Hemangioma – Gejala, Penyebab, Klasifikasi, Diagnosa, Komplikasi dan Pengobatan

Hemangioma merupakan tanda lahir yang berbentuk seperti tonjolan berwarna merah cerah di permukaan kulit yang terjadi karena pertumbuhan pembuluh darah secara berlebihan atau dikenal dengan nama proliferasi. Warna merah terang hemangioma ini terjadi karena pembuluh darah di permukaan yang semakin melebar dan terkadang juga berwarna ungu atau agak biru apabila terjadi pada pembuluh darah lapisan dalam. Hemangioma ini bisa muncul di bagian tubuh manapun, akan tetapi paling sering timbul di punggung, dada, wajah dan juga kulit kepala.

Hemangioma ini termasuk dalam jenis pembuluh darah tidak ganas dan jarang sekali menimbulkan komplikasi. Hemangioma biasanya terjadi pada bayi setelah lahir dan umumnya akan menyusut saat anak sudah memasuki usia 5 tahun sampai akhirnya pudar di suai sekitar 10 tahun. Hemangioma biasanya tidak memerlukan pengobatan, namun apabila pertumbuhannya cukup besar dan mengganggu, maka bisa ditindaklanjuti.

Artikel terkait:

Gejala

Gejala awal yang ditimbulkan hemangioma ini biasanya berupa tanda merah di kulit yang kemudian dapat tumbuh dan berkembang cepat sampai akhirnya terlihat menonjol dari permukaan kulit. Setelah tahap ini, hemangioma akan masuk kedalam tahap tidak aktif dan hilang secara bertahap. Walaupun menghilang, namun hemangioma akan meninggalkan bekas warna kulit yang tidak bisa dihilangkan walau warnanya tidak terang seperti pertama kali timbul di kulit.

Apabila hemangioma terjadi di organ internal tubuh, maka ada beberapa gejala yang menjadi indikasi terjadinya hemangioma internal seperti mual, muntah, rasa tidak nyaman di area perut, menurunnya nafsu makan, menurunnya berat badan yang tidak jelas dan terasa kenyang di perut sehingga perut terasa penuh terus.

Faktor Penyebab

Penyebab utama dari hemangioma adalah karena tambahan pembuluh darah yang terbentuk dan juga pertumbuhan tidak normal yang nantinya akan berkumpul lalu membentuk hemangioma tersebut. Untuk penyebab lebih pastinya belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab seseorang mengalami hemangioma, yakni:

  • Faktor keturunan atau genetika
  • Kelahiran yang prematur
  • Jenis kelamin perempuan

Perkembangan Hemangioma

Hemangioma ini bisa terjadi di beberapa bagian tubuh tidak hanya bagian luar namun juga pada organ dalam tubuh.

  • Kulit

Hemangioma yang terjadi pada permukaan kulit bisa berkembang apabila terdapat proliferasi pembuluh darah abnormal pada satu area tubuh. Namun, para ahli tidak bisa memastikan kenapa darah tersebut berkelompok dan diduga terjadi karena protein tertentu yang di produksi dalam plasenta pada masa kehamilan. Hemangioma kulit ini terbentuk pada lapisan atas kulit atau pada lapisan lemak dibawahnya yang disebut dengan lapisan subkutan. Awalnya, hemangioma akan terlihat seperti tanda lahir berwarna merah kemudian akan mulai timbul di permukaan kulit.

  • Hati

Hemangioma yang yang berbentuk seperti hati dan timbul pada permukaan hati dianggap sensitif dengan estrogen. Pada masa menopause, wanita umumnya akan diresepkan pengganti estrogen untuk meminimalisir gejala yang disebabkan menurunnya kadar estrogen alami. Kelebihan estrogen ini bisa menjadi pemicu pertumbuhan hemangioma hati. Selain itu, penggunaan pil KB juga bisa meningkatkan ukuran hemangioma.

Selain di kulit dan juga hati, hemangioma juga dapat tumbuh dibeberapa area tubuh lain seperti paru paru, ginjal, otak dan juga usus besar. Untuk hemangioma yang tumbuh di rongga mulut dan rongga otak disebut dengan hemangioma kavernosa.

Artikel terkait:

Klasifikasi

Hemangioma dibagi menjadi dua yakni hemangioma kapiler dan juga hemangioma kavermosum. Hemangioma kapiler terjadi di bagian kulit atas, sementara hemangioma kavermosum terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam.

  1. Hemangioma Kapiler

Ada beberapa jenis hemangioma yang masuk ke dalam jenis kapiler yakni strawberry hemangioma dan granuloma piogneik.


  • Strawberry Hemangioma

Strabwerry hemangioma atau hemangioma simplek terjadi beberapa saat sesudah kelahiran dan lebih sering terjadi pada bayi prematur namun akan menghilang dalam beberapa hari sampai hitungan minggu. Awalnya, hemangioma jenis ini terlihat seperti bercak berwarna merah, berbentuk lobular, memiliki garis batas tegas dan juga kasar jika diraba.

