8 Cara Mengetahui Terkena HIV/AIDS dari Gejalanya

11477

Tak dapat dipungkiri bahwa penyakit HIV/AIDS masihlah menjadi salah satu penyakit yang paling membuat momok bagi sebagian besar warga dunia, masih simpang siur soal penemuan obat yang efektif serta jumlah infeksi yang terus meningkat cepat amatlah begitu merisaukan masyarakat.

Selalu beruntunglah orang-orang yang mau berwaspada dan melakukan pencegahan permasalahan di awal sebelum terjadinya sebuah kerumitan penanganan, untuk itu artikel kali ini akan membahas mengenai beberapa cara yang dapat dijadikan patokan untuk memastikan status HIV/AIDS pada tubuh seseorang adalah mula-mula kita mencoba mencari tahu wawasan seluas mungkin untuk menggali info tentang HIV/AIDS untuk kemudian melangkah pada cara yang selanjutnya, dan inilah serba-serbi mengenai info dasar tentang HIV/AIDS:

Mengenal HIV AIDS

  • Human Immunodeficiency Virus
    merupakan suatu bentukan virus yang termasuk ganas dan jika berhasil masuk dalam sel tubuh dan berkembang biak maka keberadaan virus ini akan mengikis habis sistem pertahanan tubuh sehingga yang terjadi tubuh pun akan senantiasa rawan terserang komplikasi penyakit
  • Acquired Immune Deficiency Syndrome
    merupakan suatu keadaan dimana tubuh telah positif terinfeksi virus HIV dan pada saat itulah maka tubuh akan mulai mengalami serentetan gejala penurunan imunitas secara drastis yang menyebabkan beberapa jenis komplikasi kerusakan serta infeksi pada anggota tubuh

Cara penularan

Penyakit HIV/AIDS itu sendiri biasa bersarang pada seluruh cairan tubuh tanpa terkecuali, jika tak ingin tertular usahakan tidak pernah bersentuhan dengan lendir ataupun cairan tubuh penderita positif HIV/AIDS, pada dasarnya virus ini akan mati saat berada pada zona kering di luar tubuh makhluk hidup inangnya, dan berikut merupakan beberapa cara penularan penyakit sesuai dengan kemungkinan yang terbesar:

  • Hubungan seksual
    Hubungan seksual yang tidak aman bisa sangat menjadi faktor utama penularan HIV/AIDS, hal ini dapat terjadi jika terus berganti pasangan tanpa memperhatikan status kesehatan pasangan intim, bisa juga diakibatkan karena minimnya penggunaan alat pengaman seksual layaknya kondom sebagai bentuk waspada, hubungan di luar pernikahan pun menjadi faktor penambah jumlah penularan infeksi menjadi semakin tinggi, karena pada dasarnya hubungan seksual di luar nikah banyak menyimpang dari aturan dan biasanya tingkat kesehatan hubungan pun sangat rendah dengan minimnya pertanggungjawaban. (baca juga: akibat pergaulan bebas)
  • Ibu ke anak
    Penularan HIV/AID antara ibu dan anak dapat berlangsung pada masa di dalam kandungan saat anak berada di dalam rahim ibu, juga bisa terus berlangsung pada saat bayi mendapat ASI dari ibu yang telah positif mengidap HIV/AIDS.
  • Jarum suntik
    Penggunaan jarum suntik secara bergantian pada sekelompok orang dengan minimnya tingkat strerilitas pun mampu menjadi sarana untuk penularan penyakit HIV/AIDS memasuki aliran darah pengguna untuk selanjutnya mulai menginfeksi sel dan jaringan tubuh serta melumpuhkan sistem imun
  • Tranfusi darah
    Sama halnya dengan penggunaan jarum suntik bergantian, pada saat melakukan transfusi darah tanpa prosedur yang benar yakni umumnya dengan menggunakan jarum dengan tingkat sterilitas minim pun mampu menjadi salah satu jalan bagi penularan penyakit HIV/AIDS tersebut

Tahap infeksi

Suatu virus setelah memasuki tubuh inangnya memerlukan waktu serta tahapan tertentu sebelum akhirnya mampu menginfeksi sebagian besar tubuh inang, berikut merupakan tahapan infeksi HIV/AIDS:

