25 Gejala Dehidrasi Berat dan Ringan

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dehidrasi merupakan sebuah kondisi di mana seseorang mengalami yang namanya kehilangan cairan banyak dan bahkan lebih dari yang masuk ke dalam tubuhnya. Inilah yang juga disebut dengan istilah defisit cairan sehingga tubuh cukup kesulitan dalam menjalankan fungsi normalnya karena tak cukup air. Ada berbagai faktor penyebab dari dehidrasi, baik itu demam, berkeringat yang lebih dari normalnya, muntah, maupun diare.

Untuk mengatasi bahaya dehidrasi, Anda perlu tahu apa saja gejala dehidrasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Tanda dehidrasi secara umum apa yang kiranya perlu diwaspadai oleh Anda? Di bawah ini merupakan serangkaian info yang dapat dicegah untuk menjadi semakin parah?

(Baca juga: akibat kekurangan ion)

1. Mulut Kering

Masih pada tahap ringan, gejala yang akan muncul pertama-tama adalah mulut yang terasa kering. Ini adalah salah satu efek bahaya akibat kurang minum air putih sehingga membuat tubuh kekurangan cairan. Bahkan bagian mulut pun menjadi kurang tingkat kelembabannya dan menjadi lebih kering saat tak ada cairan yang masuk.

2. Haus

Karena jarang minum, tak heran bila seseorang akan dengan mudah merasa haus. Tak hanya mulut saja yang kering, ketika haus tentunya tenggorokan pun akan terasa kering. Supaya tidak menimbulkan dahaga tingkat tinggi, segera minum air putih. Namun juga mengertilah akan bahaya akibat terlalu banyak minum air putih.

3. Cepat Lelah

Seseorang yang mudah lelah atau juga cepat mengantuk adalah tanda bahwa ia sedang menderita dehidrasi. Biasanya seseorang akan malas untuk bergerak dan cenderung kurang aktif daripada normalnya ketika mengalami dehidrasi. Ketika kurang cairan, otomatis tubuh pun juga mendapatkan asupan tenaga yang tidak banyak yang membuatnya cepat lemas.

(Baca juga: efek kekurangan air putih bagi tubuh)

4. Jarang Buang Air Kecil

Ada seseorang yang sering buang air kecil, namun ada juga yang termasuk jarang ke toilet untuk buang air kecil. Frekuensi dan jumlah pembuangan urin pada penderita dehidrasi memang terbilang menurun. Ini sudah jelas karena cairan yang masuk ke dalam tubuh sangat sedikit sehingga yang dibuang pun juga sedikit.

5. Perubahan Warna Urin

Semakin banyak minum air putih, warna urin ketika buang air kecil adalah semakin bening dan jernih. Namun efek kekurangan air putih bagi tubuh adalah warna urin yang berubah menjadi lebih gelap dan juga pekat. Anda pasti menyadarinya ketika tidak cukup banyak air yang masuk ke dalam tubuh.

(Baca juga: akibat kelebihan air putih dalam tubuh)

6. Sakit Kepala

Tak jarang juga penderita dehidrasi bakal merasakan pusing atau sering sakit kepala karena tak banyak cairan yang masuk ke tubuhnya. Karena cairan yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja tak tercukupi dengan baik, efeknya pun hingga ke kepala yang menjadi cepat pusing ditambah dengan tubuh lemas.

7. Sembelit

Istilah lain dari sembelit adalah konstipasi atau susah buang air besar. Tak hanya frekuensi buang air kecil yang rendah, tapi penderita dehidrasi pun akan menunjukkan gejala sembelit. Saat seseorang banyak minum air putih, buang air besar rata-rata bakal lancar karena cairan akan mendorong sisa-sisa makanan di dalam tubuh untuk keluar melalui feses.

