Sunday, January 20, 2019

Gondok

Tahukah anda bahwa di dalam tubuh kita terdapat sebuah kelenjar yang dinamakan dengan kelenjar tiroid. Kelenjar tyroid memiliki bentuk unik yaitu menyerupai bentuk kupu-kupu dan letaknya berada di bawah jakun. Kelenjar yang satu ini memiliki fungsi sebagai produsen dari hormone tyroid dimana hormone ini sangat penting keberadaannya di dalam tubuh karena berfungsi sebagai pengatur berbagai proses kimiawi di dalam tubuh.

Pada saat dalam kondisi normal, kelenjar tyroid tidaklah menampakkan dirinya seperti halnya dengan organ lainnya namun jika terjadi masalah atau pembengkakan maka kelenjar ini akan membesar sehingga membentuk sebuah benjolan di leher dan kondisi ini lebih dikenal dengan nama penyakit gondok.

Jenis-jenis Penyakit Gondok

Jenis penyakit gondok dapat dibedakan menjadi dua jenis menurut tekstur benjolannya yaitu penyakit gondok nodul dan gondok nifus. Pada jenis gondok difus bila benjolan disentuh maka akan terasa halus dan mulus sedangkan pada jenis gondok nodul ketika disentuh akan terasa kasar serta bergumpal-gumpal. Bentuknya yang tidak rata tersebut dikarenakan adanya benjolan kecil dalam jumlah yang cukup banyak sehingga bisa membuat kelenjar tyroid makin terasa tidak rata.

Sedangkan ada juga jenis-jenis penyakit gondok lainnya diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Gondok Konginetal

Gondok jenis ini memiliki sifat sporadis dimana biasanya gondok jenis ini diakibatkan adanya pemberian obat-obatan anti tiroidisme dan juga yodium ketika masih dalam masa kehamilan. Obata-obatan tersebut bisa menghambat terjadinya proses sintesis kelenjar tyroid. Oleh karena itu sangat penting bagi ibu hamil untuk cukup mengkonsumsi yodium supaya bayi yang masih dalam kandungan tidak memiliki gangguan di dalam kelenjar tyroidnya.

  1. Gondok Endemik dan Kretinisme

Gondok jenis ini sudah terjadi sejak zaman dahulu dimana menurut penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya gangguan kelenjar tyroid dengan kekurangan asupan yodium sudah lama terjadi.

  1. Gondok Koloid

Gondok koloid atau yang juga sering disebut sebagai gondok sederhana merupakan penyakit gondok yang tidak terlalu terlihat benjolannya. Gondok ini sering dialami oleh para remaja wanita yang hampir masuk dalam masa pubertasnya. Penyakit gondok ini disebabkan karena adanya peradangan di dalam kelenjar tyroid.

  1. Gondok Multinodular

Jenis gondok ini sudah jarang ditemui di masyarakat. jika ada pun jumlahnya hanya sangat sedikit. Ciri-ciri dari penyakit gondok ini adalah permukaan benjolan di leher yang kasar serta bergumpal saat di raba. Terjadi penurunan tajam pada kasus jenis gondok ini sejak ditemukannya garam beryodium.

  1. Gondok Intrakea

Gondok ini juga bisa menjalar ke dalam organ lainnya yaitu di dalam trakea. Trakea sendiri bisa terjadi peradangan di dalamnya. harus segera mendapatkan pertolongan medis pada jenis penyakit gondok yang satu ini.

