Augmentin IV – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

671

Augmentin IV merupakan salah satu jenis antibiotik dari klasifikasi penisilin. fungsinya menangkal serangan infeksi dari bakteri, salah satu kegunaannya adalah untuk mengobati sakit pada saluran nafas bagian bawah, misalnya sesak napas dan penyakit bronkitis dan  perlu kiranya antisipasi dini untuk gejala awal bronkitis ini.

TINJAUAN FARMAKOLOGI

Dari tinjauan sisi farmakologi mekanisme kerja dari augmentin IV ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Bakteriologi

1. Spektrum Pengobatan

Augmentin merupakan nama grup untuk formula obat yang mengandung 2, 4 dan 5 bagian dari penisilin spektrum luas (agen kemoterapi yang efektif untuk berbagai jenis penyakit patogen), 1 bagian kalium klavulanat dan amoksisilin. Sebelum melakukan pengobatan alangkah baiknya diketahui efek samping kemoterapi ini sehingga dapat diantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalium klavulanat melalui eksperimen medis  secara in vitro berfungsi sebagai inhibitor ß-laktamase ireversibel yang dihasilkan oleh jenis bakteri :

  • Escherichia coli
  • staphylococcus aureus
  • proteus vulgaris
  • Klebsiella pneumoniae
  • Proteus mirabilis
  • Bacteroides fragilis
  • haemophilus influenzae
  • neisseria gonore

Kalium klavulanat tidak mematikan  kromosom yang melalui perantara (sykes type 1 Cephalosporinase) ß-laktamase yang dihasilkan oleh spesies- spesies acinetobacter, proteus indole positif, spesies providencia, citrobacter,  enterobacter dan serratia marcescens. In vitro pengobatan memperlihatkan sinergisitas untuk membasmi organisme yang tahan amoksisilin, tidak ditemukan efek antagonistis dari aktifitas yang ada dan  tidak mengurangi jumlah serum yang ada. (aktifitas melalui in vitro tidak selalu berarti efikasi pada in vivo).

2. Tindakan bakterisida

Elemen amoksisilin dari formula obat memakai aksi bakterisida untuk melawan strain organisme baik itu gram positif maupun gram negatif. Unsur asam klavulanat mempunyai lebih sedikit aksi bakterisida. Tapi, dengan menginaktifasikan ß-laktamase, dapat melindungi amoksisilin dari degradasi oleh sejumlah besar enzim ß-laktamase yang dihasilkan oleh strain organisme penisilin yang resisten.

  • Absorpsi

Farmakokinetik kedua jenis zat ; amoxicillin clavulanic acid saling melengkapi satu dengan yang lain. Menggandakan dosis keduanya berarti  meningkatkan dua kali lipat  kemampuan serum tersebut.

  • Ekskresi

Pengobatan yang dilakukan dengan obat  probenesid (obat untuk asam urat) efeknya tidak signifikan terhadap ekskresi komponen asam klavulanat dari formulasi yang ada

  • Stabilitas

amoksisilin dan asam klavulanat untuk Augmentin IV 0,6 dan Augmentin IV 1,2 dalam kemasan botol berbentuk bubuk untuk injeksi, dapat berada dalam kondisi yang stabil pada temperatur kamar (di bawah 25 ° C) selama kurun waktu dua tahun. dan pada saat akan digunakan kembali maka obat tersebut harus digunakan dalam selang waktu 20 menit saja.

INDIKASI OBAT

Obat Augmentin digunakan untuk beberapa jenis penyakit yaitu  untuk pengobatan infeksi yang ditimbulkan oleh organisme yang resisten terhadap amoksisilin yang menghasilkan β-laktamase yang sensitif terhadap asam klavulanat seperti :

  • Sakit saluran pernapasan bagian atas, seperti ; otitis media, sinusitis, tonsilitis.
  • Saluran pernafasan bagian bawah, seperti penyakit ; bronkitis (yang disebabkan oleh amoksisilin yang resisten ß-laktamase yang memproduksi haemophilus influenza, escherichia coli dan haemophilus para-influenzae) pneumonia.
  • sebagai antibiotik untuk infeksi saluran kemih, seperti ; pielonefritis, sistitis dan uretritis.
  • Kulit dan jaringan lunak.

