Home Tips KesehatanKesehatan Darah Darah Kotor pada Tubuh – Penyebab, Gejala dan Penanganan

Darah Kotor pada Tubuh – Penyebab, Gejala dan Penanganan

by Gin Aini

Kondisi kesehatan darah yang kotor dalam tubuh kita dapat terjadi sebagai akibat paparan berbagai jenis polutan. Apabila kondisi ini berlangsung secara terus menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan serta pemahaman yang baik mengenai cara pencegahan serta penanganannya. Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai penyebab, gejala, serta bentuk penanganan atas keluhan darah kotor pada tubuh.

Penyebab Darah Kotor

Berikut ini beberapa penyebab utama timbulnya darah kotor dalam tubuh serta gejala yang ditimbulkan:

1. Zat polutan

Darah kotor pada umumnya disebabkan oleh darah yang mulai tercemar oleh zat racun sehingga aliran darah yang seharusnya bersih dan murni yang hanya berisi sistem sel serta cairan darah tercampur dengan zat lain yang mencemari darah tersebut. Salah satu zat yang mampu mencemari darah adalah zat polutan. Sebagai contoh polusi udara yang sering kita hirup yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap rokok atau pada saat kita berada di daerah dalam proses pembangunan gedung secara serius tanpa menggunakan masker, maka zat polutan berbahaya sangat berpotensi memasuki tubuh melalui udara dan bercampur dengan aliran darah. Selain itu, zat polutan ini bisa berwujud zat racun maupun juga radikal bebas yang kesemuanya memberi dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

artikel terkait

bahaya polusi udara

dampak bahaya keracunan timbal bagi kesehatan tubuh manusia

bahaya obat nyamuk bakar dan semprot dari bahan pembuatannya

bahaya menelan asap rokok

bahaya asap rokok hingga menyebabkan kematian

2. Makanan

Sensitifitas setiap orang berbeda-beda, ada kalanya kita memakan makanan tertentu dan kemudian menimbulkan alergi karena makanan yang kita konsumsi tersebut mengandung senyawa yang mengalir dalam darah kita dan keberadaannya mampu memicu alergi pada tubuh kita, sehingga dapat dikatakan bahwa zat tersebut telah mencemari aliran darah kita dan menyebabkan darah kotor pada tubuh kita.

artikel terkait

cara tes alergi

bahaya makanan laut

bahaya makan cumi-cumi

cara menghilangkan alergi

3. Bakteri

Masuknya bakteri pada tubuh kita dengan beragam cara dapat menjadi agent pencemar darah karena keberadaannya dapat mengganggu kesehatan tubuh kita dan mengacaukan fungsi tubuh yang seharusnya berjalan dengan semestinya akibat keberadaan infeksi dari bakteri yang membuat aliran darah menjadi kotor dan tercemar.

4. Virus

Cara kerja virus hampir mirip dengan bakteri namun virus memiliki kemampuan infeksi yang lebih cepat untuk dapat menyebar baik antar jaringan maupun melalui aliran darah. Hal ini membuat darah menjadi tercemar dan kotor, karena keberadaan zat asing yaitu virus yang tak seharusnya masuk ke dalam peredaran darah dalam tubuh.

5. Jamur

Meskipun jamur melakukan proses infeksi yang cenderung lebih lama jika dibandingkan dengan virus ataupun bakteri, akan tetapi kemampuan jamur untuk menginfeksi baik jaringan ataupun meracuni aliran darah juga mampu menimbulkan berbagai gejala yang tidak bisa diabaikan terhadap tubuh.

artikel terkait: bahaya fungi

Gejala Darah Kotor

1. Gangguan pernapasan

Gejala darah kotor yang dapat ditimbulkan akibat terdapatnya zat pencemar dalam aliran darah adalah terganggunya sistem pernapasan seperti sesak napas. Hal ini terjadi akibat tercampurnya oksigen dalam darah dengan zat pencemar sehingga efektifitas sistem pernapasan pun jadi terganggu dan tidak dapat bekerja secara optimal.

artikel terkait: penyebab dada sesak

2. Gangguan kestabilan suhu tubuh

Dengan keberadaan zat pencemar jenis apapun akan berpengaruh terhadap peningkatan suhu tubuh. Hal ini merupakan gejala yang ditimbulkan oleh tubuh dikarenakan adanya benda asing yang tak seharusnya berada dalam peredaran darah.

artikel terkait: suhu tubuh normal manusia – penyebab demam

3. Gangguan pasokan oksigen

Jika dalam peredaran darah tercampur dengan zat pencemar, maka pada saat itu kegiatan memasok oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh terjadi terganggu. Sebagai contoh, pada bagian otak yang selalu memerlukan oksigen untuk berkerja secara optimal akan terganggu dan berdampak pada timbulnya gejala pusing atau sakit kepala sebagai akibat tercampurnya zat pencemar yang terkandung di dalam aliran darah.

