10 Cara Mencegah Dehidrasi pada Lansia dan Anak-anak

2193

Dehidrasi sebaiknya tidak disepelekan karena kekurangan cairan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Ada 3 level akan derajat atau tingkat keseriusan dari kondisi dehidrasi pada seseorang. Berikut adalah level-level tersebut:

  • Dehidrasi Level Ringan – Pada tahap ini, kekurangan cairan pada tubuh barulah mencapai 1500 ml atau 10 persen dan biasanya yang dirasakan hanya kehausan. Namun menurut penelitian asal the Tufts University dari Amerika menunjukkan bahwa suasana hati dan performa mental akan menurun karena dehidrasi ringan.
  • Dehidrasi Level Sedang – Pada level ini, kekurangan cairan di tubuh kita lebih tinggi, yakni 3000 ml atau 20 persen. Bila dialami mendadak, maka akibatnya bisa berbahaya. Gejalanya adalah timbul sakit kepala, dan kemudian bisa pingsan.
  • Dehidrasi Level Berat – Di tahap ini, kekurangan cairan pada tubuh telah mencapai lebih dari 4000 ml atau 30 persen dari cairan tubuh normal. Bila sudah pada tahap berat, seseorang dapat meninggal karena kehabisan cairan dalam tubuh.

Di bawah ini adalah cara mencegah dehidrasi yang kiranya dapat membantu. Khusus untuk anak dan para lansia, berikut merupakan cara-cara yang bisa diperhatikan.

(Baca juga: bahaya kekurangan ion)

Cara Mencegah Dehidrasi pada Lansia

Ada beberapa hal yang perlu diketahui ketika kita sudah menginjak usia lansia dalam menghadapi dehidrasi. Bahkan bagi yang tengah merawat lansia, pastikan mereka tidak dehidrasi dengan melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Minum Air Sedikit-sedikit

Bila orang dewasa pada usia produktif dapat secara langsung mengonsumsi banyak air putih, lansia sebaiknya tidak demikian. Untuk mencegah dehidrasi, sebaiknya lansia minum air putih dalam jumlah kecil. Sedikit-sedikit tapi sering akan lebih aman dan bermanfaat bagi mereka ketimbang harus minum dalam jumlah banyak sekaligus.

(Baca juga: bahaya akibat kurang minum air putih)

  1. Menghindari Kopi

Pada usia lansia, sebaiknya sudah tidak lagi mengonsumsi kopi dan minuman berkafein lainnya terlalu banyak. Daripada membatasi, seharusnya memang menjauhi sama sekali. Ini dikarenakan adanya efek diuretik yang diberikan oleh minuman kopi. Bahkan bagi lansia yang sudah ada gejala dehidrasi pun bakal diperparah bila mengonsumsi kopi.

  1. Menghindari Minuman Alkohol

Selain kopi, minuman beralkohol pun sebaiknya tidak diminum karena sama sekali tak akan bagus untuk tubuh. Dalam jumlah konsumsi besar, efek diuretik dari minuman beralkohol akan menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Dehidrasi pun akhirnya malah menjadi lebih buruk dan sulit untuk ditangani.

(Baca juga: pengaruh alkohol terhadap sistem saraf manusia)

  1. Mengonsumsi Buah dengan Kandungan Air Banyak

Agar tidak gampang dehidrasi, cara lainnya selain minum air putih cukup adalah makan buah. Mengonsumsi buahnya pun bukan buah sembarangan, tapi buah yang kandungan airnya cukup tinggi, seperti misalnya pir, tomat, anggur, semangka, jeruk, stroberi dan blewah. Untuk menyeimbangkan buah, mengonsumsi sayuran dengan kadar air tinggi juga boleh-boleh saja.

(Baca juga: khasiat susu sapi murni)

  1. Minum Susu

Selain buah, sayur dan air putih, minum susu juga disarankan. Tak hanya membantu mencegah dehidrasi, susu juga berguna untuk menjaga kesehatan tulang para lansia dan mencegah osteoporosis. Pilihlah susu sesuai selera atau sesuai dengan kondisi riwayat kesehatan.

(Baca juga: bahaya dehidrasi)

Cara Mencegah Dehidrasi pada Anak

Anak pun juga dapat terancam terkena dehidrasi. Saking aktifnya mereka berkegiatan dan bergerak dan saking asyiknya bermain, kadang mereka lupa untuk minum. Untuk mencegah supaya tak terkena dehidrasi, ini langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  1. Ketahui Keadaan Fisik Anak

Anak yang tingkat kebugaran fisiknya kurang tak akan mampu bertahan lama bermain atau berkegiatan saat cuaca panas. Kondisi dehidrasi yang di atas 3 persen dari bobot tubuh anak akan memicu gangguan kesehatan berhubungan dengan panas. Bahkan untuk anak yang tak terbiasa berolahraga dan juga memiliki masalah kegemukan, mereka akan menjadi lambat.

(Baca juga: bahaya sinar matahari di siang hari)

  1. Memberikan Banyak Air Minum

Air minum di sini dapat berupa air putih atau jenis minuman elektrolit, khususnya bagi yang sangat aktif kesehariannya. Minuman dengan kandungan gula tinggi juga pasti disukai anak-anak, dan rasanya bakal membuat anak ingin minum terus. Hanya saja, perbanyak berikan air putih ketimbang minuman manis. Ini agar anak tak ketagihan minuman manis yang nantinya malah jadi tidak suka air putih.

(Baca juga: bahaya akibat terlalu banyak minum air putih)

  1. Menyesuaikan Mereka dengan Panas

Anak yang sudah terbiasa menyesuaikan diri dengan hawa panas tak akan gampang kehausan apalagi dehidrasi. Untuk latihan atau olahraga di luar ruangan, intensitasnya bisa coba ditingkatkan. Kalau biasanya hanya 10 hari, bisa dilanjutkan hingga 14 hari.

Tubuh pun akan menjadi terlatih untuk minum lebih banyak dari biasanya. Otomatis keringat yang keluar lebih banyak dan volume darah juga akan meningkat. Ketahui pula bahwa berkeringat adalah hal baik sebab anak melepaskan panas dari tubuh lewat keringat tersebut.

(Baca juga: kurang olahraga)

  1. Makan Sup

Anak-anak selalu membutuhkan stamina tinggi di usia mereka yang aktif. Maka hidangkan sup yang banyak kuah kaldunya. Selain untuk menjaga supaya mereka tak gampang sakit, rasa haus serta dehidrasi pun akan dicegah. Sup sendiri bahan dasarnya adalah air dan paling pas bila dimakan ketika musim hujan. Cairan lezat ini pasti disuka anak-anak.

(Baca juga: cara meningkatkan daya tahan tubuh)

  1. Minum Jus Buah

Anak-anak suka minuman manis, jadi tak ada salahnya untuk memberikan mereka jus buah sehat. Selain mencegah dehidrasi, jus buah pun akan memberikan nutrisi bagi tubuh mereka. Otomatis sistem daya tahan tubuh juga akan meningkat bersama dengan proses metabolisme.

(Baca juga: vitamin untuk daya tahan tubuh)

Supaya dehidrasi dapat dicegah, itulah cara-cara yang bisa diterapkan. Khusus untuk para lansia dan anak-anak, semoga dengan langkah tersebut dehidrasi mampu diatasi secara efektif.