Cefuroxime – Obat Apa – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Obat Apa?

Obat Cefuroxime merupakan obat antibiotik khusus menangani infeksi bakteri yang termasuk kelas antibiotik cephalosporin. Kelas antibiotik cephalosporin merupakan kelas antibiotik β-lactam (beta laktam) yang mana awalnya dibuat dari jamur dengan genus (marga) Acremonium yang dulunya Cephalosporium, dari nama genus jamur inilah kelas antibiotik cephalosporin mendapatkan namanya. Cara kerja obat Cefuroxime bekerja dengan cara menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel bakteri dengan mencegah bakteri tersebut membentuk dinding sel yang melindungi selnya serta dengan cara merusak dinding sel tersebut sehingga sel bakteri menjadi rusak dan mati.

Obat Cefuroxime mampu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh berbagai jenis bakteri seperti Streptococcus pneumonia, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Neisseria gonorrhoeae, Escherichia coli dan beberapa jenis bakteri lainnya. Obat ini dimanfaatkan dalam pengobatan berbagai penyakit seperti bronkitis, pneumonia dan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada bagian selanjutnya akan dijelaskan mengenai dosis, kegunaan dan efek samping dari obat Cefuroxime ini.

Dosis

Pada bagian akan dijelaskan mengenai dosis pemakaian obat Cefuroxime berdasarkan jenis penyakit yang diobati. Perlu diingat bahwa penggunaan obat antibiotik perlu konsultasi dengan dokter guna, karena apabila terjadi kesalahan pemakaian akan berakibat pada kekebalan bakteri penginfeksi yang berujung pada susahnya penyakit tersebut untuk disembuhkan. Dosis yang ditampilkan disini dilansir dari www.drugs.com.

