Home Penyakit dan KelainanUsus Buntu 13 Pencegahan Usus Buntu Kambuh Lagi

13 Pencegahan Usus Buntu Kambuh Lagi

by Tri Astuti

Usus buntu merupakan salah satu jenis organ tubuh yang paling dekat dengan bagian usus kecil. Usus buntu terhubung secara langsung dengan usus kecil yang berada di bagian perut sebelah kanan. Usus yang kecil ini biasanya akan berfungsi secara normal dan tidak akan menyebabkan masalah. Namun beberapa orang bisa terkena peradangan atau infeksi yang disebabkan oleh kotoran yang menumpuk. Jika kondisi ini sudah terjadi maka tindakan pengangkatan usus buntu sangat diperlukan. Jika terlambat perawatan medis bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah dan bahkan kematian. (baca : penyebab usus buntu kronis dan pecah)

Ada banyak orang yang bertanya, apakah usus buntu bisa dicegah? Sebenarnya dunia medis mengatakan jika usus buntu sebenarnya tidak bisa dicegah. Namun Anda bisa melakukan beberapa cara dibawah ini untuk menjaga kesehatan usus buntu dan mengurangi resiko terjadinya peradangan usus buntu.

  1. Makan Kacang Lima

Salah satu saran yang sangat penting untuk mencegah usus buntu adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Kacang lima bisa menjadi kacang yang dikonsumsi secara rutin untuk mencukupi kebutuhan serat harian. Kacang lima biasanya dimasak secara langsung atau menjadi camilan. Kandungan serat dalam kacang lima bisa menjadi sumber penting untuk melarutkan makanan dan sari makanan dalam usus. Dengan cara seperti ini maka usus buntu bisa terhindar dari infeksi dan peradangan. Tentu saja kacang lima juga bisa memberikan manfaat kesehatan lain seperti mengurangi resiko serangan jantung dan stroke serta menurunkan resiko diabetes.

  1. Makan Kacang Almond

Kacang almond bisa menjadi camilan yang sangat sehat untuk menjaga agar tidak terkena usus buntu. Kacang almond biasanya dicampurkan ke dalam kue dan atau diolah menjadi susu almond. Kacang almond mengandung bahan serat yang sangat tinggi dan sangat baik untuk membantu mengurangi penumpukan bahan makanan dalam usus. Hal ini juga sangat baik untuk usus buntu karena bisa terlindungi dari penumpukan kotoran yang menyebabkan infeksi. Anda bisa mencoba untuk makan kacang almond sebanyak 50 gram setiap hari.

  1. Makan Quinoa

Kebiasaan mengkonsumsi makanan pokok seperti nasi memang sulit untuk dihentikan. Namun untuk menjaga kesehatan usus maka Anda bisa mencoba untuk mengkonsumsi quinoa. Quinoa merupakan biji-bijian yang mengandung serat yang cukup tinggi. Sumber makanan ini bisa membuat usus dan organ pencernaan lain menjadi lebih sehat. Selain diperkaya dengan serat juga mengandung nutrisi lain seperti magnesium, vitamin B6, vitamin E, fosfor dan zat besi. Berbagai jenis kandungan nutrisi dalam quinoa ini bisa membuat organ pencernaan menjadi lebih sehat.

  1. Minum Air yang Cukup

Minum air akan membantu tubuh Anda agar tidak terkena dehidrasi. Untuk menjaga kesehatan usus maka Anda bisa mencoba untuk menakar berapa jumlah air yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh kita paling tidak membutuhkan sekitar 3 liter setiap hari. Air akan membantu membersihkan usus dan mendukung metabolisme tubuh. Air akan diserap oleh usus sehingga membantu membersihkan semua kotoran. Untuk mengatasi usus buntu maka disarankan untuk minum tiga gelas air hangat setiap hari. Pencegahan usus buntu ini sekaligus akan membantu menjaga kesehatan usus buntu. Selain itu Anda juga bisa menghindari efek kekurangan air putih bagi tubuh.

