Sunday, January 20, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual (PMS) atau yang juga sering disebut dengan nama veneral. Istilah veneral ini diambil dari kata dewa venus dimana merupakan salah satu dewa kuno romawi kuno yang berarti dewa cinta. Penyebab utama dari penyakit seksual ini dikarenakan oleh seringnya kegiatan berganti-ganti pasangan dan melakukan hubungan seksual dengan pasangannya tersebut. Penyakit ini juga bisa disebabkan karena salah satu pasangan memiliki penyakit tersebut dan menularkan pada pasangannya. Hubungan seksual yang dilakukan bisa berupa hubungan badan antara vagina dna penis, anal seks (menggunakan anus) dam oral seks (menggunakan mulut).

Penyakit seksual menular (PMS) merupakan penyakit yang telah menjadi terkenal di Indonesia. persebaran penyakit ini sangat pesat karena adanya pergaulan bebas yang tidak terkendali lagi saat ini. hal ini ditambah dengan minimnya pengetahuan seks sejak dini yang membuat banyak orang terinfeksi penyakit tersebut. Saat ini sudah banyak ditemukan berbagai jenis penyakit seksual baru seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Penyebab Penularan PMS

Salah satu penyebab utama dari penularan penyakit menular seksual yang ditimbulkan akibat aktivitas seksual dengan pasangan seks yang berganti-ganti. Serta tidak diketahui bagaimana kesehatan dari pasangan apakah sehat ataukah tidak sakit sedang mengalami penyakit. Biasanya ini disebabkan karena hubungan di luar pernikahan. Cara menularkan penyakit menular seksual diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Darah

Darah merupakan cara yang bisa menularkan berbagai jenis penyakit termasuk penyakit kelamin. Infeksi yang terdapat pada dalam darah ini bisa disebabkan karena infeksi jarum suntik yang bergantian (biasanya menular pada orang yang menggunakan narkoba dengan media jarum suntik). Atau bisa juga terinfeksi melalui benda tajam lainnya seperti menggunakan tato.

2. Ibu hamil yang menurunkan kepada bayinya

Ibu hamil yang memiliki penyakit menular seksual (PMS) akan sangat beresiko dalam menularkan kepada calon anaknya karena anak akan mendapatkan asupan makan dan nutrisi melalui darah yang disalurkan oleh plasenta atau ari-ari atau tali pusat. Meskipun tidak menular saat hamil bisa saja menularkan kepada anaknya saat dalam masa menyusui.

3. Sentuhan kulit langsung

Ada beberapa jenis penyakit kelamin yang dapat menular langsung melalui sentuhan. Penyakit herpes merupakan penyakit yang menular melalui sentuhan kulit langsung. Untuk mencegahnya para penderita herpes bisa menggunakan handuk untuk menghindari adanya sentuhan langsung.

4. Pembuatan tato

Tahukah anda bahwa proses pembuatan tato di bagian badan manapun sangat beresiko dalam menularkan virus penyakit kelamin seperti HIV dan AIDS. Pada tahun 2001, justru sudah tercatat sebanyak 51% kasus penularan HIV dan AIDS disebabkan oleh penggunaan jarus suntik yang tidak dibersihkan dan digunakan secara bergantian.

Orang-orang yang beresiko terkena PMS

Setiap orang dari berbagai kalangan dan umur memiliki resiko terkena PMS. Namun yang paling rentan terkena PMS ini adalah orang yang suka melakukan hubungan seksual secara bergantian. Meskipun orang tersebut setia pada satu pasangan namun tidak menutup kemungkinan bahwa pasangannya telah bergonta-ganti pasangan hingga orang tersebut akan tertular penyakit menular seksual. Sebagian besar orang yang menderita PMS ini adalah orang yang pada usia 15 hingga 29 tahun, namun ada juga beberapa kasus bayi yang sudah tertular penyakit tersebut karena diturunkan oleh ibunya.

