21 Obat Pengencer Darah Medis dan Alami Ampuh

Bagi para penderita kolesterol tinggi maupun darah tinggi, pasti membutuhkan yang namanya obat pengencer darah. Sekalipun darah manusia sudah encer, namun kolesterol jahat yang menumpuk dalam darah akan membuatnya menjadi mengental. Penyumbatan pembuluh darah pun terjadi, dan ini yang kemudian memicu beragam penyakit serius, seperti stroke dan jenis-jenis penyakit jantung.

Obat pengencer darah sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah obat yang memang fungsinya mengencerkan darah beku. Obat-obat ini pun dapat dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah pada pembuluh darah kita. Saat darah mengental dan membeku, sirkulasi darah menjadi kurang lancar dan bisa-bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

Antikoagulan adalah nama lain yang kerap digunakan dalam dunia medis untuk menyebut obat pengencer darah. Obat anti pembekuan adalah bagaimana secara harfiah kita menjelaskan obat ini. Obat untuk mengencerkan darah ini tersedia dalam 2 pilihan, kimia maupun alami. Bentuk dari obat kimia pun ada yang bisa langsung diminu, tapi ada juga yang disuntikkan secara intravena.

(Baca juga: gejala darah kental)

Bagaimana Cara Kerjanya dan Siapa Saja yang Membutuhkan?

Obat pengencer darah yang biasanya diberikan oleh dokter bakal mampu menolong untuk mencegah supaya sel-sel darah tidak menyatu atau menempel pada pembuluh darah. Pembuluh darah yang dimaksud di sini adalah arteri serta vena. Namun ada juga obat-obat pengencer darah yang bisa membuat jumlah waktu pembekuan darah lebih panjang.

Untuk masalah siapa yang membutuhkan obat semacam ini, tentu jawabannya adalah mereka yang telah menjalani proses diagnosa dan terbukti menderita penyakit jantung koroner, irama jantung tak tertatur, dan juga penyakit katup jantung. Tapi obat jenis lebih baik memang dokterlah yang merekomendasikan, bukan kita sendiri yang membelinya.

(Baca juga: cara mengatasi darah kental)

1. Warfarin

Obat ini merupakan salah satu jenis obat yang berfungsi mengencerkan darah dan biasanya diresepkan dokter. Golongan obat antikoagulan ini bakal mendukung pencegahan pembekuan darah. Ini juga meliputi pembekuan darah yang dialami oleh para pengidap trombosis vena dalam. Bahkan pembekuan darah pada penderita emboli paru juga bisa dicegah.

Warfarin juga adalah obat yang tepat untuk mencegah bekunya darah pada jantung yang diderita oleh orang-orang yang mengalami serangan jantung dan fibrilasi atrium. Warfarin adalah obat yang biasanya juga digunakan untuk mencegah bekuan darah setelah seseorang menjalani operasi jantung. Vitamin K adalah yang diketahui punya pengaruh besar akan terbentuknya bekuan darah di arteri.

Namun warfarin dapat menyelamatkan kondisi ini dengan bekerja supaya efek dari vitamin K dapat diperkecil. Pembekuan darah bisa dicegah dengan warfarin yang berbentuk tablet ini dan obat antikoagulan ini hanya boleh dikonsumsi bila diresepkan dokter. Hanya orang dewasa jugalah yang bisa mengonsumsinya.

Konsumsi sesuai dosis tak akan menimbulkan masalah, maka penting untuk mengonsumsi 10 mg setiap harinya. Dosis tersebut adalah yang pada umumnya dokter berikan dan 10 mg hanya akan pas diminum selama 2 hari penggunaan. Dosis itu adalah dosis awal, namun setelah itu dokter bakal memberikan 3-9 mg untuk dikonsumsi pasien setiap harinya.

Efek Samping Warfarin

Hanya saja, seperti layaknya obat kimia lainnya, warfarin pun bakal menimbulkan sejumlah efek samping. Berikut adalah efek samping yang perlu diwaspadai:

(Baca juga: penyebab darah kental)

2. Heparin

Darah yang menggumpal dapat menjadi masalah besar bila dibiarkan terus-menerus. Heparin adalah salah satu obat golongan antikoagulan yang bakal mencegah gumpalan darah membesar. Memang tugas dari Heparin ini bukan untuk menghancurkan gumpalan-gumpalan darah, tapi obat ini hanya digunakan untuk mencegah penggumpalan tersebut terjadi supaya tidak telanjur menjadi lebih parah.


