Wanita Penderita Kanker Ini Pilih Menjelajahi Dunia Ketimbang Ikut Kemoterapi

161

Bailey Jean Matheson adalah seorang wanita berusia 35 tahun yang terdiagnosa positif mengidap kanker. Namun menurut laporan dari Today, bukannya rutin mengikuti sesi kemoterapi sebagai pengobatan kankernya, ia justru memilih untuk menjelajah dunia dan menikmati kunjungannya ke berbagai negara meski belum sembuh.

Pada tahun 2017 bulan Januarilah Bailey didiagnosa kanker leiomyosarcoma di mana jenis kanker ini tergolong langka. Jaringan otot poloslah yang diserang oleh kanker jenis ini dan menurut sang dokter yang menangani Bailey, kemoterapi tak mampu membantu memusnahkan kanker tersebut sehingga Bailey akhirnya memutuskan untuk tak lanjut menempuh sesi pengobatan tersebut.

Wanita yang berasal dari Kanada ini pun memilih untuk menikmati sisa hidupnya semaksimal dan sebahagia mungkin dengan berkunjung mulai dari Irlandia sampai Saint Lucia. Menurut Bailey sendiri, orangtuanya sudah memberi dirinya hadiah paling besar, yakni dengan tidak menentang keputusannya untuk berhenti kemoterapi dan menjalani sisa hidupnya sesuai keinginannya sendiri.

Ia sadar bahwa orangtuanya mungkin cukup sulit menerima bahwa sang anak harus berhenti perawatan, namun ia tetap pada keputusannya untuk menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang ia yakini. Hanya saja, sayangnya usia Bailey tak panjang karena 5 Apriil 2019 lalu kanker langka yang ia idap merenggut nyawanya karena telah terjadi penyebaran di dalam tubuhnya.

Leiomyosarcoma sendiri merupakan jenis kanker atau tumor ganas yang mampu menjadi penghubung antar struktur dalam tubuh, seperti jaringan otot, saraf, lapisan tulang sendi, tendon, pembuluh darah hingga lemak. Perubahan atau mutasi DNA diduga kuat menjadi penyebab dari kanker jenis ini walau penyebab mutasi tersebut tak jelas diketahui.

Untuk kanker yang terdeteksi di awal, tentu saja pengobatan berupa operasi, radioterapi dan juga kemoterapi hingga terapi target dapat menolong dengan kemungkinan sembuh yang tinggi. Namun saat stadium semakin tinggi serta tumor semakin besar dan terlambat diketahui, risiko penyebaran ke organ lain lebih besar dan bahkan kemoterapi pun tak akan mampu menghentikannya seperti pada kasus Bailey tersebut.