KONTRA INDIKASI

Beberapa kontra indikasi dapat terjadi dengan obat ini, diantaranya :

  1. Alergi terhadap penisilin dan sefalosporin.
  2. Tidak dianjurkan untuk ibu hamil.
  3. Augmentin tidak disarankan untuk pasien yang punya riwayat  hepatik.
  4. Tidak dianjurkan untuk anak-anak

PERINGATAN OBAT

Beberapa reaksi obat dapat terjadi ketika menjalani pengobatan ini, beberapa diantaranya :

  1. Timbul reaksi hipersensitivitas serius dan fatal (anafilaktoid) telah diberitakan terjadi pada pasien yang menjalani terapi penisilin.
  2. Anafilaksis ( Reaksi alergi mendadak bersifat sistemik, sering terjadi pada injeksi serum maupun penisilin, reaksi alergi ini dapat mengakibatkan kematian). Lebih sering terjadi setelah terapi parenteral (memberikan terapi atau pengobatan melalui jalur selain saluran pencernaan), Peristiwa ini telah terjadi pada pasien yang menggunakan penisilin secara oral. Reaksi ini lebih mungkin terjadi pada individu dengan riwayat hipersensitivitas penisilin dan/atau riwayat kepekaan terhadap banyak alergen sejenis.
  3. Ditemukan adanya pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap penisilin, yang telah mengalami reaksi alergi berat ketika dilakukan pengobatan dengan sefalosporin. Sebaiknya, sebelum memulai terapi dengan penicillin, si pasien harus dilakukan pemeriksaan secara cermat dan hati-hati mengenai ada tidaknya reaksi hipersensitivitas sebelumnya terhadap penisilin, sefalosporin dan obat alergen lainnya. Jika terjadi reaksi alergi, pemberian augmentin harus dihentikan dan terapi yang tepat menggunakan : kortikosteroid adrenalin dan antihistamin.
  4. Ditemukan juga laporan mengenai terjadinya ikterus kolestasis dan hepatitis transien. Augmentin harus digunakan secara cermat dan hati-hati pada pasien dengan riwayat disfungsi hati seperti penyakit hepatitis, perhatikan tanda-tanda hepatitis pada pasien lebih awal guna tindak lanjut pengobatan yang bisa disesuaikan dengan kondisi pasien.
  5. Augmentin IV tidak diperkenankan diberikan secara intramuskular atau subkutan. Augmentin seperti pada penisilin dan sefalosporin serta zat lainnya, tidak boleh dicampur dengan aminoglikosida ke dalam jarum suntik atau melalui metode yang sejenis, karena dapat menyebabkan inaktifasi substansial aminoglikosida.

DOSIS DAN PETUNJUK  PENGGUNAAN

Penggunaan dari obat ini yaitu :

  • Augmentin IV 0,6 bubuk dalam kemasan botol digunakan untuk injeksi dapat dilarutkan dengan melarutkannya ke dalam 10 ml air untuk Injeksi B.P.
  • Augmentin IV 1,2 bubuk dalam kemasan botol untuk injeksi dilarutkan dengan melarutkannya ke dalam 20 ml air untuk Injeksi B.P. Untuk infus intravena, bubuk yang dilarutkan harus diencerkan lebih lanjut dengan volume cairan infus yang sesuai standar bakunya.

