22 Tanda Gejala Servisitis yang Harus Diwaspadai

912

Serviks adalah leher rahim, yaitu bagian paling bawah dari rahim yang berfungsi sebagai pintu dari vagina menuju rahim. Sesuai dengan namanya, servisitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada serviks. Dapat terjadi karena infeksi jamur, bakteri maupun virus. Yang paling terjadi banyak disebabkan jamur Clamydia. Dan seperti umumnya peradangan, penyakit ini dapat menular dengan mudah, terutama ketika hubungan seks.

Infeksi dapat dengan mudah menular, oleh karena itu perlu dihindari faktor resikonya. Beberapa faktor resiko yang menyebabkan seseorang terkena servisitis adalah :

  • Melakukan hubungan seksual yang tidak aman, terutama sering berganti-ganti pasangan.
  • Melakukan hubungan seksual aktif sejak usia masih dini / muda.
  • Mempunyai pasangan yang terkena penyakit menular seksual
  • Pernah terinfeksi servisitis, sehingga akan lebih mudah terinfeksi kembali.

Peradangan pada serviks sering kali tidak muncul gejala di awal. Terkadang penderita tidak menyadari penyakit yang dideritanya. Baru dirasakan ketika servisitis sudah dalam tahap parah. Jaringan serviks sudah memerah, bengkak, berlendir, dan bernanah. Namun, terkadang penyakit yang merupakan penyakit menular seksual ini, mempunyai gejala tanpa disadari. Beberapa tanda gejala servisitis diuraikan sedikit di bawah ini.

1. Munculnya Cairan Vagina

Didekat vagina, apabila disentuh akan terasa seperti keluarnya cairan dalam jumlah banyak. Cairan ini seperti keputihan atau nanah yang berbau tidak sedap. Warna cairan bisa hijau, kecoklatan, atau kekuningan. Cairan merupakan sel darah putih yang sudah bercampur dengan sel kulit mati dan jamur.

2. Sering Buang Air Kecil

Umumnya penyakit yang berhubungan dengan vagina dan rahim menyebabkan frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering. Ini terjadi karena kandung kemih yang letaknya berdekatan dengan rahim. Gangguan sedikit saja pada rahim, menyebabkan tekanan pada kantung kemih, sehingga buang air kecil lebih sering. Namun air seni yang dikeluarkan cenderung hanya sedikit-sedikit.

3. Rasa Nyeri Saat Berhubungan Seksual

Umumnya peradangan menyebabkan pembengkakan dan luka. Saat berhubungan seksual, jaringan leher rahim yang terinfeksi tersentuh oleh kelamin laki-laki atau terpapar sperma yang masuk. Pada saat ini akan terasa nyeri saat berhubungan seksual.

4. Pendarahan dari Vagina

Pendarahan di luar siklus menstruasi dapat merupakan gejala servisitis. Pada tahap awal, pendarahan hanya terjadi saat setelah berhubungan seksual. Namun apabila tidak segara ditangani pendarahan dapat lebih banyak dan diwaktu saat melakukan aktivitas harian.

5. Nyeri di Perut

Karena letaknya di dalam, servisitis tidak selalu terlihat gejala di luar seperti pendarahan. Salah satu gejala servisitis yang paling sering adalah nyeri di perut. Nyeri terutama sangat terasa di bagian perut sebelah kanan tempat serviks berada.

6. Nyeri di Panggul

Pada tahap lanjut nyeri akibat servisitis dapat menjalar ke arah panggul. Ini dapat juga terjadi karena aliran getah bening membawa infeksi menjalar ke bagian panggul.

7. Naiknya Suhu Badan

Infeksi atau peradangan pada serviks pada beberapa orang dapat menyebabkan naiknya suhu badan atau penyebab demam menggigil.

8. Nyeri Pada Alat Kelamin Eksternal

Pada saat hubungan seksual, nyeri tidak hanya terjadi pada bagian dalam atau bagian serviks. Nyeri juga dapat terjadi pada bagian luar atau di vagina.

9. Gatal

Infeksi jamur / bakteri / virus pada bagian serviks dapat menyebabkan gatal pada bagian vagina dan sekitarnya. Rasa / penyebab gatal di selangkangan ini semakin terasa apabila vagina dalam kondisi lembab.

10. Nyeri Saat Buang Air Kecil

Karena peradangan menyebabkan luka, maka luka akan terasa sangat sakit apabila menyentuh benda lain. Termasuk ketika buang air kecil. Saat buang air kecil dalam jumlah sedikit-sedikit namun sering, ada rasa nyeri saat air seni keluar. Nyeri yang dirasakan seperti sensasi terbakar di sekitar vagina.

11. Pembengkakan Endometrium

Endometrium adalah lapisan paling dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang dibuahi. Lapisan endometrium ini juga dikenal dengan sebutan dinding rahim. Pada saat peradangan, endometrium mengalami pembengakakan. Hal ini hanya dapat diperiksa oleh dokter dengan USG. Pembengkakan endometrium ini menjadi salah satu penyebab timbulnya gejala nyeri di perut dan pendarahan di luar siklus haid.

