Mikosis – Penyebab, Gejala, Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahan

Mikosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur. Dari sekian banyak spesies jamur dan juga ragi, hampir 100 diantaranya dapat menyebabkan mikosis. Infeksi yang disebabkan oleh jamur ini dapat terjadi secara kompleks dan bisa berbahaya. Tingkat keparahan dari infeksi jamur ini tergantung oleh sistem imunitas tubuh setiap manusia yang pastinya berbeda beda. Mikosis bisa terjadi pada permukaan kulit bahkan menembus kulit.

Baca juga:

Penyebab Mikosis

  1. Mikosis Superfisial

Mikosis Superfisial ialah mikosis yang disebabkan oleh jamur yang menyerang pada daerah superfisial manusia seperti pada daerah kulit, rambut dan juga kuku. Berikut ialah infeksi jamur mikosis superfisial:

  • Tinea Versicolor

Dalam masyarakat infeksi ini disebut sebagai panu, infeksi ini merupakan infeksi yang terhitung ringan. Infeksi ini ditandai oleh adanya bercak putih pada kulit sehingga warna kulit menjadi berbeda. ( Baca juga :kelumpuhan tidur )

  • Tinea Negra

Berbeda dengan Tinea Versicolor, Tinea negra ditandai dengan adanya bercak pula pada bagian kulit hanya saja warnanya coklat cenderung kehitaman. Bercak bercak coklat ini terisi oleh hifa yang bercabang. ( Baca juga :hemangioma )

  • Piedra

Piedra dibagi lagi menjadi dua kelompok yaitu piedra hitam yang disebabkan oleh piedraia hortai dan piedra putih yang disebabkan oleh Trichosporon cutaneum. ( Baca juga : obat herbal untuk sakit gigi)

  1. Mikosis Kutan

Mikosis kutan ialah infeksi jamur yang menyerang bagian superfisial yang terkeratinisasi, seperti pada kulit, rambut dan kuku namun tidak sampai ke jaringan yang lebih dalam lagi. Infeksi yang termasuk mikosis kutan ialah:

  • Tinea Pedis

Infeksi ini terjadi pada jaringan diantara wilayah jari jari kaki dan berkembang menjadi vesikel vesikel kecil yang bisa pecah sehingga akan mengeluarkan cairan yang encer, infeksi ini disebabkan oleh T. Mentagrophytes. Infeksi ini juga dikenal dengan sebutan kaki atlet. ( Baca juga :hematuria )

  • Tinea Kaptitis

Dalam bahasa lokal, infeksi ini dikenal sebagai kurap. Kurap ini terjadi pada kulit kepala dan biasanya terjadi pada anak anak. Kurap ini biasanya akan hilang seiring bertambahnya usia asalkan selalu diperhatikan dan diobati. ( Baca juga :kram perut saat hamil )

Infeksi ini menyerang bagian tubuh yang tidak memiliki rambut, infeksi ini disebabkan oleh jamur E. Floccosum, T.Rubrum dan juga T. Metagrophytes. ( Baca juga :sakit pinggang saat hamil )

Selain itu, mikosis kutan juga dibagi ke dalam 2 jenis yaitu Dermatofitosis dan juga dermatomikosis. Dermatofitosis disebabkan oleh adanya jamur Epidermophyton, Trichopyton dan Microsporum. Sedangkan dermatomikosis di sebabkan oleh jamur diantaranya Candida Spp. ( Baca juga : ciri ciri penyakit paru paru)


  1. Mikosis Subkutan

Mikosis selanjutnya ialah infeksi jamur yang menyerang kulit namun menyerang lapisan bawah kulit termasuk otot dan jaringan konektif serta tulang. Berikut ini ialah infeksi jamur pada mikosis subkutan.

