Gejala Anemia

Anemia adalah salah satu gangguan umum yang bisa terjadi pada anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Bahkan wanita hamil memiliki potensi yang lebih besar untuk terkena anemia. Anemia adalah sebuah keadaan dimana dalam tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup dan bisa membawa oksigen ke semua bagian tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah dan terlihat tidak bersemangat. Anemia bisa terjadi karena kehilangan darah atau kondisi kesehatan khusus yang menyebabkan tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah yang mencukupi sesuai kebutuhan tubuh.

Tipe Anemia

Anemia memang menunjukkan kondisi kesehatan yang serius karena tubuh tidak memiliki jumlah sel darah yang cukup untuk membawa oksigen ke semua bagian tubuh. Berikut ini adalah beberapa jenis anemia yang dikategorikan berdasarkan penyebabnya.


1. Anemia Karena Kekurangan Zat Besi

Anemia juga bisa terjadi jika tubuh kekurangan zat besi. Zat besi dibutuhkan oleh tubuh sum-sum tulang belakang untuk memproduksi sel darah merah atau hemoglobin. Jika sum-sum tulang belakang tidak bisa mendapatkan zat besi maka produksi sel-sel darah merah juga akan terus menurun. Hal ini menyebabkan anemia dengan berbagai kondisi dari ringan hingga parah.


2. Anemia Karena Kehilangan Darah

Anemia juga sering terjadi pada orang yang kehilangan darah dalam waktu yang cepat. Karena kondisi ini maka tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang tepat sehingga tubuh menjadi lebih lemah. Beberapa penyebab anemia ini adalah seperti wanita yang sedang mengalami menstruasi, kecelakaan yang menyebabkan pendarahan, maag, polip, kanker yang menyebabkan pendarahan dan konsumsi obat penghilang rasa sakit.


3. Anemia karena Kekurangan Vitamin (Anemia Pernisiosa)

Anemia juga bisa disebabkan karena kekurangan vitamin. Jenis vitamin yang membantu tubuh dalam memproduksi sel darah merah adalah vitamin B12. Orang yang menghindari berbagai jenis makanan sumber vitamin B12 sebagai alasan diet bisa mengalami anemia. Anemia pada tahap ini bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah. Orang yang mengalami resistensi atau penolakan terhadap vitamin B12 juga rentan terkena anemia ini


4. Anemia karena Penyakit Kronis

Penderita penyakit kronis seperti kanker, AIDS, jantung, gagal ginjal dan berbagai jenis penyakit karena peradangan bisa mengalami anemia. Anemia ini disebabkan karena tubuh tidak bisa memproduksi sel darah merah dengan jumlah sesuai kebutuhan tubuh.


5. Anemia Aplastik

Ini adalah salah satu jenis anemia yang paling langka di dunia. Penderita anemia aplastik ditemukan di dunia dengan jumlah yang sangat sedikit. Anemia ini disebabkan karena sum-sum tulang belakang tidak mampu memproduksi sel darah merah. Penyebab dasar dari anemia ini adalah pemakaian berbagai jenis obat-obatan untuk peradangan, infeksi yang menyerang bagian tubuh tertentu, jenis penyakit yang disebabkan karena gangguan sistem kekebalan tubuh, kanker darah dan mielofibrosis.


6. Anemia Hemolitik

Anemia ini disebabkan karena sel darah merah mengalami kehancuran dalam waktu yang sangat cepat bahkan ketika sum-sum tulang belakang belum bisa memproduksi sel darah merah. Orang yang memiliki berbagai jenis gangguan penyakit seperti kelainan darah memiliki potensi terkena anamia hemolitik.


7. Anemia Karena Sel Darah Merah Cacat

Jenis anemia ini biasanya didapatkan dari sel genetik yang diwariskan dari keluarga. Sel darah merah memiliki bentuk yang tidak sempurna serta umur yang sangat pendek. Masalah yang paling sering terjadi adalah sel darah merah akan mati sebelum waktunya sehingga sering menyebabkan tubuh mengalami kekurangan sel darah merah.


Gejala Anemia

Gejala anemia yang paling mudah dirasakan adalah mudah lelah dan gangguan pernafasan, secara fisik adalah terlihat pucat. Sel darah merah memiliki tugas untuk mengantarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yaitu berupa jenis protein berfungsi untuk mengambil oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Selain itu hemoglobin dalam sel darah merah juga mengangkut karbon dioksida sehingga kita bisa menghembuskan nafas. Jadi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah maka bisa menyebabkan tubuh terasa kurang sehat. Dibawah ini adalah beberapa gejala anemia yang paling mudah dikenali.