  • Dewasa:
  1. Untuk penderita infeksi bakteri, dosis oral (melalui mulut/dimakan) yang diberikan sebanyak 250 atau 500 mg setiap 12 jam. Dosis parenteral (tanpa melalui saluran pencernaan/tidak dimakan) yang diberikan sebanyak 750 mg hingga 1,5 gram melalui intravena (infus) atau injeksi intramuskular (suntik) setiap 8 jam. Dosis yang diberikan berdasarkan tingkat keparahan dari infeksi.
  2. Untuk penderita bronkitis, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 atau 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Dosis parenteral yang diberikan sebanyak 750 mg hingga 1,5 gram dengan cara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam.
  3. Untuk penderita pneumonia, dosis yang diberikan untuk pneumonia yang tidak parah sebanyak 750 mg secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam. Untuk pneumonia dengan infeksi yang parah, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena atau intramuskular setiap 8 jam.
  4. Untuk penderita infeksi saluran kemih atau infeksi saluran kencing, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 mg setiap 12 jam selama 7 hingga 10 hari. Dosis parenteral yang diberikan sebanyak 750 mg secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam. Untk penderita infeksi yang parah, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam.
  5. Untuk penderita infeksi kulit, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 hingga 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Dosis parenteral yang diberikan sebanyak 750 mg secara intravena atau intramuskular injeksi setiap 8 jam. Untuk penderita infeksi kulit yang parah, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam.
  6. Untuk penderita septicimia atau sepsis, dosis yang diberikan untuk infeksi yang mengancam jiwa sebanyak 1,5 gram secara intravena setiap 6 jam. Obat Cefuroxime digunakan untuk mengatasi sepsisi yang diakibat oleh infeksi bakteri Staphyloccus aureus, Streptococcus pneumoniae, Escherichia coli, Haemophilus influenza dan beberapa spesies dari genus/marga Klebsiella.
  7. Untuk penderita meningitis, dosis yang diberikan untuk infeksi yang mengancam keselamatan jiwa sebanyak 1,5 gram secara intravena setiap 6 jam. Dosis maksimum yang diberikan sebanyak 3 gram setiap 8 jam.
  8. Untuk penderita infeksi sendi, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram setiap 8 jam secara intravena atau injeksi intramuskular.
  9. Untuk penderita osteomielitis, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam.
  10. Untuk keperluan profilaksis bedah, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena 30 hingga 60 menit sebelum pengirisan pertama untuk pra operasi (sebelum operasi). Untuk selama operasi, dosis yang diberikan sebanyak 750 mg secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam. Untuk operasi jantung terbuka, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena saat induksi anestesi dan diberikan setiap 12 jam selanjutnya. Dosis maksimum sebanyak 6 gram.
  11. Untuk penderita tonsilitis atau faringitis, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 mg setiap 12 jam selama 10 hari.
  12. Untuk penderita sinusitis, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 mg setiap 12 jam selama 10 hari.
  13. Untuk penderita penyakit Lyme, dosis oral yang diberikan sebanyak 500 mg setiap 12 jam selama 20 hari.
  14. Untuk penderita infeksi gonokokus atau gonore yang menyebar, dosis yang diberikan sebanyak 750 mg intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam. Untuk infeksi gonokokus yang parah, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam.
  15. Untuk penderita infeksi gonokokus yang tidak parah, dosis oral yang diberikan sebanyak 1 gram sebagai dosis tunggal. Untuk dosis parenteral, obat Cefuroxime yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara injeksi intramuskular sebagai dosis tunggal.
  16. Untuk penderita kolesistitis, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena setiap 8 jam.
  17. Untuk penderita infeksi intra abdominal, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena setiap 8 jam.
  18. Untuk penderita apendisitis atau radang usus buntu, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 gram secara intravena setiap 8 jam.
  19. Untuk penderita luka yang infeksi, dosis oral yang diberikan sebanyak 500 mg dua kali sehari. Dosis parenteral, dosis yang diberikan sebanyak 1 gram secara intravena setiap 12 jam.
  • Anak-anak:
  1. Untuk anak-anak usia 3 bulan hingga 12 tahun penderita infeksi bakteri, dosis oral yang diberikan sebanyak 10 hingga 15 mg/berat badan kg dua kali sehari. Dosis maksimum sebanyak 1 gram per hari. Dosis oral yang diberikan 250 mg setiap 12 jam. Untuk usia 13 tahun ke atas, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 atau 500 mg setiap 12 jam. Dosis parenteral untuk usia 3 bulan ke atas, dosis yang diberikan sebanyak 50 hingga 100 mg/berat badan kg per hari intravena atau injeksi intramuskular dibagi sama rata setiap 6 hingga 8 jam. Dosis maksimum yang diberikan sebanyak 1,5 gram.
  2. Untuk usia 3 bulan ke atas penderita pneumonia, dosis yang diberikan sebanyak 50 hingga 100 mg/kilogram berat badan per hari, dibagi sama rata setiap 6 hingga 8 jam sehari. Dosis maksimum yang diberikan sebanyak 1,5 gram.
  3. Untuk usia 13 tahun ke atas penderita bronkitis, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 atau 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Untuk usia 3 bulan ke atas, dosis parenteral yang diberikan sebanyak 50 hingga 100 mg/ kilogram berat badan per hari secara intravena atau injeksi intramuskular, dosis ini dibagi sama rata setiap 6 hingga 8 jam, dosis maksimum sebesar 1,5 gram.
  4. Untuk penderita infeksi saluran kencing usia 13 tahun ke atas, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 mg setiap 12 jam selama 7 hingga 10 hari. Untuk usia 3 bulan ke atas, dosis parenteral yang diberikan sebanyak 50 hingga 100 mg/kg berat badan per hari secara intravena atau injeksi intramuskular, dibagi sama rata setiap 6 hingga 8 jam, dosis maksimum 1,5 gram.
  5. Untuk usia 13 tahun ke atas penderita infeksi kulit, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 atau 500 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Untuk usia 3 bulan ke atas, dosis parenteral yang diberikan sebanyak 50 hingga 100 mg/kg berat badan per hari secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 6 hingga 8 jam, dosis maksimum yang diberikan sebanyak 1,5 gram.
  6. Untuk usia 3 bulan ke atas penderita septicimia atau sepsis, dosis yang diberikan sebanyak 50 hingga 100 mg/kg berat badan per hari secara intravena, dosis dibagi sama rata setiap 6 hingga 8 jam, dosis maksimum yang diberikan sebanyak 1,5 gram.
  7. Untuk usia 3 bulan ke atas penderita meningitis, dosis yang diberikan sebanyak 200 hingga 240 mg/kg berat badan per hari secara intravena, dosis tersebut dibagi setiap 6 hingga 8 jam, dosis maksimum per hari sebanyak 9 gram.
  8. Untuk usia 3 bulan ke atas penderita infeksi sendi, dosis yang diberikan sebanyak 50  mg/kg berat badan secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam, dosis maksimum sebanyak 1,5 gram.
  9. Untuk usia 3 bulan ke atas penderita osteomielitis, dosis yang diberikan sebanyak 50 mg/kg berat badan secara intravena atau injeksi intramuskular setiap 8 jam, dosis maksimum yang diberikan sebanyak 1,5 gram.
  10. Untuk usia 3 bulan sampai 12 tahun penderita tonsilitis atau faringitis, dosis oral yang diberikan sebanyak 10 mg/kg berat badan dua kali sehari, dosis maksimum 500 mg per hari. Untuk usia 13 tahun ke atas, dosis oral yang diberikan sebanyak 250 mg setiap 12 jam.
  11. Untuk usia 3 bulan hingga 12 tahun penderita otitis media atau infeksi telinga, dosis oral yang diberikan sebanyak 15 mg/kg berat badan dua kali sehari, dosis maksimum yang diberikan 1 gram per hari. Dosis tablet yang diberikan sebanyak 250 mg setiap 12 jam. Terapi ini dilakukan selama 10 hari.
  12. Untuk usia 3 bulan hingga 12 tahun penderita sinusitis, dosis oral yang diberikan sebanyak 15 mg/kg berat badan dua kali sehari, dosis maksimum yang diberikan sebanyak 1 gram per hari. Untuk usia 13 tahun ke atas, dosis tablet yang diberikan sebanyak 250 mg setiap 12 jam. Lama terapi ini selama 10 hari.
  13. Untuk usia 13 tahun ke atas penderita penyakit Lyme, dosis tablet yang diberikan sebanyak 500 mg setiap 12 jam selama 20 hari.
  14. Untuk usia 3 bulan sampai 12 tahun penderita impetigo, dosis oral yang diberikan sebanyak 15 mg/kg berat badan dua kali sehari selama 10 hari, dosis maksimum sebanyak 1 gram per hari.
  15. Untuk usia 13 tahun ke atas penderita gonore, dosis tablet yang diberikan sebanyak 1 gram sebagai dosis tunggal.
  16. Untuk keperluan profilaksis bedah, sebelum operasi dosis yang diberikan sebanyak 50 mg/kg berat badan sebagai dosis tunggal, dosis maksimum sebesar 1,5 gram per dosis. Interval pemberian dosis setiap 4 jam setelah dosis yang diberikan sebelum operasi.
  17. Untuk penderita infeksi intra abdomen, dosis yang diberikan sebanyak 150 mg/kg berat badan per hari secara intravena yang terbagi setiap 6 hingga 8 jam.

