Fungsi Tes Urine Lengkap dan Jenisnya

14969

Apakah Anda pernah melakukan tes urine? Semua orang mungkin pernah melakukan tes urin untuk beberapa keperluan yang berbeda. Tes urin biasanya sering digunakan untuk mengetahui jenis penyakit tertentu yang berkembang dalam tubuh. Tes urin juga dilakukan untuk mengetahui sejumlah zat asing yang ada dalam tubuh. Dengan demikian tes urin memang diperlukan untuk berbagai tujuan yang berbeda. Tes urin akan menjelaskan bagaimana kondisi tubuh termasuk jika seseorang mengalami kelainan tertentu.

Mengapa Diperlukan Tes Urin?

fungsi tes urinUrin adalah salah satu hasil dari sisa metabolisme atau sampah yang harus keluar dari tubuh. Urin juga mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Zat yang keluar bersama urin memang harus keluar dari tubuh atau bisa menjadi sumber penyakit untuk tubuh. Bahkan semua zat yang harus dikeluarkan dari tubuh bersama urin mengandung racun, obat, zat dari makanan serta minuman. Jadi pemeriksaan urin dilakukan untuk mengetahui kelainan atau kondisi pada sistem kemih. Selain itu, tes urin juga diperlukan untuk mengetahui berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme.

Standar dalam Tes Urin

Penilaian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat standar urin adalah dengan melihat warna, bau dan jumlah urin yang dikeluarkan. Urin yang berwarna lebih gelap biasanya menunjukkan bahwa Anda kurang memiliki jumlah cairan yang cukup tubuh tubuh. Urin yang berwarna terlalu pekat akan menunjukkan bahwa ada indikasi penyakit pada sistem kemih, sementara jika urin bercampur dengan darah maka bisa ada indikasi penyakit yang lebih berat.

Ada berbagai alasan mengapa seseorang harus melakukan tes urin. Biasanya tes urin diperlukan atas rujukan dari dokter atau rumah sakit. Bahkan beberapa lembaga khusus juga selalu menyertakan tes urin sebagai syarat dari tes kesehatan. Jadi ada berbagai fungsi yang bisa didapatkan dari tes urin.

Dibawah ini adalah beberapa macam fungsi tes urin berdasarkan metode tes urin :

1. Tes Urin Strip (Cepat)

Tes urin strip adalah salah satu jenis tes urin yang dilakukan dengan cepat. Strip khusus yang digunakan dalam tes akan dicelupkan ke dalam sampel urin selama beberapa detik. Hasil warna indikator yang berbeda akan bisa dilihat dari perubahan. Semua jenis tes ini bisa dilakukan dengan mudah dan pengambilan sampel urin juga harus dilakukan dengan benar. Tes urin ini bisa dilakukan di rumah, rumah sakit, klinik, dan laboratorium.

Fungsi tes urin cepat adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui salah satu kondisi yang menggambarkan penyakit pada bagian bawah perut.
b. Untuk mengetahui kondisi atau penyakit yang menyerang pada bagian punggung.
c. Untuk mengetahui kondisi penyakit pada saluran kemih.
d. Melihat kondisi kesehatan urin jika mengandung darah.
e. Untuk mengetahui kadar gula dalam urin (khusus untuk penderita diabetes)

Penilaian Tes urin Cepat

Ada beberapa penilaian yang didapatkan dari tes urin cepat. Semua penilain yang dilakukan seharusnya menunjukkan nilai negative (jadi jika dalam tes ada nilai positif maka bisa menjadi indikasi penyakit tertentu). Berikut ini beberapa jenis standar penilaian dalam tes urin cepat.