Ada beberapa kondisi komplikasi yang pada dasarnya dapat diatasi begitu juga dicegah oleh obat ini, yaitu seperti:

  • Embolisme paru-paru.
  • Trombosis vena dalam.
  • Penggumpalan darah yang terjadi pada proses transfusi darah, bedah jantung dan dialisis.
  • Komplikasi yang terjadi sesudah serangan jantung.

Selain mencegah, memang penggumpalan darah dapat dicegah oleh obat ini, tapi kita tak dapat membelinya sendiri tanpa adanya resep dari dokter. Datang dalam bentuk suntikan, wanita hamil tidak boleh mendapatkan obat ini secara sembarangan. Dosisnya pun bisa berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi yang dialami oleh pasien.

Pemberian obat suntikan ini tak bisa sembarangan, apalagi menyuntikannya sendiri seperti penderita diabetes yang menyuntikkan insulin sendiri. Heparin ini diberikan oleh petugas medis dan untuk itulah kita perlu datang ke rumah sakit. Hal ini bertujuan supaya pemantauan dapat dilakukan secara seksama.

Efek Samping Heparin

Konsumsi obat pengencer darah Heparin ini pun sama saja seperti warfarin di mana ada sejumlah efek samping yang harus kita waspadai.

  • Konstipasi
  • Sakit pada punggung.
  • Pendarahan gusi, terutama setiap menggosok gigi.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Pendarahan berlebih saat datang bulan.
  • Mimisan
  • Buang air kecil beserta darah.
  • Sendi terasa kaku dan nyeri.

3. Enoxaparin

Obat pengencer penggumpalan darah lainnya yang sering juga diresepkan oleh dokter adalah enoxaparin. Obat inilah yang biasanya dimanfaatkan dalam mendukung pencegahan DVT. Kondisi DVT yang juga meliputi penyumbatan pembuluh darah di bagian organ paru bisa dialami seseorang sesudah melakukan pembedahan tertentu.

Orang yang beristirahat total sesudah sakit lama pun juga berkemungkinan besar mengalami DVT ini. Manfaat dari enoxaparin adalah untuk mencegah komplikasi terjadi pada pembuluh darah, terutama yang mengidap serangan jantung dan angin duduk atau angina. Dosisnya sendiri biasanya direkomendasikan dokter sesuai dengan keadaan pasien.

Pada umumnya, dosis 1 mg/kg SC adalah yang direkomendasikan dan ini patut dikonsumsi setiap 12 jam dengan pemakaian selama 2-8 hari. Untuk para pengidap hemofilia, obat ini harus digunakan secara ekstra hati-hati. Bahkan para penderita hipertensi akut, bisul perut, dan juga gangguan hati akut perlu memerhatikan aturan konsumsi sebaik mungkin.

(Baca juga: angin duduk mematikan)

4. Air Putih

Minum banyak-banyak air putih dalam sehari setiap harinya untuk menjaga kesehatan tubuh bukanlah anjuran omong-kosong. Tak hanya menghidrasi tubuh kita dan menambah cairan tubuh, air putih juga sangat berguna untuk mengencerkan darah secara alami. Bila tak ingin menggunakan obat-obat kimia, air putih adalah solusinya.

Bahaya akibat kurang minum air putih sudah banyak yang tahu, maka mulai sekarang tak ada salahnya minum 8-10 gelas. Percaya atau tidak, memang keuntungan dari air putih salah satunya adalah mengatasi penggumpalan darah. Baik itu mengatasi penggumpalan darah atau sekadar mencegahnya, air putih bisa diandalkan karena memang terbilang efektif.

5. Minuman Anggur

Tentu saja ini agak mengejutkan karena minuman anggur yang mengandung alkohol malah dianjurkan sebagai obat pengencer darah. Tapi memang sudah sangat lama diketahui bahwa alkohol memang biasa digunakan untuk membuat agregasi dan aktivasi trombosit berkurang. Vitamin K yang tinggi kadarnya di dalam tubuh mampu diatasi oleh anggur merah.