Menurut ahli rentang usia yang rentan terkena resiko penyakit menular seksual tinggi adalah usia 20 hingga 34 tahun pada pria, usia 16 hingga 24 pada wanita dan usia 20 hingga 24 tahun pada pria dan wanita. Traveler yang melakukan hubungan seksual dengan orang dimana dia berkunjung, para pekerja seks komersial (PSK) atau wanita tuna susila (WTS), homoseksual dan para pecandu narkotika.

Jenis-jenis Penyakit Seks Menular (PMS)

Ada beberapa jenis penyakit seks menular yang disebabkan oleh organism virus dan bakteri. Jenis penyakit ini sudah cukup populer di kalangan masyarakat, diantaranya adalah:

1. HIV

HIV merupakan singkatan dari huma immunodeficiency virus, merupakan jenis virus yang menjadi penyebab penyakit AIDS. Virus ini terutama menyerang sistem kekebalan tubuh atau imunitas tubuh penderitanya. Jika tubuh terkena virus ini bisa menjadi lemah dan mudah terserang sakit karena memang sistem kekebalan tubuhnya tidak berfungsi. Jika penderita HIV ini tidak mendapatkan pengobatan , penderita HIV bisa bertahan selama 9 hingga 11 tahun lamanya. Hal ini tergantung dari jenis HIV yang dideritanya. Virus HIV ini menyerang beberapa jaringan tubuh yang sangat penting bagi manusia seperti sel T pembantu, sel dendritik dan makrofaga.

Virus HIV termasuk dalam family retrovidiae dan masuk dalam genus lentivirus. Virus HIV pertama kali ditemukan pada tahun 1983 oleh ilmuan prancis yang bernama Jean Claude Chermann dan Francoise Barre-Sinoussi yang ditemukan pada pasien yang mengalami sindrom limfadenopati. Pada awalnya virus ini dinamakan dengan ALV (limphademopathy associated virus). Kemudian kedua ilmuwan tersebut bekerjasama dengan Luc Montagnier berhasil membuktikan bahwa virus tersebut merupakan penyebab dari penyakit AIDS. Jenis virus HIV ini kemudian dinamakan sebagai virus HIV-1.

Namun setelah itu ditemukan lagi virus jenis HIV-2 pada pasien di negara protugal yang berasal dari benua afrika. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa kloning dan analisis membuktikan ternyata karakteristik dari dua virus ini HIV-1 dan HIV-2 memiliki karakteristik yang berbeda sebesar 51%. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan meneliti virus HIV-2 kemudian ditemukan bahwa virus ini merupakan virus dari primata sejenis kera atau simpanse.

Dengan ditemukannya fakta tersebut membuktikan bahwa virus HIV merupakan virus yang berasal dari primata yang berasal dari benua afrika yang kemudian menular pada manusia.

Deteksi HIV ini bisa dilakukan dengan melakukan tes darah meskipun tubuh tidak memiliki gejala tertentu. Pada tahap selanjutnya penderita HIV akan merasakan pilek, batuk, flu, demam yang seperti penyakit biasa namun seiring dengan berjalannya waktu penderita akan mengalami penurunan berat badan secara signifikan dan menderita batuk darah atau TBC. Pada tahap selanjutnya penderita akan mengalami komplikasi penyakit yang bisa berujung pada kematian.

penularan HIV ini bisa berasal dari hubungan seksual dan hubungan darah pada orang yang terkena darah dari penderita HIV sangat mungkin juga terinfeksi penyakit HIV ini. bukan hanya darah saja yang bisa menularkan namun juga cairan lainnya dari penderita HIV seperti cairan kemaluan, semen dan ASI.

2. AIDS

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrom merupakan penyakit yang ditandai dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh karena sistem imun yang rusak karena virus HIV atau virus lainnya yang mirip seperti SIV, FIV dan lainnya.

