23 Penyebab Kaki Bengkak dan Nyeri

6923

Kaki bengkak akan membuat aktivitas menjadi terhambat dan pembengkakan yang terjadi tentunya tidaklah lepas dari kondisi kesehatan pemilik kaki bengkak tersebut. Banyak faktor yang memungkinkan terjadinya kaki bengkak, mulai dari penyebab pola hidup dan obat-obatan maupun kondisi medis. Bengkak pada kaki memang bisa menyerang siapa saja, namun hal ini lebih cenderung terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

Walaupun kaki bengkak tidaklah berisiko tinggi untuk memicu gangguan kesehatan secara signifikan, penting juga untuk memeriksakan ke dokter untuk mengetahui masalah kesehatan yang kemungkinan lebih parah sebagai pemicunya. Ada sejumlah kondisi yang diduga kuat memiliki pengaruh besar dalam menyebabkan pembengkakan di area kaki, dan berikut penjelasannya.

(Baca juga: penyebab paru-paru bengkak)

1. Limfedema

Kondisi satu ini merujuk pada pembengkakan yang dialami di salah satu kaki atau lengan. Pada umumnya memang hanya satu sisi kaki atau lengan saja yang dipengaruhi, namun tak menutup kemungkinan bagi kedua kaki maupun lengan untuk juga bisa mengalami bengkak. Sayangnya, penderita sudah tak bisa mengobatinya tapi lebih kepada mengontrolnya dan perlu melakuna perawatan sebaik mungkin.

Gejala

Tentu saja ada beberapa kondisi yang dapat dikatakan sebagai gejala limfedema, diantaranya adalah:

  • Bengkak di bagian kaki atau lengan, termasuk bagian jari-jarinya.
  • Jangkauan gerak kaki maupun lengan yang terbatas.
  • Perasaan sesak atau berat di bagian kaki maupun lengan.
  • Terjadi penebalan kulit di bagian kaki atau lengan.
  • Infeksi yang terjadi secara berulang di bagian tubuh yang terkena pembengkakan.
  • Rasa sakit serta tak nyaman di bagian kaki maupun lengan.

Bengkak pada kaki atau lengan yang penyebabnya adalah limfedema biasanya akan mengalami perubahan ukuran kaki dan lengan. Perubahan tersebut masih dianggap ringan karena tak begitu nampak, tapi bila dibiarkan agak terlalu lama maka jangan heran bahwa pembengkakan pada tahap ekstrim pun terjadi. Pada tingkat yang ekstrim, anggota badan yang terkena pun akhirnya menjadi sulit digerakkan atau digunakan. Apabila pengobatan kankerlah yang menyebabkan limfedema, bengkaknya akan tampak setelah lewat beberapa bulan atau bahkan tahun sesudah penderita menjalani pengobatan kanker tersebut.

(Baca juga: ciri-ciri kolesterol tinggi dan cara mengatasinya)

2. Kegemukan

Obesitas adalah masalah besar walau kelihatannya tampak sepele dan sangat umum terjadi. Kegemukan yang berlebihan tak hanya menjadi pemicu dari jenis-jenis penyakit jantung, atau bahkan kolesterol tinggi serta darah tinggi. Obesitas pun rupanya berdampak pada kesehatan kaki yang kemudian mudah membengkak.

Kondisi seperti itu dinamakan dengan kaki bengkak asam urat yang termasuk dalam kategori penyakit kronis. Karena membicarakan asam urat, ini artinya zat purinlah yang menjadi penyebab utamanya. Biasanya, orang-orang yang mengonsumsi makanan berkandungan lemak tinggilah yang bakal mengalami hal ini. Sebab memang sejumlah jenis makanan berkandungan lemak tinggi mampu meningkatkan zat purin. (Baca juga: makanan yang mengandung zat purin tinggi)

Gejala

Seperti halnya emfidema, pada kaki bengkak dengan penyebab kegemukan pun juga menunjukkan sejumlah kondisi. Kondisi-kondisi inilah yang menjadi gejala dari kaki bengkak asam urat yang perlu Anda tahu dan waspadai sungguh-sungguh.

  • Bengkak pada bagian kaki dan disertai juga dengan rasa nyeri di sendinya.
  • Warna merah pada bagian yang bengkak dan begitu kesemutan.
  • Biasanya bagian kaki yang terkena adalah lutut, tumit dan jari kaki.
  • Rasa ngilu amat terasa di bagian yang bengkak dan nyeri tersebut akan muncul secara tiba-tiba dan berulang kali.
  • Nyeri akan muncul setiap pagi dan biasanya saat setelah bangun tidur serta malam hari ketika hendak tidur.
  • Persendian bakal terasa sakit bila Anda menggerakannya bila bengkak semakin parah.

