Home Merk Obat A-ZMerk Obat C Cetacillin – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Cetacillin – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

by Derina Asta Widara Sp

Cetacillin merupakan jenis obat yang masuk ke dalam golongan antibiotik yang biasa digunakan untuk pengobatan penyakit infeksi baktei obat ini juga termasuk golongan penicillin, dimana cara kerjanya yaitu dengan dengan cara menghntikan pertumbuhan dari bakteri. namun obat ini tidak bisa digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh virus. misalnya saja pilek dan flu.

Pengobatan yang biasa menggunakan antibiotik ini seperti pada penyakit saluran nafas, sesak nafas atau infeksi yang disebabkan oleh Haemophlus influenzae non penisilinase, penyakit gastro interstinal, meningitis, seprtikemi dan endokarditis. adapun komposisi aktif yang terkandung di dalam obat ini adalah ampicillin.

Fungsi obat

  • pengobatan infeksi yang disebabkan oleh infeksi bakteri
  • Pengotan penyakit saluran pernafasan/ sesak nafas
  • Pengobatan gastro intestinal
  • Pengobatan saluran genito urinari

Komposisi obat

Ampicillin

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat Cetacillin

  1. Lakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini, agar mendapatkan manfaat yang lebih jelas dari obat ini
  2. Sebaiknya jangan diberikan pada pasien yang memiliki alergi terhadap ampicillin dan juga penicillin
  3. Gunakan resep dokter sebelum pasien akan menggunakan obat ini
  4. Untuk lebih berhati-hati pada pasien yang memiliki penyakit gejala gagal ginjal
  5. Untuk lebih berhati-hati pada pasien yang memiliki penyakit gejala asma
  6. Untuk lebih berhati-hati mneggunakan obat pada pasien radang usus
  7. Obat ini tidak disarankan untuk ibu hamil, karena dapat menganggu janin yang dikandung
  8. Simpan obat oada suhu ruang dan jauhkan dari terkena sinar mathari
  9. Jangan membuang obat yang sudah tidak digunakan lagi ke dalam toilet, sebaiknya lakukan konsutasi pada dokter maupun apoteker untuk mendapatkan informasi mengenai cara membuang obat yang baik dan benar
  10. Obat ini tidak dianjurkan diberikan pada pasien yang sedang menyusui.
  11. Untuk berhati-hati pada pasien gangguan fungsi hati yang parah.

Dosis obat

  1. Untuk pasien infeksi saluran nafas dan jaringan lunak bisa diberikan 250 sampai dnegan 500 mg setiap 6 jam, untuk pasien  kurang dari 40 kg bisa diberikan 25 sampai 50 mg/kg/hari. dosis bisa dibagi setiap 6 jam
  2. Untuk dosis meningitis bakterial untuk dewasa bisa diberikan 150 sampai dengan 200 mg/kg/ hari. dosis bisa dibagi menjadi 3 dosis
  3. Untuk penyakit septikemi dewasa, bisa diberikan 150 sampai dnegan 200 mg/kg/hari, dilanjutkan setiap 3 sampai 4 jam
  4. Untuk dosis GI dan GU selain N gonorrhoae bisa diberikan 20 kg 500 mg setiap 6 jam
  5. Untuk penyakit Endokarditis bisa diberikan 12 g dosis dibagi menjadi 4 jam
  6. Untuk penyakit N gonorrhoae bisa diberikan 3,5 bersama 1 g probenesid parenteral lebih dari 40 kg 500 mg

Efek samping

Terjadi nya efek samping biasanya dikarenakan pasien tidak menggunakn obat dengan baik dan tanpa sepengethaun doketr, untuk itu sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu agar dapat meminimalisir efek smaping ynag diberikan. berikut daftar efek samping yang mungkin terjadi:

  1. Efek samping gejala diare
  2. Efek samping demam
  3. Efek samping sakit tenggorokan
  4. Efek samping agitasi
  5. Efek samping mual
  6. Efek samping muntah
  7. Efek samping sering sakit kepala
  8. Efek samping vagina gatal
  9. Efek samping sariawan

Kontraindikasi

  • Jangan memberikan pada pasien yang memiliki hipersnsitivitas terhadap kandungan yang terdapat di dalam obat
  • Obat ini kontraindikais pada apsien yang sedang hamil, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dhaulu
  • Obat ini kontraindikasi pada pasien yang sedang menyusui, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter
  • Jangan memberikan obat pada pasien yaang lanjut usia tanpa berkonsultasi
  • Jangan menggunakan obat bersamaan dengan alkohol, karena dapat meningkatkan resiko yang tidak diinginkan.

You may also like