  • Kromoblastosis

Infeksi ini disebabkan oleh jamur Fonsecaea pedrososi, Phialophora verrucosa dan Cladosporium Carrionni. Jamur jamur ini bisa ditemukan didaerah tropis di dalam tumbuhan dan juga tanah. ( Baca juga :perut sering bunyi dan kentut )

  • Sporotrichosis

Infeksi jamur ini disebabkan oleh jamur yang memiliki habitat di tumbuh tumbuhan dan juga kayu seperti Sporothrix Schenckii. Invasi terjadi masuk ke kulit melalui trauma, lalu menyebar melalui aliran getah bening. ( Baca juga : skoliosis)

  • Misotema

Infeksi yang satu ini disebabkan oleh infeksi jamur Eumycotic Mycetoma. Infeksi ini membuat penderitanya  mengalami pembengkakan layaknya tumor. Apabila infeksi ini tidak segera ditangani maka infeksi ini akan meluas dan masuk ke dalam perifer sehingga menyebabkan derormitas. ( Baca juga :kifosis )

  1. Mikosis Sistemetik

Infeksi jamur ini termasuk infeksi yang paling berbahaya. Hal ini dikarenakan infeksi yang disebabkan oleh jamur ini menyerang organ penting dalam tubuh. Organ pertama yang biasanya dijadikan tempat pertama terjadinya infeksi ialah paru paru. Dari paru paru inilah nantinya infeksi akan menyebar melalui darah. Infeksi yang termasuk mikosis sistemetik ialah :

  • Blastomikosis

Infeksi ini terjadi karena jamur menyerang saluran pernafasan dan juga kulit serta paru paru. Infeksi ini juga bisa menyerang organ vicera tulang serta sistem saraf manusia. Jamur yang menyebabkan infeksi ini ialah Blastomycetes Dermatitidis dan Blastomycetes Brasieliensi. ( Baca juga : nafas terasa panas)

  • Hitoplasmosis

Jamur yang menyebabkan infeksi ini ialah Hitoplasma Capsulatum, Jamur ini dapat hidup di tanah yang sudah terkontaminasi kotoran hewan. Infeksi ini terjadi melalui sistem pernafasan. ( Baca juga : tidak nafsu makan)

  • Parakoksidiomikosis

Mikosis ini disebabkan oleh jamur Paracoccidioides brasiliensis. Sama seperti mikosis sistemik sebelumnya, infeksi ini disebarkan melalui sistem pernafasan. ( Baca juga :makanan pembentuk otot perut )

  • Kokodiodomikosis

Selanjutnya infeksi yang disebabkan oleh jamur Coccidiodes immitis. Infeksi ini bisa terjadi melalui sistem pernafasan sehingga penderitanya mengalami gejala seperti batuk dan demam tinggi. ( Baca juga :makanan penyebab diare )

Selain memang karena infeksi jamur, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya mikosis pada tubuh manusia, seperti :

  • Daya tahan tubuh yang lemah. Daya tahan tubuh yang lemah menyebabkan virus, bakteri bahkan jamur mudah sekali masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan berbagai macam penyakit.
  • Memiliki riwayat penyakit. Hal lainnya yang meningkatkan risiko terjadinya mikosis ialah memiliki penyakit lain, salah satunya penyakit kencing manis alias diabetes. Seperti diketahui, penyakit yang menyerang tubuh bisa berkompilasi dan menyebabkan penyakit yang lebih berbahaya lagi.
  • Faktor lingkungan.

Lingkungan yang mendukung jamur untuk hidup dan berkembang menyebabkan orang orang yang hidup di lingkungan tersebut lebih berisiko terkena mikosis. Lingkungan yang mendukung tumbuhnya jamur ialah lingkungan yang lembab.

Gejala dan Diagnosa Mikosis

Setiap penyakit pasti memiliki gejala gejala yang akan dialami oleh setiap penderitanya, tak terkecuali penyakit mikosis. Ketika seseorang terindikasi terkena mikosis, mereka akan mengalami beberapa hal terjadi seperti tidak pada keadaan normal. Beberapa gejala yang biasanya dialami oleh penderita mikosis diantaranya :

