Bahaya Tidak Mengganti Celana Dalam bagi Pria dan Wanita

9968

Kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat ternyata memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu kebiasan sepele namun nyatanya berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari adalah kebiasaan mengganti celana dalam. Banyak orang yang bersikap tak acuh dan menganggap remeh kebiasaan mengganti celana dalam yang digunakannya. Namun tahukah anda jika celana dalam yang digunakan sehari-hari merupakan salah satu pakaian pelengkap yang memerlukan perhatian ekstra? Banyak orang yang mengabaikan kebiasaan ini karena celana dalam nyatanya tidak terlihat mata sehingga tidak dipandang orang. Bagi anda yang jarang mengganti celana dalam, sebaiknya mulai rubah kebiasaan anda tersebut. Kenapa? Karena celana dalam yang tidak diganti akan menjadi arena subur bagi bakteri dan kuman untuk hidup didalamnya.

Terlebih bagi mereka yang sudah menikah, menjaga kebersihan organ intim merupakan hal yang perlu dan wajib untuk dilakukan. Menjaga kebersihan organ intim pribadi bukan hanya baik untuk diri sendiri melainkan juga untuk mempernyaman pasangan. (baca juga: pria memakai celana dalam wanita)

Lahan Subur Bagi Kuman dan Bakteri

Bahaya tidak mengganti celana dalam adalah tumbuh suburnya kuman dan bakteri untuk hidup didalamnya. Ada begitu banyak fakta jika jarang ganti celana dalam dapat memicu dampak buruk bagi para penggunanya. Kebersihan celana dalam berkaitan erat dengan organ kelamin serta kesuburan organ kelamin seseorang. Khususnya bagi pria, banyak dari mereka yang jarang mengganti celana dalam mereka dibandingkan dengan perempuan. Terlebih saat mereka tengah dalam aktivitas layaknya perjalanan jauh maka intensitas mengganti celana dalam tidak lagi diperhatikan. Akibatnya kuman serta jamur akan berkembang dengan baik didalamnya. (baca juga: bahaya celana skinny 12 bahaya memakai celana ketat bagi kesehatan)

Penyebab Infeksi dan Bau Tak Sedap

Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur dengan gejala gatal-gatal serta kulit memerah di bagian bawah kulit kelamin. Penyebab tumbuhnya jamur yang paling banyak terjadi adalah kurangnya seseorang menjaga kebersihan seperti jarang mencuci alat kelamin serta jarang menganti pakaian dalam mereka. Penyakit ini bisa diobati dengan krim anti jamur. Selain menyebabkan infeksi oleh jamur, jarang mengganti pakaian dalam juga memicu bau yang tidak sedap. Celana dalam sebaiknya diganti 2 kali dalam sehari. Di pagi hari saat pakaian diganti maka 12 jam setelahnya, gunakan pakaian dalam yang bersih. Kebiasaan ini dilakukan untuk mengurangi bau serta kuman yang muncul. (baca juga: penyebab lemak menumpuk di paha penyebab kaki bau setelah pakai sepatu)

Terutama bagi anda yang sangat aktif entah karena pekerjaan atau sering melakukan jenis olahraga yang berat, maka keringat yang dikeluarkan menjadi lebih banyak. Ganti celana dalam anda mulai dari 2 hingga 4 kali dalam sehari. (baca juga: bahaya keluar keringan berlebihan)

Bagi kebanyakan orang, rasa gatal dan bau tak sedap akan muncul jika lebih dari sehari tidak ganti celana dalam. Hanya sekitar 2 dari 10 orang saja orang yang tidak rajin menggantinya, kebanyakan adalah laki-laki dengan status lajang. (baca juga: cara menjaga kesehatan hidung)

Tips Sehat Menggunakan Pakaian Dalam

Ada beberapa tips sehat bagi anda supaya terhindar dari infeksi sekaligus bau tak sedap yang ditimbulkan oleh pakaian dalam tak diganti seperti:

