Abses Payudara pada Ibu Menyusui

3249

Abses payudara adalah gangguan pada payudara akibat terkena infeksi bakteri. Infeksi tersebut menyebabkan payudara bernanah, membengkak, dan sakit bila tersentuh. Abses payudara biasanya menyerang wanita dengan usia antara 18 hingga 50 tahun. Namun, abses payudara hampir tidak pernah menjangkiti wanita yang tidak sedang memproduksi ASI. Oleh karena itu, abses payudara paling sering menyerang wanita yang sedang dalam proses menyusui.

Wanita yang sedang dalam proses memproduksi ASI dan tidak menyusukannya kepada bayi juga akan menyebabkan abses payudara. ASI yang tidak dikeluarkan dan terjebak dalam saluran ASI akan menimbulkan peradangan. Peradangan akan menyebabkan saluran ASI rentan terhadap infeksi bakteri. Bakteri juga dapat masuk melalui puting payudara yang terluka. Untuk melawan bakteri yang masuk ke payudara tersebut, tubuh akan mengirimkan sel darah putih sebagai sistem pertahanan. Saat melakukan perlawanan terhadap bakteri, beberapa jaringan akan mengalami kerusakan. Kerusakan sel-sel jaringan tersebut akan bergabung dengan sisa sel darah putih dan bakteri dan menimbulkan nanah di payudara atau yang disebut sebagai abses payudara.

Gejala Abses Payudara

Abses payudara ditandai dengan beberapa gejala, yaitu sebagai berikt ini :

  • Rasa nyeri di bagian payudara.
  • Payudara berubah warna menjadi kemerahan.
  • Timbul benjolan pada bagian payudara yang terkena abses.
  • Payudara mengalami pembengkakan.
  • Jika bagian payudara yang terkenan abses ditekan maka akan mengeluarkan nanah.
  • Pada kasus tertentu, abses payudara juga bisa disertai rasa gatal pada payudara dan juga demam. ( Baca juga : Cara kompes yang benar untuk demam  – Demam naik turun  )

Penyebab Abses Payudara

Abses payudara disebabkan karena infeksi bakteri. Berikut ini hal-hal yang berkaitan dengan penyebab abses payudara :

  • Bakteri penyebab abses payudara. Bakteri yang dimaksud adalah bakteri Staphyloccus aureus. Bakteri tersebut sering menjangkiti kulit normal. Pada ibu yang menyusui, bakteri Staphyloccus aureus masuk ke dalam payudara melalui mulut bayi. ( Baca : Cara menjaga kesehatan payudara )
  • Cara masuk bakteri. Saat bayi menyusu, bakteri dari mulutnya akan masuk ke dalam payudara melalui puting yang terluka. Kondisi tersebut paling sering terjadi pada usia bayi 1 sampai 3 bulan setelah kelahiran. Presentase menunjukkan 1% sampai 3% ibu yang menyusui akan mengalami peradangan pada masa beberapa minggu pertama setelah melahirkan.
  • Peradangan saluran ASI. Selain pada wanita menyusui, abses payudara juga bisa menyerang wanita menopause. Pada wanita menopause, abses payudara terjadi karena peradangan menahun pada saluran ASI yang terlatak di bawah puting payudara. Wanita yang telah menopause akan mengalami perubahan hormonal yang menyebabkan saluran ASI terhambat oleh sel-sel kulit mati. Sel-sel kulit mati tersebut sangat rentan terhadap serangan infeksi bakteri.

Faktor-faktor yang Meningkatkan Resiko Abses Payudara

Selain karena dalam masa menyusui dan karena menopause, abses payudara juga lebih tinggi menjangkiti orang-orang dengan kondisi tertentu. Lalu faktor apa saja yang dapat meningkatkan resiko abses payudara pada wanita?