Gejala Penyakit Gondok

Penyakit gondok ini ternyata tidak semuanya menunjukkan adanya gejala. Jikalaupun ada penyakit gongok yang menunjukkan gejala maka yang paling bisa dilihat secara kasat mata adalah adanya benjolan yang tidak normal di bagian leher. Ukuran dari benjolan ini sendiri berbeda-beda pada tiap orang yang mengalaminya, jadi tidak bisa dipastikan berapa besarnya. Saat benjolan masih kecil mungkin tidak akan menunjukkan gejala dan tidak bisa mempengaruhi keadaan apapun. Namun pada saat benjolan terasa lebih besar nantinya dapat menganggu para penderitanya untuk bernafas sehingga sangat mungkin menyebabkan penyakit lainnya jika tidak segera diobati.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang biasanya dialami oleh para penderita penyakit gondok:

  1. Tenggorokan akan terasa sakit dan gatal
  2. Batuk juga lebih sering terjadi pada penderita gondok
  3. Para penderita juga akan sering mengalami suara yang berdengung di dalam telinga
  4. Saat penderita sedang mengunyah makanan sangat mungkin akan terasa sakit pada bagian mulut serta lidah
  5. Menurunnya nafsu dan selera makan secara drastis
  6. Munculnya benjolan kecil pada bagian leher dan akan semakin membesar seiring dengan berjalannya waktu
  7. Sering mengalami sakit kepala disertai dengan demam yang cukup tinggi
  8. Mual dan muntah yang terjadi lebih sering dibandingkan sebelumnya
  9. Mungkin juga para penderita juga akan merasakan rasa sakit pada leher karena adanya infeksi di bagian kelenjar tyroid.
  10. Pada wajah juga akan kerap mengalami sakit

Pada penyakit gondok yang sudah cukup parah maka ukuran benjolannya akan semakin membesar akibat adanya pertumbuhan kelenjar yang tida normal. Jika anda mengalami gejala yang telah dipaparkan di atas maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengecek apakah anda memang positif mengalami penyakit gondok atau justru anda memiliki penyakit lainnya yang lebih serius.

Penyebab Penyakit Gondok

Penyebab penyakit gondok sangat beragam oleh karena itu biasanya tim medis pun akan kesulitan penyebab pasti dari penyakit tersebut. Namun, ada beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya penyakit ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Hipertioridisme dan hipotieroidisme

Penyakit gondok dapat disebabakan oleh adanya kenaikan kinerja kelenjar tyroid yang drastis atau justru karena adanya penurunan kinerja kelenjar tyroid ini secara berlebihan. Adanya penaikan dan penurunan kelenjar tyroid yang berlebihan tentu saja akan menganggu kinerja dari kelenjar tyroid itu sendiri sehingga menyebabkan gangguan serta pembengkakan.

  1. Defisiensi Iodin

Jadi iodine merupakan zat yang digunakan oleh kelenjar tyroid untuk memproduksi hormone tiroid. Zat iodine ini bisa ditemukan dnegan mudah di dalam berbagai sumber zat makanan seperti ikan, kerang, susu sapi, sereal serta dari biji-bijian. Karena kekurangan zat iodine ini mengakibatkan kelenjar mengalami penurunan kinerja sehingga mengakibatkan gangguan dan bahkan pembengkakan di dalam kelenjar tiroid ini sendiri.

  1. Merokok

Merokok dapat merusak kesehatan tentu saja itu bukan hanya isapan jempl belaka namun merupakan sebuah fakta yang harus disadari oleh semua orang. di dalam asap rokok terdapat zat yang bernama tiosianat dimana bisa mengakibatkan penghambatan kinerja kelenjar tiroid dalam menyerap zat iodine di dalam tubuh.

Selain beberapa faktor yang sudah di jabarkan di atas, terdapat beberapa hal lainnya yang bisa menjadikan penyakit ini lebih beresiko menyerang, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Adanya nodul yang berada di dalam kelenjar tiroid. Tentunya ini sudah dibahas sebelumnya bukan bahwa terdapat jenis penyakit gondok nodul.
  2. Adanya penyakit gondok juga sangat mungkin dikarenakan adanya sebuah keadaan lain seperti kanker tiroid. Kanker ini sangat berpengaruh pada perkembangan kelenjar tiroid.
  3. Terjadinya inflamasi atau pembengkakan kelenjar tiroid karena adanya infeksi dari virus, bakteri atau kuman serta beberapa jenis obat-obatan tertentu.
  4. Adanya pengaruh radiasi yang disebabkan karena melakukan terapi tertentu
  5. Penyakit gondok juga bisa muncul karena adanya pengaruh obat litium yang digunakan untuk mengatasi depresi serta bipolar.