(Baca juga: gejala asam urat tinggi)

3. Cedera

Pada umumnya cedera akan dialami oleh para atlet atau yang suka melakukan olahraga. Cedera pada bagian kaki akan bertambah serius ketika Anda langsung mengurutnya meski maksudnya adalah untuk menyembuhkannya. Mengompres menggunakan es atau merendam kaki di air es justru adalah solusi paling baik supaya dapat mengatasi kaki cedera tersebut.

Pendinginan adalah cara yang baik dan tergolong aman untuk mengurangi peradangan sehingga pemulihan menjadi lebih cepat. Ini karena inflamasi atau peradangan akan terjadi ketika cedera, dan saat memakai es, kaki pun masih harus dilapisi menggunakan kain atau handuk untuk menjadi pembatas antara kulit dan es.

Hanya saja, bila kesemutan muncul, proses pengompresan atau perendaman kaki sebaiknya dihentikan sejenak. Pengompresan bisa dilakukan ketika kaki sudah berada pada temperatur yang hangat kembali. Kaki yang mengalami cedera tidak dianjurkan untuk ditangani menggunakan air panas, karena pembengkakan bakal terjadi dan bahkan bisa makin besar.

Mungkin Anda bukanlah seorang atlet dan inilah yang menjadikan Anda tidak ada ide tentang apa yang harus dilakukan saat cedera karena berolahraga. Konsultasikan saja dengan dokter apabila memang kompres air dingin atau es kurang mempan dan bengkak pun muncul atau bertambah serius. Dokter tentu lebih tahu tentang prosedur penanganannya, terutama dokter olahraga.

4. Kehamilan dan Pasca Persalinan

Baik para wanita hamil maupun yang sudah melahirkan, bengkak pada kaki adalah hal yang sangat lumrah. Pembengkakan saat hamil terjadi di kedua kaki yang bahkan sepatu pun menjadi tak muat lagi. Hal ini termasuk wajar dan biasanya bakal mereda dengan cepat, jadi kalaupun sesudah melahirkan masih membengkak, tunggulah sekitar 10 hari.

Untuk masalah bagaimana pembengkakan kaki akan mengempis dan menjadikan ukuran kaki normal kembali, hanya beberapa hari saja Anda bisa menunggu. Ingat bahwa cairan yang bayi butuhkan selama di dalam kandungan, pembuluh darah serta jaringan ekstra masih ada di dalam tubuh sang ibu. Menunggunya untuk turun adalah solusi terbaik.

Hal tersebutlah yang akan memicu ginjal terbeban untuk bekerja lebih demi supaya cairan berlebih tersebut dapat dikeluarkan. Organ ginjal adalah organ yang memroses cairan ini supaya bisa dikeluarkan oleh tubuh saat buang air kecil melalui urin. Jadi tak perlu kaget apabila Anda menjadi lebih sering buang air kecil. Selain melalui urin, cairan pun juga tubuh keluarkan melalui keringat sehingga tak perlu takut ketika pembengkakan masih ada dan belum kempes saat sudah persalinan.

Namun Anda masih bisa tetap mewaspadai adanya ketidakberesan pada pembengkakan kaki Anda apabila setelah 10 hari lebih bengkak pada kaki masih sama. Jika tak ada perubahan ukuran sama sekali, Anda wajib memeriksakannya ke dokter. Lebih waspadai lagi ketika pembengkakan di bagian kaki disertai pula dengan rasa nyeri dan sakit kepala pada tahap yang parah. Biasanya ini bisa merujuk pada tekanan darah tinggi, namun untuk lebih jelasnya memang harus didiagnosa lebih dulu.

(Baca juga: penyebab jantung bengkak)

5. Perikarditis

Kondisi perikarditis juga mampu menyebabkan kaki bengkak dan kondisi ini adalah kondisi peradangan yang melapisi pelindung jantung atau perikardium. Adanya jaringan tipis yang menjadi selimut organ jantung dinamakan perkardium dan ada dua lapisan yang ada padanya. Lapisan terluar adalah perkardium parietal, sedangkan yang terdalam adalah perikardium viseral di mana lapisan ini memang menempel di jantung secara langsung.

Ada ruangan sempit yang letaknya ada pada antara perikardium parietal serta perikardium viseral dan isinya adalah cairan perikardium. Cairan tersebut berperan sebagai pencegah gesekan dari kedua perikardium ketika jantung bekerja memompa darah. Peradangan dapat sewaktu-waktu menyerang bagian perikardium tersebut sehingga menyebabkan beberapa kondisi.

