7 Penyebab Menopouse Dini pada Wanita

3215

Menopause adalah sebuah proses yang akan dialami oleh semua wanita di dunia. Proses ini dimulai ketika seorang wanita sudah tidak bisa menghasilkan sel telur dari ovarium. Proses ini bisa terjadi ketika wanita mulai berusia antara 40 hingga 60 tahun, namun tidak ada waktu yang pasti bagi semua wanita. Menopause bisa ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi, selama beberapa bulan dan kemudian akan berlanjut hingga beberapa tahun. Meskipun ini proses yang sangat alami, namun semua wanita biasanya merasa khawatir dan cemas menghadapi masa menopause.

Masa Menopouse pada Wanita

Menopause merupakan sebuah tahap akibat dari penuaan yang terjadi pada semua orang dan wanita mengalami masa ini yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Penyebab menopause dimulai ketika tubuh wanita tidak bisa memproduksi hormon estrogen dan progesteron akibat melemahnya sistem kerja dari kelenjar hipofisis. Ovarium wanita kemudian tidak bisa memberikan reaksi dari follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormonone (LH).

Hal ini dipengaruhi oleh usia dan kemampuan tubuh yang tidak lagi menghasilkan hormon reproduksi seperti ketika masih muda. Namun tidak semua wanita mengalami menopause secara alami. beberapa wanita juga bisa mengalami menopause dini atau menopause yang terjadi sebelum pada waktunya.

Berikut ini adalah beberapa penyebab menopause dini yang paling sering ditemukan :

  1. Keturunan – Faktor genetika bisa menjadi pemicu menopause dini. Wanita yang dilahirkan dari ibu yang memiliki riwayat menopause dini juga akan cenderung mengalami hal yang sama. Ini adalah kondisi genetik yang sulit untuk dirubah. (Baca juga : diabetes penyakit keturunan)
  2. Gaya hidup – Pola gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan kebiasaan mengkonsumsi alkohol juga sangat mendorong menopause dini. Hal ini terjadi karena produksi estrogen akan lebih rendah dan juga menyebabkan masalah pada organ reproduksi.
  3. Obesitas – Wanita yang gemuk atau obesitas juga bisa terkena menopause dini, karena bahaya obesitas mepengaruhi jaringan lemak ada dalam tubuh, yang bisa menurunkan produksi hormon estrogen. Produksi hormon estrogen yang kecil akan menyebabkan gangguan menstruasi dan bahkan menopause lebih awal.
  4. Cacat kromosom  – Wanita yang mengalami cacat kromosom seperti sindrom maka bisa mendapatkan menopause dini. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada wanita yang mengalami sindrom turner yang lebih banyak menyebabkan kerusakan ovarium dan gangguan organ reproduksi termasuk produksi hormon yang rendah.
  5. Penyakit autoimun – seperti penyakit tiroid yang bisa menyebabkan gangguan fungsi indung telur. Terkadang beberapa jenis peradangan dalam tubuh juga mendorong terbentuknya menopause dini.
  6. EpilepsiPenyakit epilepsi yang terjadi pada wanita juga akan menyebabkan menopause dini. Hal ini terjadi ketika epilepsi akan menyebabkan kegagalan fungsi ovarium dan indung telur yang tidak bisa memproduksi sel telur.
  7. Penyakit tertentu – Wanita yang menderita penyakit tertentu seperti kanker atau tumor dan harus menjalani penghapusan rahim, juga akan mendapatkan menopause. Pengangkatan ovarium akan membuat wanita mendapatkan menopause secara otomatis dan perlu mengkonsumsi hormon tiroid seumur hidupnya.

Cara Mengatasi Gangguan Kesehatan Pasca Menopause

Wanita mengalami tekanan yang sangat berat menjelang atau ketika sudah menopause. Berbagai jenis masalah seperti gangguan suhu tubuh saat malam hari, tekanan emosi, perubahan fisik yang buruk serta gejala lain ternyata sangat mengganggu. Namun resiko berat lain yang harus ditanggung oleh wanita adalah resiko kesehatan jangka panjang.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi kemungkinan resiko kesehatan jangka panjang :

  • Minum Cukup Air Mineral

Penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron bisa menyebabkan masalah pada kesehatan kulit termasuk kulit yang lebih kering. Untuk menjaga agar tubuh tetap sehat maka bisa mengkonsumsi air mineral dalam jumlah yang cukup atau paling tidak 8 gelas per hari. Air juga akan membantu tubuh mengatasi beberapa keluhan seperti penyabab perut kembung dan nyeri pada tulang.

