Home Merk Obat A-ZMerk Obat C Cefor – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Cefor – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Kartika Puji Rahayu

Cefor adalah obat yang dipergunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi yang terjadi karena bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi pernapasan bagian bawah, meningitis dan gonore. Obat ini termasuk dalam golongan antibiotik bernama cephalosporin dan dalam pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

Cefor bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri, namun obat ini tidak akan efektif pada infeksi virus seperti pilek dan flu. Produsen obat ini adalah Bernofarm dengan pabrik adalah Meiji dan tersedia dalam bentuk serbuk injeksi.

Kandungan Cefor

Cefor mengandung zat aktif Cefotaxime/Sefotaksim Na yang bekerja dengan cara menghambat sintesis mukopeptida dalam dinding sel bakteri, memecah  dan memperlemah dinding sel serta membunuh bakteri. Kandungan Cefotaxime dalam Cefor efektif tak hanya pada infeksi saja, melainkan termasuk dalam keadaan parah atau yang mengancam nyawa.

Fungsi Cefor

Fokus utama Cefor adalah :

  1. Mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri
  2. Mencegah infeksi pada luka operasi

Indikasi Cefor

Indikasi utama Cefor adalah :

  • Infeksi saluran nafas bagian bawah
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi ginekologi
  • Bakterimia
  • Septikemia
  • Infeksi sistem syaraf pusat
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Infeksi intra abdomen
  • Infeksi sistem saraf pusat
  • Infeksi tulang dan sendi
  • Infeksi pasca operasi

Dosis Cefor

Penggunaan Cefor dengan dosis tepat bisa membuat kinerja obat menjadi sempurna. Penentuan penggunaan dosis Cefor disesuaikan dengan riwayat, kondisi kesehatan, jenis infeksi, dan tingkat keparahan pasien sehingga antara satu pasien dengan yang lainnya berbeda beda. Dosis pemakaian Cefor adalah :

Dosis Cefor untuk orang dewasa

  • Dosis untuk Bacteremia. Pemakaian Cefor pada kondisi Bacteremia diberikan sebanyak 1-2 gram yang disuntikkan melalui infus setiap 6-8 jam. Penggunaan maksimal Cefor adalah 2 gram yang diinjeksikan setiap 4 jam selama 14 hari.
  • Dosis untuk Operasi Caesar. Penggunaan Cefor melalui suntikan yang diinjeksikan kedalam infus pada pertama kali pemakaian, harus diberikan sebanyak 1gram. Sedangkan pada dosis selanjutnya diberikan dengan takaran berupa 1 gram. Pemberian suntikan pada dosis kedua dan ketiga dilakukan setelah suntikan 6 dan 12 jam setelah dosis pertama.
  • Dosis untuk Endometritis. Cefor diberikan sebanyak 1-2 gram melalui suntikan di infus setiap 8 jam sekali. Pada terapi parenteral digunakan selama 24 jam atau setelah hilang rasa nyeri, demam dan jumlah leukosit dalam batas normal. Durasi pemakaian dalam terapi doxycycline selama 14 hari sangat disarankan apabila terjadi infeksi chlamydia pada pasien yang telah melahirkan. Saat penggunaan Cefor sebaiknya aktivitas menyusui harus dihentikan.
  • Dosis untuk Osteomyelitis. Pemakaian Cefor dalam kondisi Osteomyelitis dengan melalui infeksi dan diberikan dalam jumlah 1-2 gram. Batas maksimal pemakaian obat ini adalah 2 gram untuk setiap 4 jam dan dipakai selama 4-6 minggu. Pada Osteomyelitis kronis membutuhkan terapi antibiotik oral tambahan dan dalam pemakaiannya membutuhkan waktu sampai 6 bulan.
  • Dosis untuk Pneumonia Dalam kondisi Pneumonia sebaiknya diberikan sebanyak 1-2 gram melalui suntikan atau infus disetiap 6-8 jam. Penggunaan maksimum adalah 2 gram dan diberikan setiap 4 jam. Durasi pemakaian Cefor adalah selama 7-21 hari.
  • Dosis untuk Infeksi Saluran Kemih Penggunaan Cefor sebanyak 1-2 gram dan diberikan melalui suntikan atau infus seriap 8-12 jam. Durasi pemakaian maksimum adalah 3-7 hari untuk infeksi ringan dan selama 2-3 minggu untuk infeksi parah yang berhubungan dengan kateter
  • Dosis untuk Pyelonephritis Dalam kondisi ini diberikan sebanyak 1-2 gram melalui suntikan atau infus. Dosis maksimal pemakaian Cefor adalah 2 gram dalam infus dan diberikan setiap 4 jam. Durasi pemberian dilakukan selama 14 hari.