  • Rajin mengganti celana dalam

Mengganti celana dalam sebaiknya dilakukan minimal 2 kali dalam sehari. Jeda penggantian celana dalam yang terlalu lama bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Jangan lupa cuci celana dalam anda hingga bersih dan rutin setelah digunakan. (baca juga: gejala diare)

  • Hindari bertukar celana dalam

Infeksi pada alat kelamin, bisa saja terjadi kebiasaan anda suka bertukar celana dalam dengan orang lain. Anda tentu tidak tahu dengan benar apakah teman anda tersebut bersih dari penyakit ataupun tidak. Bukan hanya pada orang lan, namun dengan keluarga sendiri pun sebaiknya dihindari. Bahkan saat celana dalam anda yang bersih habis, sebaiknya hindari meminjam celana dalam milik orang lain. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko tertularnya penyakit kelamin. (baca juga: penyakit kelamin kutil kelamin)

  • Gunakan bahan celana dalam yang menyerap keringat

Ada beberapa bahan celana dalam yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Namun sebaiknya gunakan celana dalam yang bisa menyerap keringat untuk menghindari tumbuhnya jamur. (baca juga: penyebab telapak tangan berkeringat)

  • Hindari celana dalam yang ketat

Terkait kesehatan alat kelamin maupun area selangkangan, sebaiknya hindari menggunakan celana dalam serta celana jeans yang ketat. Penggunaan celana yang terlalu ketat membuat kulit susah bernapas sehingga menyebabkan kulit mudah berkeringat dan lembab. Jika sudah demikian, maka kulit akan mudah terinfeksi akibat jamur dan bakteri. Untuk para pria, penggunaan celana dalam yang ketat dapat menyebabkan terganggunya peredaran darah dalam tubuh. Bukan hanya itu namun testis dan zakar juga akan ikut terkena dampaknya. (baca juga: cara meningkatkan kualitas sperma)

Penggunaan celana dalam yang ketat dapat membuat suhu dan keringat pada area yang bersangkutan menjadi panas. Akhirnya keadaan ini akan memicu turunnya kualitas sperma dan berakibat pada kemandulan.

Survei di Inggris menyebutkan bahwa menjaga kesehatan organ intim dan status perkawinan ternyata memiliki hubungan yang erat. Mereka yang telah menikah lebih menjaga kebersihan organ intim dibandingkan yang lajang. Indikator yang digunakan pada survei ini adalah seberapa sering mereka mengganti celana dalam mereka. Hasil penelitian menunjukkan jika pria lebih jarang mengganti celana dalam mereka dibandingkan kaum hawa. 78 persen dari respon menyatakan rajin menganti celana dalam mereka sementara 95 persen responden wanita menyatakan rajin mengganti celana dalam mereka tiap hari. Jika ditilik dari status perkawinan mereka, 88 persen dari responden yang telah menikah menyatakan jika mereka rajin mengganti celana dalam mereka. Sementara yang belum menikah hanya berkisar 82 persen yang rajin mengganti celana dalamnya. (baca juga: makanan penambah sperma)

Dapat disimpulkan jika memiliki pasangan setelah menikah ternyata mempengaruhi tingkat kebersihan pasangannya. Meski survei yang dilakukan adalah di Inggris namun kecenderungan bahwa mereka yang telah menikah lebih menjaga kebersihannya sementara yang lajang dirasa lebih malas nyatanya berlaku di seluruh dunia. (baca juga: bahaya menelan sperma)

Perlu diketahui, ada begitu banyak dampak buruk bagi mereka yang tidak rajin mengganti celana  dalam seperti infeksi, tumbuhnya jamur dan bau yang tidak sedap. Bukan hanya gangguan kesehatan yang ringan namun kebiasaan buruk tersebut juga menjadi penyebab gangguan kesehatan yang buruk sekalipun seperti kanker penis serta kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papliloma Virus (HPV). Mengingat celana dalam merupakan hal yang pribadi tentu meningkatkan kesadaran merupakan cara terbaik untuk menghindari gejala-gejala buruk yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk. (baca juga: penyebab PMS)