8 Cara Meningkatkan HB secara Alami dan Cepat

24177

Hemoglobin atau yang sering disingkat dan disebut dengan HB adalah suatu bentuk protein yang terdapat di dalam sel darah merah dan merupakan komponen pigmen yang memiliki kandungan yang kaya akan zat besi. Fungsi utama dari hemoglobin adalah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru dan disebarkan ke seluruh tubuh. Fungsi lainnya adalah untuk membawa karbondioksida ke paru-paru. Selanjutnya oleh paru-paru karbondioksida akan dikeluarkan dari tubuh.

Kadar hemoglobin seseorang dapat diukur melalui pengambilan sampel darah dari tubuh orang tersebut. Dalam pengukuran kadar hemoglobin tersebut digunakan sebuah mesin yang dapat mendefinisikan kadar hemoglobin dalam darah dalam satuan gram darah per 100 ml darah. Adapun kadar hemoglobin yang normal pada setiap orang bisa berbeda. Kadar hemoglobin yang normal didasarkan pada jenis kelamin, usia, dan juga kondisi. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Laki-laki dewasa memiliki kadar HB normal sebesar 14-18
  • Wanita dewasa memiliki kadar HB normal sebesar 12-16
  • Wanita hamil memiliki kadar HB normal sebesar 11-12
  • Pria paruh baya memiliki kadar HB normal sebesar 12,5-15
  • Wanita paruh baya memiliki kadar HB normal sebesar 11,5-14
  • Bayi yang baru lahir memiliki kadar HB normal sebesar 11-14
  • Anak-anak memiliki kadar HB normal sebesar 11-16

Kadar hemoglobin yang kurang dari taraf normal dapat menimbulkan berbagai gejala yang bisa mengganggu aktivitas harian. Karena itu, apabila Anda memiliki kadar HB yang rendah maka ada baiknya segera melakukan pemeriksaan diri dan juga melakukan beberapa metode berikut ini sebagai upaya untuk cara meningkatkan HB dalam darah.

1. Mengkonsumsi Makanan yang Kaya akan Kandungan Zat Besi

Zat besi merupakan komponen utama untuk membentuk hemoglobin. Maka tidak salah jika rendahnya tingkat HB sering dihubungkan dengan kurangnya asupan nutrisi yang mengandung zat besi. Karena itu, untuk meningkatkan jumlah HB dalam darah kita, salah satu metode yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung zat besi super tinggi.

2. Tingkatkan Asupan Vitamin C

Selama ini vitamin C selalu diidentikkan dengan tingkat imunitas di tubuh kita. Namun, manfaat vitamin C ternyata tidak hanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh saja. Vitamin C merupakan salah satu komponen penting yang bertugas memfasilitasi penyerapan zat besi di dalam tubuh kita. Karena itu, imbangilah asupan makanan yang mengandung zat besi dengan mengkonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin C paling tinggi pula agar penyerapan zat besi juga lebih optimal.

3. Konsumsi Makanan yang Kaya akan Asam Folat

Bukan hanya zat besi dan juga vitamin C saja yang berperan penting dalam proses peningkatan HB. Asam folat juga memegang peranan yang cukup vital dalam proses peningkatan HB. HB akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Komponen yang berperan penting di dalam pembentukan sel darah merah adalah asam folat. Untuk itu, konsumsilah makanan yang mengandung asam folat super tinggi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah di dalam tubuh Anda.

Baca juga : Efek Kelebihan Asam Folat Bagi Tubuh

4. Mengkonsumsi Gandum Utuh\

Salah satu asupan yang mengandung banyak zat besi adalah gandum utuh. Beberapa jenis makanan seperti bubur serealia, pasta, dan roti yang terbuat dari gandum utuh sangat kaya akan zat besi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, zat besi memiliki peranan besar sebagai komponen yang membentuk hemoglobin. Jika ingin mengkonsumsi roti, maka pilihlah roti yang berasal dari gandum utuh. Hindarilah jenis roti tawar putih, serealia putih, serta pasta putih. Ketiga jenis makanan tersebut telah melalui proses pengolahan yang membuatnya kehilangan kandungan nutrisi dalam jumlah yang cukup besar. Ketiga jenis makanan tersebut biasanya hanya dipenuhi oleh kandungan karbohidrat atau gula yang relatif tinggi sehingga akan meningkatkan kalori dalam tubuh.