Gejala HIV AIDS ini ditandai dengan beberapa gejala diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Penyakit paru-paru. Para penderita AIDS ini biasanya akan mengalami pneumonia pneumocystis (PCP). Penyakit ini sangat jarang mengenai orang yang tidak terinfeksi oleh virus HIV. Penyebad penyakit paru-paru jenis PCP ini adalah fungi pneumocystis jirovecii. Biasanya penyakit ini dijadikan sebagai indikasi dari adanya penyakit AIDS awal yang kemudian dokter akan melakukan tes untuk melakukan pengobatan terbaik. Penyakit ini biasanya dapat berujung pada kematian. Penyakit lainnya adalah TBC, infeksi dari virus HIV ini sangat unik karena bisa menular melalui saluran pernafasan. TBC ini juga biasanya terjadi pada awal penyakit HIV yang ditimbulkan. Penyakit ini bisa diatasi jika sudah terdeteksi penyakitnya.
  • Penyakit saluran pencernaan. Pada penderita AIDS yang di dalam tubuhnya terdapat virus HIV ini memiliki kemungkinan besar akan terserang penyakit pada saluran pencernaan. Hal ini dikarenakan adanya virus atau jamur dan bakteri yang terdapat di dalam usus, lambung dan organ pencernaan lainnya sehingga bisa membuat tubuh akan terserang diare dalam waktu yang lama.
  • Penyakit saraf. Penderita HIV dan AIDS sangat memungkinkan mengalami gangguan pada tingkah laku. Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada saraf di otak sehingga memicu terjadinya gangguan kejiwaan.
  • Kanker atau tumor ganas. Penderita HIV juga sangat beresiko mengalami kanker dan tumor ganas lebih banyak dibandingkan orang normal atau yang sakit lainnya. hal ini disebabkan karena tubuh tidak memiliki sistem imun sehingga sel-sel kanker dan tumor dapat berkembang sesuka hati.

Baca juga : Ciri ciri aids – Pantangan penderita HIV AIDS – Cara Mengobati HIV Aids – Bahaya HIV Aids – Penyebab AIDS – Cara mencegah AIDS

3. Gonorhea

Gonorrhea merupakan sebutan medis untuk jenis penyakit kencing nanah. Penyakitt ini termasuk dalam salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyerang bagian uretra, tenggorokan, serviks, rectum dan juga pada bagian putih mata. Gejala penyakit kencing nanah seringkali tidak dirasakan dan diketahui oleh para penderitanya. Pada penderita pria biasanya akan merasakan gejalanya pada waktu 2 hingga 7 hari setelah dirinya terinfeksi gonorrhea. Sedangkan pada penderita wanita bisa dilihat gejalanya dalam waktu 7 hingga 21 hari setelah terinfeksi.

Pada awalnya penderita akan mengalami sakit dan nyeri saat melakukan buang air kecil serta di dalam cairan urin mengandung nanah. Pada orang yang melakukan hubungan homoseksual atau yang melakukan anal seks dapat membuat lubang anus atau rectum membengkak dan ditumbuhi dengan nanah.

4. Sifilis

 Penyakit sifilis atau juga sering disebut sebagai penyakit raja singa merupakan salah satu penyakit yang berasal dari hubungan seksual. Bukan hanya pada hubungan seksual saja namun juga pada penggunaan barang penderita yang digunakan oleh orang lain seperti handuk. Penyakit ini ditimbulkan oleh kuman treponema pallidum dimana kuman ini sangat berbahaya karena menyerang bagian penting di dalam tubuh seperti pada lidah, mulut, bibir dan selaput lendir.

Gejala umum yang akan dirasakan oleh para penderita pada awalnya adalah timbulnya koreng atau luka pada bagian tubuh manapun dan biasanya jumlahnya hanya satu. Luka tersebut menggembung namun tidak sakit ketika dipencet serta bertekstur kenyal. Kemudian gejala yang lebih serius adalah dengan adanya nanah di sekitar lipatan paha karena kelenjar getah bening terserang oleh virus. Penularan penyakit ini bisa disebabkan karena hubungan seksual dan penularan dari ibu ke bayi yang ada di dalam kandungannya. Kabar buruknya, saat ini belum ditemukan obat bagi bayi yang terinfeksi penyakit ini.

