Home Penyakit dan KelainanAmenorea Amenorea – Jenis, Gejala, Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan

Amenorea – Jenis, Gejala, Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan

by Henny Anugerah

Amenorea adalah proses terhentinya atau tidak mengalami masa siklus menstruasi pada wanita yang dapat menimbulkan masalah pada kesehatan organ reproduksi. Kasus munculnya gejala amenorea seringkali menimpa wanita dengan usia yang sudah lanjut tetapi banyak pula yang menyerang wanita pada usia produktif. Amenorea Terbagi Menjadi 2 Bagian, Diantaranya: (Baca juga: obat sakit perut saat haidbahaya minum kopi pada saat haid)

1. Primer

Amenorea primer adalah kondisi dimana seorang wanita tidak mengalami menstruasi sama sekali selama hidupnya.

Penyebab:

  • Kelainan bawaan pada organ reproduksi adalah salah satu penyebab amenorea-primer dan sekunder yang umum diderita wanita yaitu tidak adanya rahim atau vagina secara normal.
  • Memiliki jaringan serviks yang terlampau sempit dan memiliki lubang yang hampir tertutup pada selaput penutup vagina (baca juga: cara menghindari stres)
  • Karena mengalami penurunan berat badan secara berlebihan akibat anoreksia nervosa , Masalah bulimia dan lain lain.
  • Kelainan kromosom sejak lahir yaitu hanya mempunyai satu kromosom X yang termasuk sindrome turner.
  • Akibat terserang hipoglikemia jangka panjang
  • Mengalami kondisi sindroma feminisasi testis
  • Karena hermafrodit sejati (Baca juga: penyakit kelamin)
  • Akibat kondisi berat badan diluar batas maksimal atau obesitas
  • Akibat kraniofaringioma, Tumbuhnya tumor di area ovarium atau adanya pergerakan sel tumor adrenal
  • Karena menderita hipotiroidiseme yang tak kunjung sembuh
  • Karena munculnya sindroma prader-willi (Baca Juga: Minuman Penambah Daya Tahan Tubuh)
  • Sindrome adrenogenital yang tidak segera diatasi secara medis
  • Memilki penyakit ovariumn polikista akut
  • Mengalami hiperplasia adrenal kongenital (Baca juga: cara menjaga kesehatan alat reproduksi wanita)

2. Sekunder

Amenore sekunder adalah kondisi dimana seorang wanita pernah mengalami menstruasi secara noirmal tetapi akhirnya berhenti selama 3 bulan, 6 bulan bahkan tidak lagi mengalami siklus menstruasi sebagaimana mestinya.

Penyebab:

  • Karena masa kehamilan yang menyebabkan perubahan hormon sehingga menstruasi terhenti akibat sel telur ada yang berhasil dibuahi (Baca Juga: makanan yang mengandung serat tinggi )
  • Kondisi psikologi yang labil yang mempengaruhi siklus haid itu sendiri
  • Karena memiliki berat badan yang rendah dan badan terlalu kurus
  • Akibat aktivitas olahraga yang terlalu berat, Tidak sesuai dengan kondisi tubuh serta berlewbihan
  • Mengalami perubahan hormon yang dipaksakan akibat penggunaan pil atau suntik KB (keluarga berencana)
  • Mengalami berat badan berlebih atau obesitas (Baca Juga: obat pencahar alami)
  • Kurangnya asupan gizi yang memadai dalam jngka panjang
  • Sedang memasuki atau telah menfgalami masa menopause
  • Kelainan endokrin atau sindrome cushing yang memicu peningkatan hormon kortisol oleh kelenjar adrenal
  • Mengkonsumsi obat obatan kemoterapi atau obat lain dari jenis sikoltasmid, Karena efek samping pil KB bagi wanita atau kontrasepsi jenis suntik KB dalam jangka panjang atau karena penggunaaan obta jenis Fenotiazid
  • Akibat kelainan orgam rahim (mola hidatidosa, Tumor pada permukaan atau didalam plasenta)
  • Sindromasherman contohnya munculnya jaringan parut pada permukaan dan lapisa rahim akibat tindakan pembersihan atau kuret, Akibat infeksi pada rahim atau karena pembedahan diorgan rahim yang mengalami perubahan bentuk dan peradngan akibat alat operasi yang kurang steril atau tidak sesuai dengan prosedur yang baik. (Baca juga: akibat kelebihan estrogen)