12. Penebalan Dinding Leher Rahim

Penebalan dinding leher rahim merupakan gejala tingkat lanjut dari servisitis yang tidak ditangani atau dibiarkan. Akibat dari penebalan dinding rahim adalah displasia, infertilitas pada perempuan, dan meningkatkan resiko kanker rahim.

13. Keputihan

Hampir semua perempuan pernah mengalami penyebab keputihan. Ketika beberapa hari menjelang haid dan setelah haid umum terjadi keputihan. Namun, apabila keputihan dalam jumlah lebih banyak daripada biasa disertai dengan warna kekuningan dan berbau, maka patut diwaspadai. Ini merupakan gejala servisitis. Menandai adanya infeksi virus / bakteri / jamur pada alat kelamin atau di sekitar serviks. Umumnya, semua infeksi yang terjadi pada bagian-bagian rahim dan alat kelamin bagian luar menyebabkan keputihan.

14. Kista

Pertumbuhan kista ovarium secara bertahap dan berkesinambungan terjadi karena infeksi gabungan virus, jamur, dan bekteri. Sebelum berkembang menjadi kista, biasanya didahului dengan pertumbuhan sel epitel kolumnar pada sepanjang dinding rahim. Pertumbuhan kista dan epitel kolumnar merupakan gejala yang hanya dapat terdeteksi dengan pemeriksaan dokter.

15. Tekanan Pada Panggul

Akibat adanya peradangan dan pembengkakan di bagian rahim, tekanan pada panggul dirasakan lebih berat daripada biasa. Tekanan ini yang menyebabkan sakit pada panggul seperti pegal.

16. Nyeri di Rektal

Bagian rektal atau rekutum, tempat pembuangan hasil pencernaan makanan dapat terkena efek dari adanya peradangan di leher rahim. Nyeri ini dapat juga terjadi apabila infeksi menjalar ke area ini. Nyeri terkadang juga disertai pendarahan. Nyeri pada bagian rektal secara khusus dapat terjadi pada peradangan akibat jamur Clamydia.

17. Iritasi di Bagian Luar Vagina

Iritasi di bagian luar vagina erat kaitannya dengan rasa gatal yang timbul karena servisitis. Gatal dan iritasi merupakan reaksi kulit vagina terhadap adanya infeksi di sekitarnya. iritasi dan rasa gatal dapat menyebabkan perempuan / wanita sering merasa tidak nyaman dengan kondisinya. Aktivitas dan kegiatan rutin akan ikut terganggu.

18. Kencing Nanah

Selain sakit dengan sensasi seperti terbakar saat buang air kecil, gejala servisitis yang lain adalah kencing mengeluarkan nanah. Air seni nanah ini berwarna kekuningan atau kehijauan Gejala peradangan serviks yang seperti ini biasanya terjadi jika penyebabnya karena penyakit menular seksual gonorrhoe (kencing nanah).

19. Kesemutan pada Alat Kelamin

Meskipun jarang terjadi, kesemutan pada alat kelamin merupakan salah satu gejala adanya servisitis. Biasanya kesemutan pada alat kelamin diiringi dengan rasa gatal di sekitarnya dan nyeri saat buang air kecil seperti terbakar di seluruh permukaan kelamin.

20. Perasaan Tidak Nyaman di Sekitar Alat Kelamin

Dengan berbagai gejala servisitis yang terjadi, maka wanita / perempuan yang mengalaminya akan merasa tidak nyaman. Bahkan ketika gejala belum muncul. Perasaan tidak nyaman seperti merasa ada cairan dari vagina yang sering keluar, perasaan lembab, gatal, dan iritasi.

21. Timbulnya Bintik Merah di Sekitar Kelamin

Bintik atau benjolan di sekitar kelamin bagian luar sampai kea rah anus juga merupakan gejala adanya servisitis yang disebabkan infeksi virus / jamur. Benjolan kecil ini timbul dengan sendirinya dan bukan akibat iritasi dan gatal pada daerah sekitarnya.

22. Sakit Pada Kaki

Sakit pada kaki yang tidak biasanya mengikuti nyeri pada perut dan panggul. Dapat juga terjadi pembengkakan getah bening yang memproduksi sel darah putih di selangkangan. Sakit pada kaki meskipun tidak terasa parah, namun membuat perasaan tidak nyaman.

Servisitis yang tidak langsung ditangani akan mengakibatkan jamur menjalar ke bagian organ lain dalam tubuh dan menimbulkan peradangan yang meluas. Selain itu, pada wanita, servisitis dapat mengakibatkan infertilitas atau kemandulan. Oleh karena itu, meskipun tanda gejala servisitis belum pasti tidak usah ragu dan malu untuk datang ke dokter dan memeriksakan diri. Semoga artikel ini bermanfaat.