  1. Tubuh terasa lebih mudah cepat lelah dan seperti tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas.
  2. Tubuh akan lebih lemah dan bahkan penderita sering pingsan.
  3. Kulit dan warna putih pada bagian mata akan terlihat lebih pucat.
  4. Masalah denyut jantung biasanya denyut jantung akan menjadi lebih cepat.
  5. Gangguan pernafasan seperti sakit pada bagian dada dan sulit untuk bernafas.
  6. Sakit kepala yang terus menerus dan sering mengeluarkan keringat dingin.

Siapa Yang Memiliki Resiko Anemia?

Setiap orang memang bisa terkena anemia. Tapi hanya orang tertentu saja yang masuk dalam resiko tinggi. Berikut ini adalah beberapa jenis kelemahan yang menyebabkan seseorang bisa terkena anemia.

  1. Orang yang melakukan diet tinggi sehingga mengalami nutrisi tertentu yang menyebabkan tubuh terkena anemia. Makanan yang mengandung zat besi, asam folat dan vitamin B12 akan menghindarkan tubuh dari anemia.
  2. Orang yang pernah mengalami gangguan pada usus. Operasi pemotongan usus yang disebabkan karena peradangan akan mengurangi tingkat penyerapan nutrisi sehingga tubuh tidak mendapatkan asupan yang tepat.
  3. Wanita yang sedang menstruasi sangat rentan terhadap anemia. Saat menstruasi biasanya tubuh akan mengalami kekurangan sel darah merah sehingga tubuh menjadi lebih lemah. Mengkonsumsi suplemen tambahan bisa disarankan jika kondisinya sangat parah.
  4. Wanita hamil memiliki resiko anemis yang lebih besar. Wanita hamil membutuhkan zat besi, asama folat dan berbagai nutrisi lain yang jumlahnya lebih besar daripada wanita yang tidak hamil. Mencukupi semua kebutuhan ini akan menghindari anemia selama kehamilan.
  5. Orang yang sedang menderita penyakit tertentu seperti gagal ginjal, kelainan hati atau kanker. Kondisi penyakit ini menyebabkan sum-sum tulang belakang tidak bisa memproduksi sel darah merah.
  6. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan anemia juga termasuk dalam resiko tinggi. Jenis resiko yang disebabkan karena bentuk sel darah merah yang cacat memiliki resiko yang lebih tinggi.

Komplikasi Anemia

Anemia membutuhkan pengobatan dan perawatan yang lebih lanjut sehingga membuat tubuh menjadi lebih kuat. Tapi beberapa penderita memang tidak menyadari jika terkena anemia karena gejala yang sangat biasa. Dibawah ini adalah beberapa komplikasi yang muncul karena kondisi anemia yang tidak segera diobati.


  1. Anemia parah. Anemia yang parah akan menyebabkan penderita memiliki tubuh yang sangat lemah sehingga tidak bisa melakukan berbagai aktivitas. Penderita selalu merasa mengantuk sehingga tubuh akan semakin lemah dan mudah terserang penyakit.
  2. Kelainan jantung. Anemia bisa menyebabkan kelainan jantung karena kekurangan sel darah merah akan membuat jantung lebih cepat berdenyut dan jika terjadi terus menerus maka bisa menyebabkan kelainan pada jantung.
  3. Kematian. Kematian menjadi salah satu resiko yang paling berat dari kondisi anemia. Jenis anemia yang diturunkan dari keluarga sering menyebabkan kematian.

Tips Mencegah Anemia

Meskipun anemia bisa menyerang siapa saja, tapi kita bisa melakukan beberapa usaha untuk mencegah anemia. Berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah anemia.

  1. Konsumsi makanan yang mengandung zat besi, Makanan yang mengandung vitamin B12, Makanan yang mengandung asam folat, Makanan yang mengandung vitamin C dan nutrisi lain. Beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi adalah seperti sayuran hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, buah pisang, jeruk, susu, semua makanan yang dihasilkan dari kedelai dan berbagai buah-buahan.
  2. Konsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti hati sapi, hati ayam,daging merah tanpa lemak, dan semua jenis makanan dari laut.
  3. Menghindari anemia selama kehamilan harus dilakukan dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung asam folat tinggi dan berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, melon, kiwi, stroberi, dan semua jenis makanan yang terbuat dari kedelai.
  4. Untuk mengatasi masalah anemia pada anak-anak maka orang tua juga bisa memberikan makanan penuh nutrisi. Berbagai jenis bubur yang diperkaya dengan vitamin B juga bisa dijadikan asupan tambahan. Pemberikan susu sapi secara berlebihan justru tidak akan mengatasi anemia, sehingga bila anak-anak tidak alergi maka bisa diganti dengan yoghurt atau susu kedelai.

Gejala anemia mungkin berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya, namun anda harus memeriksakan ke dokter terkait jika anda mengalami salah satu atau dua gejala tersebut.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 03rd, June 2015 / 13:50 Oleh :
Kategori : Anemia