Gejala Munculnya Amenorea

  • Tidak mengalami proses pendewasaan melalui munculnya siklus haid untuk pertama kalinya yaitu pada usia 16 tahun (Baca Juga: efek samping jahe)
  • Mengalami menstruasi tetapi tiba tiba terhenti dalam periode 3 bulan hingga 6 bulan yang terkadang muncul haid kembali dalam kondisi yang tidak lancar.
  • Munculnya ketidakseimbangan hormon yang ditandai tunmbuhnya rambut pada tubuh secara berlebihan, Suara seperti laki laki, Muncul jerawat yang tidak mudah hilang atau keluarnya cairan pada puting susu kendati tidak sedang menyusui atau masa kehamilan.(Baca Juga: bahaya minuman keras bagi kesehatan)
  • Mengalami kerontokan rambut atau setiap helai rambut sangat mudah untuk patah
  • Terserang sakit kepala dalam waktu yang tisdak bisa diduga (datang mendadak) dengan intensitas rasa sakit yang berubah ubah (Baca juga: penyebab darah beku saat haid)
  • Mengalami gangguan penglihatan seperti pandangan menjadi buram, Tidak mampu melihat objek yang jauh dan mudah menderita kelelahan pada jaringan mata
  • Mengalami gangguan tulang dimana kepadatan tulang akan semakin berkurang bagi penderita amenorea yang disebabkan penggunaan alat kontrasepsi misalnya pil atau suntik KB dalam jangka panjang
  • Menderita pegal pegal luar biasa dan nyeri pada area pinggang dan panggul yang terkadang rasa nyerinya menyebar kearah perut bagian bawah (Baca Juga: bahaya akibat kurang minum air putih)
  • Mudah mengalami penumpukan lemak berlebih pada bagian perut bawah pusar sehingga terlihat buncit dan pada sebagian wanita mengalami munculnya flek flek kecokelatan disekitar perut. kondisi ini salah satu akibat perut buncit karena obesitas.
  • Berkurangnya libido secara bertahap sehingga menyebabkan seorang wanita memiliki keinginan untuk tidak berhubungan intim
  • Penurunan kadar kolagen dalam kulit sehingga menyebabkan kulit cenderung kering, Keriput dan mudah terjadi flek atau perubahan pigmen pada permukaan kulit
  • Vagina kering dan mudah terjadi iritasi sehingga menyebabkan rasa nyeri pada wanita dewasa ketika berhubungan seksual, Biasnya kondisi tersebut akaibat penggunaan kontrasepsi tertentu.
  • Mengalami penurunan atau peningkatan bobot tubuh yang tidak terkendali sehingag mempengaruhi stabilitas metabolisme dan daya tahan tubuh. (Baca Juga: kesehatan sistem saraf otak)

Diagnosa

Diagnosa dilakukan untuk penegakan analisa akurat untuk memeriksa masalah gangguan reproduksi yang berkaitan dengan amenorea

  • Biopsi endometrium atau pengambilan sample jaringan yang berhubungan dengan gejala amenorea agar diketahui seberapa tingkat kepoarahan gejala yang telah terbentuk (Baca Juga: Bahaya olahraga yang berlebihan)
  • Test progestin withdrawal yang tujuannya untuk mengevaluasi seorang wanita untuk pengukuran kadar estradiol yanitu dengan jalan injeksi intramuskular.
  • Memeriksa kadar hormon prolaktin agar diketahui apakah kadarnya sangat tinggi, Normal atau justru rendah.bJika terlalu tinggi maka dikhawatirkan dapat memicu penurunan produksi hormon GnRH dan FSH ( folicle Stimulating Hormone) yang notabennya adalah hormon hormon yang sangat vital bagi keberhasilan proses pembuahan. (Baca juga: bahaya berenang saat haid)
  • Menganalisa dan memeriksa kadar hormon testosteron karena efek samping kelebihan dan kekurangan hormon testosteron dalam tubuh wanita sama sama bisa mempengaruhi fungsi organ reproduksi hingga masalah disfungsi serksual.
  • Melakukan pemeriksaan terhadap fungsi tiroid secara hati hati agar dokter bisa mengetahui kinerja hormon tiroid yang ada didalam darah
  • Melakukan tes kehamilan karena proses kehamilan yang belum diketahui oleh pasien terkadang sebagai penyebab utama tidak adanya darah menstruasi yang keluar selama 2 bulan berturut turut. (Baca Juga: Cara Meningkatkan Fisik Dengan Cepat)
  • Melakukan pemeriksaan dan analisa secara akurat terhadap kadar FSH (folicle stimulating hormone), Pada kadar LH (lateinizing hormone) dan kadar TSH (thyroid stimulating hormone)
  • Dilakukan kariotipe yang bertujuan untuk mengetahui secara akurat apakah penderita memiliki kelainan kromosom atau tidak (Baca juga: cara mengatasi nyeri haid)
  • Menggunakan CT-scan pada area kepala untuk memeriksa ada tidaknya pertumbuhan sel tumor hipofisa

