Home Penyakit dan KelainanPenyakit Menular Seksual 8 Penyebab PMS (Penyakit Menular Seksual) – Jenis dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab PMS (Penyakit Menular Seksual) – Jenis dan Cara Mengatasinya

by Erlita

PMS adalah sebuah nama kondisi penyakit yang memiliki kepanjangan Penyakit Menular Seksual dan kini lebih dikenal dengan nama IMS atau Infeksi Menular Seksual. Infeksi atau penyakit ini penularannya bisa melalui cairan tubuh, seperti halnya cairan vagina, sperma, dan darah. Namun, sebenarnya penyebaran pun bisa tetap terjadi tanpa adanya hubungan seksual, seperti misalnya bayi yang tertular oleh ibunya, entah ketika masih di dalam kandungan atau setelah dilahirkan.

Penyebaran melalui jarum suntik juga dapat terjadi, apalagi jika jarum suntik tersebut sudah dipakai berulang kali atau bahkan malah dipakai bergantian. Sebuah jarum suntik sebaiknya digunakan oleh satu orang saja dan bukan beberapa orang dengan jarum yang sama karena penularan infeksi menjadi lebih mudah. Di bawah ini adalah sejumlah penyebab PMS atau penyakit menular seksual yang bisa Anda perhatikan dan waspadai.

(Baca juga: jenis penyakit menular penyebab dan pencegahannya)

  1. Pemakaian Pil KB

Pelaku seksual yang melakukannya di luar nikah selalu khawatir akan terjadinya kehamilan, maka akhirnya memilih untuk menggunakan pil KB supaya kehamilan dapat dicegah. Pil KB pun dipercaya sebagai sebuah cara untuk memberikan perlindungan dari PMS (Penyakit Menular Seksual) yang padahal pendapat seperti itu tidaklah tepat. Melindungi risiko kehamilan betul, tapi ancaman PMS tidak dapat dicegah hanya dengan pil KB.

  1. Pemakaian Obat Terlarang

Kebanyakan manusia tak lagi stabil mentalnya ketika mengonsumsi obat-obatan terlarang sehingga mengambil keputusan pun bisa sangat salah. Salah satu keputusan tidak benar adalah dengan melakukan hubungan seks di luar nikah serta menggunakan jarum suntik yang biasanya secara bergiliran. Keduanya adalah cara tepat untuk menaikkan risiko seseorang bisa terserang Hepatitis maupun HIV AIDS.

  1. Konsumsi Minuman Keras

Meminum minuman beralkohol dan menjadikannya sebuah kebiasaan apalagi jika konsumsi secara banyak dan terlalu sering. Pikiran pun akhirnya menjadi tidak jernih sehingga salah mengambil keputusan. Contoh keputusan di bawah pengaruh alkohol yang begitu sering kita jumpai adalah perilaku seks yang menyimpang. Saat kehilangan kesadaran, Anda pun tak tahu siapa yang menjadi pasangan melakukan hubungan seksual; tentu ini menjadi penyebab dari munculnya PMS.

(Baca juga: bahaya minuman keras bagi kesehatan)

  1. Tidak Mendapat Bekal Pengetahuan tentang Seks

Perempuan adalah makhluk yang paling mudah dan sering terserang infeksi penyakit menular seksual, khususnya yang masih pada usia remaja dan juga dewasa muda. Pada usia yang masih terlalu muda, wanita akan sangat gampang terserang gonorea maupun klamidia dan juga PMS lainnya dikarenakan belum berkembangnya serviks wanita secara sempurna.

  1. Hubungan Seks tanpa Kondom

Sama halnya dengan pil KB, kondom adalah cara pencegahan supaya sang wanita tidak hamil ketika melakukan hubungan seks, terutama yang di luar nikah. Dengan menggunakan kondom, penularan PMS dapat dicegah saat melakukan hubungan seks dan risiko transmisi juga akan berkurang dengan cara ini. Maka ketika tidak menggunakannya, sama saja Anda mengundang virus, bakteri atau parasit untuk menginfeksi Anda.

