Sponsors Link

10 Bahaya Makan Ikan Pari untuk Kesehatan

Sponsors Link

Ikan pari termasuk dalam ikan bertulang rawan sejenis dengan ikan hiu. Ikan pari memiliki banyak jenis di lautan. Ada sekitar 300 spesies ikan pari yang hidup di dunia yang tersebar di perairan sub tropis, perairan tropis serta perairan antartika. Di perairan Indonesia terdapat sekitar tujuh spesies ikan pari yang hidup yaitu Ikan Pari Burung (Rhinoptera Javanica), Ikan Pari Kelapa (Trygon Sephen), Ikan Pari Kembang (Amphostistius Kuhli), Ikan Pari Kampret (Gymnura Micrura), Ikan Pari Totol (Himantura Varnak), Ikan Pari Kekeh (Rhinobatus Djiddensis), dan Ikan Pari Ayam (Dasyatis Sephen). (Baca Juga: Bahaya Makan Ikan Lele , Bahaya Siomay Ikan Sapu Sapu)

ads

Ikan yang berbentuk pipih dengan ekor kecil yang panjang ini banyak dimanfaatkan sebagai hewan piaraan ataupun masakan. Saat ini ikan pari populasinya rendah, sehingga tidak diajurkan untuk ditangkap secara berlebihan. Selain mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada di laut, mengkonsumsi ikan pari secara berlebihan juga berdampak kurang baik pada kesehatan tubuh. (Baca Juga: Bahaya Ikan Keli , Makanan Yang Baik Untuk Hati)

Penting untuk diketahui kandungan gizi yang ada pada daging ikan pari yaitu berupa air (79,10%), protein (16,86%), lemak (0,42%), natrium, magnesium, kalium, tembaga, kalsium, Zinc, Fosfor serta kandungan asam amino. Ikan pari memiliki khasiat dalam  proses penyembuhan penyakit asma selain kandungan gizinya yang baik, protein yang bermanfaat menyembuhkan masalah pencernaan, mengontrol kadar kolesterol, dan masih banyak lagi. (Baca Juga: Makanan yang Dilarang untuk Kolesterol Tinggi , Makanan yang Berbahaya untuk Penderita Kolesterol)

Namun perlu diwaspadai. Ikan pari merupakan salah satu jenis ikan yang habitatnya berada diperairan dalam. Wilayah perairan dalam mengandung zat-zat beracun yang berbahaya bagi manusia, beberapa diantaranya ialah merkuri dan PCB. Selain itu, sebagai salah satu jenis ikan besar yang memangsa ikan-ikan kecil, ikan pari menjadi sarang menumpuknya zat-zat beracun yang berasa dari ikan-ikan kecil. Oleh karena itu, penting untuk anda ketahui bahaya atau ancaman pada kesehatan anda yang disebabkan oleh adanya zat berbahaya yang terkandung dalam ikan pari. (Baca Juga: Buah Beracun  , Bahaya Bahan Kimia Pada Kesehatan Manusia)

Bahaya Makan Ikan Pari bagi Kesehatan

1. Mengandung karbondioksida

Bahaya mengkonsumsi ikan pari yang pertama berlaku pada cara pengolahan ikan pari dengan cara diasap. Meskipun olahan ikan pari dengan cara ini menjadikan daging ikan pari terasa lezat dan nikmat namun kandungan karbondioksida yang terbawa dapat mengikat hemoglobin dan menyebabkan darah kotor. Hal ini dapat dinetralisir dengan cara meminum kopi setelah makan ikan pari asap. (Baca Juga: Darah Kotor pada Tubuh  , Bahaya Kopi untuk Penderita Anemia)

ads

2. Terkena penyakit kanker

Ikan pari sebenarnya mengandung toksik/racun tinggi karena habitatnya berada di dasar laut dan memiliki potensi 70% menyebabkan penyakit kanker. Polutan yang terakumulasi pada ikan menciptakan resiko penyakit kanker yang lebih tinggi. Bahan kimia yang terdapat pada perairan dalam berupa Metyl Mercury dan Polychlorinated Biphenyls (PCB). (Baca Juga: Efek Akibat Terkena Radiasi Nuklir , Manfaat Evening Primrose Oil)

3. Larangan bagi ibu hamil

Ibu hamil sebaiknya menghindari mengkonsumsi ikan pari selama masa kehamilannya. Makanan ini dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan (seperti aborsi dan pendarahan), serta meningkatkan resiko bayi terlahir cacat. Kandungan merkuri sangat membahayakan bayi yang belum lahir dan perkembangan sistem saraf anak. Merkuri dapat melewati darah, otak dan plasenta. Resiko ini tergantung pada tingkat merkuri dalam ikan pari yang dikonsumsi. FDA dan EPA menyarankan bagi ibu hamil, ibu menyusui, wanita yang dapat hamil, dan anak-anak untuk menghindari makan ikan yang terpapar merkuri. Bayi dan ibu yang terpapar metylmercury dapat menyebabkan bayi mengalami gangguan kerusakan otak yaitu penciutan lapangan pandang, retardasi mental, gangguan menelan, retardasi mental, buta dan tuli. baca juga : bahaya emping mlinjo – bahaya kentang goreng untuk ibu hamil – bahaya makanan pedas untuk ibu hamil

4. Keracunan

Keracunan yang disebabkan karena mengkonsumsi ikan pari dapat terjadi jika ikan pari terkontaminasi mikroorganisme dinoflagellata, pantogen, dan parasit usus. Mikroba dinoflagellata ditemukan pada alga dan terumbu karang yang telah mati. Alga biasanya dimakan oleh ikan-ikan kecil sehingga mikroba ini akan masuk pada ikan. Mikroba dinoflagellata tidak menyebabkan ikan kecil keracunan, namun ketika mikroba ini mengontaminasi ikan-ikan tersebut hingga pada akhirnya termakan oleh ikan pari dan konsumen terakhir adalah manusia yang dapat menyebabkan keracunan. (Baca Juga: Ciri Ciri Keracunan Makanan , Gejala Keracunan Makanan)