  • Cukupi Kalsium

Wanita yang menopause memang sangat rentan dengan penyakit tulang rapuh atau osteoporosis. Secara umum biasanya ketika wanita menopause maka tubuh akan kurang dalam menyerap kalsium. Mendapatkan jumlah kalsium yang cukup adalah sekitar 1200 miligram per hari. Jadi konsumsi berbagai jenis makanan dengan kalsium tinggi sangat disarankan yaitu seperti susu, yogurt, keju dan sumber produk susu lain.

  • Mendapatkan Vitamin D yang Cukup

Berjemur bisa menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan vitamin D bagi wanita yang sudah menopause. Biasanya beberapa orang bisa mendapatkan suplemen untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, namun cara alami lebih disarankan. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin D paling disarankan adalah sekitar 2000 IU per hari.

  • Konsumsi Buah dan Sayuran

Buah-buahan dan sayuran sangat disarankan untuk semua wanita yang sudah mengalami menopause. Metabolisme wanita yang sudah menopause memang sangat lambat dan sering menyebabkan obesitas. Untuk menghindari hal ini maka konsumsi buah dan sayuran bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Jenis buah yang disarankan adalah seperti apel, pir, alpukat, stroberi, jeruk, melon, semangka dan jenis lain. Sementara sayuran sumber serat sangat disarankan seperti brokoli, terong, bayam, kembang kol dan lain-lain.

  • Biji-Bijian

Berbagai jenis biji-bijian sangat disarankan untuk wanita yang mengalami menopause karena bisa menurunkan resiko penyakit jantung dan kanker. Beberapa sumber makanan yang bisa dikonsumsi adalah seperti beras merah, oatmeal dan gandum. Selain itu makanan ini juga bisa membantu menurunkan resiko stres dan depresi.

  • Sumber Zat Besi

Zat besi sangat penting bagi wanita yang mengalami menopause karena bisa mengendalikan kondisi tubuh termasuk sistem metabolisme yang buruk. Semua makanan yang mengandung zat besi alami sangat disarankan karena suplemen zat besi dilarang untuk wanita yang sudah menopause. Beberapa jenis makanan yang disarankan adalah seperti telur, daging sapi tanpa lemak, sereal, bayam, brokoli dan berbagai jenis biji-bijian.

  • Makanan Rendah Kalori

Semua jenis makanan yang mengandung kalori rendah sangat dibutuhkan untuk wanita yang mengalami menopause. Kalori yang tinggi hanya akan menyebabkan masalah karena bisa membuat tubuh menjadi lebih gemuk. Konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung kalori rendah bisa menjadi asupan yang baik untuk diet. Sumber makanan yang sangat dibutuhkan misalnya adalah seperti buah, sayuran, daging tanpa lemak, biji-bijian dan semua jenis makanan ringan tanpa tambahan gula.

  • Hindari Kafein

Berbagai jenis minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi hanya akan menyebabkan masalah yang lebih berat seperti tanda menopause. Bahkan bahaya kafein juga bisa menyebabkan gangguan sistem urin sehingga bisa memperburuk kondisi tubuh. Jadi sebisa mungkin hindari konsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan.

  • Hindari Alkohol

Semua wanita menopause harus menghindari alkohol, karena alkohol bisa menimbulkan efek yang sangat serius untuk kesehatan tubuh. Bahaya alkohol hanya akan meningkatkan resiko beberapa penyakit karena gangguan sistem metabolisme seperti serangan jantung, kanker dan obesitas. Untuk menghindari stress lebih baik melakukan relaksasi daripada harus minum alkohol.

  • Tidur Cukup

Mendapatkan waktu tidur yang cukup dan teratur sangat penting untuk semua wanita menopause. Hal ini dibutuhkan untuk mengatasi gangguan tidur yang paling sering pada wanita menopause. Jika tidak dapat tidur nyenyak pada malam hari maka bisa menggantinya pada siang hari. Buat rumah dan ruangan jadi menyenangkan sehingga anda benar-benar bisa beristirahat. (Baca juga : ciri ciri kurang tidur)

Menopause bukan fase yang paling menakutkan dan semua wanita tetap bisa menikmati masa ini. Dukungan keluarga seperti dari anak dan suami sangat dibutuhkan untuk mengatasi masa yang berat. Semua wanita yang mengalami menopause harus sering bersantai untuk menjaga kesehatan tubuh dan kondisi emosi serta mental.