Kegunaan

  • Mengobati bronkitis

Bronkitis merupakan jenis penyakit yang terjadi pada paru-paru tepatnya peradangan pada bronkus. Penyakit ini dapat disebabkan oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat dan infeksi bakteri. Gejala- gejala penyakit ini antara lain ketidaknyamanan pada dada, sesak nafas dan batuk berdahak. Obat Cefuroxime dapat digunakan untuk pengobatan penyakit ini yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Mengobati pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit yang berkaitan dengan peradangan pada kantung udara kecil (alveolus) pada paru-paru. Penyakit ini dapat disebabkan karena adanya infeksi bakteri, virus, jamur, parasit dan penyebab non infeksi lainnya. Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain adalah susah bernapas, demam, sakit pada dada dan batuk. Cefuroxime dapat digunakan dalam pengobatan penyakit ini yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Mengobati infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih atau infeksi saluran kencing merupakan jenis penyakit yang terkait dengan infeksi pada organ – organ seperti kandung kemih dan ginjal. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, khususnya bakteri Escherichia coli. Obat Cefuroxime dapat digunakan untuk pengobatan penyakit ini yang diakibatkan oleh bakteri.

  • Mengobati infeksi kulit

Infeksi kulit merupakan berbagai jenis penyakit yang terkait dengan infeksi pada bagian luar tubuh yaitu kulit, seperti penyakit impetigo, selulitis dan bisul. Penyebab infeksi kulit biasanya berupa bakteri, jamur, parasit dan virus. Obat Cefuroxime dapat digunakan dalam pengobatan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri.

  • Mengobati sepsis

Sepsis dikenal sebagai penyakit keracunan darah yang diakibatkan karena adanya infeksi. Biasanya penyebab penyakit ini adalah infeksi bakteri. Gejala -gejala penyakit ini antara lain adalah naiknya detak jantung, demam, suhu tubuh rendah dan napas menjadi cepat. Obat Cefuroxime dapat digunakan dalam pengobatan penyakit ini.

  • Mengobati meningitis

Meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada selaput otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur dan penyebab non infeksi lainnya. Gejala – gejala penyakit ini berupa demam, sakit kepala, leher kaku dan mual. Penyakit ini dapat diobati dengan obat Cefuroxime, khususnya yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Mengobati infeksi sendi

Infeksi sendi juga dikenal sebagai artritis septik merupakan penyakit yang berkaitan dengan peradangan pada sendi. Penyebab penyakit ini antara lain bakteri dan jamur. Gejala – gejala penyakit ini antara lain adalah demam, sakit kepala dan lemas. Penyakit infeksi sendi yang disebabkan oleh bakteri, dapat diobati dengan obat Cefuroxime.

