Tuesday, March 19, 2019

Kelelahan Otot

A. Pengertian

Kelelahan otot merupakan perasaan lelah yang terjadi pada otot-otot tubuh akibat kekurangan energi atau kekuatan pada otot. Kondisi tersebut mengharuskan otot untuk mendapatkan istirahat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, kelelahan otot merupakan istilah digunakan untuk menunjukkan penurunan sementara kapasitas organ otot untuk melakukan kegiatan fisik. Kelelahan otot dapat juga diartikan sebagai penurunan kekuatan maksimal atau kapasitas daya otot.

kelelahan-ototKelelahan otot dapat diketahui dalam sinyal EMG sebagai peningkatan amplitudo dan penurunan frekuensi spektral karakteristik. Biasanya sensasi kelelahan yang terjadi adalah perubahan kesadaran dalam sistem kontrol homeostasis bawah sadar.

Sebuah hasil penelitian yang menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk menentukan hubungan antara perasaan kelelahan mental dan tingkat oksigen dalam darah menunjukkan respon otak tergantung pada tugas kognitif. Kelelahan otot dapat mempengaruhi sistem motorik, persepsi atau penurunan fungsi mental, dapat juga menggambarkan penurunan secara bertahap kapasitas kekuatan otot atau titik akhir dari kegiatan yang berkelanjutan, dan dapat diukur sebagai pengurangan otot, perubahan aktivitas elektromiografi atau kelelahan fungsi kontraktil.

Kelelahan otot dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :

  1. Kelelahan sistem pusat, yaitu kelelahan yang terjadi di sistem saraf pusat. Hal ini disebabkan oleh kegagalan sistem saraf pusat dalam menghasilkan jumlah serta mengaktifkan sel motorik yang terlibat dalam kontraksi otot. Dengan berkurangnya jumlah dan frekuensi aktifnya sel motorik menyebabkan kemampuan kontraksi otot menjadi berkurang.
  2. Kelelahan perifier, yaitu kelelahan yang terjadi di luar sistem saraf pusat. Hal ini disebabkan ketidakmampuan otot untuk melakukan kontraksi dengan maksimal sebagai akibat dari beberapa faktor diantaranya gangguan kemampuan saraf, kemampuan mekanik kontraksi otot, serta ketersediaan energi untuk melakukan kontraksi.

B. Mekanisme Kelelahan Otot

Manifestasi dari kelelahan otot seperti yang diamati saat terjadinya penurunan kemampuan untuk menghasilkan kekuatan setelah melakukan kegiatan secara intens. Jika kegiatan itu terus dilakukan, akan mengakibatkan kelemahan yang berkelanjutan yang dapat bertahan selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Aktivitas dapat mengikat tekanan yang berat pada berbagai sistem organ tubuh, sehingga hal tersebut mengakibatkan penurunan fungsi dan kinerja pada beberapa jaringan dan sel tubuh.

Dalam keadaan tersebut, pemanfaatan adenosin triphosphate (ATP) akan dipercepat secara dramatis dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan energi dari proses utama yang terlibat dalam eksitasi dan kontraksi. Untuk mempertahankan tingkat ATP, akan dibutuhkan transfer fosfat berenergi tinggi, glikolisis dan fosforilasi oksidatif. Dengan tingkat aktivitas yang intens, produksi ATP tidak dapat mencocokkan tingkat pemanfaatan ATP, dan pengurangan ATP terjadi disertai dengan akumulasi berbagai metabolisme oleh ion hidrogen, fosfat anorganik, AMP, ADP dan IMP yang diyakini mengganggu Na + / K + keseimbangan, Ca2 + motorik dan interaksi actomyosin, sehingga hal tersebut mengakibatkan kelelahan pada otot-otot. Jenis kelelahan sering disebut sebagai metabolisme. Penghentian aktivitas dan normalisasi energi sangat bermanfaat dalam rangka pemulihan kekuatan otot.

Melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi juga dapat menyebabkan penipisan substrat intraseluler dan glikogen. Dimana glikogen merupakan bahan bakar dasar yang digunakan untuk mempertahankan kedua glikolisis dan fosforilasi oksidatif. Saat glikogen habis karena suatu aktivitas, maka kelelahan otot pun akan terjadi.

Kegiatan yang intens juga bisa menyebabkan kelelahan non-metabolik dan kelemahan sebagai konsekuensi dari gangguan pada struktur internal yang dimediasi oleh tingkat kekuatan tinggi. Jenis gangguan yang paling mencolok setelah melakukan aktivitas otot eksentrik dapat ditandai dengan disorientasi myofibrillar dan kerusakan pada kerangka sitoskeletal. Aktivitas yang menggunakan tingkat kekuatan tinggi dapat meningkatkan kerusakan otot yang semakin lama akan semakin memburuk.

