Home Gizi & NutrisiPanduan Gizi Pitosterol : Pengertian – Manfaat – Efek Kekurangan – Sumber Makanan

Pitosterol : Pengertian – Manfaat – Efek Kekurangan – Sumber Makanan

by Erlita

Pernahkah mendengar tentang pitosterol? Jenis kolesterol ini tak jahat bagi tubuh, apalagi memicu penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah seperti yang kita duga. Justru adanya pitosterol di dalam tubuh segala sumbatan lemak atau plak-plak jahat di arteri akan dibersihkan dengan baik. Senyawa ini sebetulnya dapat dijumpai ada tanaman yang serupa dengan kolesterol dan dilaporkan oleh National Institutes of Health bahwa ada sekitar 200 pitosterol lebih yang tidak sama antara satu dengan lainnya.

Pitosterol adalah kandungan nutrisi yang ada di banyak produk makanan, khususnya margarin dan jus jeruk. Pitosterol dapat digunakan karena memang manfaatnya sudah sangat diakui untuk kesehatan manusia, terutama kesehatan jantung. Ada banyak sumber makanan lainnya yang kaya akan pitosterol untuk dikonsumsi dengan dosis yang tepat.

(Baca juga: penyebab kolesterol tinggi)

Rekomendasi Dosis Pitosterol Harian

Sekalipun baik untuk tubuh, pitosterol tak boleh terlalu banyak kadarnya di dalam tubuh dan untuk itulah kita perlu mengetahui betul seberapa banyak kita boleh memperolehnya per hari. Untuk asupan alami, per harinya kita bisa mendapatkan antara 150 sampai dengan 450 mg yang ditentukan oleh kebiasaan makan sehari-hari. Hanya saja, bagi yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, boleh coba konsultasi lebih dulu dengan dokter supaya tak salah dosis dan tak membahayakan tubuh lebih jauh. Pitosterol bisa didapat dari berbagai sumber makanan yang mudah kita temui dan dapatkan di sekitar.

(Baca juga: jenis-jenis lemaklemak jenuhlemak tak jenuh)

Manfaat Pitosterol

Pitosterol sebagai salah satu kolesterol baik akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Berikut ini bisa disimak segala fungsi pitosterol yang akan menjauhkan kita dari penyakit-penyakit serius dan kronis.

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi

Yang sudah sangat terbukti dan diakui adalah bahwa pitosterol mampu menurunkan kadar kolesterol jahat yang tinggi di dalam tubuh kita. Dijelaskan dan ditunjukkan oleh sebuah studi pada tahun 2002 Annual Review of Nutrition bahwa pitosterol sebenarnya bersaing dengan kolesterol dalam proses penyerapan di saluran pencernaan kita. Sebagai senyawa yang tak mudah terserap, mereka menjadi penghambat penyerapan kolesterol yang kita dapat dari makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Hal tersebut malah justru akan memicu kadar kolesterol rendah secara total. Ingat bahwa penyakit mematikan seperti serangan jantung, stroke dan penyakit jantung adalah risiko besar ketika kolesterol jahat begitu tinggi di dalam tubuh. Pitosterol mampu menurunkannya sehingga potensi penyakit tersebut menyerang kita akan berkurang pula.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit jantung)

  1. Melindungi Kulit

Pitosterol rupanya juga baik dalam memberikan proteksi pada kulit yang belum banyak diketahui orang. Penuaan dini dapat terjadi dan memunculkan garis serta kerutan halus pada kulit di mana ini menandakan adanya kolagen yang hilang serta timbul kerusakan kulit. Paparan cahaya matahari begitu jahatnya sehingga mampu merusak kulit kita dan membuatnya menjadi lebih tua secara dini.

Bertambahnya usia kita menjadi salah satu faktor pemicu rendahnya produksi kolagen di dalam tubuh sehingga tak akan sebanyak dulu. Der Hautarzt adalah sebuah jurnal medis Jerman yang menunjukkan bahwa pengobatan topikal pada kulit berhasil dan didapatlah manfaat anti penuaan yang salah satunya ada pada pitosterol. Bersama dengan lemak alami lainnya, pitosterol dapat bekerja secara luar biasa dalam mencegah lambatnya produksi kolagen di dalam tubuh oleh akibat paparan sinar matahari. Akhirnya dengan ini dinyatakan bahwa pitosterol mampu mendorong agar kolagen baru terproduksi secara sempurna yang baik untuk kesehatan kulit.

(Baca juga: penyebab penuaan dini – akibat kekurangan kolagen)

  1. Melindungi Tubuh dari Kanker

Kolesterol pitosterol tak hanya bagus untuk menurunkan kolesterol tinggi penyebab penyakit jantung, bahkan tubuh juga akan dapat dilindungi dari serangan penyakit kanker. Perkembangan sel kanker di dalam tubuh kerap tak disadari oleh diri kita dan ada kabar baik yang dibagikan oleh European Journal of Clinical Nutrition di tahun 2009 bahwa pitosterol mampu memberantas sel kanker. Laporan dari para peneliti di University of Manitoba menyatakan bahwa kanker paru-paru, ovarium, perut dan kanker payudara dapat dicegah oleh pitosterol.