  • Mengobati osteomielitis

Osteomielitis merupakan jenis penyakit yang terjadi akibat infeksi pada tulang. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala – gejala penyakit ini antara lain adalah demam, lemas dan kemerahan. Penyakit ini dapat diobati dengan obat Cefuroxime.

  • Untuk keperluan profilaksis bedah

Profilaksis bedah merupakan prosedur yang dilakukan sebelum dan selama operasi untuk mencegah terjadinya penyakit ataupun infeksi pada saat proses operasi. Obat Cefuroxime dapat digunakan untuk keperluan ini dengan mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri.

  • Mengobati tonsilitis

Tonsilitis atau radang amandel atau lebih dikenal sebagai amandel merupakan jenis penyakit peradangan pada amandel. Penyakit ini pada umumnya disebabkan oleh bakteri atau virus. Gejala – gejala penyakit tersebut sakit tenggorokan, sakit kepala, demam, menggigil, mual dan muntah. Obat Cefuroxime dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini yang disebabkan oleh bakteri.

  • Mengobati faringitis

Faringitis merupakan jenis penyakit peradangan yang terjadi pada organ faring tenggorokan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur dan penyebab non infeksi lainnya. Gejala – gejala sakit tenggorokan, demam, beringus, batuk, sakit kepala dan suara serak. Obat Cefuroxime dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Mengobati sinusitis

Sinusitis merupakan jenis penyakit peradangan yang terjadi pada organ sinus. Penyakit ini dapat disebabkan virus dan bakteri. Gejala – gejala penyakit ini antara lain adanya lendir tebal pada hidung, hidung tersumbat dan sakit pada wajah. Obat Cefuroxime dapat mengobati penyakit ini yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Mengobati penyakit Lyme

Penyakit Lyme merupakan jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri jenis Borrelia. Penyakit ini memiliki gejala – gejala seperti kemerahan pada kulit, ruam, demam, sakit kepala, dan perasaaan lelah. Obat Cefuroxime dapat digunakan untuk pengobatan penyakit ini.

  • Mengobati gonore

Gonore merupakan jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain adalah rasa terbakar pada saat buang air kecil, rasa sakit testis dan kencing bernanah. Penyakit ini dapat diobati dengan obat Cefuroxime.

  • Mengobati kolesistitis

Kolesistitis merupakan jenis penyakit yang berupa peradangan pada kantung empedu. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala – gejala penyakit ini antara lain adalah mual, muntah, demam dan rasa sakit pada bagian kanan atas perut. Obat Cefuroxime dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini.

  • Mengobati apendisitis

Apendisitis atau yang dikenal sebagai radang usus buntu atau sering disebut sebagai usus buntu saja, merupakan peradangan yang terjadi pada usus buntu. Penyakit ini dapat disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Gejala – gejala penyakit ini antara lain adalah sakit pada perut, muntah, mual dan demam. Penyakit ini dapat diobati dengan obat Cefuroxime ini, tentunya untuk usus buntu yang belum parah.

  • Mengobati luka infeksi

Luka pada kulit dapat berujung pada terjadinya infeksi. Infeksi pada luka dapat disebabkan oleh jamur maupun bakteri. Infeksi yang berkepanjangan dapat berujung pada terjadinya komplikasi yang parah. Obat Cefuroxime dapat digunakan untuk pengobatan infeksi pada luka yang disebabkan oleh bakteri.

  • Mengobati otitis media

Otitis media merupakan jenis penyakit infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah. Umumnya penyebab penyakit ini adalah bakteri. Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain adalah sakit telinga, demam dan kehilangan pendengaran. Penyakit ini dapat diobati dengan obat Cefuroxime, tentunya yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Mengobati infeksi intra abdomen

Infeksi intra abdomen merupakan beberapa jenis penyakit infeksi yang terjadi pada rongga perut. Penyebab penyakit ini umumnya adalah bakteri. Penyakit yang berkaitan dengan infeksi intra abdomen dapat diobati dengan obat Cefuroxime.

Efek Samping

Berikut adalah efek samping dari obat Cefuroxime ini:

  1. Menggigil
  2. Diare
  3. Demam
  4. Sakit kepala
  5. Gatal pada daerah kemaluan
  6. Berkeringat

Demikianlah penjelasan mengenai obat Cefuroxime ini beserta dengan dosis, kegunaan dan efek sampingnya. Semoga penjelasan tersebut menambah wawasan dan berguna bagi Anda.

fbWhatsappTwitterLinkedIn