Bukan sembarang minuman anggur juga yang kita patut konsumsi karena anggur merah adalah yang lebih dianjurkan. Ini dikarenakan di dalam anggur merah terkandung polifenol serta proanthocyanadins yang menjadi bagian dari pigmen mereka. Dengan demikian, menjaga sel-sel darah tidak menggumpal sudah pasti adalah tugas utama anggur merah. Asalkan konsumsi tidak berlebihan dan pada takaran moderat, ini tak akan berbahaya.

(Baca juga: efek bahaya alkohol bagi kesehatan dan kehidupan sosial)

6. Nanas

Nanas adalah jenis buah segar yang sangat nikmat bila dijadikan rujak. Rasanya memang terkadang masam, tapi terkadang juga manis. Bila menginginkan obat pengencer darah yang memang berfungsi baik tanpa banyak efek samping berbahaya, cobalah untuk menggunakan buah nanas yang gampang didapat ini.

Nanas bisa diolah sesuka hati kita, baik itu hanya dikupas dan kemudian dipotong-potong langsung dimakan atau dijadikan jus. Namun bagi yang memiliki sakit maag, sebaiknya perhatikan asam lambung Anda dan tidak memilih obat pengencer darah ini. Masih ada obat alami lainnya yang bisa dipertimbangkan supaya penyakit lambung tidak menjadi lebih parah.

Nanas juga adalah buah yang diketahui memiliki kandungan enzim bromelain, yakni pengencer darah itu sendiri. Di dalam bromelain, ada sifat anti inflamasi dan antibiotik dan memang lebih baik bila diambil bersama kunyit dan jahe. Baik itu dibuat jus atau dimakan langsung, bumbuilah dengan kunyit dan jahe agar efek pengencer darah makin maksimal.

7. Bawang Putih

Pasti kebanyakan dari kita sudah pernah mendengar akan fungsi bawang putih yang bisa secara efektif mengencerkan darah. Bawang putih ini juga menjadi salah satu contoh bahan bumbu dapur berantibiotik yang sangat terpercaya mampu membasmi bakteri di usus yang menciptakan vitamin K.

Hanya saja, yang di dalam tubuhnya kadar vitamin K sudah terlalu rendah, mengonsumsi bawang putih hanya akan mempermudah terjadinya pendarahan. Bawang putih tidak sulit untuk dikonsumsi sebagai obat, karena kita bisa mengonsumsinya sebesar kapsul 2 kali sehari. Atau, perbanyak bawang putih ke dalam masakan supaya rasanya yang menyengat dan khas tersebut tidak begitu terasa di lidah.

(Baca juga: bahaya bawang putih mentah)

8. Bawang Merah

Walau efek samping bawang putih sudah banyak diketahui, manfaatnya benar-benar luar biasa. Hal ini juga berlaku untuk bawang merah. Terlepas dari adanya efek samping bawang merah, bumbu dapur satu ini juga bersifat antibiotik sehingga bagus untuk diandalkan. Namun penggunaan bawang merah ini tak begitu disarankan bagi yang kadar vitamin K-nya sudah rendah.

Bawang merah juga dapat menjadi obat dengan cara memotong-motongnya kecil-kecil dan kemudian ditambahkan ke menu masakan. Supaya lebih nikmat, mencampurkannya ke makanan kita adalah ide yang cemerlang. Tapi kalau misalnya berani, minumlah sebesar kapsul seperti halnya bawang putih tadi seperti layaknya minum obat kimia.

9. Ikan Salmon

Darah yang menggumpal biasanya diakibatkan oleh adanya kolesterol jahat yang tinggi, maka salah satu cara mengencerkannya adalah mengonsumsi ikan salmon. Makanan yang kandungan omega-3nya cukup tinggi bisa dipercaya dalam mengencerkan darah secara efektif. Dengan mengonsumsi ikan ini jugalah tingkat kolesterol yang tinggi dapat menjadi normal kembali.

Berkat asam lemak omega-3, potensi pembekuan darah dapat dicegah dengan baik. Untuk kandungan omega-3 yang paling tinggi, salah satu bahan alami yang bisa kita dapat dan konsumsi adalah ikan salmon. Berdietlah secara sehat dan gunakan obat pengencer darah tradisional nan alami ini karena lebih aman tanpa efek samping bila dikonsumsi secara moderat.

