Histidin : Pengertian – Manfaat – Dosis dan Efek – Sumber Makanan

2646

Histidin merupakan senyawa yang tergolong ke dalam asam amino. Senyawa histidin ini juga banyak ditemukan dalam berbagai makanan yang kaya akan kandungan protein. Senyawa ini memiliki banyak kelebihan karena dapat dikonversi ke dalam berbagai macam senyawa seperti histamin, glutamat, dan hemoglobin. Tidak hanya itu saja, histidin juga bagian dari asam amino dasar yang penting dalam proses sintesis purin.

(Baca juga: akibat kelebihan dan kekurangan asam aminoakibat kelebihan asam amino)

Bentuk Histidin

Histidin merupakan satu dari 20 asam amino dasar yang terkandung di dalam protein. Jadi bisa dikatakan setiap makanan yang mengandung protein pasti akan mengandung senyawa histidin. Seperti halnya arginin dan juga lisin, histin masuk ke dalam kategori asam amino dasar. Namun berbeda dengan jenis asam amino dasar lainnya, histidin memiliki bentuk rantai dasar yang mempu menyumbangkan dan juga menerima proton secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat histidin sebagai salah satu senyawa asam amino dasar yang sangat penting.

L-isomer yang berasal dari senyawa histidin merupakan satu-satunya bentuk yang terlibat di dalam sintesis protein. Histidin merupakan senyawa yang tergolong ke dalam asam amino esensial, di mana asam amino ini hanya dapat diperoleh melalui asupan makanan atau dari suplemen karena tubuh tidak dapat menghasilkan asam amino tersebut. Asam amino histidin ini terutama sangat penting bagi perkembangan bayi karena bayi belum bisa mencukupi kebutuhana nutrisi dalam tubuhnya. Karena itu orang tua harus memperhatikan asupan nutrisi yang mengandung histidin untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak.

Manfaat Histidin bagi Kesehatan Tubuh

Sebagai salah satu bagian dari asam amino, histidin memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh. Bahkan sebelumnya telah dijelaskan bahwa histidin memerankan posisi penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi. Meski tergolong sebagai asam amino yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh, banyak orang dewasa yang menganggap bahwa histidin tergolong seagai salah satu nutrisi yang tidak begitu penting bagi kesehatan tubuh. Namun akhir-akhir ini banyak penelitian yang membuktikan bahwa histidin memiliki manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Adapun manfaat histidin bagi kesehatan tubuh manusia adalah sebagai berikut:

1. Mengoptimalkan Pertumbuhan Bayi dan Anak

Berdasarkan penelitian, histidin memegang peranan penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi dan juga anak. Bahkan, bayi yang kekurangan asupan nutrisi berupa histidin akan mengalami gangguan dalam perkembangannya. Bahkan banyak pratisi kesehatan yang menyarankan orang tua untuk memberikan suplemen tambahan yang mengandung histidin untuk diberikan kepada anak agar pertumbuhannya lebih optimal.

2. Menjaga Kesehatan Sistem Saraf

Histidin merupakan asam amino yang bertugas menjaga kesehatan jaringan tubuh secara keseluruhan. Secara lebih spesifik, histidin merupakan senyawa penting yang akan menjaga kesehatan selubung mielin sel saraf dan juga menjamin pengiriman impuls dari otak untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Dengan kata lain, histidin memegang peranan penting dalam menjalankan sistem saraf.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit sarafjenis kelainan sarafkesehatan sistem saraf otak)

3. Menjaga Kesehatan Seksual

Selain menjaga kesehatan sistem saraf, histidin juga berperan menjaga kesehatan seksual. Di dalam tubuh kita, histidin akan dikonversi menjadi histamin. Histamin merupakan senyawa kimia yang diperlukan untuk meningkatkan gairah seksual, terutama jika dikonsumsi dengan makanan yang kaya akan kandungan vitamin B3 dan vitamin B6.

(Baca juga: buah yang mengandung vitamin B tinggimakanan yang mengandung vitamin B kompleks)

4. Mengatasi Alergi

Histamin tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan seksual saja. Di dalam tubuh kita, histamin akan bekerja mendukung sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi masalah alergi. Dengan kata lain, histidin memiliki peranan penting untuk mengatasi masalah alergi pada tubuh. Tidak hanya itu saja, histamin juga memiliki peranan penting untuk menghasilkan asam lambung yang bermanfaat dalam sistem pencernaan kita.

(Baca juga: cara menghilangkan alergicara mengatasi alergi dingin)

5. Mengeluarkan Racun

Manfaat lain histidin adalah mengeluarkan berbagai macam racun atau toksin yang ada di dalam tubuh. Sifat histidin ini sebenarnya sama persis sebagai ciri khas dari asam amino esensial, yakni sebagai antioksidan alami bagi tubuh. Sebagai antioksidan, histidin memiliki peran penting untuk menangkal dampak buruk yang ditimbulkan akibat radikal bebas.