Pengobatan

Pengobatan dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari amenorea yang sudah terbentuk didalam tubuh agar tidak dapat dikembalikan pada kondisi yang seharusnya (bagi wanita yang belum berusia lanjut)

  • Bila amenorea disebabkan karena berat badan berlebihan atau obesitas maka dokter akan menganjurkan bahwa sipenderita harus melakukan diet seimbang (Baca juga: makanan yang dilarang saat haid)
  •  Bila penyebab munculnya amenorea adalah karena aktivitas olahraga yang terlalu berat dan tidak sesuai dengan kondisi tubuh dan usia, Maka dokter akan menganjurkan pasien untuk mengurangi aktivitas olahraganya kearah yang lebih ringan dan tidak terlalu lama. (Baca Juga: Akibat Tidak Rutin Makan Sayur)
  • Bila penyebab munculnya gejala amenorea adalah tumbuhnya tumor hipofisa didalam jaringan otak maka penderita akan segera diberikan tindakan pengobatan dengan obat oral jenis bromokriptin untuk pencegahan terjadinya pelepasan prolaktin yang berlebihan oleh tumor atau dilakukan pengangkatan tumor dengan menggunakan terapi penyinaran jika diketahui tindakan operasi tidak mengahasilkan penyembuhan maksimal. (Baca juga: tanda-tanda haid)
  • Pemberian progesteron untuk merangsang perbaikan jaringan rahim dan indung telur ( Challenge test) agar kembali pada kondisi terbaiknya sehingga dapat memicu munculnya menstruasi normal.
  • Penggunaan tomografi komputer (CT) jika memang diperlukan, Kondisi ini ditujukan untuk pemeriksaan bagian perut dan panggul agar dokter dapat mengetahui secara pasti apakah telah terjadi kelainan rahim (indung telur) atau tidak. (Baca Juga: Sayuran Untuk Diabetes)

Pencegahan

Tips cara mencegah munculnya amenorea pada wanita (bukan lansia) yang mengalami amenorea jenis sekunder

  • Ibu muda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau bidan yang terkait jika ingin memutuskan penggunaan kontrasepsi agar bisa diketahui kontrasepsi mana yang lebih cocok tanpa menyebabkan gejala munculnya amenorea. (Baca Juga: Penyebab Menopause)
  • Hanya mengkonsumsi obat obatan yang telah dianjurkan oleh dokter terhadap penyakit yang mungkin sedang diderita (Baca Juga: Cara Sehat Terhindar Dari Penyakit)
  • Menghindari segala bentuk minuman yang mengandung alkohol dan jauhi narkoba yang dapat memicu kelainan pada jaringan rahim atau gejala amenorea.
  • Mengkonsumsi suplemen makanan yang mengandung vitamin E atau nutrisi lain yang memiliki kemampuan melindungi organ reproduksi wanita termasuk rahim dan indung telur agar terhindar dari munculnya amenorea. (Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Usia 40 tahun)
  • Menjaga berat badan seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan olahraga ringan yang dilakukan secara rutin dan tidak berlebihan serta di imbangi dengan istirahat yang cukup
  • Hindari atau kurangi kadar stres yang sedang terjadi agar tidak mempengaruhi kadar hormon yang ada didalam tubuh yang biasanya akan berdampak buruk pada organ reproduksi termasuk rahim.
  • Memperbaiki pola makan kearah yang lebih baik dengan mengkonsumsi nutrisi lengkap dan jauhi segala bentuk makaan rendah gizi misalnya jenis junkfood atau makanan instan dalam bentuk kalengan (makanan olahan) (Baca Juga: Premenopause)
  • Memeriksakan secara berkala tentang pada dokter terkait tentang kondisi kesehatan seputar organ reproduksi agar selalu diketahui kondisi rahim dari waktu kewaktu untuk pencegahan amenorea atau penyakit lain yang berhubungan dengan organ reproduksi. (Baca Juga: Gejala Menopause)

Perlu diketahui bahwa amenorea jenis primer bisa disembuhkan kendati ada faktor bawaan didalamnya. Perbaikan tentang kelainan pada struktur rahim dan mengembalikan fungsinya dapat dilakukan oleh terapi atau pengobatan dari rekomendasi dokter yang terkait yang dilakukan berulang ulang hingga rahim kembali pada kondisi sebagaimana mestinya.

You may also like