5. Vaginitis

Vaginitis merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan terdapat masalah dan penyakit di daerah vagina. Tanda adanya penyakit ini adalah rasa gatal dan keluarnya cairan dari dalam vagina yang baunya tidak enak. Hal ini juga diikuti oleh iritasi dan rasa perih ketika buang air kecil. Penyebab dari vaginitis ini disebabkan oleh kuman yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau memang kuman tersebut sudah ada di dalam vagina namun mutasi menjadi lebih ganas. Untuk mengatasi sangatlah penting untuk menjaga kebersihan vagina.

Baca : Penyebab sakit pada saat buang air kecil – Sering buang air kecil

6. Herpes

Penyakit herpes ini disebabkan oleh virus simpleks baik yang tipe 1 (HSV-1) maupun tipe 2 (HSV-2). Namun sebagian besar kasus penyakit herpes ini disebabkan oleh virus simplek tipe 2 (HSV-2). Penyakit ini bisa disebabkan karena hubungan seksual, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang kadang disadari oleh para penderitanya namun penyakit ini bisa menular. Saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit herpes ini, namun ada obat yang bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya. Jadi, para penderita herpes selamanya tidak akan bisa sembuh. Obat tersebut adalah Acydovir (Zovirox).

Baca : Penyebab Herpes – Virus Herpes

7. Klamidia

Klamidia merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) dimana jenis penyakit ini merupakan yang nomor satu dan terbanyak di derita oleh orang di Amerika Serikat. Penyakit ini disebabkan karena bakteri yang bernama chlamidya tachromatis. Gejala awal dari penyakit ini seringkali tidak disadari oleh para penderitanya bahkan tidak dirasakan sama sekali. Namun apabila penyakit ini dibiarkan saja maka bisa menyebabkan kemandulan terutama pada wanita.

Penderita yang berjenis kelamin pria biasanya akan merasakan rasa perih dan nyeri saat buang air kecil serta terdapat cairan lain yang bukan air kencing. Testis juga akan mengalami pembengkakan. Sedangkan pada wanita bisa ditandai dengan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual dan terjadi pendarahan, serta mengalami permasalahan saat menstruasi karena waktunya tidak teratur.

8. Candidiasis

Penyakit candidiasis sebenarnya masih merupakan jenis penyakit menular seksual yang masih tergolong baru. Namun perkembanga penyakit ini cuup pesat sehingga perlu juga diwaspadai. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi di dalam muara vagina yang diakibatkan adanya infeksidari ragi. Sebenarnya zat ragi ini memang alami berada di dalam vagina namun karena suatu hal menyebabkan pertumbuhan ragi tersebut bertambah banya sehingga menyebabkan infeksi. Kuman yang bernama candida albicans ini juga hidup di dalam vagina orang yang sehat. gejala jika tubuh mengalami penyakit ini pada wanita adalah sakit saat buang air kecil disertai dengan kelaurnya cairan kental dan saat melakukan hubungan seksual juga terasa sakit. Sedangkan yang akan dirasakan oleh pria saat terinfeksi adalah rasanya yang sangat panas seperti terbakar di area penis. Pria dapat tertular jika melakukan hubungan seksual wanita yang menderita candidiasis.

9. Chancroid

Jenis penyakit menular seksual (PMS) lainnya adalah chancroid. Gejala awal penyakit ini adalah munculnya benjolan-benjolan kecil disekitar lubang anus atau rectum setelah 4 hingga 5 hari mengadakan kontak dengan orang yang memiliki penyakit tersebut. Nah, setelah beberapa saat benjolan tadi akan pecah dan mengeluarkan bau yang sangat tidak enak serta menyengat. Kemudian cairan ini akan menjadi borok dan rasanya sangat perih dan sakit. Penyakit ini bisa dirasakan oleh baik pria maupun wanita. Biasanya ditularkan melalui hubungan seksual anal seks.

10. Granula inguinale

Selanjutnya adalah penyakit granula inguinale atau penyakit yang juga sama dengan dengan penyakit chancroid yaitu disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang satu ini akan menyerang bagian organ intim baik pria maupun wanita, area penis, vagina, lubang vagina dan klitoris serta area disekitarnya. Pada gejala awal akan terjadi bejolan kecil yang mengandung air dan kemudian akan terus berkembang membesar dan menimbulkan bau yang tidak sedap dan benjolan ini akan menjadi benjolan permanen.