  • Granuloma Piogenik

Ini terjadi karena poliferasi kapiler yang diakibatkan trauma dan bukan karena radang meskipun sering diikuti juga dengan infeksi sekunder. Hemangioma jenis ini umumnya berbentuk silter, bisa terjadi di semua usia khususnya anak, sering terjadi pada bagian tubuh yang mengalami trauma, berbentuk papul eritematosa kemudian berkembang dengan cepat sampai mencapai ukuran 1 cm dan mudah berarah.

  1. Hemangioma Kavenosum

Hemangioma ini tidak memiliki batas yang tegas dan bisa berbentuk mokula eritematosa atau nodus dengan warna merah hingga ungu. Apabila ditekan, maka akan mengempis lalu akan kembali menggelembung jika dilepas. Lesi ini terdiri dari elemen vaskular yang matang dan terkadang ada pada lapisan jaringan dalam seperti otot dan organ dalam.

  1. Hemangioma Campuran

Hemangioma jenis ini terjadi karena kombinasi jenis kapiler dengan kavenosum yang sebagian besar ditemukan pada ekstremitas inferior dan bisa terjadi sejak masih anak-anak. Lesi ini adalah tumor lunak dengan warna merah agak kebiruan yang kemudian akan semakin berkembang.

  • Intramuscular Hemangioma

Sering terjadi pada orang dewasa dan muda dibawah 30 tahun. Hemangioma ini biasanya terjadi pada ekstremitas inferior khususnya paha dengan perubahan warna kulit dan juga timbul rasa sakit.

  • Synovial Hemangioma

Hemangioma ini termasuk jarang terjadi dan bisa menunjukkan gejala gangguan mekanik.

  • Osseus Hemangioma

Sering ditemukan dalam bentuk yang kecil dan bisa menimbulkan rasa nyeri serta pembengkakan. Untuk beberapa kasus lain yang jarang terjadi bisa menyebabkan penekanan di korda dan juga fraktur. Hemangioma ini biasanya solid melibatkan satu tulang atau lokal.

  • Choroidal Hemangioma

Biasanya tumbuh di dalam pembuluh darah retina yang dinamakan koroid. Apabila terjadi pada makula atau pusat penglihatan atau terjadi kebocoran cairan, maka bisa mengakibatkan pelepasan jaringan retina sehingga mempengaruhi penglihatan.

  • Spindle Cell Hemangioma

Jenis lesi vaskular yang keberadaan lokasinya tidak jelas berada di dermin atau subkutis.

  • Gorham Disease

Ini bisa menimbulkan rasa nyeri yang bisa di deteksi lebih awal dalam evaluasi dengan memakai radiografi. Hemangioma ini umumnya terjadi pada penderita dibawah umur 40 tahun.

  • Kassabach Merritt Syndrome

Merupakan komplikasi dari pembesaran pembuluh darah yang ditandai dengan anemia hemolitik, koagulopati dan juga trombositopeni. Hemangioma ini berkaitan dengan stagnasi di aliran hemangioma yang besar.

Diagnosa

Untuk mendiagnosa hemangioma bisa dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik. Untuk menunjang hasil diagnosa, maka bisa dilakukan pemeriksaan Dopler Ulstrasound yang dilaksanakan untuk memeriksa peredaran darah lewat area hemangioma untuk membedakan dengan ruam lain yang memiliki ciri sama seperti campak, rubella dan akrodermatitis. Pemeriksaan ini juga akan membantu dokter untuk lebih memastikan hemangioma akan bertambah besar atau tidak. Apabila pertumbuhan hemangioma ini abnormal atau menimbulkan luka, maka akan dilakukan pemeriksaan darah atau biopsi kulit.

  • USG

Ultrasonografi [USG] dibutuhkan untuk membedakan antara hemangioma dengan struktur dermin yang dalam seperti kelenjar limfe atau kista. USG ini akan berguna untuk evaluasi ukuran serta penyebaran hemangioma. Pemeriksaan ini menjadi pemeriksaan yang efektif dan spesifik dalam mengenali hemangioma onfantil sekaligus membedakan dari masa jaringan lunak yang lainnya.

Pemeriksaan MRI adalah modalitas imaging yang digunakan untuk mengetahui letak dan juga penyebaran hemangioma kutan dan juga ekstrakutan. MRI ini juga berguna untuk hemangioma yang berproliferasi dari lesi vaskuler aliran tinggi lain.

Apabila dalam sebuah rumah sakit belum difalisitasi dengan MRI, maka CT scan bisa digunakan meski tidak sempurna saat menggambarkan karakteristik dan juga aliran darah. Pemakaian zat kontras biasanya juga digunakan untuk membedakan hemangioma dari beberapa penyakit ganas lain atau masa yang menyerupai hemangioma.

Artikel terkait:

Komplikasi dan Pengobatan

Hemangioma bukan merupakan penyakit yang berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit. Akan tetapi dalam beberapa kasus, hemangioma dapat menyebabkan infeksi, pendarahan atau luka terbuka yang menimbulkan rasa sakit. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, hemangioma bisa menimbulkan komplikasi lain seperti gangguan buang air kecil dan air besar bergantung dari ukuran dan letak hemangioma.