(Baca juga: akibat kelebihan estrogen)

  1. Bergonta-ganti Pasangan dalam Berhubungan Seks

Seks di luar nikah serta seks bebas semakin meluas saja dan inilah yang memicu orang untuk semakin gencar untuk bereksperimen dalam melakukan hubungan seks. Melakukannya dengan banyak pasangan adalah hal yang akan meningkatkan risiko penyebab PMS karena kita tidak pernah tahu penyakit seksual apa yang diderita oleh setiap orang yang menjadi pasangan Anda. Pasangan-pasangan Anda pun juga berkemungkinan besar adalah tipe yang sering bergonta-ganti pasangan saat melakukan hubungan seks.

(Baca juga: perbedaan hiv dan aids)

  1. Melakukan Seks untuk Gaya Hidup dan Kebutuhan Ekonomi

Melakukan hubungan seks demi bisa bergaya hidup mewah atau paling tidak memenuhi kebutuhan ekonomi adalah sesuatu yang sebenarnya termasuk di dalam seks bebas. Pada kasus seks bebas, ada dua macam yang bisa terjadi, melakukannya dengan orang yang sama atau berganti-ganti pasangan. Risiko penularan PMS jelas menjadi lebih tinggi karena melakukan hal tersebut.

  1. Virus, Bakteri dan Parasit

Karena berganti-ganti pasangan ketika melakukan hubungan seksual, kemudian juga menggunakan jarum suntik yang sudah dipakai orang lain, maka ada beragam parasit, bakteri dan virus penyakit menular seksual yang bisa menular dan menyebar ke tubuh Anda. Jenis penyakit-penyakit seksual yang menular dapat disebabkan salah satu dari ketiga faktor tersebut.

(Baca juga: cara mengetahui terkena hiv aids)

Jenis-jenis PMS

1. HIV

Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah sebuah virus yang berbahaya dan berisiko menyerang sistem kekebalan tubuh yang akan terjadi melalui hubungan seks tak aman. Bahkan virus ini juga mudah menyebar dan menular ke orang lain apabila berbagi jarum suntik atau alat suntik lainnya, seperti juga melalui transfusi darah. Infeksi ini dan juga penyakit yang diakibatkannya tak akan mampu dilawan karena melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada pengobatan yang diketahui mampu membasmi HIV secara ampuh karena pada umumnya obat HIV yang sudah ditemukan hanyalah dapat membuat usia penderitanya lebih panjang dengan meredakan gejala yang ditimbulkan oleh virus HIV tersebut. Gejala HIV AIDS sendiri kurang begitu jelas karena gejala awal dari HIV sendiri adalah gejala flu ringan yang seperti biasanya di mana penderita akan merasa sakit tenggorokan, mengalami demam dan juga muncul ruam.

Tubuh penderita pun akhirnya malah semakin lemah dan mudah terserang beragam infeksi karena sistem kekebalan tubuh telah terserang oleh virus HIV. Satu-satunya cara supaya mengetahui apakah seseorang telah terkena infeksi virus HIV, tes HIV-lah yang perlu untuk dilakukan, diikuti dengan konseling. Untuk melakukan tes HIV, Anda bisa datang ke klinik KTS atau Konseling dan Tes HIV Sukarela (Voluntary Counseling and Testing).

(Baca juga: penyebab aids)

2. Herpes Genital

Kondisi penyakit menular seksual ini adalah kondisi yang pemicunya diketahui adalah virus herpes simpleks atau bisa juga disebut dengan istilah HSV. Setelah beberapa hari terkena infeksi HSV, maka gejala herpes genital akan timbul dan contoh gejala awalnya adalah seperti munculnya lepuhan luka yang warnanya merah dan terasa sakit di bagian genital. Biasanya ketika buang air kecil baru terasa sakit atau paling tidak area tersebut akan terasa gatal.

Metode diagnosis dengan mengambil sampel cairan luka yang timbul bisa dilakukan, atau bisa juga penderita melakukan tes darah. Virus ini sebenarnya memiliki sifat tidak aktif atau istilahnya dorman. Ia akan bersembunyi yang letaknya di dalam tubuh namun tidak akan memicu gejala apapun. Hanya saja, sekalinya virus ini balik aktif, akan timbul luka lagi yang biasanya ukurannya lebih kecil dan tak akan terasa begitu sakit.

