Home ReviewDokter Spesialis Urologi – Penyakit dan Penanganannya

Spesialis Urologi – Penyakit dan Penanganannya

by Ana Rohma

Urologi merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang kelainan pada saluran kemih maupun, organ genital pada pria maupun wanita. Pengertian dari urologi lainnya adalah salah satu ilmu kedokteran yang khusus mempelajari diagnosa, penanganan, maupun cara pencegahan dari suatu gangguan, penyakit, maupun gangguan dari saluran kemih pada pria maupun wanita seperti penyakit ginjal, kantong kemih, ureter, maupun uretra). Selain itu, ilmu ini juga mempelajari tentang sistem urogenital dari reproduksi laki-laki seperti saluran sperma, prostat, maupun testis.

spesialis urologiApa Itu Spesialis Urologi ??

Spesialis urologi merupakan dokter atau ahli kesehatan yang khusus mempelajari atau menerapkan ilmu tentang diagnosa, penanganan, serta cara pencegahan dari berbagai jenis penyakit yang berhubungan dengan saluran kemih pada pria dan wanita serta masalah urogenital pada reproduksi pria. Meskipun istilah urologi masih terasa asing ditelinga, namun sebenarnya hal tersebut telah diterapkan sejak zaman dahulu kala. Seorang ahli atau spesialis urologi biasanya dapat menangani (melakukan tindakan diagnosa, terapi , maupun saran-saran untuk pencegahan) beberapa kasus kesehatan seperti :

A. Gangguan Saluran Kencing pada Pria maupun Wanita

Gangguan pada saluran kencing yang dapat ditangani oleh seorang spesialis urologi diantaranya adalah :

1. Batu ginjal

Suatu gangguan atau penyakit yang timbul akibat pembentukan material seperti batu pada organ ginjal manusia. Gejala batu ginjal terjadi akibat pengkristalan atau pengendapan zat-zat sisa makanan yang diserap dalam darah lalu kemudian disaring oleh organ ginjal. Dalam mendiagnosa pasien dengan gangguan ini, seorang spesialis urologi akan melakukan beberapa hal seperti :

  • Menanyakan riwayat gangguan penyakit tersebut sebelumnya pada pasien
  • Menanyakan jenis makanan atau suplemen yang pernah dikonsumsi pasien sebagai pantangan batu ginjal yang menjadi penyebab terjadinya gangguan tersebut
  • Melakukan beberapa tes medis seperti tes darah, urine, CT scan, X ray, maupun intravenous urogram.

Sedangkan beberapa terapi atau pengobatan yang dilakukan oleh seorang spesialis urologi untuk mengatasi gangguan tersebut adalah seperti :

  • Memberikan saran agar pasien mengkonsumsi air putih untuk dapat mendorong batu yang menyumbat saluran kencing keluar dengan sendirinya.
  • Meresepkan beberapa jenis obat-obatan jenis obat analgesik seperti ibuprofen, paracetamol, kodein, maupun jenis obat lainnya.
  • Melakukan tindakan operasi apabila diketahui batu yang menyumbat saluran kencing terlalu besar, sehingga apabila tidak dilakukan pengangkatan pada batu tersebut dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang lebih serius seperti kerusakan pada organ ginjal maupun terjadinya perdarahan.

2. Prostatis

Ini merupakan gangguan atau penyakit yang menyerang kelenjar prostat yang terletak di bawah kandung kemih, yang apabila kelenjar tersebut mengalami pembengkakan dapat menyebabkan ketidaklancaran atau tersumbatnya air kencing. Seorang spesialis urologi dapat mendiagnosa penyakit ini dengan beberapa cara seperti :

  • Pemeriksaan fisik yaitu dengan jalan mencolok area dubur pria
  • Tes darah untuk menentukan terjadinya infeksi dalam darah
  • Tes urin untuk memeriksa adanya tanda-tanda infeksi
  • Tes urodinamik untuk memeriksa seberapa jauh gangguan tersebut dapat mempengaruhi saluran kemih pasien.

Adapun pengobatan yang dapat dilakukan oleh seorang spesialis urologi diantaranya adalah :

  • Pemberian jenis antibiotik maupun obat-obatan seperti Alpha blocker maupun beberapa jenis NSAID yang dapat membantu meringankan gejala
  • Melakukan terapi pijat prostat
  • Melakukan terapi lain seperti terapi panas

3. Epididimitis

Ini merupakan suatu gangguan penyakit yang terjadi akibat peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang terjadi pada kandung kemih maupun uretra. Adapun diagnosa yang dapat dilakukan oleh seorang spesialis urologi antara lain adalah :

  • Pemeriksaan fisik yang bertujuan untuk memeriksa terjadinya pembesaran kelenjar getah beningdi pangkal pahadantestis.
  • STI screening, untuk mendapatkan sample dari uretra guna menentukan agangguan gonore maupun klamidia
  • Tes urine dan tes darah untuk menemukan adanya kelainan
  • USG, untuk menentukan aliran darah ke testis

Jenis pengobatan yang dapat dilakukan antara lain adalah :

  • Pemberian antibiotik apabila gangguan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri
  • Operasi dilakukan apabila telah terbentuk abses akibat komplikasi penyakit ini

4. Orchitis

Merupakan penyakit akibat terjadinya peradangan pada salah satu atau kedua testis yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang biasanya menyebabkan gondok. Spesialis urologi dapat mendiagnosa seorang pasien dengan gangguan ini dengan :

  • Pemeriksaan fisik, untuk memeriksa pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha dan testis.
  • STI screening, untuk menetukan ada atau tidaknya gangguan gonore maupun klamidia
  • Tes urine, untuk menemukan adanya kelainan-kelainan pada testis
  • USG, untuk mengetahui aliran darah ke testis
  • Nuclear scan of the testicles, untuk menunjukkan adanya torsi atau orchitis

Jenis pengobatan yang direkomendasikan oleh seorang spesialis urologi biasnya adalah dengan pemberian antibiotik dan beberapa jenis obat-obatan NSAID.