Pengobatan Medis Hemangioma

Untuk sebagian besar hemangioma ini tidak memerlukan pengobatan khusus, sebab tidak akan menyebabkan aktivitas fisik terganggu dan akan memudar seiring berjalannya waktu. Namun, beberapa kasus hemangioma bisa menyebabkan masalah psikologis dan juga sosial dan inilah yang menjadi alasan mengapa hemangioma membutuhkan pengobatan khusus.

  1. Kortikosteroid

Kortikosteroid merupakan jenis obat yang diberikan dengan cara oral, topikal atau bisa juga suntik di lokasi hemangioma terjadi. Kortikosteroid ini kemungkinan akan menimbulkan efek samping seperti gangguan pertumbuhan, kadar gula darah dan juga tekanan darah tinggi serta katarak. Terapi kortikosteroid yang bisa diberikan untuk hemangioma sendiri terdiri dari 3 jenis berbeda, yakni:

  • Kortikosteroid topical: Digunakan untuk mengobati hemangioma dalam ukuran yang relatif kecil.
  • Kortikosteroid injeksi: 10 sampai 20 ml triamcinolone akan diberikan untuk penderita yang memiliki hemangioma dengan perkembangan pesat dan bisa menimbulkan beberapa komplikasi berupa ulserasi.
  • Kortikosteroid sistemik: Terapi untuk hemangioma infantil besar, destruktif dan bisa mengancam jiwa penderita.
  1. Beta Blocker

Beta blocker atau obat penghambat beta yang diberikan untuk kasus hemangioma ringan adalah timolol berbentuk gel. Sementara untuk hemangioma parah, maka akan diberikan propranolol oral. Untuk efek samping yang biasanya terjadi dengan pemberian beta blocker adalah meningkatnya gula darah, mengi dan juga tekanan darah meningkat.

  1. Vincristine

Obat vincristine ini diberikan apabila hemangioma sudah mengganggu pernapasan atau penampilan dan pemberiannya berupa suntikkan yang dilakukan setiap bulan.

  1. Laser

Pengobatan dengan metode laser ini bisa dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan hemangioma sekaligus mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan. Operasi laser ini juga bisa mengurangi perubahan warna kulit sesudah hemangioma sembuh. Untuk beberapa efek samping dari metode laser adalah pendarahan, nyeri, bekas luka dan terjadi perubahan warna kulit.

  1. Propranolol

Propranolol merupakan salah satu jenis obat yang memiliki efek samping jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan steroid. Propranolol bisa mempengaruhi denyut jantung dan juga tekanan darah yang menjadi salah satu obat untuk mengatasi hemangioma.


  1. Operasi

Operasi umumnya bisa dilakukan untuk hemangioma ringan dan terdefinisi dengan baik di bawah permukaan kulit. Namun, hemangioma yang tumbuh di sekitar mata khususnya sangat membutuhkan tindakan operasi ini. Hemangioma nantinya akan tumbuh sampai menekan saraf optik sehingga tahap operasi secepatnya sangat dibutuhkan.

Artikel terkait:

Pengobatan Alami

Selain diobati secara medis, hemangioma yang terjadi di permukaan kulit juga bisa diatasi dengan menggunakan beberapa bahan alami yang mudah untuk dilakukan, praktis dan terbukti ampuh serta tidak memiliki efek samping berbahaya.

  1. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel murni merupakan produk alami yang sangat ampuh dan berkhasiat untuk menyembuhkan banyak penyakit. Anda bisa menggunakan cuka sari apel ini untuk menghilangkan tanda atau bekas hemangioma dengan cara mencelupkan kapas dalam cuka sari apel dan tempelkan pada area hemangioma. Diamkan selama 30 menit dan ulangi cara ini secara teratur sampai tanda hemangioma bisa pudar dan hilang.

  1. Minyak Pohon Teh

Minyak pohon teh atau tea tree oil memiliki kandungan nutrisi tinggi dan juga bersifat anti jamur yang sangat baik digunakan untuk menyingkirkan hemangioma. Minyak pohon teh akan menghentikan penyebaran hemangioma sekaligus menyembuhkan. Gunakan minyak pohon teh ini secara teratur pada tanda hemangioma untuk hasil memuaskan.

  1. Minyak Kelapa

Minyak kelapa juga memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan segala macam penyakit serta masalah pada kulit. Minyak kelapa ini bisa anda gunakan untuk menyembuhkan hemangioma secara bertahap seperti penggunaan minyak pohon teh dan juga cuka sari apel.

Hemangioma yang merupakan tanda lahir karena bertumpuknya aliran darah di permukaan kulit dan organ ini bukanlah kelainan yang berbahaya, namun dalam tahap parah bisa menimbulkan rasa sakit dan nyeri sekaligus meninggalkan bekas di kulit.

, , ,