Faktor-faktor Resiko Penyakit Gondok

Penyakiy gondok ini bisa menyerang siapapun namun saat ini sudah dilakukan penelitian dan mendapatkan hasil terdapat beberapa hal yang meningkatkan seseorang untuk mengalami penyakit ini lebih besar. Diantaranya dapat dilihat sebagai berikut:

  • Usia, penyakirt gondok akan semakin rentan dialami oleh orang yang sudah berusia cukup tua
  • Jenis kelamin, ternyata wanita lebih beresiko mengalami penyakit gondok dibandingkan dengan yang berjenis kelamin laki-laki.
  • Faktor keturunan atau faktor genetic, orang yang memiliki riwayat keluarga yang memiliki jenis penyakit gondok maka akan lebih besar beresiko mengalami penyakit godok lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat penyakit gondok.
  • Pengkonsumsian obat-obatan jenis amiodarone dan jenis imunosupresan juga akan semakin besar mempengaruhi orang untuk mengalami penyakit gondok ini.
  • saat hamil atau sudah menopause, resiko terkena penyakit gondok akan lebih besar dialami oleh mereka yang sedang hamil atau sudah mengalami menopause. Namun hal ini sendiri belum bisa diketahui penyebab pastinya.

Diagnosis Penyakit Gondok

Jika anda sudah mengalami gejala yang sudah dipaparkan di atas maka sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnose yang tepat pada penyakit yang anda sedang alami. Saat anda bertemu dengan dokter mungkin anda akan ditanyai beberapa gejala yang sudah anda rasakan dan melakukan pemeriksaan fisik secara sederhana dengan menyentuh bagian benjolan di leher untuk menentukan ukuran dan teksturnya. Pada pemeriksaan ini nantinya dapat diketahui apakah anda memiliki jenis penyakit gondok nodul atau difus.

Setelah menjalani pemeriksaan awal maka selanjutnya anda akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan cara melakukan beberapa tes. Tes ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah dengan menggunakan tes kadar hormone di dalam darah. tes ini sangat penting dilakukan supaya bisa diketahui apa saja penyebab pasti dari penyakit gondok yang anda alami supaya nantinya juga bisa dilakukan pengambilan prosedur pengobatan yang benar.

Kadar hormmon yang tinggi di dalam darah yang sudah dilakukan tes maka bisa menunjukkan bahwa anda memiliki kelebihan kinerja kelenjar tiroid atau yang disebut dengan hipertiroidisme. Sedangkan jika kadar hormone di dalam darah sangat sedikit maka bisa disimpulkan bahwa anda memiliki kecenderungan hipotiroidisme. Selain tes darah yang dilakukan di atas ada juga tes lainnya yaitu dengan USG atau biopsy supaya bisa mengetahui jenis penyakit apa yang ada di dalam benjolan lebih jelas karena bisa saja itu bukan gondok melainkan tumor atau keadaan lainnya yang juga sangat berbahaya.

Pemeriksaan USG ini juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar ukuran dan tekstur yang ada di dalam benjolan tersebut.

Pengobatan Penyakit Gondok

Penyakit gondok dapat diobati dengan menggunakan beberapa cara. Namun jenis pengobatan yang dilakukan akan tergantung kepad kondisi dari benjolan itu sendiri seperti ukuran benjolan, tekstur benjolan, penyebabnya, berbagai gejala yang dirasakan serta kondisi kesehatan yang dimiliki oleh penderita itu sendiri. Jika penderita saat itu juga sedang mengalami penyakit dalam keadaan cukup serius maka harus diperhatikan apakah pengobatan yang dilakukan akan memperparah penyakit lainnya yang diderita atau tidak. oleh karena itu proses diagnosis harus dilakukan dengan benar dan tepat.