  • Periode jendela
    Pada tahapan awal ini menunjukkan waktu pertama kali HIV memasuki sel tubuh inangnya, pada masa ini belum muncul tanda HIV/AIDS sama sekali dan jika diperiksa medis pun hasilnya akan negatif, tahap ini akan berlangsung antara 2 minggu sampai 6 bulan lamanya tergantung pada kondisi ketahanan orang tersebut
  • HIV positif ringan
    Pada tahap kedua ini gejala infeksi HIV/AIDS pada tubuh pun sama sekali belum muncul secara berarti, namun jika coba diperiksa secara medis maka akan terdapat hasil mulai positif, tahap ini bisa berlangsung antara 5 sampai 10 tahun, dengan kasus paling sering kemunculan maksimal pada tahun ke 8 paska masuk virus pertama kali ke dalam tubuh
  • HIV positif sedang
    Pada tahap ketiga, selain pemeriksaan medis menunjukkan hasil positif, maka gejala yang dirasakan tubuh pun telah mulai untuk bermunculan, beberapa infeksi organ dalam, permukaan kulit serta serangan diare berat akan tampak tanpa henti dalam hitungan satu bulan sesuai dengan kondisi kekebalan tubuh pasien saat itu
  • HIV positif berat
    Tahapan keempat atau pemuncak ini adalah hasil cek medis positif dengan disertai berbagai gejala infeksi serius bisa berupa komplikasi menyerang beberapa organ sekaligus dan biasanya infeksi ini tiodak akan dapat sembuh secara total lagi diakibatkan dengan semakin turun drastisnya sisitem imunitas tubuh pasien.

baca juga: perbedaab AIDS dan HIV

Cara mengetahui terkena HIV/AIDS dapat dilihat dari gejalanya seperti :

Pada dasarnya segala gejala di bawah ini disebabkan lantaran minimnya sistem kekebalan tubuh yang telah dirusak oleh virus sehingga berbagai mikroorganisme pun menyerang tubuh dengan berbagai keluhan penyakit dan berikut ini adalah daftar gejala  HIV/AIDS yang telah disesuaikan dengan pembagian sistem organ manusia yang diserang:

1. Permukaan tubuh

  • sering muncul ruam, gatal, bisul, pada kulit utamanya daerah lengan akibat infeksi mikroorganisme, gejala ini selalu datang dan pergi akibat dari melemahnya sistem imun melawan zat asing berbahaya. (baca juga: cara mengobati bisul)
  • penampang kuku berubah menjadi kehitaman dan menebal akibat infeksi jamur.

2. Fungsi gerak

  • munculnya berbagai masalah sendi seperti keluhan nyeri yang diakibatkan kerusakan oleh mikroorganisme, hal ini beresiko membatasi mobilitas para pasien yang telah memasuki stadium parah. (baca juga: nyeri sendi lutut)

3. Fungsi syaraf

  • sering merasa kedinginan dan menggigil akibat infeksi mikroorganisme dan kerusakan syaraf yang ditimbulkannya
  • menurunnya tingkat kesadaran yang berhubungan dengan menurunnya kendali pada syaraf pusat otak, memungkinkan penderita untuk sering pingsan dan susah untuk memahami keadaan sekitar seperti sebelumnya
  • sering nyeri kepala, dapat pula terjadi infeksi meningitis jika mikroorganisme ganas telah menyebar ke otak, jika dibiarkan tanpa penanganan hal ini bisa berujung fatal lantaran otak merupakan kemudi utama bagi seluruh anggota tubuh
  • berkurangnya konsentrasi yang diakibatkan oleh ketidakstabilan emosi pasien dan gejala kepikunan yang mulai timbul akibat terganggunya kondisi tubuh yang sinkron dengan kendali otak
  • sering merasa kesemutan yang dapat berujung pada sensasi mati rasa sebab telah rusaknya susunan jaringan syaraf

baca juga: kesehatan sistem saraf otak

4. Sirkulasi darah

  • Sering muncul gejala demam dalam kisaran 38 derajat celcius yang sulit untuk diturunkan lantaran telah beredarnya mikroorganisme bahaya dalam aliran darah, hal ini pula dapat menambah beban aliran darah serta memperlambat peredarannya sehingga seluruh jaringan pun akan terganggu kinerjanya karena darah merupakan penyuplai oksigen dan nutrisi jaringan yang paling utama
  • suhu tubuh yang meningkat lantaran peredaran darah tak normal pun mampu memicu keluar keringat malam secara berlebihan