Penyakit ini sangat berbahaya karena jika tidak diobati bisa membuat kematian. Biasanya penderitanya tidak akan merasakan bahwa dirinya sakit hingga dalam kurun waktu 3 bulan setelah terinfeksi penyakit akan menyebar dan menimbulkan rasa sakit yang sangat berbahaya. Penyakit ini juga bisa menular dan ditularkan dari orang lain.

11. Lymphogranuloma venereum

Penyakit ini biasanya juga dikenal dengan singkatannya saja yaitu LGV, sebuah jenis virus yang menyerang dan mempengaruhi seluruh organ tubuh. obat antibiotic tidak dapat menyembuhkannya karena antibiotic digunakan untuk mengobat penyakit yang disebabkan oleh bakteri bukan virus sehingga penyakit ini sangat berbahaya. Tanda dari adanya penyakit ini adalah munculnya bentolan pada daerah organ intim baik pada pria dan wanita. Bentolan ini tadinya kecil dan kemudian membesar hingga seukuran telur sampai menyerang pada bagian pangkal paha dalam waktu 3 minggu lamanya.

Parahnya jika penyakit ini tidak segera diatasi adalah dapat menyerang kelenjar getah bening dan akhirnya bisa menyebabkan kelumpuhan total bagi penderitanya. Penularan penyakit ini melalui hubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit tersebut namun belum terdeteksi.

12. Trichomoiasis

Penyakit trich ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit dari protozoa atau yang juga disebut sebagai hewan yang bersel tunggal yang bernama trichomas vaginallis. Biasanya yang mengidap penyakit ini adalah wanita dan parahnya lagi setengah dari wanita penderita tidak mengetahui dan tidak merasakan gejala apapun. Penyakit ini akan terasa ada awalnya dengan saat melakukan hubungan seksual merasakan sakit pada vagina. Kemudian di daerah vagina juga mengelurarkan bau yang sangat tidak sedap serta keluar cairan putih seperti busa, cairan tersebut juga bisa berubah menjadi kuning bahkan hingga kehijauan.

13. Pediculosis

Penyakit ini disebabkan karena adanya parasit di dalam bulu kemaluan berupa kutu pubis yang bentuknya hampir mirip dengan kepiting jika dilihat di bawah kaca pembesar atau mikroskop. Parasit yang stu ini juga bisa dilihat denganmata telanjang. Kutu pubis bertahan hidup dengan cara menghisap darah pada daerah kemaluan. Masa hidupnya sangat singkat namun tidak bisa disepelekan karena sebelum kutu pubis mati dirinya akan dapat bertelur di rambut kemaluan dan menghasilkan ribuan telur dalam sekali bertelur.

14. Hepatitis B

Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang langsung menyerang hati. Seperti yang telah diketahui bahwa hati merupakan pembantu tubuh dalam mencerna makanan, membantu menyimpan energi dan membuang racun di dalam tubuh. karena hepatitis B menyerang hati dapat membuat fungsi hati tidak dapat bekerja dengan maksimal. bahkan pada beberapa kasus hepatitis B ini bisa menyebabkan kematian jika tidak segera diobati. Penyakit ini merupakan satu-satunya jenis penyakit menular seksual yang bisa dicegah dengan cara vaksinasi hepatitis B.

Baca : Penyebab hepatitis kronis

Demikian beberapa jenis penyakit menular seksual (PMS) yang biasa dialami oleh orang. masih ada lagi beberapa jenis penyakit lainnya. melakukan pencegahan lebih baik dibandingkan dengan melakukan penyembuhan terhadap penyakit seks ini. selalu jaga dan bersihkan bagian organ intim dan tidak berganti-ganti pasangan merupakan cara yang paling ampuh dalam mencegah persebaran penyakit tersebut. Sanksi di masyarakat apabila terkena penyakit seks sangat tinggi dan tidak bisa ditolerir sehingga sangat penting untuk memberikan edukasi pada anak sejak dini mengenai penyakit seks ini.

Recommended