Luka tersebut tak akan terlalu mengganggu karena pada dasarnya ada antibodi yang sudah dihasilkan oleh tubuh terhadap virus sehabis pertama kali kena infeksinya. Tubuh dengan antibodi yang sudah ada bakal membasmi virus yang muncul kembali. Sayangnya, obat untuk menyembuhkan total herpes genital ini belumlah ada, tapi Anda tetap bisa mengendalikan gejala yang terjadi menggunakan obat-obat bersifat anti virus.

3. Kutil Kelamin

Kutil genital adalah nama lain dari kondisi PMS satu ini dan dikenal sebagai sebuah kondisi penyakit menular seksual yang penyebabnya adalah virus human papillomavirus atau disingkat HPV. Namanya kutil kelamin, itu artinya pada area alat kelamin akan muncul adanya kutil, atau biasanya akan muncul juga di sekitar dubur. Penderita tak akan merasa sakit di bagian tersebut, namun kutil akan cenderung memunculkan rasa gatal dan juga kulit yang kemerahan yang terkadang bisa disertai dengan gejala berdarah di bagian tersebut.

Virus ini akan menyebar tak hanya lewat hubungan seksual tapi jika penderita mengalami kontak langsung dengan kulit orang lain, maka orang tersebut akan dapat tertular. Kutil ini sendiri munculnya adalah kurang lebih sebulan sampai tiga bulan sesudah terkena infeksi HPV, namun meski ada sebagian orang yang kena infeksi tidak mengalami munculnya kutil. Kemunculan kutil tidak hanya pada sekitar daerah dubur atau genital saja, tapi bisa juga muncul di daerah tenggorokan maupun mulut seseorang yang melakukan seks oral.

Pemeriksaan fisik adalah yang akan dilakukan para dokter demi mengetahui dan mendiagnosis ada tidaknya kutil kelamin yang dialami oleh pasien dengan berfokus pada area yang kena infeksi, juga melalui tes khusus yang memang didesain untuk mendiagnosis HPV. Kabar buruknya, penanganan untuk benar-benar membasmi HPV belumlah ada dan cara mengatasinya hanyalah dengan menggunakan krim, menempuh terapi laser, atau prosedur pembekuan.

Cara alternatifnya adalah dengan melakukan pengangkatan kutil alias dengan melakukan operasi, tapi bila kutil tersebut berubah menjadi besar dan perlu untuk diangkat. Kanker rektum, kanker penis, serta kanker serviks merupakan serangkaian risiko kondisi yang bisa dialami oleh orang-orang yang terinfeksi oleh virus HPV. Walau tak semua jenis virus HPV itu berhubungan dengan risiko kanker, tetap saja penting bagi Anda yang telah mengalami gejala untuk segera memeriksakan diri, terutama memeriksa ada tidanya sel kanker setelah kena infeksi.

(Baca juga: bahaya hiv aids)

4. Klamidia

Jenis penyakit menular seksual satu ini merupakan kondisi seksual yang umum dan bakterilah yang menyebabkannya, nama dari bakteri tersebut adalah Klamidia trachomatis. Gejala tidak dirasakan oleh beberapa orang sama sekali, sehingga orang yang kena infeksi pun tak akan sadar bahwa ia sudah terkena infeksi alias tertular. Gejala yang terjadi pada pria dan wanita cukup berbeda, dan berikut adalah gejala yang terjadi pada pria:

  • Muncul rasa sakit di area testikel yang kemudian membengkak.
  • Terasa panas atau gatal pada area lubang penis.
  • Saat buang air kecil akan terasa sakit.
  • Akan keluar kotoran yang warnanya putih atau jernih di ujung penis.

Sedangkan, untuk gejala pada wanita tentu berbeda dengan pria, seperti di bawah ini:

  • Terasa sensasi seperti terbakar disertai rasa gatal pada area vagina.
  • Ketika melakukan hubungan seksual terasa sakit.
  • Muncul rasa sakit ketika menstruasi.
  • Ketika buang air kecil merasakan sakit dan muncul rasa seperti terbakar.
  • Ada bau tak biasa menyertai keluarnya cairan vagina yang dianggap tak wajar.