Adapun komposisi yang terdapat dalam augmentin adalah sebagai berikut :

  • Komposisi Augmentin IV  0,6 bubuk dalam kemasan botol kecil untuk injeksi intravena yang mengandung amoxycillin sodium,  setara dengan 500 mg amoxycillin dan potassium clavulanate dan setara dengan 100 mg asam klavulanat.
  • Augmentin IV 1,2 bubuk dalam kemasan botol untuk injeksi intravena yang mengandung amoxycillin sodium, atau setara dengan 1 000 mg amoxycillin dan potassium klavulanat dan setara dengan 200 mg asam klavulanat.

Augmentin IV tidak cocok untuk pemberian pengobatan secara intramuskular atau subkutan. Vaksin yang dilarutkan dapat diberikan secara intravena dengan suntikan (2 menit) atau infus intravena lambat (30 menit). Infus harus diselesaikan dalam periode obat yang stabil (infus Augmentin IV setelah dilakukan rekonstitusi dan pengenceran). Obat harus digunakan dalam waktu 20 menit dan setelah itu obat tidak bisa digunakan lagi.

Augmentin tidak boleh dilarutkan atau dicampur dengan larutan dekstrosa, larutan natrium bikarbonat untuk injeksi  protein hidrolisat atau cairan protein lainnya, darah atau plasma  lipid intravena. Larutan yang telah larut dapat disuntikkan ke dalam tabung infus cairan tetesan yang mengandung unsur glukosa, bikarbonat dan dekstran selama interval 3 sampai 4 menit.

Untuk infeksi yang disebabkan oleh organisme sensitif amoksisilin, obat yang digunakan adalah dosis yang dianjurkan untuk amoksisilin karena komponen asam klavulanat tidak berkontribusi pada efek terapeutik.  Pengobatan untuk orang dewasa melalui intravena pada umumnya digunakan untuk :

  • Mengobati  gejala infeksi berat pada saluran pernafasan, saluran kemih dan kulit dan jaringan lunak yang membutuhkan terapi parenteral (memberikan terapi atau obat melewati selain saluran organ pencernaan).
  • Dosis awal yang diberikan berupa 1 Augmentin IV 1,2 yang mengandung setara dengan 1 000 mg amoxycillin dan 200 mg asam klavulanat bisa diberikan  6 hingga 8 jam dengan injeksi intravena (selama 2 menit) atau melalui infus intravena (selama 30 menit) sampai kondisi stabil kemudian diikuti dengan pemberian obat secara oral dengan Augmentin 375 tablet,  sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Jika tidak terjadi respon yang signifikan  dalam waktu 48 jam, maka  terapi obat harus dilakukan evaluasi. Pengobatan intravena dengan Augmentin tidak boleh melampaui jangka waktu 10 hari (tanpa diagnosis) dan pemberian harian asam klavulanat total tidak boleh melebihi dari 800 mg.

EFEK SAMPING

Efek samping yang ditimbulkan dan sering ditemui dari pemakaian obat ini antara lain :

  1. Sakit perut
  2. Diare
  3. Muntah
  4. Ruam kulit
  5. urtikaria
  6. Eritema multiforme
  7. Vaginitis
  8. Menjadi penyebab kepala pusing dan mual
  9. Pusing
  10. Rasa lelah dan muka memerah
  11. Kenaikan secara moderat transaminase Aspartat dan atau transaminase alanin telah diketahui dari hasil pengobatan pada pasien dengan augmentin.
  12. Reaksi merugikan telah ditemukan untuk jenis antibiotik kelas ampisilin yang digunakan bersamaa dengan augmentin. reaksi tersebut antara lain ; gastro-intestinal -gastritis, stomatitis, glositis.
  13. Reaksi hipersensitivitas berat (anafilaktik) dan edema angioneurotik yang serius dapat terjadi dengan penggunaan penicillin secara oral.
  14. Pada pengobatan yang dilakukan bersamaan dengan penisilin dapat terjadi haematopoietik dan limfatik – Anemia (ketahui secara dini ciri-ciri anemia akut), trombositopenia, purpura trombositopenik, eosinofilia, leucopenia dan agranulositosis.