(Baca juga: cara mengatasi sembelit)

8. Feses Keras

Bukan hanya sembelit tanda dari dehidrasi, melainkan juga sekalinya buang air besar, feses pun ikut bertekstur keras. Ketika feses keras, otomatis upaya mengedan pun harus lebih keras juga supaya dapat mendorong feses untuk keluar dengan sukses. Cairan dalam tubuh yang cukup tak akan membuat feses menjadi sekeras itu.

9. Tak Keluar Air Mata saat Menangis

Ketika seseorang yang dehidrasi menangis, maka tak akan kelihatan air mata keluar dari matanya. Ini tandanya, tak hanya mulut saja yang bisa mengalami kekeringan, bahkan dari dalam mata pun kehabisan cairan sehingga air mata pun tak dapat keluar ketika menangis.

(Baca juga: penyebab kulit wajah mengelupas)

10. Kulit Kering

Kekeringan pun melanda permukaan kulit tubuh kita, baik itu tangan, wajah, kaki, dan bagian lainnya. Tandanya adalah kulit mulai mengelupas dan bahkan kelihatan pecah-pecah biasanya pada bagian kaki. Untuk menangani hal ini memang biasanya seseorang akan rajin mengolesi body lotion ke seluruh tubuhnya agar lembab.

11. Keringat Sedikit saat Cuaca Panas

Cuaca sedang panas-panasnya dan keringat yang keluar harusnya benar-benar banyak. Ketika udara panas dan hanya sedikit keringat yang keluar dari tubuh, itu tandanya Anda sedang mengalami dehidrasi. Karena cairan di dalam tubuh tak banyak, otomatis tak banyak pula yang bisa dikeluarkan lewat keringat.

(Baca juga: bahaya tubuh tidak berkeringat)

12. Mata Cekung

Pada tahap yang lebih berat, dehidrasi sudah mulai menunjukkan gejalanya melalui mata. Apabila Anda merasakan ada yang ganjil, terutama mata yang berbentuk cekung, ini adalah ciri dari seseorang yang tengah dehidrasi. Segera minum air putih sedikit-sedikit namun sering untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda.

13. Kebingungan

Dehidrasi atau kurangnya cairan pada tubuh pun membuat seseorang menjadi lebih mudah untuk tidak berkonsentrasi. Sangat gampang kehilangan fokusnya ketika bekerja adalah yang dapat terjadi saat sedang dehidrasi. Itulah alasan mengapa asupan air putih sangat penting demi kerja tubuh yang lebih maksimal sehingga memengaruhi hasil pekerjaan Anda supaya bagus hasilnya.

(Baca juga: kepala sering pusing)

14. Tekanan Darah Rendah

Kekurangan cairan pun rupanya dapat memicu tekanan darah rendah. Cobalah untuk secara rutin memeriksa tekanan darah Anda supaya Anda tahu apakah tekanan darah berada pada normalnya. Tekanan darah yang rendah bisa jadi Anda kurang minum air putih di mana tubuh kemudian kekurangan asupan cairan.

15. Demam

Masih pada kondisi dehidrasi yang sudah pada tahap parah, seseorang yang terlalu lama dehidrasi tanpa memberikan penanganan dalam bentuk apapun bisa mengalami demam. Ingat bahwa penyebab demam tinggi bukan hanya sekadar flu atau masuk angin, karena demam pun juga terjadi saat tubuh tak mendapatkan cukup asupan cairan. Pada kondisi ini, solusi agar demam cepat turun dan tubuh terhidrasi lagi, penderita masih dapat melakukan konsumsi air putih lebih banyak.

16. Napas Cepat

Seseorang dengan masalah dehidrasi bakal memiliki napas yang lebih cepat dari biasanya. Pada tahap ini, ini adalah sebuah kondisi gejala dehidrasi yang sudah cukup serius karena mengganggu pernapasan. Segera atasi dengan minum air putih lebih atau secepatnya periksakan ke dokter.