Daerah anggota tubuh yang mudah terserang antara lain adalah bagian mata, tenggorokan, dan juga rektum. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk dikonsumsi pasien sebagai cara mengatasi penyakit ini dan seperti yang sudah diresepkan dokter, obat harus habis walaupun kondisi telah membaik.

Untuk memastikan bahwa Anda benar-benar terserang bakteri klamidia ini, penting untuk melakukan pemeriksaan demi mendapatkan diagnosis yang paling tepat, seperti misalnya tes urin atau bisa juga dengan mengambil sampel cairan yang berasal dari alat kelamin. Salah satu tes ini perlu dilakukan lagi setelah menjalani pengobatan seperti resep dokter. Ini bertujuan untuk benar-benar mengetahui apakah infeksi sudah sembuh total.

(Baca juga: cara mencegah aids)

5. Kencing Nanah

Kondisi ini juga diketahui sebagai Gonore tergolong dalam PMS dan bakterilah yang menciptakan kondisi ini, yaitu Neisseria gonorrhoeae di mana gejala tak dirasakan oleh penderita. Gejala apapun tidak ditunjukkan oleh sejumlah penderita penyakit ini, maka memang terhitung sulit untuk memperkirakan kondisi sebenarnya dari penyakit ini. Pada wanita dan pria, gejala kencing nanah ini bisa berbeda, berikut adalah gejala pada wanita:

  • Cepat lelah.
  • Mengalami demam.
  • Kelamin dan area sekitarnya terasa gatal.
  • Terganggunya siklus menstruasi.
  • Ketika melakukan hubungan seks, pendarahan akan terjadi, atau bisa juga sesudah melakukannya. Saat mengalami menstruasi pun pendarahan berlebihan bisa terjadi.
  • Ketika melakukan hubungan seks maupun sesudahnya akan terasa sakit di bagian bawah perut.
  • Saat buang air kecil terasa sakit dan disertai dengan rasa seperti terbakar.
  • Terlalu sering buang air kecil.
  • Encernya cairan vagina yang warnanya pun hijau atau kuning menandakan ketidaknormalan.

(Baca juga: cara menghilangkan bisul secara alami)

Sementara itu, pria memiliki gejala yang cukup berbeda, yaitu:

  • Area testikel yang terasa sakit.
  • Buang air kecil yang lebih sering dari biasanya.
  • Ketika buang air kecil akan terasa sakit dan merasa adanya sensasi terbakar.
  • Ada kotoran yang keluar di ujung penis yang warnanya hijau, kuning dan putih menunjukkan adanya ketidakwajaran.

Bagian-bagian tubuh yang akan terkena oleh infeksi ini antara lain adalah mata, tenggorokan, serta rektum dan untuk memastikan memang seseorang terinfeksi, tentu diagnosis penting adanya. Tes urin adalah salah satu metode diagnosis yang dianjurkan, atau lainnya adalah dengan mengambil sampel cairan yang berasal dari organ yang kena infeksi supaya mendapatkan hasilnya.

Antibiotik adalah obat yang diberikan oleh dokter untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut dan kencing nanah ini pun akan membaik secara berangsur. Minum obat antibiotik harus benar-benar mengikuti resep dokter dan dosis yang sudah diberikan berikut juga dengan jangka waktu yang sudah diberitahukan. Hal ini bertujuan supaya infeksi dapat sembuh total karena jika tak diobati secara benar, kencing nanah berisiko menimbulkan kemandulan bagi pria dan wanita.

(Baca juga: akibat kekurangan boron)

6. Sifilis

Salah satu jenis dari PMS ini disebabkan juga oleh bakteri yang bernama Treponema pallidum dan penyakit ini dikenal juga dengan sebutan raja singa. Munculnya luka di bagian alat kelamin adalah gejala awal dari raja singa ini, bahkan luka tersebut bisa juga muncul di bagian mulut. Meski tidaklah terasa sakit, infeksi sangat mudah ditularkan dari sana di mana luka ini akan ada di sana sekitar satu sampai dua setengah bulan lamanya.

