10 Jenis Penyakit Kelamin – Gejala – Penyebab -dan Pencegahan

16771

Penyakit kelamin adalah salah satu penyakit yang terjadi pada bagian alat kelamin dan biasanya disebarkan lewat kontak seksual. Penyebar penyakit kelamin  adalah seperti mikroorganisme yang hidup pada lendir, cairan atau selaput kulit. Penyakit ini juga termasuk sebagai penyakit menular seksual. Kontak seksual yang melibatkan cairan tubuh ini bisa menyebabkan penularan penyakit kelamin yang sangat cepat. Area kelamin memiliki sifat lembab sehingga sangat berpotensi untuk menjadi tempat tinggal berbagai mikroorganisme. Berikut ini adalah berbagai jenis penyakit kelamin yang perlu Anda ketahui.

1. Cervicitis

Cervicitis adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada bagian mulut rahim atau bagian serviks. Awal penyakit ini tidak sering disertai dengan gejala sehingga banyak wanita yang tidak merasakan atau tidak memperhatikan penyakit ini. Terkadang beberapa gejala sangat ringan seperti pendarahan pada periode menstruasi. Penyakit ini bisa menular lewat hubungan seksual.

Gejala

  • Keputihan tidak normal
  • Keputihan berwarna hijau, kecoklatan atau kekuningan.
  • Bau keputihan tidak sedap.
  • Keinginan buang air kecil. (baca juga: sering buang air kecil – penyebab, deteksi dan pencegahannya)
  • Sakit saat berhubungan seksual.
  • Keluar darah setelah berhubungan seksual.

Penyebab

  • Infeksi yang disebabkan karena hubungan seksual berhubungan dengan penyakit gonore, herpes genital, klamidia dan trikomoniasis.
  • Alergi terhadap penggunaan kondom, cairan pembersih vagina dan cairan pelumas.
  • Gangguan keseimbangan pH yang menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebihan.

Perawatan dan Obat

  • Obat diberikan untuk menyembuhkan penyebab infeksi termasuk untuk gonore, klamidia, atau herpes.
  • Obat antibiotik untuk mengobati gonore dan klamidia.
  • Obat untuk menyembuhkan herpes.
  • Hindari berhubungan seksual untuk sementara waktu hingga benar-benar sembuh.

2. Chlamydia

Chlamydia menjadi penyakit menular seksual yang bisa terjadi pada pria maupun wanita, dan bahkan terjadi untuk semua usia. Namun penyakit ini paling banyak terjadi pada wanita muda atau remaja. Sebenarnya ini penyakit menular seksual yang mudah diobati namun sering tidak menyebabkan gejala, sehingga banyak penderita yang tidak tahu. Jika perawatan terlambat dilakukan maka bisa menyebabkan resiko yang lebih buruk seperti komplikasi.

Gejala

  • Gejala biasanya akan berkembang selama 21 hari setelah terkena infeksi.
  • Rasa sakit saat buang air kecil.
  • Rasa sakit pada bagian perut bawah.
  • Sering keputihan yang buruk untuk wanita.
  • Ada cairan yang keluar dari penis untuk laki-laki.
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual.
  • Sering pendarahan diluar periode menstruasi.
  • Rasa sakit pada bagian testis untuk pria.

Penyebab

  • Penyebab utama penyakit ini adalah bakteri yang mudah menyebar saat berhubungan seksual baik secara oral, anak maupun lewat vagina.
  • Penyakit ini juga bisa menular dari ibu kepada bayi yang dilahirkan lewat persalinan normal. (dampaknya bisa menyebabkan penyakit pneumonia dan infeksi mata) (baca juga : jenis-jenis penyakit mata : gejala – penyebab dan gambarnya)

Komplikasi

Perawatan dan Obat

  • Pemberian antibiotik dari tiga hari hingga 10 hari sesuai dengan perkembangan.
  • Tidak berhubungan seksual selama belum sembuh atau masih memiliki gejala.
  • Hindari menggunakan cairan pembersih vagina yang bisa menyebabkan perkembangan bakteri.

3. Epididimitis

Epididimitis adalah salah satu penyakit yang menyebabkan peradangan pada bagian epididimitis. Bagian ini terletak tepat dibagian belakang testis. Penyakit ini bisa terjadi pada semua pria dengan berbagai usia. Penyakit ini sering terjadi karena infeksi bakteri yang bisa menyebabkan penyakit gonore atau chlamydia.