Penilaian Nilai Rujukan :

  • Nilai pH 5-7
  • Gula negatif
  • Nitrit negatif
  • Keton negatif
  • Bilirubin negatif
  • Urobilinogen negatif
  • Sel darah putih negatif
  • Sel darah merah negatif

Arti Nilai Positif dalam Pengujian

Dari pengujian cepat ini maka bisa didapatkan beberapa hasil penilaian yang sesuai dengan nilai yang ditunjukkan. Berikut ini adalah beberapa indikasi penyakit yang bisa dilihat dari nilai positif atau temuan dalam tes urin :

  • Penyakit batu kemih – Jika dalam pengujian menunjukkan hasil kurang dari 5 atau lebih dari 7. Nilai dibawah 5 berarti ada infeksi yang terjadi pada bagian saluran kemih dan membutuhkan perawatan yang lebih khusus.
  • Peradangan ginjal – Jika tingkat protein yang ditemukan dalam tes urin cepat terlalu tinggi (positif).
  • Diabates –  Jika hasil tes menunjukkan adanya keton yang berarti urin mengandung gula.
  • Infeksi bakteri dalam darah – Jika hasil tes menunjukkan adanya sel darah putih dan nitrit.

2. Tes Analisis Urin

Tes analisis urin yang diperlukan biasanya untuk menunjukkan kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Tes ini diperlukan oleh orang yang baru saja masuk ke rumah sakit atau untuk keperluan menjelang operasi.
Penilaian dalam analisis tes urin meliputi:

  • Mengetahui tingkat warna, konsentrasi urin dan nilai yang lebih jelas pada urin
  • Mengetahui berbagai zat kimia dalam urin
  • Mengetahui kemungkinan bakteri dan sel yang terdapat pada urin

Fungsi Analisis Urin

Analisis urin diperlukan untuk mengetahui kelainan atau indikasi jenis penyakit tertentu yang muncul pada tubuh. Hampir semua orang yang masuk ke rumah sakit atau memerlukan perawatan khusus biasanya akan diminta untuk melakukan tes urin. Berikut adalah fungsi tes urin ini :

  • Untuk mengetahui beberapa kemungkinan infeksi yang terjadi pada bagian sistem kemih
  • Untuk mengetahui kondisi pendarahan dalam sistem kemih
  • Untuk menetapkan kondisi penyakit ginjal dan hati
  • Tes ini juga bisa dilakukan untuk mengetahui kadar gula dalam urin

Penilaian Analisis Urin

Tes urin diperlukan untuk mengetahui beberapa kondisi tubuh yang digambarkan dari keadaan urin. Selain itu, tes ini juga diperlukan untuk mengetahui zat yang ada pada urin. Berikut ini adalah beberapa penilaian untuk tes urin.

Objek Penilain Fungsi Nilai Rujukan :

  • Bakteri Untuk mengetahui bakteri pada saluran kemih Negatif
  • Kreatinin untuk mengetahui fungsi ginjal Negatif
  • Kristal Untuk mengetahui tingkat zat tinggi dalam urin Negatif
  • Sel epitel untuk mengetahui kondisi sistem kemih dan uretra

Apa Indikasi Penilaian Analisis Urin

Jika dalam prosedur tes ini didapatkan beberapa nilai rujukan positif, maka kemungkinan ada beberapa kondisi dalam tubuh seperti:

  • Kristal menunjukkan adanya tingkat kolesterol tinggi dalam tubuh.
  • Kreatinin menunjukkan ada masalah pada ginjal seperti peradangan,infeksi dan gangguan lain.
  • Bakteri menunjukkan adanya masalah infeksi bakteri pada saluran kemih yang bisa terjadi pada kantung kemih, uretra maupun ginjal.

3. Tes Kultur Urin

Tes kultur urin digunakan untuk melihat ada atau tidaknya kuman dalam urin. Tes ini dilakukan dilaboratorium oleh pekerja analisis. Sampel urin yang diambil akan dimasukkan ke dalam sebuah tempat khusus kemudian akan disimpan pada mesin inkubator selama 24 hingga 48 jam sesuai keperluan. Jika budidaya kuman yang dimasukkan dalam tempat sampel bisa berkembang maka urin menunjukkan kondisi yang kurang baik. Pengujian ini diperlukan untuk mengetahui adanya bakteri atau jamur yang tinggal dalam urin.