Gejala

Ada berbagai gejala yang timbul ketika perikarditis terjadi. Kondisi-kondisi di bawah inilah yang disebut-sebut menjadi tanda bahwa seseorang mengalami perikarditis:

  • Dada peluritik terasa sakit, terutama ketika proses menarik napas maupun terjadi batuk. Nyeri yang dialami pada bagian dada berkemungkinan untuk jadi tambah berat jika seseorang memosisikan diri duduk dengan membungkuk ke depan. Keadaan ini tidaklah sama dengan sakit pada dada akibat penyakit jantung karena perikarditis ini sama sekali bukan terjadi akibat aktivitas berat atau ringan.
  • Kaki membengkak.
  • Demam
  • Terdapat ketidaknormalan pada hasil rekam jantung pasien.
  • Terdengar bunyi yang diproduksi dari gesekan antara kedua perikardium saat diperiksa oleh dokter menggunakan stetoskop. Suara gesekan tersebut akan sangat terdengar ketika pasien menghembuskan napas.

6. Kontrasepsi Mengandung Progesteron, Testosteron dan Estrogen

Pembengkakan yang kaki alami juga terkadang tidaklah lepas dari konsumsi obat hormonal. Kontrasepsi dengan kandungan testosteron, progesteron serta estrogen cukup mengancam untuk kesehatan Anda karena dapat memicu pembengkakan. Jadi sebaiknya perhatikan lagi akan obat hormonal yang Anda gunakan dan konsultasikan segera ke dokter bila bengkak di kaki mulai muncul.

(Baca juga: makanan yang baik untuk jantung bengkak)

7. Varises

Setiap tubuh manusia memiliki pembuluh darah vena dan arteri di mana arteri berperan sebagai pembawa darah dari jantung menuju seluruh bagian tubuh. Sedangkan pembuluh darah vena bermain peran sebagai yang mengembalikan darah menuju jantung di mana pada proses ini kontraksi ototlah yang akan membantu. Ada juga katup-katup yang ada di dalam pembuluh darah vena dan bertugas sebagai pencegah arus balik darah.

Varises merupakan sebuah kondisi penyakit yang cenderung diderita oleh para wanita di mana ini bakal terjadi karena melemahnya katup vena. Kerusakan pada katup vena pun bisa menjadi penyebab penyakit varises dan pada kondisi ini, terjadilah kerenggangan pada dinding vena. Kegemukan, faktor genetik, kehamilan, faktor usia dan juga kebiasaan berdiri dalam waktu yang lama mampu melatarbelakangi timbulnya varises ini.

Gejala

Kebanyakan wanitalah yang mengalami varises, walaupun laki-laki pun juga ada yang menderita penyakit ini. Berikut di bawah ini dapat dilihat apa saja yang menjadi tanda seseorang mengalami kondisi varises:

  • Pembengkakan di bagian pembuluh vena yang biasanya disertai pula dengan perubahan warna.
  • Vena bakal berubah warna menjadi ungu tua atau biru.
  • Vena akan tampak serupa dengan kawat yang berpilin.
  • Kaki bengkak secara ringan di bagian betis sampai dengan pergelangan kaki.
  • Ada rasa gatal, sensasi hangat, dan sedikit sakit yang terjadi kadang-kadang, terutama setelah berdiri dalam waktu yang panjang.

8. Penyakit Jantung

Pembengkakan di bagian kaki bukanlah hal sepele karena ini bisa menjadi tanda bahwa Anda mengidap penyakit jantung. Penyebab utamanya adalah pembekuan darah pada pembuluh darah kaki sehingga aliran darah pun terhambat dari kaki menuju jantung. Pembentukan cairan pada jaringan tubuh dan pembuluh vena adalah kata lainnya dan pembengkakan pun terjadi di seluruh area kaki.

Pada kondisi penyakit jantung, pembengkakan terjadi juga bisa disebabkan oleh adanya retensi tubuh kebanyakan natrium klorida atau garam. Saat tubuh mengandung kelebihan garam, maka tubuh pun akhirnya harus menahan air dan bisa berpotensi bocor ke ruang jaringan interstitial. Dari situlah timbul pembengkakan atau yang bisa disebut juga dengan istilah edema.