Gejala

  • Bengkak pada bagian skrotum.
  • Nyeri testis.
  • Sakit saat buah air kecil.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Benjolan pada bagian testis.
  • Kelenjar getah bening bengkak di selangkangan.
  • Ada darah di air mani.
  • Sering demam.

Penyebab

  • Penyakit menular seksual seperti gonore dan chlamydia.
  • Infeksi yang menyerang pada bagian prostat.
  • Trauma atau cedera yang menyerang pangkal paha.
  • Penyakit tbc

Perawatan dan Obat

  • Pemberian antibiotik (sesuai dengan resep dokter termasuk untuk jenis dan lama waktu untuk minum obat)
  • Istirahat hingga penyakit sembuh.
  • Tindakan operasi dilakukan jika sudah terjadi nanah yang bisa menyebabkan infeksi berlanjut dan menyebar.

4. Gonore

Gonore adalah salah satu penyakit menular seksual yang bisa terjadi pada wanita dan pria. Penyakit ini sering menyebabkan masalah untuk bagian saluran kencing, rektum hingga tenggorokan. Bahkan jika penyakit ini menyerang wanita maka bisa menyebabkan infeksi pada bagian leher rahim atau serviks. Penyakit ini biasanya menyebar ketika berhubungan seksual atau bayi yang dilahirkan secara persalinan normal dari ibu yang sudah terinfeksi. Jika hal ini terjadi maka bayi yang dilahirkan maka bisa terkena infeksi pada bagian mata. Ini penyakit infeksi yang sering tidak menyebabkan gejala hingga benar-benar sudah parah.

Gejala

  • Rasa sakit saat buang air kecil.
  • Mengeluarkan nanah pada bagian ujung penis.
  • Nyeri atau bengkak pada bagian testis.
  • Sering keputihan pada wanita
  • Pendarahan di luar waktu menstruasi.
  • Sakit pada bagian perut bawah.
  • Gatal pada dubur, dubur berdarah, mengeluarkan nanah atau sakit saat buang air besar.
  • Jika sudah menyebar ke mata bisa menyebabkan sakit mata, nanah dari mata dan mata mengeluarkan cairan.
  • Jika sudah menyebar ke sendi maka menyebabkan sakit sendi, bengkak, merah dan sulit untuk digerakkan.
  • Jika sudah menyebar ke tenggorokan bisa menyebabkan sakit tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening.

Penyebab

Penyakit gonore disebabkan karena infeksi dari bakteri Neisseris gonorrhoeae. Bakteri ini bisa menularkan infeksi lewat hubungan seksual baik lewat vagina, oral atau anal.

Perawatan dan Obat

  • Untuk orang dewasa : pemberian antibiotik (jenis: rocephin, azitromisin, doksisiklin), pemberian obat golongan gemifloxacin, sefalosporin dan azitromisin.
  • Untuk pasangan seksual : orang yang sudah berhubungan seksual dengan penderita maka bisa menerima jenis obat yang sama  karena  infeksi penyakit ini sangat cepat.
  • Untuk bayi : Bayi yang baru lahir harus mendapatkan perawatan untuk bagian mata termasuk dengan salep dan antibiotik.

4. Vaginitis

Vaginitis merupakan salah satu penyakit peradangan organ seksual yang terjadi pada bagian vagina. Hal ini sering ditandai dengan keputihan berlebihan, nyeri dan gatal. Penyakit ini bisa disebabkan oleh tingkat estrogen yang banyak menurun pada wanita yang sudah mengalami menopause. Masalah keseimbangan pH dalam vagina juga bisa menyebabkan masalah ini.

Gejala

  • Keputihan berubah warna menjadi lebih kuning atau kehijauan.
  • Bau cairan vagina tidak sedap dan jumlah cairan yang berlebihan.
  • Vagina sering gatal atau panas.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Sakit saat berhubungan seksual.
  • Muncul pendarahan diluar siklus menstruasi.