Melakukan aktivitas yang membutuhkan tenga ekstra mengakibatkan  kebutuhan frekuensi serat otot dan unit motor semakin tinggi.

Pendapat lain menyatakan bahwa, secara kimia terjadinya kelelahan otot dikarenakan berkurangnya cadangan energi  sehingga meningkatkan sistem metabolisme sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot.

C. Penyebab

Kelelahan pada otot bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari akumulasi metabolit dalam serat otot pada generasi perintah motorik yang tidak memadai di korteks motor, hingga tidak adanya mekanisme global yang bertanggung jawab untuk kelelahan otot. Kelelahan otot bisa terjadi akibat terlalu banyak pekerjaan, kurang tidur, rasa khawatir, kebosanan, kecemasan, depresi, atau kurangnya berolahraga. Gejala seperti ini mungkin disebabkan oleh penyakit, obat-obatan, atau perawatan medis seperti kemoterapi. Kelelahan otot bukanlah suatu penyakit, ini merupakan suatu gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai masalah, seperti masalah kesehatan maupun yang lainnya. Gejala ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya selama beberapa hari.

Meskipun jarang terjadi, namun kelelahan otot umumnya disebabkan oleh beberapa faktor,  seperti :

  1. Melakukan kegiatan yang intensif. Melakukan kegiatan yang terlalu intensif / berat dapat menyebabkan penurunan kinerja otot tubuh atau yang dikenal dengan kelelahan otot. Melakukan kegiatan yang berat dalan jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi sistem motorik tubuh yang secara umum didefinisikan sebagai penurunan kemampuan seseorang untuk mengerahkan kekuatan.
  2. Penumpukan asam laktat. Tingginya tingkat kelelahan pada otot berkaitan erat dengan besarnya kemampuan otot untuk membentuk asam laktat. Penumpukan asam laktat dalam otot dapat menghalangi fungsi otot.
  3. Pengosongan penyimpanan ATP dan PC. ATP merupakan sumber energi secara langsung digunakan untuk kontraksi otot, dan PC dipergunakan untuk Resintesa ATP secepatnya. Pada saat ATP dan PC digunakan untuk kontraksi secara terus menerus, akan menimbulkan kelelahan. Hal ini disebabkan karena terjadinya pengosongan fosfagen intraselular. Di samping itu, akibat penumpukan asam laktat di tulang menjadikan konsentrasi ion H+ dalam intraseluler meningkat.
  4. Pengosongan glikogen pada otot. Cadangan glikogen dapat terjadi kekosongan pada saat glukosa dalam darah menurun. Akibatnya, dapat terjadi kelelahan otot local, dehidrasi serta kurangnya elektrolit dalam tubuh, serta dapat menyebabkan temperatur tubuh menjadi meningkat.
  5. Gangguan mineral dalam tubuh. Masalah dengan mineral (elektrolit) ditemukan secara alami dalam tubuh, seperti rendahnya tingkat kalium atau natrium.
  6. Infeksi. Beberapa jenis infeksi seperti infeksi saluran kemih atau infeksi saluran pernapasan dapat juga menimbulkan efek kelelahan pada otot.
  7. Masalah dengan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid merupakan organ tubuh yang mengatur cara tubuh menggunakan energi.
    • Rendahnya tingkat tiroid (hypothyroidism) dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, lesu, berat badan, depresi, masalah memori, sembelit, kulit kering, tidak tahan dingin, rambut kasar dan menipis, kuku rapuh, atau warna kekuningan pada kulit.
    • Tingkat tiroid yang tinggi (hipertiroidisme) dapat menyebabkan kelelahan, penurunan berat badan, peningkatan denyut jantung, intoleransi panas, berkeringat, lekas marah, kecemasan, kelemahan otot, dan pembesaran tiroid.
  8. Sindrom Guillain-Barré. Yaitu gangguan saraf langka yang menyebabkan kelemahan pada tungkai, lengan, dan otot-otot lain dan dapat berkembang pada kelumpuhan.
  9. Myasthenia gravis. Yaitu sejenis gangguan kronis yang langka dan dapat menyebabkan kelemahan dan kelelahan otot yang cepat.

Kelelahan pada otot secara perlahan-lahan bisa menjadi semakin parah sehingga memerlukan perawatan medis. Kelelahan pada otot yang tiba-tiba dapat mengakibatkan hilangnya fungsi area tubuh serta dapat menimbulkan masalah serius dalam otak (seperti stroke atau transient ischemic attack) atau sumsum tulang belakang atau dengan saraf tertentu dalam tubuh.

Recommended