Gejala

Penyebab dari kaki bengkak bisa dipastikan penyakit jantung apabila disertai pula adanya sejumlah gejala lainnya, seperti misalnya:

  • Selain kaki yang bengkak, perut pun juga pada beberapa kasus ikut membengkak.
  • Perut terasa mual sehingga selera makan pun berkurang.
  • Dada terasa panas.
  • Rasa nyeri datang di bagian siku, punggung, leher dan bahu.
  • Cepat lelah dan muncul rasa nyeri sesudah beraktivitas berat, seperti berlari atau naik turun tangga.
  • Nafas tak teratur.
  • Detak jantung tak beraturan.
  • Sakit kepala yang bisa juga sampai menyebabkan pingsan.

(Baca juga: gejala liver bengkak)

9. Insufiensi Vena

Kondisi lainnya yang mampu menjadi penyebab kaki bengkak adalah insufisiensi vena, yaitu sebuah keadaan medis akibat katup vena yang mengalami kerusakan serta gumpalan darah. Karena itulah kemudian rasa nyeri datang yang menyertai pembengkakan pada area kaki, terutama tungkai. Saat ini terjadi, akhirnya di dalam vena terjadilah akumulasi darah.

Katup pembuluh darah vena yang tidak bisa bekerja secara optimal akan membuat darah dari kaki menuju jantung menjadi sulit. Kondisi ini biasanya terjadi pada laki-laki yang usianya telah memasuki antara 70-79 tahun, sedangkan pada wanita, biasanya di usia 40-49 tahun.

Gejala

Penderita dari insufisiensi vena ini memiliki sejumlah keluhan yang memang cukup mengganggu di tahap awal kondisi penyakit ini. Seiring usia yang bertambah, bila keluhan tak ditangani maka akan semakin buruk.

  • Bengkak, berat, kesemutan, serta kram di bagian tungkai, khususnya kalau dipakai untuk berdiri terlalu lama.
  • Rasa nyeri yang makin parah saat untuk berdiri, tapi akan berbeda dan akan mereda sewaktu menaikkan kaki atau bahkan memakainya berjalan.
  • Luka dalam terjadi di bagian tungkai dan tak kunjung sembuh.
  • Kulit mengeras dan menebal pada bagian pergelangan kaki dan tungkai.
  • Tungkai dan pergelangan kaki mengalami perubahan warna dan terjadi kemerahan.

10. Pembekuan Darah

Pembuluh darah bisa mengalami kerusakan ketika kita mengalami cedera dan luka dan saat hal ini terjadi, perdarahan pun muncul. Setiap tubuh manusia memiliki kemampuan untuk menjalankan mekanisme pemberhentian perdarahan setiap kali terjadi cedera atau luka terbuka. Hemostatis merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut mekansme tubuh yang menghentikan perdarahan.

Koagulasi juga merupakan nama lain dari proses pembekuan darah yang fungsinya adalah untuk membuat luka menutup dan memulih segera dan membuat pendarahan berhenti. Untuk menemukan kondisi semacam ini, penyakit hemofilia dapat menjadi contoh penyakit yang ada hubungannya erat dengan masalah pembekuan darah di mana hemofilia adalah penyakit yang menunjukkan sulitnya perdarahan untuk berhenti.

Pembentukan pembekuan darah dapat terjadi kapan saja meskipun tubuh kita tidak sedang memerlukannya. Hal seperti ini justru adalah yang lebih berbahaya karena mampu menjadi faktor peningkat risiko stroke, serangan jantung, serta kondisi medis kronis lainnya. Kaki bengkak adalah salah satu gejalanya, maka dianjurkan untuk rajin berkegiatan fisik alias berolahraga.

Kurang olahraga dapat memperburuk dari penyakit pembekuan darah dan pastikan juga imbangi dengan aktivitas sehat lainnya. Membentuk sebuah pola hidup sehat adalah yang paling penting, contohnya menghindari rokok, tidak duduk terlalu lama, bergerak dengan rajin dan melakukan contoh pola hidup seimbang nan sehat lainnya.

(Baca juga:

11. Sirosis Hati

Kerusakan hati kronis atau jangka panjang juga disebut dengan sirosis di mana inilah yang membuat luka muncul di organ hati. Fungsi hati dapat terganggu ketika penyakit makin berkembang, aliran darah yang melalui organ hati pun terhambat oleh jaringan yang rusak. Hati berperan sebagai pemroses hormon, racun, obat dan segala nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dan ini bakal menjadi lebih lambat dari biasanya.

Gejala

Ada beberapa gejala saja dari sirosis yang di tahap awal. Namun saat terjadi penurunan fungsi hati secara signifikan, di bawah ini adalah beberapa kondisi yang sebaiknya Anda coba lihat dan waspadai.