baca juga: cara menjaga kesehatan peredaran darah

5. Jaringan tubuh

  • pembengkakan kelenjar getah bening diakibatkan oleh memburuknya sistem imun
  • menyusutnya cadangan lemak serta massa otot berkisar 10% per bulannya dikarenakan diare berat dan demam berkepanjangan
  • senantiasa dihampiri perasaan tubuh yang lemah dan capek akibat terus menurunnya kondisi tubuh, bisa juga dipengaruhi oleh beratnya frekuensi diare yang menguras ion tubuh

baca juga: ciri-ciri HIV AIDS

6. Pernafasan

  • batuk kering yang berat berkepanjangan, biasanya disebabkan oleh alergi yang memburuk, dalam beberapa kasus juga dapat ditemui infeksi Tuberculosis
  • terdapat gangguan tenggorokan seperti nyeri akibat infeksi berbagai jamur
  • terjadinya infeksi yang menyerang paru-paru semisal pneumonia

baca juga: cara mengatasi sesak nafas

7. Pencernaan

  • sering mengalami mual dan muntah akibat infeksi mikroorganisme di sepanjang saluran cerna
  • dalam beberapa kasus dapat ditemui gejala susah buang air besar akibat semakin kacaunya sistem keseimbangan kinerja anggota jaringan tubuh
  • sering mengalami diare berat tanpa kesembuhan yang menguras banyak ion tubuh dan seringkali disebabkan oleh infeksi mikroorganisme
  • serangan herpes pada daerah sekitar mulut sebagai tanda semakin parahnya tingkat infeksi virus HIV/AIDS saat mematikan sistem imunitas

baca juga: bahaya HIV AIDS

8. Reproduksi

  • munculnya gejala herpes berulang pada daerah kemaluan
  • tumbuhnya jamur pada organ kewanitaan yang dapat menyebabkan keputihan serta gejala lainnya

baca juga: cara menjaga kesehatan organ reproduksi

Pemeriksaan dan Penanganan HIV/AIDS

Pemeriksaan HIV/AIDS

Untuk lebih pastinya demi mengetahui status HIV/AIDS langsung saja datangi laboratorium terdekat demi melakukan cek darah yang mana akan diambil serum darah anda untuk kemudian diperiksa dengan menggunakan stik HIV/AIDS, strip dua jika hasil positif sedangkan hasil strip satu jika status HIV/AIDS negatif, jika memiliki gejala mengarah pada infeksi HIV/AIDS maka segera lakukan cek medis bila perlu lakukan secara berkala dalam waktu berbeda demi mendapat hasil akurat.

baca juga: cara mengobti HIV AIDS

Penanganan HIV/AIDS

  • Pencegahan
    Sebagai fokus pencegahan ada baiknya anda harus memegang prinsip tentang hubungan seksual yang aman dan sehat, hindari penggunaan jarum suntik bergantian, berulang dan kurang steril juga pada saat mengikuti donor darah ataupun ketika sedang menjalankan tranfusi darah
  • Fokus terapi
    Ada berbagai jenis terapi yang dewasa ini bisa ditawarkan pada penderita HIV/AIDS baik dalam bentuk herbal maupun medis namun pada umumnya hal ini semua adalah suatu usaha bahwa anda harus senantiasa menjaga sistem imun anda agar tetap bertahan dalam kondisi baik sekalipun virus sedang menyerang dan menginfeksi, selalu usahakan konsumsi makanan sehat dan bernutrisi untuk menopang kekuatan tubuh anda dan memberi perlawanan untuk bertahan dari infeksi HIV/AIDS

baca juga: pantangan penderita AIDS

Sesungguhnya HIV/AIDS menginfeksi dengan permulaan cara kecerobohan dan keteledoran manusia yang berujung fatal, sistem imun adalah kata kunci pokok untuk kesehatan tubuh, maka dari itu coba minimalisir segala potensi yang bisa mengarah pada segala penularan infeksi HIV/AIDS pada tubuh. HIV/AIDS menyerang imunitas tubuh sebagai sasaran utamanya dengan begitu berbagai jenis komlikasi penyakit pun akan berdatangan menjadi momok bagi penderita.

baca juga: perbedaan AIDS dan HIV

Namun kuncinya adalah lakukan perawatan terhadap komplikasi penyakit serta usahakan untuk menguatkan sistem imun, memberi perlawanan pada virus dengan konsumsi berbagai nutrisi penopang kekuatan tubuh, para pengidap HIV/AIDS jangan sampai patah arang karena harapan akan kehidupan selalu ada asalkan kita buang kosakata pesimis dan menyerah dari kamus kita.