(Baca juga: kolesterol ldl dan hdl)

10. Ikan Makarel

Selain dari ikan salmon, yang jelas memiliki kandungan omega-3 tinggi adalah ikan makarel. Pembekuan darah dapat dicegah dengan baik bila mengonsumsi jenis ikan ini. Bahkan yang sudah telanjur mengalami pembekuan darah pun bisa juga diatasi dengan diencerkan oleh bahan alami satu ini.

Masukkan saja ikan makarel ini ke dalam rencana diet sehat karena ini bakal sangat bagus bila dikonsumsi sering tapi tidak berlebihan. Ikan makarel merupakan salah satu sumber makanan bernutrisi yang sudah jelas dianjurkan untuk setiap diet seimbang nan sehat. Bahkan untuk menjaga serta meningkatkan kekebalan tubuh juga bagus. Agar kadar kolesterol baik tetap stabil dan kadar kolesterol jahat berkurang, ikan ini jawabannya.

11. Jahe

Terlepas dari adanya efek samping jahe yang kiranya bisa berefek buruk bagi tubuh, ada banyak manfaat tersembunyi juga di baliknya. Selain termasuk di dalam golongan obat batuk paling ampuh, jahe pun bisa dijadikan obat pengencer darah. Bahkan jahe pun sudah tak diragukan lagi menjadi makanan sehat untuk paru-paru perokok.

Alasan mengapa jahe ini bagus untuk kesehatan dan juga mengencerkan darah adalah karena ada salisilat di dalamnya. Senyawa tersebutlah yang akan memblokir vitamin K yang menyebabkan penggumpalan darah. Buatlah wedang jahe untuk dinikmati sehari 1-2 kali untuk menurunkan kadar kolesterol juga.

(Baca juga: cara mencegah sesak nafas)

12. Kayu Manis

Kayu manis punya segudang manfaat bagi tubuh, tak hanya baik sebagai obat yang mengencerkan darah. Kayu manis juga baik dijadikan pengendali gula darah bagi yang menderita gejala diabetes. Gangguan pencernaan pun mampu diatasi oleh rempah ini. Tidak sekadar menghangatkan tubuh, pertumbuhan sel kanker pun dapat ditekan perkembangannya.

Ada banyak mineral yang dijumpai pada kayu manis ini, termasuk kalsium dan mangan. Kandungan seratnya juga banyak sehingga penurunan kolesterol darah dapat dikatakan efektif. Bila kolesterol jahat bisa diatasi, ini artinya kayu manis pun bagus untuk mencegah penggumpalan darah atau penyumbatan pembuluh darah. Carilah suplemennya, atau secara sederhana membubuhkan parutan kayu manis ke setiap minuman yang akan dikonsumsi.

13. Kunyit

Kunyit yang dipercaya ampuh sebagai obat hipertensi juga rupanya sangat diyakini pula menjadi obat pengencer darah efektif. Di dalam kunyit sendiri ada banyak kandungan berkhasiat untuk menjaga kesehatan tubuh, seperti besi, kandungan vitamin C, serta ada juga fosfor, kalium dan protein, tak ketinggalan juga minyak atsiri. Kerap dijadikan obat disentri, penambah darah, dan juga diabetes melitus, sebagian dari kita belumlah begitu tahu tentang kelebihan lain akan kunyit ini.

Dalam mengencerkan darah, kunyit juga sama efektifnya dengan jahe karena adanya kandungan salisilat tinggi di dalamnya. Kita bisa menggunakannya untuk mencegah pembekuan darah maupun menjadi solusi darah yang telah telanjur menggumpal. Untuk melawan efek vitamin K, kunyit merupakan rempah yang bisa dimasukkan ke dalam diet sehat.

(Baca juga: cara mengatasi jantung lemah)

14. Alpukat

Banyak orang yang salah paham akan alpukat yang dikira mengandung lemak jahat tinggi. Inilah yang kemudian menjadi alasan sebagian dari kita untuk tidak pernah mengonsumsi alpukat agar penyempitan pembuluh darah oleh penumpukan lemak dapat dicegah.

Padahal sebenarnya alpukat ini kaya akan vitamin E di mana darah yang beku dapat diatasi dengan mengencerkannya. Kandungan pada alpukat tersebut dirasa cukup baik untuk melawan efek buruk dari vitamin K pemicu penggumpalan darah. Alpukat adalah salah satu makanan yang mengandung vitamin E tinggi untuk menjaga kesehatan tubuh serta kulit.