Fungsi Tes Kultur Jaringan Urin

Biasanya seseorang yang terindikasi menderita infeksi pada saluran kemih akan menjalani pengujian urin ini. Jika ada bakteri atau kuman yang ditemukan dalam urin maka bisa menunjukkan adanya infeksi pada saluran kemih. Dengan cara ini maka perawatan bisa dilakukan dengan jenis antibiotik khusus yang memang bisa membunuh bakteri atau kuman yang tinggal dalam saluran kemih.

4. Pengujian Tes Urin Selama 24 Jam

Jenis tes ini dilakukan dengan mengambil sampel urin selama 24 jam. Semua urin yang dikeluarkan selama 24 jam akan dilakukan untuk mengetahui indikasi penyakit tertentu. Metode untuk melakukan tes ini adalah dengan mengambil urin mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Pengujian ini akan dilakukan di laboratorium sehingga seseorang yang memerlukan pengujian biasanya diminta untuk tinggal di rumah sakit atau klinik untuk mengumpulkan sampel urin.

Fungsi Pengujian Urin

Fungsi dari pengujian urin yang diambil selama 24 jam diperlukan untuk mengetahui atau menilai beberapa kondisi seperti kadar protein, zat yang dikeluarkan selama proses metabolisme, hormon dan garam.

Kondisi Penilaian Tes Urin 24 Jam

Hasil dari pengujian ini akan menunjukkan bahwa ada beberapa indikasi penyakit tertentu pada orang yang sedang di tes. Nilai negatif menjadi prioritas utama dalam tes. Berikut ini adalah beberapa macam indikasi penyakit yang muncul dari hasil tes ;

  • Jika kandungan kreatinin terlalu sedikit dalam urin maka menunjukkan bahwa fungsi ginjal mengalami gangguan atau indikasi peradangan pada ginjal.
  • Jika protein dalam urin terlalu tinggi maka bisa menjadi indikasi penyakit seperti radang ginjal, diabetes, penyakit gagal ginjal, kanker ginjal dan gagal jantung.
  • Jika hormon yang terdapat pada urin terlalu tinggi maka bisa dikaitkan dengan gangguan sistem hormon dalam tubuh.

5. Tes Kehamilan

Tes urin untuk mengetahui kehamilan atau deteksi kehamilan menjadi tes yang paling banyak diketahui secara umum oleh semua orang. Tes ini dilakukan setelah seorang wanita tidak mendapatkan menstruasi setelah melewati periode jadwal seperti yang sudah diamati. Beberapa orang mengatakan bahwa tes ini bisa menunjukkan hasil positif namun tidak berhasil dalam pengujian lain. Jadi tes ini sering menyebabkan kerancuan. Tes urin dilakukan saat pagi hari yaitu ketika urin pertama kali dikeluarkan dari tubuh setelah bangun tidur.

Fungsi tes urin untuk mengetahui kehamilan ini, dilakukan karena ada kandungan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang ada dalam darah dan didapatkan karena wanita mulai memproduksi plasenta ketika hamil. Jadi jika hasil tes menunjukkan nilai positif maka kemungkinan besar memang hamil. Biasanya tes penguatan dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

6. Tes Urin untuk Narkoba dan Dopping

Tes urin juga sering diperlukan untuk mengetahui kandungan alkohol dan jenis narkoba dalam urin. Tes ini menjadi metode yang paling mudah untuk dilakukan dalam mengetahui zat atau bahan terlarang dalam urin. Hasil tes yang digunakan untuk mengetahui kandungan ganja dalam tubuh bisa didapatkan setelah satu minggu dari pengujian. Sementara beberapa jenis obat-obatan lain yang lebih tajam seperti heroin, kokain, ekstasi bisa muncul selama beberapa hari saja. Tes strip juga dilakukan untuk mengetahui kadar alkohol dalam tubuh. Atlit atau profesional dalam bidang olahraga biasanya memerlukan tes ini untuk mengetahui kandungan zat khusus atau obat pemicu kekuatan seperti obat yang mengandung zat dopping.