Penyebab

  • Vaginosis yang disebabkan karena bakteri yang tumbuh pada bagian vagina atau rongga vagina.
  • Infeksi yang disebabkan karena jamur seperti jenis jamur candida albicans.
  • Infeksi yang disebabkan karena parasit seperti trikomoniasis.
  • Infeksi yang disebabkan karena adanya kondisi atrofi vagina atau pengurangan hormon estrogen pada wanita yang sudah mengalami menopause.

Perawatan dan Obat

  • Infeksi yang disebabkan oleh bakteri akan diobati dengan menggunakan obat metronidazole( obat minum) dan metronidazole (gel untuk oles di vagina)perawatan ini akan dilakukan selama dua atau lima kali dalam sehari.
  • Infeksi yang disebabkan karena jamur akan diobati dengan mikonazol, clotrimazole, dan tioconazole.
  • Infeksi yang disebabkan oleh trikomoniasis akan diobati dengan jenis obat metronidazole dan tinidazole

6. Urethritis

Urethritis adalah salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan pada bagian lapisan uretra, yaitu sebuah saluran kecil yang berfungsi untuk mengalirkan air kencing ke luar tubuh. Pada pria saluran kecil ini juga berfungsi untuk mengeluarkan air mani.

Infeksi ini bisa menyebabkan pengaruh untuk bagian prostat, kandung kemih dan bagian organ reproduksi. Jika sudah parah maka juga bisa menyebabkan infeksi chlamydia dan herpes. Penyakit ini bisa terjadi pada pria dan wanita untuk semua umur. Namun wanita memiliki resiko yang lebih besar karena anus yang lebih dekat ke bagian saluran kencing.

Gejala untuk pria

  • Rasa panas saat buang air kecil.
  • Keluar nanah atau lendir dari penis.
  • Rasa gatal dan panas ketika lubang penis terbuka.
  • Ada darah dalam air mani atau air kencing.

Gejala untuk Wanita

  • Sering sakit perut terutama pada bagian bawah.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Keputihan yang tidak normal.
  • Sering demam, meriang atau hingga menggigil.
  • Sering terasa buang air kecil.

Penyebab

  • Semua jenis bakteri yang masuk ke saluran uretra.
  • Infeksi yang menyerang pada bagian uretra termasuk lewat saluran penis maupun kelenjar prostat.
  • Infeksi yang menyebabkan chlamydia, sifilis, gonore, herpes dan HIV/AIDS.

Perawatan dan Obat

  • Pemberian antibiotik seperti amoksisilin, ampisilin, ciprofloxacin, levofloxacin, dan sulfametosazol.
  • Pemberian obat ini juga harus diberikan untuk pasangan yang sudah melakukan hubungan seksual dengan penderita.
  • Dilarang untuk melakukan hubungan seksual hingga benar-benar sembuh.

7. Trichomoniasis

Trichomoniasis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit jenis Trichomonas vaginalis. Meskipun ini penyakit menular namun bisa disembuhkan. Namun biasanya penyakit ini tidak mengembangkan gejala hingga benar-benar sudah buruk. Pria dan wanita bisa terkena penyakit ini akibat hubungan seksual.

Gejala untuk wanita

  • Merah dan gatal pada bagian vagina.
  • Tidak nyaman atau sakit ketika buang air kecil.
  • Merasa ingin buang air kecil lebih sering.
  • Keputihan tidak normal seperti berbusa, berwarna kuning dan hijau.
  • Bau vagina yang tidak sedap.
  • Bengkak pada bagian selangkangan.

Gejala untuk pria

  • Rasa gatal dan tidak nyaman pada bagian penis.
  • Perasaan panas yang tidak nyaman saat buang air kecil atau saat ejakulasi.
  • Selalu merasa ingin buang air kecil.

Perawatan dan Obat

  • Dokter biasanya akan memberikan obat golongan metronidazole dan tinidazole yang berfungsi untuk menyembuhkan infeksi.
  • Hindari berhubungan seksual karena bisa menyebabkan penularan infeksi dan kondisi infeksi yang lebih buruk.

8. Prostatitis

Prostatitis adalah salah satu penyakit yang menyebabkan terjadinya pembengkakan atau peradangan pada bagian kelenjar prostat. Kelenjar prostat berfungsi untuk menghasilkan air mani dan menyalurkan sperma. Kondisi ini tentu hanya bisa terjadi pada pria. Penyakit ini sering menyebabkan pria tidak bisa buang air kecil, rasa sakit saat buang air kecil dan perasaan tidak nyaman bahkan juga flu. Peradangan ini bisa terjadi pada pria baik usia muda atau usia tua. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai faktor dan perawatan dilakukan sesuai dengan penyebabnya.