5. Pielonefritis

Merupakan infeksi pada organ ginjal akibat terjadinya infeksi saluran kemih bagian bawah atau bisa juga karena adanya kuman yang terbawa dalam darah. Diagnosa yang dilakukan oleh seorang spesialis urologi antara lain adalah :

  • Tes urine untuk menentukan adanya perkembang biakan bakteri dalam urine
  • USG, untuk menentukan adanya gangguan batu binjal atau kelainan lain yang menyebabkan tersumbatnya air kemih.

Jenis pengobatan yang mungkin dilakukan antara lain adalah :

  • Pemberian beberapa jenis antibiotik selama jangka waktu tertentu
  • Operasi yang dilakukan jika ditemukan batu ginjal

6. Sistitis bakterial

Merupakan peradangan yang terjadi pada kandung kemih yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Seorang spesialis urologi dapat mendiagnsa gangguan ini dengan beberapa metode seperti :

  • Tes urine, untuk menemukan adanya perkembangbiakan bakteri dalam urine
  • Cystoscopy, untuk melihat adanya kelainan pada saluran kemih
  • Tes pencitraan seperti X ray maupun USG untuk menentukan penyebab potesial dari peradangan saluran kemih

Pengobatan yang disarankan antara lain adalah :

  • Pemberian antibiotik untuk mengatasi gangguan sistitis yang disebabkan oleh bakteri
  • Terapi radiasi untuk menghilangkan rasa nyeri

7. Uretritis

Merupakan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh gangguan penyakit seksual yang menular. Diagnosa yang dapat dilakukan antara lain adalah :

  • Pemeriksaan fisik yang mencakup bagian perut, alat kelamin, maupun bagian rektum
  • Tes urine untuk menentukan adanya gangguan gonore, klamidia, maupun gangguan lainnya

Pengobatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi gangguan ini antara lain adalah  dengan pemberian antibiotik seperti Adoxa, Monodox, Oracea, Vibramycin (doxycycline), Rocephin(ceftriaxone), Zithromax, Zmax (azitromisin) untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Sedangkan gangguan uretritis yang disebabkan oleh infeksi trichomonas dapat diresepkan beberapa jenis antibiotik seperti metronidazole serta tinidazole. Sedangkan uretritis yang disebabkan oleh virus herpes simplek dapat diresepkan beberapa antibiotik seperti Famvir (famsiklovir), Valtrex (valacyclovir), dan Zovirax (asiklovir).

B. Gangguan Reproduksi pada pria

Gangguan-gangguan tersebut antara lain adalah :

1. Infertilitas atau kemandulan

Merupakan ketidakmampuan sebuah pasangan untuk mendapatkan keturunan. Untuk dapat mendiagnosa seorang pria mengalami gangguan infertilitas, seorang spesialis urologi dapat melakukan beberapa tes seperti :

  • Tes fisik lengkap yang biasanya disertai dengan tes air mani
  • USG transrectal untuk menentukan adanya penyumbatan pada saluran ejakulasi
  • Biopsi testis untuk menentukan penyebab terjadinya infertilitas

Pengobatan yang dapat diresepkan antara lain adalah :

  • Prosedur pembedahan (Varikokelektomi) yang bertujuan untuk memperbaiki varikokel yang natinya akan dapat meningkatkan gerakan, konsentrasi, maupun struktur sperma.
  • Pemberian obat-obatan seperti clomiphene atau gonadotropin untuk mengatasi kekurangan hormon hipofisis.

2. Impotensi atau lemah syahwat

Gangguan impotensi atau yang sering disebut lemah syahwat maupuN,  disfungsi ereksi merupakan gangguan seksual dimaapria tidak mampu untuk mempertahankan atau mendapatkan kekerasan ereksi. Seorang spesialis urologi dapat mendiagnosa seorang pria mengalami gangguan ini dengan beberapa cara seperti :

  • Pemeriksaan urin dan tes gula darah untuk menentukan adanya gangguan diabetes sebagai penyebab impoten
  • Tes saluran kemih untuk menemukan masalah pada saluran kemih maupun uretra
  • Tes emosional untuk menemukan adanya depresi yang juga berkontribusi terhadap terjadinya gangguan tersebut.

Jenis pengobatan yang dilakukan antara lain adalah :

  • Mengkonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan libido atau gairah seksual
  • Mengkonsumsi beberapa makanan seperti bawang putih maupun pisang

3. Ejakulasi dini

Ini merupakan gangguan seksual yang terjadi pada saat seorang pria mengeluarkan cairan sprema dan air mani terlalu cepat, pada saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Diagnosa yang dapat dilakukan adalah tes darah maupun tes hormon testosteron. Sedangkan untuk mengatasi gangguan ini seorang spesialis urologi dapat meresepkan beberapa jenis obat-obatan, terapi seksual, maupun psikoterapi.

Semakin canggihnya teknologi di era modern ini tentu saja berdampak pada kemudahan masyarakat untuk dapat mendapatkan akses kesehatan dari pakar-pakar kesehatan seperti spesialis urologi. Sehingga gangguan-gangguan yang berkaitan dengan saluran kencing maupun reproduksi pria dan wanitadapat diatasi dengan lebih baik.

You may also like