Gejala keracunan yang timbul yaitu gangguan pada saluran pencernaan seperti kram perut, mual, dan muntah, sakit kepala, menggigil, berkeringat, gatal. Gejala lain yang mungkin timbul dapat berupa kram dan mati rasa pada mulut, tangan, dan kaki. Keracunan akan menyebabkan perubahan pada indera perasa, otot terasa nyeri, denyut jantung melemah, tekanan darah rendah, dan kelelahan. (Baca Juga: Penyebab Kepala Pusing Dan Mual , Kebiasaan Memuntahkan Makanan Setelah Makan)

Selain itu keracunan juga dapat disebabkan oleh merkuri yang menghalangi kerja enzim dan merusak membran sel, keadaan ini dapat terjadi karena merkuri memiliki kemampuan untuk membentuk gugus yang mengandung belerang yang terdapat pada protein, enzim atau membran sel. Keracunan yang menyerang sistem pernafasan  disebabkan oleh senyawa alkil-merkuri yang mempunyai rantai pendek yang mudah menguap. Senyawa ini akan masuk pada jalur pernafasan dan akan mengisi ruang-ruang dan organ pernafasan dan berkaitan dengan darah.

5. Kerusakan otak

Merkuri sangat berbahaya pada otak. Kandungan merkuri yang bereaksi dengan metana yang berasal dari dekomposisi senyawa organik akan membentuk metal merkuri yang bersifat toksis. Dalam bentuk ini, merkuri yang tersebar pada seluruh jaringan ikan pari maupun ikan jenis lain mampu merusak sel-sel pada otak. Seseorang yang makan ikan pari lebih dari dua kali seminggu memiliki kadar merkuri 7 kali lebih besar dalam darah. Kerusakan potensial dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa yang memungkinkan munculnya kombinasi penyakit dikemudian hari. (baca juga : kesehatan sistem saraf otak , Cara Mengobati Syaraf Kejepit di Pinggang)

6. Resiko penyakit jantung

Merkuri  dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung. Banyak studi yang menunjukkan bahwa semakin banyak seseorang mengonsumsi ikan pari yang terkenan paparan merkuri memiliki peningkatan tingkat kematian akibat serangan jantung. Meskipun dalam ikan memiliki kandungan yang bermanfaat untuk meminimalisir terjadinya penggumpalan darah, banyak orang yang mengalami kematian akibat penyakit koroner. Selain itu salah satu tanda adalah bahwa jantung dapat merasakan cepat lelah dan jantung berdebar

7. Penyakit kulit

Selain memiliki duri yang berbisa pada ekornya, ikan pari mengandung enzim yang sulit terurai dalam tubuh manusia. Efek yang muncul pada tubuh yaitu kerusakan pada pigmen kulit. Kerusakan pigmen ini muncul seperti bercak-bercak putih seperti panu namun sifatnya permanen. Penyakit ini tidak muncul secara langsung tapi agak lama setelah beberapa hari mengkonsumsi makanan yang berasal dari ikan pari. Semakin sering mengkonsumsi maka efek yang ditimbulkan juga semakin besar. Apabila tubuh anda tidak mampu menerima enzim ini maka segera hentikan kebiasaan anda. (baca juga : makanan sehat untuk kulit , Macam Macam Penyakit Kulit)

Sponsors Link

8. Demensia

Demensia disebut sebagai gejala munculnya suatu penyakit pada otak. Demensia ditandai dengan adanya gangguan mental yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan berpikir dan hilang ingatan. Biasanya disertai dengan perubahan sikap atau perilaku pada penderita yang dapat mengganggu kesehariannya. Demensia salah satunya terjadi pada penderita tekanan darah tinggi dan mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. Merkuri yang masuk ke otak dapat menyebabkan munculnya penyakit ini. (Baca Juga: Penyakit Akibat Logam Berat Merkuri)

9.Penyakit endokrin

penyakit endokrin disebabkan karena adanya ketidakseimbangan dalam beberapa sistem endokrin yang menciptakan dan mengatur hormon-hormon yang diperlukan untuk fungsi penting tubuh. Penyakit ini muncul salah satunya karena masuknya zat merkuri ke dalam tubuh manusia. (Baca Juga: Akibat Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Endokrin)

10. Kerusakan hati dan ginjal

Kandungan merkuri pada ikan apabila akumulasinya semakin banyak akan menyebabkan gangguan pada kinerja ginjal dan ahti. Unsur merkuri yang terabsorbsi  dengan cepat dioksidasi menjadi ion Hg2+ . Merkuri ditemukan pada hati dan ginjal yang terikat pada metalotionen. Apabila terjadi akumulasi pada ginjal  yang disebabkan oleh masuknya garam inorganik atau phenyl mercury akan menyebabkan naiknya permeabilitas epitel tubulus sehingga menurunka fungsi ginjal. (Baca Juga: Cara Mencegah Kerusakan Hati , Penyebab Gagal Ginjal Akut)

itulah beberapa bahaya yang perlu dikeahui dari bahaya mengkonsumsi terlalu banyak ikan pari. Untuk itu jagalah kesehatan tubuh anda, jangan sampai  tubuh memiliki banyak penyakit hanya karena gaya hidup tidak sehat

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Thursday 02nd, March 2017 / 09:06 Oleh :
Kategori : Daging Berbahaya