  • Diabetes dan Obesitas. Meski jarang, obesitas dan juga diabetes ternyata dapat meningkatkan resiko wanita terkena abses payudara. Hal tersebut dinyatakan atas dasar penelitian yang dilakukan di University of Iowa. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di  Journal of The American College of Surgeons edisi Juli 2010. ( Baca juga : Penyebab obesitas  – Bahaya obesitas  – Gejala diabetes )
  • Merokok. Seperti yang kita tahu, rokok merupakan faktor penyumbang terbesar sebagai penyebab berbagai jenis penyakit bagi tubuh, tidak terkecuali abses payudara. Wanita yang merokok lebih beresiko 6 kali lipat untuk terkenan abses payudara dibandingkan mereka-mereka yang tidak merokok. Kalaupun abses payudara telah sembuh, merokok tetap akan meningkatkan resiko abses payudara kambuh lagi. Wanita yang merokok 15 kali lipat lebih beresiko terkena abses payudara lagi. Berdasarkan salah satu penelitian, terbukti bahwa 60% penderita abses payudara adalah perokok berat. ( Baca : Bahaya merokok sehabis makan  – Bahaya menelan asap rokok  – Bahaya merokok bagi remaja  )
  • Tindik pada puting Susu. Penelitian terbaru banyak menyatakan bahwa melakukan tindik pada puting susu meningkatkan resiko terkena abses payudara dalam kurun waktu hingga 7 tahun terhitung sejak melakukan penindikan. Proses penindikan pasti akan menimbulkan luka di puting meskipun luka tak terlihat. Luka tersebut sangat rawan terkena infeksi bakteri dari luar tubuh sehingga muncullah abses payudara. Dari berbagai faktor yang disebutkan di atas, para peneliti melakukan penelitian kepada para wanita yang terkena abses payudara. Hasilnya menunjukkan bahwa dari total 68 wanita yang terkena abses payudara, 43 di antaranya adalah perokok dan 9 di antaranya adalah wanita yang memiliki tindik di putingnya. ( Baca : Bahaya tindik telinga )

Dampak Abses Payudara

Payudara tidak hanya berakibat buruk pada penurunan kesehatan ibu menyusui. Abses payudara juga akan menyebabkan hambatan pada ibu untu menyusui bayinya. Sudah tentu abses payudara akan memberikan dampak negatif bagi ibu yang menyusui maupun bagi si bayi yang sedang aktif membutuhkan ASI. Berikut ini beberapa komplikasi yang disebabkan oleh abses payudara.

  • Kesulitan pemberian ASI kepada bayi. Abses payudara sudah tentu menimbulkan rasa sakit dan juga nyeri pada payudara ibu yang menyusui. Rasa nyeri dan juga sakit tersebut sudah barang tentu akan menghambat dan juga memberikan kesulitan ibu untuk menyusui bayinya. Ibu akan menjadi was-was, bahkan merasa takut untuk memberikan ASI kepada bayi karena takut payudaranya bertambah sakit.
  • Cacat payudara. Jika abses payudara sudah berada pada tingkat yang sangat kronis, bukan tidak mungkin dokter akan melakukan tindakan pembedahan pada payudara. Akibatnya, akan timbul kecacatan pada payudara yang dioperasi.
  • Nyeri kronis pada payudara. Jika abses payudara tidak ditangani dengan benar dan dibiarkan dalam jangka waktu yang lama bisa jadi payudara akan merasakan nyeri yang kronis. Nyeri tersebut terjadi karena infeksi bakteri di dalam payudara terus berkembang jika tidak segera dibersihkan.

Meskipun abses payudara akan menimbulkan rasa nyeri pada penderitanya, namun abses payudara tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak menyusui bayi. Bahkan meskipun bayi Anda menyusui pada bagian payudara yang terinfeksi, hal tersebut tidak akan menjadi sebuah masalah.

Cara Mencegah Abses Payudara

Bagi Anda yang sedang meyusui, perlu kiranya Anda memperhatikan beberapa tips berikut untuk menghindari abses payudara.

  • Bergantian. Usahakan selalu menyusui secara bergantian antara payudara kiri dan kanan. Hal tersebut penting dilakukan agar payudara Anda terhindar dari luka yang disebabkan oleh gigitan saat menyusui.
  • Pumping ASI. Jika payudara Anda memproduksi ASI berlebih, pompalah payudara Anda agar payudara Anda kosong. Membiarkan ASI terlalu lama di dalam payudara akan membuat infeksi bakteri lebih rentan.
  • Menyusui dengan benar. Tanyakan kepada dokter atau orang yang lebih tau tentang cara menyusui yang benar. Teknik menyusui yang benar akan menghindarkan payudara Anda mengalami robekan saat menyusui.
  • Menjaga kebersihan puting. Pastikan puting selalu dalam keadaan bersih. Bila perlu Anda bisa membasuh dengan air, baik sebelum dan sesudah menyusui agar bakteri tidak menginfeksi. Usahakan pula agar selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui.

Dari berbagai penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penting bagi ibu menyusui untuk selalu menjaga kesersihan payudara. Upaya tersebut sebagai tindakan pencegahan agar abses payudara tidak menyerang Anda. Jika abses payudara sudah menjangkiti, maka Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.