  1. Minum Air Jahe dan Kunyit

Minum rebusan air jahe dan kunyit juga bisa mencegah usus buntu. Cara ini bisa dilakukan untuk orang yang sudah terkena gejala usus buntu. Campuran jahe dan kunyit bisa membantu membersihkan usus dan mengurangi peradangan pada bagian usus buntu. Selain itu efek jahe juga sangat bagus untuk menghentikan pembengkakan pada usus sehingga bisa mengurangi resiko peradangan yang lebih buruk. Anda cukup membuat air yang direbus dengan jahe segar dan kunyit. Tambahkan madu agar rasanya semakin mantap.

  1. Minum Susu dan Fenugreek

Jika Anda sudah merasakan beberapa gejala usus buntu yang belum terlalu parah maka bisa mencoba untuk mencegah usus buntu dengan minum susu dan biji fenugreek. Kedua bahan ini mengandung bahan alami yang bisa membantu mengeluarkan nanah dan lendir pada bagian usus buntu. Bahkan bahan alami ini juga mengeluarkan semua kotoran sehingga usus buntu menjadi lebih bersih. Cara ini juga bisa dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan organ pencernaan seperti usus besar dan usus kecil. Caranya adalah campurkan beberapa biji fenugreek dengan susu murni yang dihangatkan.

  1. Mengkonsumsi Daun Kemangi

Untuk menjaga agar usus buntu selalu bersih dan sehat maka Anda bisa mencoba untuk makan daun kemangi. Daun kemangi membantu mengeluarkan cairan dan kotoran yang terjebak dalam usus buntu. Daun kemangi mengandung bahan minyak esensial alami yang bisa mengatasi peradangan pada bagian usus. Anda bisa mencoba untuk makan daun kemangi secara langsung atau makan daun kemangi sebagai lalapan.

  1. Jangan Terlalu Stres

Secara medis memang belum pernah terbukti bahwa stres bisa meningkatkan resiko usus buntu. Namun ada beberapa kasus yaitu ketika orang yang lebih sering stres juga sangat rentan terkena usus buntu. Untuk itu penting menjaga agar pikiran dan perasaan menjadi tidak terlalu tertekan. Ketika Anda setres maka organ pencernaan juga tidak bisa berfungsi dengan baik. Bahkan organ pencernaan Anda mungkin menjadi tidak terlalu normal. Usus buntu bisa mengalami peradangan akibat bagian usus kecil dan usus besar tidak berfungsi dengan baik. Karena itu penting untuk menghindari terlalu stres dan tertekan. (baca juga : cara mengatasi stress super ampuh)

  1. Mengkonsumsi Wortel

Apakah Anda suka makan wortel? Wortel bisa menjadi sayuran yang sangat penting untuk mencegah usus buntu. Wortel diperkaya dengan jenis serat larut dan serat tidak larut. Kandungan serat inilah yang akan mendorong agar usus bisa bekerja dengan normal. Ketika Anda makan serat yang lengkap maka usus bisa bekerja penuh untuk mengolah sari-sari makanan. Selain itu wortel juga mengandung beberapa nutrisi penting seperti lutein, zeaxanthin, vitamin A, vitamin C, magnesium, serat, fosfor, zat besi dan sumber nutrisi lain.

  1. Olahraga

Menjaga kebugaran tubuh menjadi sangat penting karena bisa menjaga kesehatan organ tubuh dibagian dalam dan luar. Termasuk ketika Anda olahraga maka bisa membantu menjaga organ usus, ginjal, jantung dan hati menjadi lebih sehat. Ada banyak gerakan yang dilakukan oleh tubuh maka tubuh Anda memiliki metabolisme yang baik. Usus Anda bisa menjadi lebih sehat karena juga berfungsi dengan baik. Dengan cara inilah maka usus buntu bisa dihindari. (baca : cara melakukan olahraga yang baik dan benar untuk tubuh)

  1. Makan Gandum

Gandum adalah salah satu jenis makanan pokok yang banyak mengandung serat. Untuk mencegah usus buntu maka Anda bisa mencoba untuk mengkonsumsi gandum. Anda bisa mencoba makan gandum murni seperti sereal gandum atau roti gandum. Kandungan serat sehat dalam gandum akan mendorong usus bisa bekerja secara normal dan tidak terlalu berat. Ketika usus bisa bekerja dengan baik maka tidak terjadi penumpukan sari makanan berlebihan. Bahkan usus buntu juga bisa terhindar dari peradangan dan infeksi.