  • Terdapat bercak putih pada penderita piedra putih maupun bercak coklat pada piedra hitam.
  • Munculnya bintik noda asam coklay kehitaman pada telapak tangan maupun kaki pada penderita tinea nigra.
  • Adanya kutil pada kaki dan tungkai pada penderita kromoblastomik.
  • Terdapatnya lubang lubang kecil pada permukaan kulit bahkan mengeluarkan nanah pada penderita misetoma.
  • Adanya benjolan pada lengan, tangan maupun jari jari yang menyerupai bisul dan bisa berubah menjadi borok, gejala ini dialami oleh penderita sporotrikosis.
  • Demam tinggi, demam memang tidak menunjukan secara spesifik penyakit apa yang diderita. Namun, kebanyakan penyakit memiliki gejala demam tinggi tidak terkecuali mikosis.
  • Anemia adalah kondisi dimana darah dalam tubuh tidak dalam kadar yang normal, sehingga organ organ tubuh mengalami kerja yang tidak maksimal. Pada penderita hitoplasmosis mereka mengalami gejala anemia.
  • Berkeringat pada malam hari, gejala ini dialami oleh penderita mikosis yang terjadi pada sistem pernafasan.
  • Terbentuk abses pada penderita sporotrichosis.
  • Terjadinya pengelupasan pada kulit, seperti yang dialami oleh penderita Tinea Pedis. Pada penderita infeksi ini, kulit yang terdapat antara jari jari mereka mengalami pengelupasan dan juga menjadi pecah pecah.

Mikosis bisa dipelajari dengan melakukan berbagai diagnose. Diagnosa dilakukan berbeda beda sesuai dengan infeksi apa yang terjadi pada tubuh manusia.  Diagnosa yang bisa dilakukan diantara lain:

  • Pemeriksaan dengan KOH 10 %, diagnose ini dilakukan pada penderita tinea versicolor.
  • Dengan melakukan pemeriksaan histopatogolik dan biakan pada infeksi.
  • Memeriksa benjolan pada rambut, untuk mengetahui piedra hitam.
  • Pada penderita tinea versicolor, diagnose dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan sinar wood pada daerah yang terinfeksi, pemeriksaan sinar wood ini akan menunjukan flouresens berwarna emas maupun oranye.

Pengobatan dan Pencegahan Mikosis

Bagi anda yang menderita mikosis, anda tidak perlu khawatir. Karena ada beberapa pengobatan yang bisa anda lakukan agar infeksi pada kulit anda tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain atau bahkan menyembuhkan infeksi itu sendiri. Ada berbagai alternatif pengobatan yang anda bisa lakukan, beberapa alternatif pengobatan ialah :

  • Menggunakan 1 % selenium sulfida, anda bisa menggunakan selenium sulfide sekali tiap hari dan diamkan setiap 15 menit. Pengobatan ini bisa dilakukan pada kasus mikosis superfisial, terutama tinea versicolor. ( Baca juga :cara mengobati mata buram sebelah )
  • Pengobatan pada kasus Tinea Nigra anda bisa lakukan dengan menggunakan asam undersilenat ataupun anti jamur azol.
  • Pada infeksi piedra, baik itu piedra hitam maupun piedra putih bisa dilakukan dengan pemotongan rambut dan juga pemakaian anti jamur tropical.
  • Untuk penderita kaki atlet, anda bisa merendam kaki anda dengan menggunakan kalium permanganate 1:5000. Pada malam hari gunakan bahan anti jamur dan pada siang hari gunakan bahan krim kimia bedak anti jamur.
  • Menggunakan azam salisilat, krim asam undersilat dan juga asam benzoate pada penderita kurap.

Pencegahan selalu jauh lebih baik daripada mengobati, anda bisa melakukan berbagai pencegahan untuk terhindar dari infeksi jamur ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah mikosis diantaranya :

  • Menjaga kebersihan badan, hal ini adalah hal utama yang anda harus perhatikan apabila anda tidak menginginkan kulit anda maupun paru paru anda terinfeksi jamur. Setidaknya, dalam 1 hari anda harus mandi 2 kali untuk menjaga kebersihan badan.
  • Mejaga kondisi lingkungan tempat tinggal, seperti diketahui bahwa lingkungan dapat menjadi penunjang hidup dan berkembangnya jamur. Untuk itu, pastikan kondisi lingkungan anda dalam keadaan bersih.

Baca juga:

Mikosis terjadi karena adanya infeksi jamur, infeksi ini memiliki berbagai tingkatan sesuai dengan kondisi tubuh penderitanya. Anda tentu tidak ingin untuk memiliki penyakit ini, untuk itu pastikan bahwa diri anda dan lingkungan anda selalu bersih.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan Kulit