Sel-sel kanker yang masuk ke dalam tubuh dapat dihambat untuk berkembang lebih besar dan menyebar ke seluruh tubuh oleh pitosterol, bahkan pertumbuhannya pun akan dihentikan. Pitosterol memiliki kandungan tinggi antioksidan yang luar biasa dalam melawan kanker dan segala kerusakan akibat adanya radikal bebas. Radikal bebas ini merupakan efek negatif yang diproduksi oleh sel-sel tak sehat dan akhirnya bersarang di dalam tubuh serta berisiko menyebabkan penyakit parah.

(Baca juga: akibat kelebihan antioksidan)

Efek Kekurangan Pitosterol

Asupan pitosterol begitu penting dan bila tak terpenuhi, ada efek-efek buruk bagi kesehatan. Kadarnya yang terlalu rendah bisa menimbulkan kondisi seperti berikut:

  1. Terkena Kanker

Fungsi dari pitosterol salah satunya adalah pelindung tubuh dari pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Bila senyawa ini kurang dan bahkan tidak ada, sel-sel kanker dapat secara bebas berkembang dan menguasai tubuh. Contoh kondisi kanker yang wajib diwaspadai sangat beragam, mulai dari kanker payudara, prostat, perut, paru-paru dan kanker ovarium.

(Baca juga: penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi)

  1. Naiknya Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Pitosterol yang tugasnya membersihkan arteri dari plak atau lemak jika sampai terlalu rendah di dalam tubuh, maka tentu otomatis arteri atau pembuluh darah mudah tersumbat. Tersumbatnya aliran darah oleh lemak semakin meningkatkan potensi penyakit jantung yang berbahaya. Tak hanya jantung yang terancam di sini, penyakit stroke pun akan menyerang tubuh dengan lebih gampang karena aliran darah yang tak lancar.

(Baca juga: bahaya stroke – penyakit jantung koroner)

  1. Penuaan Dini dan Kulit Kusam

Perlindungan terhadap kulit jelas akan menurun dikarenakan kadar pitosterol yang sedikit di dalam tubuh. Kurangnya asupan pitosterol tidak akan cukup untuk menyediakan proteksi dari bahaya radikal bebas dan sinar matahari yang menyengat. Kulit akan cepat menua karena kekurangan kolagen dan terlihat kusam.

(Baca juga: tips awet muda)

Efek Kelebihan Pitosterol

Tak banyak ditemukan kerugian atau efek kelebihan dari fitosterol yang terlalu tinggi di dalam tubuh. Karena merupakan jenis kolesterol baik, tentu kita berharap bahwa asupannya dapat setinggi mungkin sehingga menutup kemungkinan kolesterol jahat memenuhi tubuh kita. Diketahui bahwa pitosterol merupakan sebuah senyawa aman yang memberikan banyak manfaat dan hampir tidak ada efek sampingnya. Masih belum dapat dipastikan, namun ada laporan keluhan bahwa mengonsumsi dalam jangka panjang akan pitosterol dalam bentuk suplemen berpotensi memicu perubahan suasana hati, depresi, kelelahan otot dan rasa cepat lelah ketika beraktivitas.

Sumber Makanan Pitosterol

Pasti karena fungsinya yang begitu baik, banyak dari kita penasaran apa saja sumber makanan dengan kandungan pitosterol melimpah di dalamnya. Bisa dilihat berikut inilah segala makanan kaya akan pitosterol yang dapat dikonsumsi setiap hari.

  1. Biji Bunga Matahari (150 mg per ¼ cup)

Diketahui bahwa di dalam biji bunga matahari terkandung sumber magnesium yang tinggi, berikut juga jenis mineral lainnya, seperti selenium, mangan, dan tembaga. Vitamin E dan thiamin pun juga bisa diperoleh saat mengonsumsi jenis biji-bijian ini. Selain itu, masih ada kandungan vitamin B tinggi pada biji bunga matahari yang akan melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh kita. Untuk meningkatkan kesehatan jantung dan prostat, pitosterol di dalam biji bunga matahari adalah yang terbaik karena ini adalah beta-sitosterol sehingga sangat bermanfaat.

(Baca juga: makanan yang berbahaya untuk penderita kolesterol)

  1. Minyak/Biji Wijen (200-223 mg per ons)

Dikarenakan titik didih yang tinggi, minyak wijen dianggap sebagai minyak yang baik digunakan untuk menggoreng. Sementara itu, minyak dari biji wijen serta biji wijen sendiri mempunyai manfaat-manfaat untuk kesehatan jantung selain dari keuntungan senyawa pitosterol di dalamnya. Ada sebuah penelitian yang telah mendemonstrasikan bagaimana seorang pria mengidap darah tinggi melaksanakan rejimen harian dengan mengonsumsi minyak wijen pada kadar lebih dari 1 ons. Rupanya aliran darah mereka menjadi lebih baik sehingga jelas bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung.

(Baca juga: makanan penurun kolesterol tinggi)

  1. Minyak Jagung (264 mg per ons)

Di Amerika Serikat, minyak jagung atau corn oil ini justru sangat terkenal dan sebetulnya masih dalam golongan minyak goreng. Telah diteliti dan telah ditemukan jawabannya bahwa minyak jagung dengan kandungan vitamin E-nya bekerja secara lebih sempurna dalam menyediakan perlindungan pada DNA terhadap sel-sel kanker daripada diet mengonsumsi minyak zaitun dan bunga matahari.

(Baca juga: buah penurun kolesterol)

Demi mencegah efek buruk kekurangan pitosterol, pastikan bahwa Anda mengonsumsi dosis yang terekomendasi. Atau bila belum jelas, tanyakan pada dokter supaya tidak salah.

You may also like