Infeksi apapun yang tak ditangani secara cepat dan baik akan dapat berkembang menjadi lebih parah, termasuk juga sifilis ini. Apabila diabaikan, ada gejala-gejala yang akan timbul, yaitu seperti di bawah ini:

  • Sakit kepala
  • Persendian yang terasa nyeri.
  • Demam
  • Ruam yang sudah muncul akan berlanjut.
  • Rambut rontok yang akan menyebabkan pitak.
  • Impotensi, demensia, kebutaan, kelumpuhan, masalah pendengaran serta kematian bisa terjadi jika dibiarkan lebih lama lagi.

Kepastian ada tidaknya infeksi ini pada tubuh seseorang bisa dilakukan dengan melakukan tes darah sebab dengan tes darah, gejala yang terkadang tak mudah dikenali sebagai penyakit sifilis pun dapat terdeteksi. Sifilis biasanya diobati dengan antibiotik di mana obat ini juga sebagai bentuk pencegahan untuk sifilis tidak menjadi lebih serius. Beberapa tips yang perlu diperhatikan dan diikuti antara lain adalah:

  1. Dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual lebih dulu sebelum infeksi sifilis benar-benar dinyatakan sembuh dan hilang.
  2. Periksakan kesehatan bersama dengan pasangan Anda untuk mengetahui kondisi kedua-duanya.
  3. Periksakan juga orang yang kiranya pernah melakukan hubungan intim dengan Anda apabila Anda memang didiagnosis menderita sifilis.

(Baca juga: pemeriksaan tpha pada sifilis)

7. Trikomoniasis

Jenis penyakit ini juga termasuk di dalam PMS, namun penyebabnya bukanlag dari virus maupun bakteri, melainkan parasit bersel satu yang disebut juga dengan Trichomonas vaginalis di mana penularannya sangat gampang dengan melalui hubungan seksual. Sayangnya, penderita pria kebanykan tidak sadar sama sekali akan infeksi satu ini sebab gejala sama sekali tidak tampak hingga akhirnya pasangan wanitanya terkena infeksi juga dan gejala pun baru dapat terlihat.

Karena gejala yang dialami oleh wanita dan pria berbeda, maka lihat dulu beberapa gejala yang dialami wanita:

  • Pada area vagina akan terasa gatal dan sakit.
  • Ditemukan kotoran vagina yang bentuknya encer disertai dengan buih; selain baunya kurang sedap, warnanya pun adalah kuning.
  • Saat buang air kecil terasa sakit.
  • Saat melakukan hubungan intim bersama pasangan terasa tidak nyaman.

Sementara itu, gejala-gejala pada pria adalah sebagai berikut:

  • Pada kulup terjadi inflamasi.
  • Warna putih pada cairan penis yang keluar.
  • Sesaat sesudah ejakulasi atau buang air kecil akan merasakan sensasi terbakar.
  • Penis mengalami iritasi di bagian dalamnya.

Metode diagnosis untuk mengetahui ada tidaknya infeksi serta seberapa seriusnya kondisi pasien, pengambilan sampel cairan, tes urin serta pemeriksaan fisik dianjurkan untuk ditempuh oleh pasien. Dibandingkan dengan pria, kondisi yang dialami oleh wanita lebih gampang untuk dideteksi. Sebagai obatnya, antibiotiklah yang akan diberikan oleh dokter.

(Baca juga: penyebab keputihan)

8. Kutu di Rambut Kemaluan

Hati-hati karena penyakit menular seksual juga bisa berupa kutu yang hidup di rambut kemaluan Anda di mana bentuknya adalah serangga parasit kecil. Kutu ini pun mampu bertahan hidup di bulu mata, alis, jenggot, rambut tubuh, maupun bulu ketiak manusia. Yang kutu ini mangsa adalah darah manusia dan biasanya kemampuan kutu ini hanyalah merangkak dari rambut ke rambut, jadi tidak akan bisa melompat dari penderita ke orang lain.