Artikel terkait : Makanan Yang Mengandung Kalori Tinggi

5. Hindari Makanan yang Dapat Memblokir Zat Besi

Meski jarang diperhatikan, namun ada beberapa jenis makanan yang berpotensi melakukan pemblokiran sehingga menghalangi tubuh untuk menyerap zat besi yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa jenis makanan yang dapat memblokir zat besi tersebut adalah peterseli, kopi, susu, teh, minuman bersoda, obat antasid, serta makanan yang kaya akan serat alami dan produk olahan dan juga kalsium.

6. Konsumsi Gluten dalam Jumlah yang Sedikit

Gluten merupakan jenis protein yang bisa diperoleh dari gandum. Beberapa orang menderita gangguan kesehatan yang disebut dengan enteropati sensitif-gluten. Seseorang yang memiliki gangguan kesehatan semacam itu akan mengalami kondisi di mana lapisan usus kecil dalam tubuhnya akan rusak ketika mengkonsumsi gluten. Akibatnya, penyerapan nutrisi seperti kalsium, lemak, asam folat dan zat besi akan terhambat.

7. Melakukan Pengobatan secara Alami

Untuk melakukan pengobatan secara alami, terlebih dahulu Anda bisa berkonsultasi dengan dokter apakah jenis obat-obatan yang hendak Anda konsumsi aman dan terpercaya. Ada beberapa metode yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan HB melalui pengobatan secara alami, di antaranya:

  • Menggunakan Suplemen Withania (herba India).

Jenis obat herbal ini sering digunakan untuk mengobati anemia di negara India. Menurut penelitian, orang-orang yang menderita anemia terbukti mampu meningkatkan jumlah sel darah merah dan juga hemoglobin di tubuhnya dengan mengkonsumsi withania.

  • Konsumsi Daun Jelatang

Daun jelatang merupakan salah satu jenis ramuan herbal yang sering digunakan untuk mengobati radang sendi (artritis). Selain mengobati radang persendian, daun jelatang juga bisa meningkatkan HB di dalam tubuh karena mengandung zat besi yang cukup tinggi. Jenis obat herbal ini biasanya bisa dijumpai dalam bentuk suplemen seperti kapsul, minyak, atau dalam bentuk teh. Untuk mendapatkannya Anda bisa membelinya di toko-toko vitamin atau melalui penjualan online.

  • Konsumsi Chitosan

Chitosan merupakan salah satu jenis obat herbal yang berasal dari China. Menurut penelitian, seseorang yang menderita gagal ginjal dan mengkonsumsi 45 mg chitosan menunjukkan kadar kolesterol yang menurun diikuti dengan peningkatan jumlah HB dalam tubuhnya. Untuk memperoleh chitosan Anda bisa membelinya di toko-toko suplemen vitamin khusus. Dalam bahasa Inggris, obat herbal ini sering dibaca dengan kait-oh-sen.

Artikel terkait : Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8. Melakukan Pertolongan Medis untuk Menangani HB Rendah

Jika HB berada dalam tingkat yang sangat rendah, maka ada baiknya Anda melakukan pengobatan secara medis. Beberapa langkah pengobatan secara medis untuk menangani HB rendah di antaranya:

  • Konsumsi Suplemen Tertentu

Sebelum mengkonsumsi berbagai jenis suplemen yang dapat meningkatkan HB dan juga jumlah sel darah merah dalam tubuh, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh pengarahan yang mampu meyakinkan Anda. Biasanya, dokter akan menyarankan beberapa jenis suplemen yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan jumlah HB dalam darah, seperti suplemen zat besi, suplemen asam folat, suplemen B6, suplemen B12, dan suplemen vitamin C.

Artikel terkait : Makanan Yang Mengandung Vitamin B12 Tinggi

  • Penyuntikan Eritropoietin

Eritroporietin merupakan hormon yang diproduksi oleh organ ginjal yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah oleh sumsum tulang belakang. Meskipun tergolong jarang, melakukan penyuntikan eritropoietin bisa Anda konsultasikan dengan dokter sebagai salah satu metode untuk menangani jumlah sel darah merah yang rendah di dalam tubuh.