Dosis Cefor untuk anak anak

  • Dosis untuk Penyakit Lyme
  1. Anak yang memiliki Penyakit Lyme, arthritis Lyme ataupun neuroborreliosis tahap akhir dalam umur 1 bulan, sebaiknya pada tahap awal penggunaan Cefor adalah sebanyak 150 – 200 mg/kg per hari dan disuntikkan melalui infus dengan pembagian dosis menjadi 3 dan 4. Batas maksimal penggunaan Cefor adalah 6 gram/hari dengan durasi14-28 hari.
  2. Anak dengan umur 13 tahun atau lebih sebaiknya menggunakan dosis seperti orang dewasa.
  3. Dosis anak anak dengan kondisi lain, belum ditentukan.
  4. Dosis untuk 13 tahun
  5. Dosis untuk anak anak dengan kondisi lain

Cara Penggunaan Cefor

  • Penggunaan Cefor dilakukan melalui injeksi/suntikan dan membutuhkan tenaga medis ataupun dokter untuk melakukannya

Kemasan Cefor

Kemasan Cefor berupa vial 1 gram x 10’s dan tersedia dalam bentuk sediaan :

  • Intravena (IV) : 1 gram dan 2 gram
  • Suntikan : 500 mg, 1 gram, 2 gram dan 10 gram

Penyimpanan Cefor

Penyimpanan Cefor dilakukan dengan cara :

  1. Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat lembab
  2. Jangan disimpan dalam kamar mandi
  3. Jangan dibekukan obat ini
  4. Sebaiknya obat ini dijauhkan dari jangkauan anak anak

Perhatian dan Peringatan Cefor

  • Pemakaian Cefor dengan obat obat tertentu seperti Cefaclor, Cefazolin, Cefuroxime, Cephradine, Cefditoren bisa mengakibatkan alergi Cefotaxime ataupun antibiotik cephalosporin.
  • Beritahukan kepada dokter, bila terdapat kondisi alergi penisilin, penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes atau kelainan pada perut dan usus, seperti colitis.
  • Kelainan ritme jantung
  • Riwayat penyakit GI kronis
  • Hati hati penggunaan pada wanita hamil dan laktasi
  • Pemakaian Cefor dalam waktu lama bisa memunculkan pertumbuhan berlebihan terhadap mikroorganisme yang bersifat tidak sensitif
  • Apabila Cefor sudah tidak dibutuhkan lagi sebaiknya tidak dipergunakan karena dapat menambah resiko kebal terhadap obat antibiotik
  • Penggunaan berlebih bisa mengakibatkan overdosis. Gejala overdosis bisa dilihat dengan ciri ciri berupa kesulitan bernafas dan kejang kejang.

Interaksi Cefor

  • Interaksi Cefor adalah Aminoglikosida

Efek Samping Cefor

Semua obar selalu mempunyai potensi untuk muncul efek samping, tetapi tidak semua orang mengalami efek samping yang sama. Efek samping yang mungkin terjadi dengan mengkonsumsi Cefor adalah :

  1. Alergi
  2. Gatal – gatal
  3. Sulit bernapas
  4. Pembengkakan wajah, bibir, lidah atau tenggorokan
  5. Diare berair atau berdarah
  6. Ruam
  7. Memar
  8. Kesemutan
  9. Mati rasa
  10. Nyeri otot
  11. Otot lemah
  12. Detak jantung tidak teratur
  13. Demam
  14. Mengigil
  15. Sakit pada tubuh
  16. Gejala flu
  17. Mudah memar atau berdarah
  18. Lemah lesu tidak biasa
  19. Sakit tenggorokan
  20. Sakit kepala
  21. Kulit melepuh dan mengelupas
  22. Kejang kejang
  23. Pingsan
  24. Mata atau kulit menguning
  25. Bagian yang disuntik menjadi sakit
  26. Iritasi
  27. Memiliki benjolan keras
  28. Sakit perut
  29. Mual dan muntah
  30. Vagina gatal atau mengeluarkan cairan

Kontraindikasi Cefor

Kontraindikasi Cefor yang terjadi adalah hipersensitif terhadap sefalosporin

You may also like