Gejala

  • Rasa sakit atau nyeri pada saat buang air kecil.
  • Sulit untuk buang air kecil seperti perasaan tertahan namun sangat sakit.
  • Sering buang air kecil berlebihan pada malam hari.
  • Rasa sakit pada bagian punggung, selangkangan atau perut bawah.
  • Sakit pada bagian skrotum dan anus.
  • Penis atau testis menjadi tidak nyaman atau sakit.
  • Selalu merasakan ejakulasi terlalu sering.
  • Muncul berbagai jenis gejala flu.

Perawatan dan Obat

  • Perawatan dengan antibiotik diberikan melalui cairan infus untuk infeksi yang disebabkan karena bakteri.
  • Pemberian obat untuk mengatasi infeksi pada saluran kemih dan rasa nyeri saat buang air kecil.

9. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah salah satu penyakit yang disebankan karena infeksi pada bagian organ reproduksi pada wanita. Penyakit ini akan menular lewat bagian vagina kemudian berjalan ke rahim, saluran tuba falopi dan juga indung telur. Penyakit ini sering tidak menyebabkan gejala dan bisa menyebabkan wanita sulit untuk hamil. Jika tidak dirawat maka bisa menyebabkan radang nyeri panggul yang sangat parah.

Gejala

  • Rasa sakit dan nyeri pada bagian perut bawah dan panggul.
  • Sering terasa keputihan yang tidak nyaman dan bau yang tidak sedap.
  • Sering mengalami menstruasi yang tidak normal atau tidak teratur.
  • Rasa sakit berlebihan saat berhubungan seksual.
  • Sering terasa demam dan menggigil.
  • Sakit saat buang air kecil.

Penyebab

  • Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi yang memang menyerang bagian organ di panggul.
  • Penyebab lain yaitu infeksi dari gonore dan chlamydia.
  • Hubungan seksual bebas tanpa alat pengaman seperti kondom.
  • Penggunaan alat KB seperti IUD.

Perawatan dan Obat

  • Pemberian antibiotik sesuai dengan jenis penyebab infeksi. Obat akan diberikan selama tiga hari berturut-turut kemudian melihat perkembangan.
  • Hindari berhubungan seksual baik dengan pasangan tetap atau hindari hubungan seksual bebas.

10. Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang mudah menyebar. Penyakit ini biasanya akan terjadi pada penderita HIV/AIDS yang memang sudah terkena infeksi dari human papillomavirus. Kondisi penyakit ini paling sering ditemukan pada wanita dan karena organ kelamin seperti vagina yang lebih lembab. Bentuk kutil akan muncul pada bagian luar, ukuran kecil, benjolan daging berwarna merah, dan terlihat berkembang atau terdiri dari susunan.

Gejala

Kutil kelamin bisa terjadi pada bagian dinding vagina, anus, lubang anus, atau leher ramin. Sedangkan untuk pria biasanya sering terjadi pada bagian ujung penis, skrotum dan anus. Beberapa orang juga bisa mendapatkan kutil kelamin yang tumbuh di tenggorokan. Berikut ini beberapa gejala yang paling sering terjadi.

  • Daging kecil membengkak berwarna merah, kecil, dan terletak pada area genital.
  • Rasa tidak nyaman seperti gatal dan panas pada area genital.
  • Sering mengeluarkan darah setelah berhubungan seksual.
  • Kutil bisa tumbuh berkelompok dan besar.

Perawatan dan Obat

  • Pemberian obat krim yaitu imiquimod. Obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti kulit kemerahan, lecet pada kulit, ruam dan tidak nyaman.
  • Pemberian obat podofilin yang akan menyebabkan jaringan memudar pada bagian organ genital. Obat ini bisa membantu mengatasi kutil dan biasanya tidak menyebabkan efek samping.
  • Pemberian obat asam trikloroasetat. Obat ini bekerja untuk membakar kutil kelamin dan biasanya harus diberikan oleh dokter. Pemberian obat bisa menyebabkan iritasi dan tidak nyaman pada bagian luka.
  • Tindakan operasi atau bedah dilakukan untuk mengatasi kulit kelamin yang sudah sangat mengganggu dan tidak bisa diatasi dengan obat-obatan. Tindakan ini juga bisa diatasi dengan perawatan laser namun biasanya membutuhkan biaya yang besar.