  • Melakukan Transfusi

Jika HB di dalam tubuh sangat rendah, maka tidak jarang dokter akan menyarankan untuk melakukan transfusi darah agar jumlah darah di tubuh meningkat. Sebelum melakukan transfusi, biasanya dokter akan pengecekan terhadap kesehatan pasien dan juga mengambil tindakan pencegahan untuk keselamatan dengan melakukan pengujian terhadap darah yang akan ditransfusikan.

Gejala Hemoglobin (HB) Rendah

Jika HB di dalam tubuh memiliki kadar yang kurang dari angka yang sudah dijelaskan di atas, maka hal tersebut bisa berakibat fatal bagi kesehatan. Kekurangan HB juga biasa disebut dengan anemia. Kebanyakan kasus menunjukkan seseorang yang memiliki HB rendah atau terkena anemia seringkali tidak menyadari mengenai kondisi kesehatannya. Kebanyakan menganggap bahwa tubuhnya hanya terlalu lelah oleh aktivitas harian. Namun, apabila Anda mengalami beberapa tanda berikut ini maka ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan medis karena bisa jadi Anda mengalami anemia atau hemoglobin yang rendah.

1. Kelopak Mata Pucat

Untuk mendeteksi penyakit anemia atau hemoglobin rendah Anda dapat dilihat dari kelopak mata. Jika kelopak mata pucat maka bisa jadi kekurangan hemoglobin. Renggangkan bagian kelopak mata, kemudian perhatikan bagian bawah mata. Jika berwarna pucat maka bisa jadi Anda terkena anemia.

Baca juga : Penyebab Mata Putih Berwarna Kuning

2. Mudah Lelah

Jika selama satu bulan atau lebih Anda merasa sering kelelahan ketika melakukan aktivitas maka sebaiknya waspada. Harus curiga apabila aktivitas yang Anda lakukan relatif tidak begitu berat namun kelelahan cepat menyerang tubuh. Seseorang yang memiliki kadar HB rendah akan mengalami kondisi mudah lelah karena suplai oksigen ke seluruh tubuhnya kurang. HB bertugas untuk menyebar oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadar HB rendah maka penyebaran oksigen ke seluruh tubuh juga kurang optimal sehingga tubuh menjadi cepat lelah.

Baca juga : Cepat Lelah dan Jantung Berdebar

3. Sakit Kepala

Sakit kepala menjadi gejala umum yang menyertai hemoglobin rendah. Biasanya kepala terasa pusing dan terasa berputar-putar. Hal tersebut merupakan dampak dari kurangnya suplai oksigen ke otak. Oksigen merupakan komponen penting untuk kinerja otak. Saat HB rendah, suplai oksigen ke otak juga akan berkurang sehingga kepala akan terasa pusing.

4. Ujung Jari Pucat

Seseorang yang memiliki kadar HB normal akan memiliki ujung jari berwarna merah ketika ditekan. Namun, jika Anda menekan ujung jari Anda dan ternyata berwarna pucat maka bisa jadi hal tersebut adalah tanda hemoglobin rendah. Dalam keadaan tertentu biasanya kuku-kuku juga menjadi berubah bentuk. Biasanya dunia medis menyatakannya sebagai kuku sendok karena bentuknya yang cekung. Kondisi semacam itu terjadi karena tubuh kekurangan zat besi sehingga salah satunya berdampak pada bentuk kuku.

5. Sesak Napas

Kondisi tersebut lagi-lagi disebabkan oleh suplai oksigen yang kurang ke tubuh penderita anemia. Jumlah darah yang rendah di dalam tubuh sekaligus akan menurunkan tingkat oksigen di dalam tubuh. Karena itulah penderita anemia atau hemoglobin rendah sering mengalami sesak napas. Bahkan aktivitas harian seperti berjalan bisa menjadi kendala bagi penderita anemia.

Artikel terkait : Penyebab Dada Sesak Nafas

6. Denyut Jantung Tidak Teratur

Kekurangan darah dan juga kekurangan hemoglobin membuat denyut jantung menjadi lebih cepat. Palpitasi merupakan istilah medis untuk menyatakan kondisi tersebut. Ketika beraktivitas, suplai oksigen yang kurang ke seluruh tubuh membuat jantung bekerja lebih keras untuk menyebarkan darah dan juga oksigen yang jumlahnya sedikit. Karena itulah penderita anemia sering mengalami jantung berdebar tidak beraturan dan relatif cepat.

