsumsi menjadi sayuran matang bersama jenis sayuran lain seperti brokoli dan kembang kol.

Baca: makanan yang mengandung zat besi super tinggi – akibat kekurangan dan kelebihan zat besi

  1. Kacang polong

Kacang polong menjadi jenis kacang yang bisa memberi manfaat untuk tubuh seperti jenis sayuran hijau. Kacang polong mengandung serat dan zat besi yang sangat sehat untuk tubuh. Kacang polong bisa dikonsumsi dengan jenis sayuran lain dan ketika dimasak bisa memberikan rasa manis alami namun sangat baik untuk penderita diabetes. Dalam setiap  setengah cangkir kacang polong mengandung 1,2 mg zat besi dan manfaatnya akan lebih terasa ketika sudah dimasak. Anda bisa mencampurkan kacang polong dengan sup sayuran lain seperti kubis dan wortel.

  1. Kubis

Masalah anemia paling sering terjadi pada orang yang sedang diet, karena mereka membatasi nutrisi tertentu dalam tubuh. Untuk mengatasi masalah ini maka Anda bisa mencoba mengkonsumsi kubis. Kubis mengandung zat besi yang cukup tinggi tapi tidak mengandung banyak kalori. Kubis bahkan bisa mencukupi kebutuhan zat besi baik dikonsumsi segar atau sudah dimasak. Anda bisa menumis kubis dengan jenis sayuran lain seperti kale atau brokoli. Dalam setiap 100 gram kubis mengandung setidaknya 1,1 mg zat besi. Kubis juga termasuk makanan penurun berat badan dan sayuran untuk diabates.

  1. Sayuran thyme kering

Jika Anda tidak suka mengkonsumsi sayuran hijau segar maka Anda bisa mencoba mengkonsumsi daun thyme kering. Thyme kering memiliki rasa yang unik namun juga kaya dengan zat besi. Bahkan thyme kering bisa membantu tubuh mengatasi lelah dengan cepat akibat penurunan hemoglobin dalam tubuh. Daun thyme kering juga mengandung kalori yang rendah sehingga bisa membantu program diet Anda. Jadi pertimbangkan daun thyme kering yang bisa dimasukkan dalam beberapa menu seperti sup atau salad. Setiap satu sendok teh daun thyme kering sudah mengandung 1,2 mg zat besi.

Manfaat lain thyme:

  1. Kentang

Kentang dikenal sebagai sayuran yang bisa membantu perut merasa lebih kenyang. Kentang juga dikenal sebagai sayuran pengganti nasi termasuk untuk orang yang melakukan diet vegetarian. Kentang mengandung vitamin C yang bisa membantu penyerapan zat besi menjadi lebih cepat. Jika kentang dikonsumsi dengan berbagai jenis sayuran hijau seperti brokoli dan bayam maka tubuh Anda juga lebih cepat segar. Dalam setiap kentang berukuran sedang mengandung 3,2 mg zat besi.

  1. Brokoli

Brokoli menjadi sayuran hijau yang mengandung zat besi tinggi sehingga sangat baik sebagai sayuran penambah darah. Brokoli juga bisa membantu penyerapan zat besi menjadi lebih cepat sehingga sangat baik dikonsumsi saat sedang sakit. Selain itu brokoli mengandung vitamin C yang bisa membantu tubuh menyerap zat besi menjadi lebih cepat. Jika Anda sedang diet maka brokoli bisa membantu tubuh Anda agar tidak terkena anemia akibat kekurangan kalori. Setiap 50 gram brokoli mengandung setidaknya 0,3 gram zat besi. (baca: brokoli untuk penderita asam urat)

  1. Kacang hitam

Kacang hitam merupakan salah satu jenis kacang yang mengandung zat besi, protein dan serat yang sangat tinggi. Kacang hitam juga bisa membantu tubuh menyerap zat besi lebih cepat karena mudah diserap dalam sistem pencernaan. Kacang hitam bisa dikonsumsi dengan jenis sayuran lain termasuk untuk sup sayuran wortel, brokoli, kubis dan kentang. Rasa kacang hitam menjadi lebih manis dan enak ketika sudah dimasak dengan baik. Untuk menghilangkan racun dalam kacang hitam sebaiknya kacang hitam direndam selama 24 jam sebelum dimasak. Anda bisa mendapatkan sumbangan zat besi dengan mengkonsumsi 1 cangkir kecil kacang hitam yang sudah direbus, karena didalamnya mengandung 3,6 zat besi. (baca: makanan yang mengandung estrogen)

  1. Kacang lima

Kacang lima menjadi jenis kacang yang terkadang sulit ditemukan di sekitar kita. Ini termasuk salah satu jenis kacang pertama  yang dikonsumsi oleh nenek moyang. Kacang lima bisa menjadi makanan yang dikonsumsi setiap hari karena mengandung zat besi yang cukup tinggi. Bahkan dalam setiap 1 cangkir kecil kacang lima mengandung setidaknya 4,5 mg zat besi, dengan syarat kacang lima harus sudah dimasak. Campurkan dengan beberapa jenis rempah seperti lada hitam dan jahe untuk memasak kacang hitam. Kacang lima menjadi makanan yang mengandung serat tinggi dan juga makanan pencegahan usus buntu kambuh.

  1. Arugula

Arugula merupakan salah satu jenis sayuran dengan bentuk yang mirip dengan kale dan bayam, namun memiliki bentuk daun yang lebih besar dan tegas. Arugula bisa membantu meningkatkan zat besi dalam tubuh namun tidak menyumbangkan banyak kalori. Konsumsi arugula bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat karena sayuran ini juga mengandung vitamin C. Arugula bisa dikonsumsi bersama sayuran lain seperti bayam, kale dan brokoli. Konsumsi arugula yang sudah dimasak bisa membantu tubuh Anda mendapatkan setidaknya 0,5 mg zat besi.

Pada dasarnya sayuran penambah darah terdiri dari sayuran yang mengandung zat besi tinggi, sayuran dengan asam folat tinggi, dan sayuran yang mengandung vitamin B12 tinggi. Meskipun sayuran hijau dianggap sebagai sayuran yang bisa membantu mengatasi anemia, namun Anda juga bisa menikmati jenis sayuran lain termasuk kacang-kacangan. Jadi pertimbangkan untuk memasukkan beberapa jenis sayuran diatas sebagai menu diet atau untuk mengatasi anemia.

You may also like