Tips Agar Terhindar dari Penyakit Kelamin

Penyakit kelamin pada dasarnya mudah menular lewat hubungan seksual. Memiliki hubungan seksual yang sehat dan aman akan menjauhkan dari resiko penyakit kelamin. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah penyakit kelamin.

  1. Selalu melakukan hubungan seksual dengan satu pasangan. Ini juga termasuk budaya yang berkembang di Indonesia. Berhubungan seksual setelah menikah secara resmi bisa menjamin untuk terhindar dari penyakit kelamin. Dan tentu saja jika pasangan juga melakukan hal yang sama.
  2. Selalu berusaha jujur dengan pasangan. Hal ini sangat penting terutama ketika pernah menderita penyakit yang berhubungan dengan kelamin. Kejujuran bisa melindungi pasangan terutama jika pasangan harus mendapatkan perawatan yang sama sebelum berhubungan seksual.
  3. Melakukan pemeriksaan pra nikah secara medis yang bertujuan untuk mengetahui sejarah kesehatan. Tahap ini juga sangat penting untuk menjaga pengujian kesehatan antar pasangan sehingga menjamin kesehatan, termasuk untuk tes pemeriksaan deteksi HIV.
  4. Hindari kebiasaan menggunakan narkoba. Semua jenis narkoba sangat buruk dampaknya termasuk bisa menyebarkan berbagai penyakit kelamin. (baca juga: jenis-jenis narkoba : gambar, efek, dampak dan pengertiannyabahaya narkoba dalam berbagai bidang & sesuai jenisnya)
  1. Hindari kebiasaan minum alkohol. Alkohol memang efeknya tidak akan terjadi secara langsung. Namun ketika kehilangan kesadaran maka bisa memicu hubungan seksual bebas yang menyebabkan penyebaran penyakit kelamin.
  2. Usahakan untuk selalu melakukan deteksi HIV secara berkala jika termasuk orang yang beresiko tinggi terkena HIV/AIDS. Pemberikan vaksin HPV dan HBV juga sangat penting untuk mencegah infeksi dari HPV virus.
  3. Jika memiliki pasangan intim yang menderita salah satu penyakit kelamin maka usahakan untuk menggunakan kondom sebagai pelindung.
  4. Selalu menjaga kebersihan tubuh menjelang dan sesudah hubungan seksual untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi dari bakteri atau virus.
  5. Membentengi diri dengan pengetahuan tentang berbagai jenis penyakit kelamin dan ilmu agama sesuai dengan keyakinan. Cara ini bisa membatasi diri dari perbuatan yang tidak benar seperti melakukan hubungan seksual bebas.
  6. Bagi laki-laki sangat disarankan untuk melakukan prosedur sunat. Hal ini sangat penting untuk menjaga resiko dari beberapa penyakit seperti herpes genital dan juga penularan infeksi virus HPV.
  7. Lakukan kebiasaan menjaga organ reproduksi dengan baik seperti selalu menjaga kebersihan dan menggunakan pakaian yang bersih. Cara ini bisa melindungi Anda dari infeksi jamur atau bakteri yang berasal dari lingkungan.
  8. Hindari kebiasaan menggunakan cairan pembersih vagina untuk wanita. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pada organ vital yang bisa memicu pertumbuhan bakteri, jamur atau virus. Sumber infeksi ini bisa menyebabkan penyakit kelamin.
  9. Hindari menggunakan alat bantu seksual yang biasanya dipakai oleh orang yang menghadapai masalah ketika melakukan hubungan intim. Alat seperti ini bisa menjadi tempat perkembangan bakteri, jamur, virus dan beberapa sumber infeksi lain.
  10. Lakukan cara mencegah AIDS secara alami yang bisa membentengi diri kita dari berbagai jenis penyakit menular seksual.

Video Terkait

Jenis penyakit kelamin lain

  1. Herpes
  2. HIV/AIDS
  3. Sifilis