  1. Mengetahui Gejala Usus Buntu

Usus buntu memang terletak dibagian dalam tubuh Anda. Tentu untuk mengetahui apakah kondisinya normal atau tidak hanya bisa dilakukan dengan mengamati gejala dan merasakan kondisi perut Anda. Untuk mencegah adanya komplikasi yang lebih serius maka penting untuk mengamati gejala yang muncul. Jika Anda merasa sakit pada bagian perut kanan mulai dari bagian pusar hingga perut bawah maka bisa menjadi indikasi usus buntu. Terlebih jika disertai dengan beberapa gejala seperti diare, mual, muntah dan kehilangan nafsu makan. Anak-anak dan bayi biasanya mengalami perut kembung dan terlihat bengkak. Jika sudah terjadi gejala ini sebaiknya segera menghubungi dokter.

Apa Gejala Usus Buntu?

  1. Gangguan pencernaan selama beberapa waktu seperti mual dan muntah.
  2. Rasa sakit yang berat pada bagian perut kanan bahkan terasa sangat nyeri ketika hanya disentuh.
  3. Rasa sakit perut yang bergerak dari bagian kanan, pusar lalu ke bagian bawah.
  4. Jika batuk , bersin atau bernafas maka akan terasa sangat sakit.
  5. Sering disertai dengan demam dan tidak bisa membuang gas.
  6. Perut terlihat bengkak dan sembelit.
  7. Biasanya sering disertai dengan kurang nafsu makan dan badan yang sangat lemah.

Cara Diagnosis Usus Buntu

Usus buntu tidakĀ  bisa diprediksi hanya dengan melihat gejala dan pemeriksaan fisik pada penderita. Dokter biasanya akan melakukan pemindaian dengan ronsen untuk mengetahui kondisi peradangan pada usus buntu. Pemeriksaan lain diperlukan seperti USG untuk mengetahui kondisi usus buntu yang mengalami peradangan. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui infeksi yang mungkin sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Cara Perawatan Usus Buntu

Usus buntu hanya bisa dirawat oleh dokter. Cara ini dilakukan untuk mengangkat usus buntu yang sudah mengalami peradangan. Tindakan pengangkatan usus buntu dilakukan dengan operasi bedah atau laparoskopi. Tindakan operasi akan dilakukan dengan bius total sehingga penderita bisa lebih nyaman. Masa pemulihan usus buntu membutuhkan waktu antara tiga hinggga lima hari. Kasus infeksi usus buntu setelah operasi harus dicegah dengan memberikan obat antibiotik.

Resiko Jika Usus Buntu tidak Diobati Segera

Banyak orang yang menunda perawatan usus buntu karena merasa usus buntu bisa dirawat dengan cara yang biasa. Padahal penyembuhan paling penting untuk usus buntu adalah segera mengangkat usus buntu itu sendiri dan membersihkan bagian usus dari infeksi. Usus buntu yang sudah mengalami infeksi dan tidak diangkat bisa pecah dalam waktu satu atau dua hari penuh. Jika usus buntu pecah maka peradangan dan infeksi bisa menyebar ke berbagai organ perut yang lain. Hal ini bisa menyebabkan perawatan yang lebih lama dan intensif. Resiko terburuknya adalah kematian.

Siapa yang Bisa Terkena Usus Buntu?

Pada dasarnya semua orang bisa terkena usus buntu, namun anak-anak yang berusia lebih dari dua tahun lebih rentan terkena usus buntu. Remaja berusia lebih dari 15 tahun dan orang dewasa dibawah 30 tahun juga sangat rentan. Tidak ada penyebab khusus yang lain namun berbagai kasus membuktikan jika laki-laki biasanya lebih berpotensi terkena usus buntu dibandingkan perempuan.

Jika sudah terjadi usus buntu maka tindakan untuk operasi memang sangat diperlukan. Langkah untuk menjaga kesehatan sangat penting untuk menurunkan resiko usus buntu. Karena itu penting untuk menerapkan beberapa pencegahanĀ usus buntu secara alami.

Baca juga :

You may also like