Jika ukuran benjolan gondok masih tergolong kecil maka dokter akan membiarkannya dengan memberikan beberapa resep obat supaya meredakan gejala serta supaya meredakan benjolan tersebut. Selain itu penderita harus tetap melakukan pemeriksaan rutin supaya mendapatkan pengawasan jika benjolan bertambah besar atau tidak serta apakah menimbulkan keluhan lain atau tidak. jika benjolan menimbulkan rasa yang tidak enak di dalam tubuh maka harus segera mendapatkan penanganan dari tim medis secepatnya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang akan dilakukan oleh tim medis untuk mengatasi benjolan yang diakibatkan oleh gondok ini, diantaranya adalah:

  1. Terapi Penggantian Hormon

Jika pasien mengalami penyakit gondok yang disebabkan oleh hipotiroidisme atau kekurangan hormone maka yang harus dilakukan adalah dengan cara menyuntikan hormone tiroid secara berkala ke dalam tubuh supaya sistem kelenjar tiroid bekerja secara optimal. Namun penyuntikan hormone ini bisa jadi dilakukan seumur hidup karena memang produksi hormone tiroid di dalam tubuh sangat sedikit. Contoh obat yang biasanya diberikan adalah levothyroxin. Namun obat tersebut juga bisa membuat beberapa efek samping seperti mual, kram otot, serta dapat menimbulkan detak jantung yang lebih cepat dari pada biasanya.

  1. Obat Penurun Hormon Tiroid

Hal ini kebalikan dari kekurangan hormone tiroid dimana di dalam tubuh juga terkadang dapat mengalami kelebihan hormone tiroid sehingga mengganggu kinerja dari kelenjar tiroid ini. oleh karena itu perlu dilakukan penurunan kadar hormone tiroid di dalam tubuh supaya lebih seimbang. Obat yang bisa digunakan antara lain adalah thionamide. Obat ini sudah kondang digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme. Efek samping dari penggunaan obat ini adalah bisa menyebabkan rasa nyeri di sendi, nyeri di dalam tulang, ruam ringan dan dapat juga menimbulkan penurunan drastis sel darah putih secara mendadak.

  1. Terapi Iodin Radiaktif

Terapi iodine radioaktif ini juga dilakukan untuk mengatasi kondisi hipertiroidisme atau kelebihan hormone tiroid. Terapi ini akan dilakukan dengan cara mengkonsumsi iodine guna menghancurkan sel-sel tiroid yang ada di dalam tubuh. terapi ini dapat membuat ukuran benjolan gondok menjadi lebih kecil dan menurunkan jumlah hormone tiroid yang lebih sedikit.

  1. Langkah Operasi

Jika ukuran benjolan gondok menjadi lebih besar seiring dengan berjalannya waktu dan dapat mendapatkan rasa sakit yang lumayan menyiksa sehingga menyebabkan kesulitan bernafas hingga kesulitan menelan maka ini harus dilakukan tindakan lanjutan bedah operasi. Langkah bedah operasi yang dilakukan ini adalah untuk mengangkat sebagian atau keseluruhan dari kelenjar tiroid yang mengalami pembengkakan. Setidaknya sekitar 15% penderita gondok membutuhkan langkah bedah operasi ini.

Langkah pengangkatan kelenjar tiroid ini sangat perlu dilakukan terutama pada kelenjar tiroid yang sudah mengandung sel-sel kanker di dalamnya. saat ini diperkirakan sekitar 5% dari kasus penyakit gondok ini memiliki kemungkinan untuk menjadi sel kanker tiroid yang sangat berbahaya. Setiap langkah prosedur bedah operasi pasti akan memberikan efek samping termasuk pada pengangkatan penyakit gondok ini. efek samping yang mungkin akan dirasakan oleh pasien adalah berpotensi menjadikan rusaknya saraf pada kelenjar tiroid. Namun efek samping yang dihasilkan ini kemungkinannya sangat kecil sehingga hanya sebagian kecil saja akan dialami oleh para pasien penyakit gondok. Contoh dari efek samping kerusakan saraf ini diantaranya adalah adanya perubahan di dalam pita suara serta gangguan pernafasan yang juga bisa menganggu pengaturan kadar kalsium di dalam darah dan tulang.