7. Wajah Pucat

Kekurangan darah akan membuat wajah penderita anemia terlihat pucat. Kulit biasanya juga akan berwarna putih kekuningan.

8. Rambut Rontok

Kondisi tersebut merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan karena kulit kepala dan juga rambut tidak mendapatkan suplai nutrisi yang cukup. Nutrisi bisa mencapai kulit kepala dan juga rambut melalui peredaran darah. Sayangnya, akibat jumlah darah tidak normal (kurang), maka suplai nutrisi dan juga oksigen ke bagian rambut dan kulit kepala menjadi terganggu dan timbullah kerontokan.

Artikel terkait :

9. Kekebalan Tubuh Menurun

Penderita hemoglobin rendah akan mengalami kondisi di mana tubuhnya cepat merasakan kelelahan. Akibat dari kondisi seperti itu, tubuh penderita anemia akan mudah sakit dan terserang infeksi.

Itulah beberapa gejala yang memperlihatkan tubuh memiliki kadar HB yang rendah. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri agar memperoleh penanganan medis yang tepat.

Penyebab HB Rendah

Pada penjelasan di atas telah dipaparkan mengenai gejala-gejala yang ditunjukkan tubuh saat mengalami kondisi kekurangan darah atau hemoglobin. Hemoglobin rendah atau anemia dapat dipicu oleh berbagai faktor, diantaranya sebagai berikut :

  • Kekurangan gizi menyebabkan tubuh kekurangan asupan vitamin, terutama vitamin B12 atau zat besi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk sel darah merah. Kekurangan nutrisi tersebut menyebabkan pembentukan sel darah merah tidak optimal sehingga hemoglobin dan jumlah darah menjadi rendah. Kebanyakan kasus juga menunjukkan wanita hamil lebih rentan mengalami kondisi HB rendah yang diakibatkan kekurangan nutrisi bagi pembentukan HB, seperti asam folat, suplemen vitamin, dan juga mineral.
  • Defisiensi zat besi merupakan kondisi ketika seseorang kurang mengkonsumsi berbagai jenis asupan yang mengandung zat besi. Zat besi merupakan komponen paling penting yang digunakan dalam pembentukan hemoglobin. Kekurangan zat besi sudah tentu akan mempengaruhi pembentukan HB di dalam tubuh, yakni kadar HB yang rendah di dalam tubuh.
  • Terjadi pendarahan berlebih. Kondisi seperti itu sangat mungkin dialami oleh seseorang dalam situasi khusus, seperti pendarahan akibat wasir, pendarahan saat melahirkan, pendarahan berlebih saat menstruasi, kecelakaan, dan kondisi lainnya yang memicu terjadinya pendarahan. Keadaan seperti itu akan menyebabkan jumlah darah di dalam tubuh berkurang drastis hingga memicu HB rendah.
  • Ketidakseimbangan hormon juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan HB rendah.
  • Kerusakan sel darah merah. Kondisi tersebut paling sering dialami oleh penderita gangguan limpa ataupun anemia pernisiosa. Penderita gangguan kesehatan seperti itu akan mengalami kerusakan sel sarah merah yang tidak semestinya. Hal tersebut akan menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah dan memicu menurunnya kadar HB.
  • Menderita penyakit tertentu seperti infeksi ginjal jangka panjang, kanker, infeksi usus tertentu, dan juga kelainan autoimun juga akan mempengaruhi jumlah sel darah merah di dalam tubuh.
  • Dampak obat-obatan seperti obat-obatan saat kemoterapi atau pada masa radiasi untuk pengobatan kanker.

Makanan yang Dapat Meningkatkan HB

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan HB adalah dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak zat besi, vitamin C, dan asam folat. Zat besi berperan besar dalam proses pembentukan HB. Vitamin C memegang peranan utama untuk memfasilitasi penyerapan zat besi di dalam tubuh. Sedangkan asam folat merupakan komponen penting untuk membentuk sel darah merah.