6. Mengatasi Diare

Manfaat lain histidin adalah mengatasi masalah diare. Diare menyebabkan tubuh penderitanya dehidrasi karena banyaknya cairan yang keluar bersama kotoran ketika mengalami diare. Di dalam tubuh penderita diare, histidin bekerja secara signifikan untuk untuk menangkal banyaknya cairan yang keluar dari dalam tubuh. Sehingga lambat laun diare akan sembuh dan tekstur feses juga akan kembali normal. Namun, asupan histidin yang berlebih juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan efek kebalikan dari diare, yakni sembelit.

(Baca juga: penyebab mencretcara mengatsi diare)

7. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka

Mekanisme kerja histidin di dalam tubuh manusia juga berkaitan erat dengan kinerja darah. Diketahu bahwa histidin memiliki peranan penting dalam mekanisme proses pembekuan darah dan juga mencegah terjadinya pendarahan internal. Proses penyembuhan luka biasanya akan terhambat ketika darah tidak segera membeku. Asupan histidin ternyata secara sistematis mampu endukung kecepatan darah ketika membeku sehingga mempercepat proses penyembuhan luka.

8. Mencegah Reumatoid Arthritis atau Radang Sendi

Berdasarkan sebuah studi, penyakit radang sendi atau reumatoid arthritis dapat dikaitkan dengan jumlah histidin di dalam tubuhnya. Diketahui bahwa seorang penderita radang sendi memiliki kadar histidin yang relatif rendah di dalam tubuhnya. Dengan kata lain, asupan histidin dalam jumlah terkontrol bisa menghambat resiko munculnya penyakit radang persendian.

Dosis dan Efek Histidin

Hingga saat ini belum ada informasi pasti yang menyebutkan kadar asupan histidin yang paling tepat. Namun berdasarkan banyak penelitian, asupan histidin yang dianggap paling aman adalah maksimal sebanyak 4 gram per harinya. Tentu saja jumlah asupan tersebut bisa berubah tergantung pada jenis kelamin, usia, dan juga kondisi seseorang.

Histidin merupakan asam amino esensial yang hanya bisa diperoleh melalui asupan makanan. Adapun beberapa dampak yang ditimbulkan akibat tubuh kekurangan histidin adalah:

  • Gangguan pencernaan, histidin yang dikonversi menjadi histamin bermanfaat merangsang produksi asam lambung yang berguna bagi pencernaan. Jika produksi asam lambung terhambat, sistem pencernaan juga terganggu.
  • Dysbiosis, merupakan kondisi ketika ada ketidakseimbangan jumlah bakteri baik di dalam usus. Akibatnya proses penyerapan nutrisi di dalam usus terganggu.
  • Radang sendi, berdasarkan sebuah studi, penderita radang sendi diketahui memiliki kadar histidin yang rendah di dalam tubuhnya.
  • Anemia, histidin diketahui berada pada tingkat konsentrasi yang tinggi di dalam hemoglobin. Kadar hemoglobi rendah akibat histidin yang rendah akan mengakibatkan anemia.

Sementara itu, kelebihan asupan histidin ternyata juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, histidin memiliki mekanisme yang berlawanan dengan diare sehingga menyebabkan tekstur feses mengeras. Sayangnya, asupan histidin yang berlebih akan menyebabkan tekstur feses terlalu keras dan menyebabkan sembelit.

Sumber Makanan yang Mengandung Histidin

Histidin merupakan asam amino esensial yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sehingga Anda harus mencukupi kebutuhan histidin melalui asupan makanan. Adapun beberapa jenis makanan yang kaya akan kandungan histidin adalah:

  • Daging sapi tanpa lemak, dalam 100 gram daging sapi terkandung 1402 mg histidin.
  • Daging domba tanpa lemak, dalam 100 gram daging domba tersebut terkandung 1402 mg histidin.
  • Keju, dalam 100 gram keju terkandung 1384 mg histidin.
  • Daging babi, dalam 100 gram daging babi terkandung 1261 mg histidin.
  • Daging ayam, dalam 100 gram daging ayam terkandung 1195 mg histidin.
  • Kedelai dan olahannya, dalam 100 gram kedelai terkandung 1068 histidin.
  • Ikan tuna, dalam 100 gram ikan tuna terkandung 830 mg histidin.
  • Biji labu, dalam 100 gram biji labu terkandung 780 mg histidin.
  • Telur, dalam 100 gram telur (sekitar 2 butir) terkandung 309 mg histidin.
  • Kacang-kacangan, seperti kacang almon, kenari, dan sebagainya. Dalam 100 gram kacang-kacangan terkandung 271 mg histidin.
  • Gandum utuh, seperti roti gandum dan oatmeal. Dalam 100 gram gandum utuh terkandung 147 mg histidin.

Untuk mencukupi kebutuhan histidin, Anda juga bisa megkonsumsi berbagai suplemen makanan. Namun, asupan dari makanan tentu lebih disarankan karena makanan juga memiliki kandungan nutrisi lainnya. Jika Anda ingin memenuhi asupan histidin dari suplemen makanan maka sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jangan sampai asupan histidin Anda berlebihan.