Obat Herbal untuk Penyakit Gondok

Penyakit gondok ini merupakan salah satu penyakit yang mengganggu selain bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa sakit di tubuh juga bisa membuat penampilan menjadi tidak nyaman karena adanya benjolan di bagian leher ini. nah, berikut ini adalah beberapa macam obat herbal yang bisa digunakan oleh para penderita penyakit gondok supaya gondok bisa mereda, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Jinten Hitam

Salah satu obat alami yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit gondok ini adalah dengan menggunakan jinten hitam. Jinten hitam ini sudah kondang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit termasuk diantaranya adalah penyakit gondok. Cobalah untuk menggunakan ramuan dari jinten ini supaya gondok bisa mereda terutama jika digunakan secara rutin.

  1. Lemon

Selain rasanya yang enak dan segar ternyata lemon juga bisa mengobati penyakit gondok. Hal ini dikarenakan dalam lemon terdapat kandungan vitamin C yang cukup tinggi sehingga membuat benjolan bisa mereda. Cobalah untuk mengkonsumsi jeruk lemon dengan teratur tiap harinya supaya bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

  1. Jahe

Jahe merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang sudah terkenal memiliki khasiat yang sangat baik pada kesehatan. Salah satu khasiatnya adalah untuk mengobati penyakit gondok. Penyakit gondok ini bisa diredakan dengan menggunakan jahe karena di dalam jahe terdapat antibiotic yang bisa membantu membersihkan tubuh dari berbagai bakteri dan kuman di dalamnya. konsumsi jahe secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Sambiloto

Daun sambiloto memang sudah menjadi salah satu obat herbal yang sangat terkenal khasiatnya. Anda bisa menggunakan daun sambiloto dengan merebusnya dan menjadikan ramuan herbal yang bisa dikonsumsi tiap pagi dan sore hari supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Daun Sirsak

Khasiat daun dari buah sirsak saat ini sedang menjalani perannya karena sudah banyak orang yang membuktikan bahwa daun sirsak ini mampu memberikn pengobatan yang mendalam kepada berbagai jenis penyakit dan salah satunya adalah penyakit gondok. Daun sirsak bisa dibuat ramuan dengan dicampur dengan beberapa daun herbal lainnya.

Cara Mencegah Penyakit Gondok

Anda tentunya tidak ingin bukan mengalami penyakit gondok? Nah salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan tindakan pencegahan. Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan dengan pengobatan. Oleh karena itu jangan sungkan untuk selalu berbuat gaya hidup yang sehat dan bugar. Berikut ini adalah beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan:

  1. Olahraga

Olahraga merupakan obat dari segala penyakit. Jadi jika anda terkena penyakit mungkin anda perlu instrospeksi diri apakah sudah melakukan olahraga secara rutin atau belum. Olahraga bisa membantu menyeimbangkan kadar hormone di dalam tubuh sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan hormone itu sendiri. Lakukanlah olahraga secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Adanya kelainan pada kelenjar tiroid juga bisa disebabkan karena adanya virus yang masuk ke dalamnya serta beberapa pertumbuhan sel kanker yang tidak normal di dalamnya sehingga sangat penting bagi semua orang untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya supaya menjadi lebih kuat dan tahan terhadap berbagai jenis penyakit serta virus yang menyerang tubuh.

  1. Minum Air Putih Secukupnya

Air putih membantu membersihkan tubuh dari berbagai radikal bebas dan polusi yang masuk ke dalam tubuh secara alami. Oleh karena itu sangatlah penting bagi semua orang untuk memenuhi kadar cairan tubuhnya dengan cara minum air putih secukupnya dan jangan sampai terkena dehidrasi.

  1. Menjaga Kebersihan

Kebersihan diri dan kebersihan lingkungan harus selalu dijaga dengan baik supaya tidak banyak berbagai macam benih penyakit berada di sekitar kita.

Demikian informasi mengenai penyakit gondok, semoga bisa menambah pengetahuan bagi anda dan terima kasih.

Recommended