Gejala dari penyakit ini pun tak banyak, tapi cukup serius dan perlu mendapat perhatian khusus, seperti terasa gatal di bagian yang kena infeksi, lalu terjadi iritasi atau peradangan yang diakibatkan oleh garukan penderita. Cara mengasi adanya kutu ini bisa sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan sampo khusus maupun krim khusus sehingga Anda bisa mengurungkan niat untuk mencukur rambut kemaluan. Cek langsung ke bagian rambut kemaluan atau rambut lainnya di mana Anda yakin rasa gatal berasal dari sana.

(Baca juga: cara menghilangkan kutu rambut)

9. Scabies atau Kudis

Kita mungkin sudah sangat seirng mendengar nama penyakit kulit satu ini karena biasanya berada dalam satu paket yaitu panu, kurap dan kudis. Kudis sendiri merupakan infeksi kulit di mana tungau Sarcoptes scabiei-lah yang menjadi penyebab kudis. Mata kita biasa tak akan mampu melihatnya dan parasit ini akan menyebar dengan cepat jika ada kontak langsung yang terjadi antara pihak penderita dengan orang lain, seperti melalui handuk, peralatan tidur, maupun pakaian.

Akan ada ruam yang muncul di kulit yang meski hal ini sangat jarang terjadi. Yang pasti dan paling utama, ada rasa gatal yang sangat mengganggu dan terjadi biasanya di malam hari. Rasa gatal tersebut akan dapat dirasakan di bagian tubuh tertentu, seperti area kelamin, pergelangan kaki, dan juga pergelangan tangan. Untuk mengatasinya, memakai sampo dan krim khusus sudah terbilang cukup, tapi jangan kaget jika rasa gatal terkadang masih bisa dirasakan sesudah pengobatan dan ini berlangsung hanya dalam beberapa hari saja.

(Baca juga: penyakit kelamin – cara mengobati hiv aidsciri-ciri hiv aids)

Cara Mengatasi PMS

Untuk tidak mudah tertular penyakit serius, apalagi penyakit menular seksual, beberapa langkah untuk mengatasi bisa dilihat di bawah ini:

  • Menghindari tindakan hubungan seksual sebelum menikah. Kebanyakan remaja yang pacaran akan melakukan hubungan seksual di zaman sekarang diakibatkan pergaulan yang salah dan tidak terkendali. Pacaran adalah sebuah langkah untuk menuju ke jenjang yang lebih serius dan hubungan intim bisa dilakukan setelah sah menjadi suami istri.
  • Tidak berkunjung ke tempat prostitusi. Ini adalah cara mengatasi agar Anda tidak tergoda untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti dan yang bukan merupakan istri/suami Anda. Tempat ajang perzinahan ini jelas juga sangat penuh dengan penyakit seksual.
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan berganti pasangan setiap kali. Menikah dan memiliki satu pasangan saja yang bisa diajak berhubungan seksual tentu adalah yang terbaik daripada melakukan penyimpangan yang bisa berujung pada penyakit menular seksual serius. HIV, herpes genitalis, sifilis dan kencing nanah adalah contoh dari PMS yang dapat menular bila bergonta-ganti pasangan seks.
  • Menghindari seks oral dan anal. Seksanal merupakan kegiatan seksual yang penetrasi penis dilakukan ke dalam lubang anus sehingga akan menyebabkan masuknya banyak bakteri dan virus pada luka atau robekan di daerah anus. Sedangkan pada seks oral, kegiatan seksual ini memfokuskan penis yang dimasukkan ke dalam mulut pasangannya sehingga akan membuat iritasi pada kulit bibir serta kanker mulut.
  • Tidak berhubungan seksual dengan yang menderita PMS. Ini sudah sangat jelas karena bila Anda mengabaikan hal ini, maka akan dengan mudah Anda akan tertular parasit, bakteri atau virus yang akan ditularkan dari cairan reproduktif pasangan Anda.
  • Memanfaatkan kondom saat berhubungan seksual. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kondom mampu mencegah penularan infeksi dari PMS, meski tidaklah sepenuhnya. Ini dikarenakan sel sperma ukurannya termasuk setara dengan ukuran pori-pori pada kondom, jadi sebenarnya kemungkinan tertularnya infeksi PMS dan terjadinya kehamilan memang masih ada meski kecil.

You may also like