1. Makanan yang Kaya akan Kandungan Zat Besi

Jenis makanan yang dapat meningkatkan HB yang pertama adalah makanan yang kaya akan kandungan zat besi. Adapun beberapa jenis makanan yang kaya akan zat besi adalah:

  • Hati ayam, mengandung 9 mg zat besi pada setiap 100 gram hati ayam.
  • Tiram, dalam satu tiram berukuran sedang terkandung 3 sampai 5 mg zat besi.
  • Dada ayam, dalam 100 gram dada ayam terkandung sekitar 1 mg zat besi.
  • Biji labu, dalam 100 gram biji labu terkandung zat besi sebanyak 15 mg. Dengan kata lain, mengkonsumsi 100 gram biji labu setiap hari mampu memenuhi 83% kebutuhan zat besi harian Anda.
  • Bayam merupakan sayuran dengan kandungan zat besi tertinggi di antara sayuran lainnya.
  • Coklat hitam, dalam coklat hitam (setidaknya 80%) terkandung zat besi sebanyak 15 mg.
  • Tahu, dalam 100 gram tahu terkandung 5 mg zat besi.

Baca juga : Bahaya Sayur Bayam yang Dihangatkan

2. Makanan yang Kaya akan Kandungan Vitamin C

Untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuh, asupan vitamin C merupakan hal yang harus dipenuhi. Vitamin C memegang peranan penting sebagai fasilitator yang membantu penyerapan zat besi dalam tubuh kita. Berikut ini beberapa makanan yang mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi.

  • Jeruk merupakan buah yang sangat tinggi kandungan vitamin C. Dalam buah jeruk, terdapat 50 sampai 70 mg vitamin C, setara dengan kebutuhan vitamin C harian.
  • Apel, dalam 100 gram apel terkandung 5 mg vitamin C.
  • Buah delima mampu memenuhi 40% kebutuhan vitamin C harian. Selain mengandung vitamin C, buah delima juga kaya akan kandungan asam folat yang membantu pembentukan sel darah merah.
  • Buah kiwi mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi. Buah kiwi mengandung jumlah vitamin C dua kali lebih banyak dibandingkan dalam buah jeruk dalam berat yang sama.
  • Anggur, dalam 100 gram anggur terdapat kandungan vitamin C sebanyak 10,8 mg.
  • Strawberry juga mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi. Dalam satu porsi stroberi sebanyak 147 gram terkandung vitamin C sebanyak 86,5 mg.
  • Pepaya, tidak hanya kaya akan kandungan vitamin C saja. Pepaya juga memiliki kandungan asam folat yang cukup tinggi. Dalam 150 gram buah pepaya, terkandung vitamin C sebanyak 90 mg.
  • Mangga, dalam satu buah mangga terkandung sekitar 60 mg vitamin C.

Selain beberapa jenis buah tersebut, masih banyak buah-buahan lain yang mengandung banyak vitamin C, seperti sirsak, blewah, tomat, alpukat, dan buah-buahan lainnya.

Artikel terkait : Buah Yang Mengandung Vitamin C Tinggi

3. Makanan yang Kaya akan Kandungan Asam Folat

Selain zat besi dan vitamin C, meningkatkan HB di dalam tubuh juga dapat diimbangi dengan peningkatan asupan makanan yang kaya akan kandungan asam folat. Adapun beberapa jenis makanan yang mengandung banyak asam folat adalah:

  • Sayuran berdaun hijau tua seperti bayam, sawi hijau, kale, serta selada. Dalam satu cangkir bayam terkandung asam folat sebanyak 263 mcg atau sebanyak 65% kebutuhan asam folat harian Anda.
  • Asparagus. Mengkonsumsi satu cangkir rebusan asparagus ternyata mampu memenuhi 65% kebutuhan asam folat harian. Dalam satu cangkir rebusan asparagus mengandung asam folat sebanyak 262 mcg.
  • Kacang-kacangan mengandung banyak asam folat. Buncis, kacang polong, kacang pinto, kacang lima, kacang hijau, dan kacang merah mengandung asam folat yang cukup tinggi. Bahkan mengkonsumsi sejumlah kecil kacang-kacangan tersebut sudah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan asam folat harian Anda.

Itulah beberapa makanan yang mengandung banyak asam folat. Selain beberapa jenis makanan yang sudah disebutkan di atas, beberapa jenis makanan lain juga mengandung banyak asam folat, seperti brokoli, jeruk, alpukat, kecambah, biji-bijian, bit, labu, jagung, tomat, dan wortel. Mengkonsumsi nutrisi secara teratur dan cukup akan mencegah tubuh kekurangan hemoglobin dan juga sel darah merah.