17. Detak Jantung Cepat

Biasanya, detak jantung yang lebih cepat seringnya dianggap sebagai gejala dari penyakit jantung. Memang jenis-jenis penyakit jantung dapat menyebabkan gejala ini muncul. Tapi rupanya, cepatnya detak jantung juga bisa dikarenakan dehidrasi, atau di mana cairan yang cukup untuk tubuh tak terpenuhi dengan baik.

(Baca juga: penyebab halusinasi)

18. Delirium

Kondisi di mana seseorang tak mampu berpikir dengan jernih dan kehilangan kesadaran adalah yang dinamakan dengan delirium. Meski gangguan seperti ini hanya bersifat pendek, namun reaksinya yang terjadi di malam hari serta fluktuasi hebatnya cukup mengkhawatirkan. Gangguan perilaku juga berpotensi meningkat di mana penderita juga mulai berhalusinasi. Walau sifatnya sementara, terjadinya delirium cukup mendadak sehingga tak dapat diduga-duga oleh penderitanya.

19. Kejang-kejang

Ada pula pada beberapa kasus, kejang-kejang menjadi salah satu gejala dehidrasi. Tubuh tak mampu bekerja dengan baik dalam mengendalikan organ-organ sehingga bagian saraf pun terkena dampaknya. Segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan demi mendapatkan pertolongan dan solusi yang tepat.

(Baca juga: kejang-kejang saat tidur)

Tanda-tanda Dehidrasi Lainnya

Selain dari gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, masih ada juga beberapa gejala yang cukup membuat panik karena juga sudah pada level berat. Di bawah ini merupakan  gejala yang berisiko terjadi saat dehidrasi berat terjadi pada Anda:

  1. Kelopak mata berkantong tebal.
  2. Kaki dan tangan terasa dingin.
  3. Gampang marah.
  4. Keelastisan kulit hilang dan hal ini ditunjukkan melalui proses pencubitan kulit di mana kulit lebih lama untuk menyusutnya.
  5. Muntah yang disertai darah.
  6. Buang air besar yang disertai darah pada fesesnya.

(Baca juga: bahaya minum air panas)

Penanganan Dehidrasi

Karena dehidrasi ada tahap ringan hingga berat, memang sebaiknya Anda tahu bagaimana menanganinya pada kedua tahap tersebut.

  • Untuk dehidrasi ringan, tanganilah sendiri. Anda masih bisa meminum air mineral yang cukup banyak untuk mengatasi rasa haus dan sakit kepala. Berbagai gejala ringan dehidrasi juga dapat diatasi dengan mengonsumsi minuman isotonik di mana produknya sangat mudah untuk Anda dapatkan. Cairan-cairan yang bisa dikonsumsi boleh dalam bentuk kuah bening, air mineral, minuman agar-agar, dan juga es krim.
  • Untuk dehidrasi sedang hingga berat, Anda perlu menghubungi dokter. Bantuan dari ahli medis sangat diperlukan ketika Anda sudah mengalami yang namanya muntah-muntah disertai darah dan lebih dari 1 hari. Demam tinggi, diare selama 2 hari lebih, tubuh semakin lesu, dan sering sakit kepala adalah juga ciri-ciri dehidrasi yang sudah membutuhkan pertolongan medis.
  • Khusus untuk yang sudah sangat parah, penderita dehidrasi memerlukan perawatan gawat darurat. Gejala-gejala seperti demam super tinggi, yaitu 40 derajat Celsius ke atas ditambah kesulitan bernapas dan pernah pingsan, lalu juga selama 12 jam lebih tak ada produksi urin, Anda positif harus menerima perawatan medis di rumah sakit.

(Baca juga: cara mencegah dehidrasi)

Bila sudah merasakan gejala dehidrasi ringan, pastikan Anda mengatasinya segera sebelum bertambah serius dan sulit untuk ditangani. Cegah supaya Anda tidak perlu harus dirawat di rumah sakit hanya karena kekurangan cairan. Memenuhi asupan cairan tubuh sendiri cukup mudah, jadi lakukanlah secara rutin.

fbWhatsappTwitterLinkedIn