4. Gangguan jaringan kulit

Kebanyakan gejala darah kotor berdampak muncul pada jaringan kulit mulai dari sering timbul bisul, jerawat, gatal, ataupun gejala dermatitis yang dapat menjadi pertanda bahwa aliran darah telah mulai tercemar dengan berbagai zat pencemar yang seharusnya keberadaannya tidak  terdapat dalam tubuh dan perlu untuk segera dinetralkan keberadaannya dari aliran dalam pembuluh darah ke seluruh tubuh.

artikel terkait: penyebab dermatitis

Penanganan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk penanganan terhadap kondisi darah kotor, antara lain:

1. Olahraga

Melakukan latihan gerak tubuh atau olahraga secara teratur dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat, fungsi organ dapat dilatih untuk berfungsi secara optimal, serta yang terpenting adalah metabolisme tubuh juga akan lebih optimal. Selain itu, keringat yang dihasilkan dari olahraga tersebut dapat membantu pengeluaran zat pencemar yang berbahaya dan tidak berguna dari dalam tubuh sehingga peredaran darah dalam tubuh semakin lancar dan bersih.

artikel terkait

cara melakukan olahraga yang baik dan benar

manfaat olahraga bagi kesehatan tubuh

tips olahraga 

2. Konsumsi air dan teh

Konsumsi air secara cukup akan membuat seluruh zat pencemar dapat keluar dari dalam tubuh secara optimal, baik melalui urin saat berkemih yang dikeluarkan oleh ginjal atau pada saat keluar bersama dengan keringat. Dengan demikian, keberadaan zat pencemar dalam darah dapat diminimalisasi. Selain itu, konsumsi teh juga baik bagi tubuh. Hal ini disebabkan kandungan antioksidan dan senyawa katekin yang terdapat dalam teh sangat ampuh melawan segala jenis radikal bebas ataupun zat pencemar. Dengan mengonsumsi teh seduh hangat secara rutin maka kekebalan tubuh anda pun dapat senantiasa terjaga.

artikel terkait: bahaya akibat kurang minum air putih – efek kekurangan air putih bagi tubuh

3. Konsumsi Sayuran

  • Paprika. Salah satu jenis sayuran yang kaya antioksidan, hal ini dapat dikenali dari warna kulitnya yang dipenuhi dengna dominasi warna cerah, konsumsi bahan makanan alami yang sehat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan perlahan mengeliminasi keberadaan zat pencemar dalam aliran darah sehingga gejala darah kotor dapat dihindari.
  • Wortel. Memiliki banyak sekali khasiat diantaranya yakni untuk menetralkan racun yang terdapat dalam tubuh. Wortel dapat diolah sebagai campuran sayur ataupun tumisan. Untuk lebih optimalnya anda bisa membuat jus wortel yang menyegarkan demi memaksimalkan detoksifikasi.
  • Seledri. Jenis sayur ini memiliki kandungan senyawa yang mampu memerangi zat karsinogenik yakni zat yang mampu memicu timbulnya kanker. Kandungan seledri mampu dengan efektif membuang racun dari tubuh semisal dengan memaksimalkan pengeluarannya melalui urin yang dikeluarkan oleh ginjal tiap kali kita berkemih.
  • Kubis. Antioksidan tinggi dalam kubis mampu membersihkan zat polutan yang masuk dalam tubuh semisal yang terkandung dari asap rokok. Selain itu, zat yang terkandung dalam kubis juga mampu dengan efektif membersihkan kondisi sistem pencernaan.

4. Konsumsi Buah

  • Manggis. Dewasa ini kandungan buah manggis diteliti secara lebih masif lagi oleh para ilmuwan dan ditemukan kandungan antioksidan yang tinggi utamanya ternyata terkandung pada kulit buahnya. Hal ini yang dapat membantu anda dalam menetralkan segala racun dalam tubuh anda secara efektif.
  • Sirsak. Salah satu buah dengan rasa manis dengan variasi sedikit asam yang menyegarkan inipun memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang sangat baik dalam melawan segala zat asing yang seharusnya tidak terdapat di dalam tubuh dan berpotensi untuk menimbulkan ancaman bahaya bagi kesehatan.
  • Lemon. Salah satu jenis buah yang bermanfaat untuk memebersihkan darah kotor. Langkah-langkah yang harus dilakukan secara rutin terutama pada pagi hari demi mendapat hasil yang lebih optimal adalah dengan cara membersihkan buah lemon, iris menjadi kecil, perah airnya lalu campurkan dengan air hangat. Kemudian tambahkan pula madu sesuai dengan selera untuk menambah cita rasa air seduhan dan nikmati secara perlahan maka tubuh yang lebih bugar dan terbebas dari zat racun.
  • Apel. Kandungan senyawa pektin dalam apel yang mana senyawa ini berperan sangat penting demi melawan keberadaan segala jenis kolesterol jahat dan juga keberadaan zat polutan metal dalam jumlah berlebihan yang bisa berpotensi mencemari aliran darah dan membuat tubuh mengalamin keracunan yang membahayakan kesehatan.
  • Alpukat. Kandungan senyawa glutathione dalam alpukat yang jika anda konsumsi dalam jumlah cukup maka mampu meningkatkan proses pembersihan zat racun dari dalam tubuh anda. Buah alpukat ini dapat dikonsumsi secara langsung atau bisa diolah menjadi jus alpukat dengan tambahan madu untuk menambah cita rasa serta memaksimalkan khasiat dari kandungan antara buah dan madu yang kaya akan manfaat tersebut.

artikel terkait: makanan yang mengandung antioksidan

5. Bekam

Metode bekam ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Walaupun demikian, metode ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan zat pencemar dalam aliran darah kotor pada tubuh. Pada prinsipnya metode bekam ini merupakan proses pengeluaran darah kotor yang diusahakan untuk membuat segala kotoran yang terdapat dalam darah keluar dari tubuh sehingga setelah selesai dilakukannya metode ini maka diharapkan tubuh akan kembali menjadi lebih segar dari sebelumnya dan keberadaan zat pencemar dalam darah dapat diminimalisasi.

artikel terkait: efek samping bekam – bahaya bekam

Berdasarkan ulasan di atas, diharapkan kita dapat menjaga kesehatan dari paparan lingkungan yang akan mencemari aliran darah kita sehingga darah kita menjadi kotor yang membuat kita lebih rentan akan terserangnya penyakit. Dengan menerapkan gaya hidup yang sehat seperti secara rutin melakukan aktivitas fisik dan berolahraga serta secara konsisten mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

You may also like