  • Bengkak di bagian perut dan pergelangan kaki.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Kekurangan tenaga dan menjadi gampang letih.
  • Memar-memar
  • Berat badan bisa naik atau turun secara mendadak.
  • Kulit gatal-gatal.
  • Mual dan muntah, muntah pun terkadang muntah darah.
  • Sakit kuning.

12. Hipotiroidisme

Kelenjar tiroid yang overaktif kita sebut dengan hipertiroidisme, namun untuk kasus kelenjar tiroid yang tidak begitu aktif disebut juga dengan hipotiroidisme. Ketika kurang begitu aktif, hormon yang dikeluarkan pun tidak cukup di dalam aliran darah sehingga terjadi kelambatan pada metabolisme seseorang. Gangguan tiroid satu ini termasuk yang paling umum dan biasanya lebih cenderung memengaruhi 6-10 persen wanita. Usia wanita yang sudah mencapai 65 tahun ke atas adalah yang lebih mudah terpengaruh.

Gejala

Gejala dari hipotiroidisme betul-betul bisa berakibat fatal bila tak segera ditangani walaupun ada tahapan dari mulai ringan, sedang, sampai dengan tahap berat.

  • Kaki dan wajah bengkak.
  • Depresi
  • Tubuh lemas dan cepat lelah.
  • Melambatnya detak jantung.
  • Tubuh tak tahan terhadap suhu yang begitu dingin.
  • Kenaikan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
  • Kulit terasa kering dan kasar.
  • Gondok

(Baca juga: penyebab gondok)

13. Rheumatoid Arthritis

Bicara tentang penyakit imun yang berkaitan dengan peradangan kronis di area sendi, inilah yang dinamakan dengan rheumatoid arthritis. Rasa sakit pun tak terhindarkan dan akan mengalami kaku pada bagian sendi tersebut. Tak hanya bagian kaki, tangan pun juga bisa membengkak dan terasa nyeri.

Saat mengalami peradangan atau inflamasi pada bagian membran sinovial di lapisan sendi, maka bagian sendi tangan dan kaki akan mudah membengkak. Terjadinya hal seperti ini dapat disebabkan oleh serangan yang berasal dari sistem daya tahan tubuh. Penyakit jenis ini kebanyakan lebih sering menyerang para wanita yang usianya antara 40-50 tahun ketimbang para pria.

14. Infeksi

Pembengkakan di area kaki bisa juga menjadi akibat dari adanya infeksi dan hal ini lebih sering diderita oleh yang mengidap diabetes. Mereka yang punya masalah atau gangguan saraf pada kaki akan juga biasanya akan mengalami hal yang sama, yakni infeksi dan pembengkakan kaki. Para penderita penyakit infeksi dari diabetes maupun gangguan saraf pada kaki sebaiknya menjaga kondisi kaki sebaik mungkin, apalagi bila terjadi luka, cedera dan lecet karena kemungkinan dapat sembuh dalam jangka waktu lama.

(Baca juga: penyebab kaki bengkak pada lansia)

Faktor Penyebab Kaki Bengkak Lainnya

Masih ada faktor-faktor penyebab dari terjadinya pembengkakan kaki lainnya. Baik itu karena efek obat atau jenis penyakit lain, kaki bengkak dapat terjadi dan dialami oleh siapapun meski memang rata-rata adalah mereka yang usianya sudah 40 tahun ke atas. Di bawah ini adalah kondisi lain-lain yang mampu memicu pembesaran kaki serius:

  1. Berada dalam posisi berdiri terlalu lama. (Baca juga: bahaya berdiri terlalu lama)
  2. Mengonsumsi obat antidepresan tertentu, meliputi MAO inhibitor atau trisiklik.
  3. Mengonsumsi obat anti inflamasi seperti NSAID.
  4. Mengonsumsi obat steroid.
  5. Operasi panggul.
  6. Penyakit ginjal.
  7. Berada pada posisi duduk dengan ruang terbatas yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam waktu yang lama, seperti misalnya berada di pesawat atau naik mobil untuk perjalanan jauh.
  8. Mengonsumsi obat khusus untuk menekan tekanan darah tinggi.
  9. Mengonsumsi obat diabetes tertentu.

(Baca juga: penyakit yang tidak boleh terkena sinar matahari)

Itulah serangkaian daftar dan sedikit uraian tentang penyebab kaki bengkak yang wajib untuk Anda tahu dan bahkan waspadai betul. Saat kaki bengkak dibiarkan, maka ini berpotensi untuk berkembang dan menjadi lebih parah. Maka, segera periksakan agar tak menjadi lebih buruk dan supaya penanganan yang diberikan pun masih bisa menyelamatkan Anda.