15. Bayam

Vitamin E tak hanya bisa diperoleh dari alpukat, bayam pun juga menawarkan vitamin E tinggi. Bayam merupakan salah satu jenis sayuran yang bisa kita jadikan obat pengencer darah sehat dan aman. Karena sisi alaminyalah kita tak perlu khawatir akan efek samping berbahaya apapun selama konsumsi dengan benar.

Bayam sebagai sumber vitamin E akan mencegah sel-sel darah menggumpal atau menyatu di pembuluh darah. Sama seperti halnya asam lemak omega-3, vitamin ini akan menolong kita dalam mencegah pembekuan darah. Bahkan bagi yang sudah mengalaminya, pembekuan darah yang sudah agak lama pun dapat dicoba untuk diencerkan dengan mengonsumsi bayam setiap hari.

(Baca juga: bayam untuk penderita asam urat)

16. Kacang Almond

Almond tidak hanya baik untuk kesehatan sistem saraf otak saja, tapi juga mampu mengencerkan darah beku dan juga meningkatkan HDL rendah. Ini artinya kadar kolesterol setiap kita dapat dikontrol dengan baik. Penyumpatan arteri dan vena karena penggumpalan darah akan berimbas pada kesehatan jantung.

Tapi beruntunglah bagi yang sudah terbiasa mengonsumsi kacang almond ini karena kebaikan lemak tak jenuh tunggal, kalium dan protein pada almond akan menjaga kesehatan jantung. Vitamin E di dalam kacang ini tak hanya akan mengencerkan darah tapi juga mampu membuat risiko penyakit jantung berkurang karena bersifat antioksidan. Penumpukan plak lemak di arteri juga bisa dicegah oleh kandungan asam folatnya.

17. Biji Bunga Matahari

Biji-bijian tertentu juga sangat baik untuk diandalkan sebagai obat yang mengencerkan darah beku. Biji bunga matahari adalah contoh cemilan sehat untuk mengatasi bekuan darah. Tapi bila ingin menjadikannya sebagai bahan masakan pun juga tak masalah karena memang biji bunga ini bisa dinikmati dalam bentuk apapun.

Selain mengencerkan darah, gejala kolesterol dan kardiovaskular mampu untuk diatasi pula dengan mengonsumsi biji satu ini. Selain vitamin E yang berperan melawan penggumpalan darah, ada juga kandungan pitosterol yang akan membuat kadar kolesterol tinggi menurun. Otomatis potensi besar akan kematian akibat penyakit serangan jantung juga lebih kecil dengan asupan cukup biji bunga matahari.

(Baca juga: makanan yang rendah purin)

18. Kacang Hazelnut

Alternatif lainnya yang pas untuk dijadikan pengencer darah adalah kacang hazelnut. Bahkan untuk menormalkan kembali kadar kolesterol, kacang ini sangat bermanfaat. Kandungan asam oleat di dalam jenis kacang ini akan meningkatkan kadar HDL dan otomatis mengurangi kadar LDL.

Sifat anti-karsinogenik juga ada pada jenis kacang ini karena senyawa alpha-tocopherolnya. Menjadi sumber protein juga, dengan mengonsumsi semangkuk kecil kacang ini bakal memenuhi asupan protein kita secara cukup. Kacang ini juga pas untuk dimasukkan ke menu diet, terutama bagian cemilan karena kandungan tinggi seratnya.

19. Cuka Apel

Satu lagi obat pengencer bekuan darah yang alami, yaitu cuka apel. Bahan satu ini sangat baik untuk mengatasi masalah hipertensi maupun kolesterol tinggi. Bahkan para penderita asam lambung tinggi tak perlu khawatir dalam mengonsumsi cuka apel. Dengan cuka apel ini malah segala penyakit lambung juga bisa disembuhkan.

Pengentalan darah yang membuat tubuh sering menjadi tak enak dan kencang bisa diatasi dengan mengonsumsi cuka apel setiap hari. Bila sudah terasa sering sakit kepala dan bagian pundak serta tengkuk sering kencang, mulailah untuk meminum cuka sari apel.

(Baca juga: dampak kekurangan dan kelebihan eritrosit)

20. Tomat

Sayur tomat juga merupakan solusi alami untuk membuat darah lebih encer di mana bisa dikonsumsi secara langsung sebagai cemilan sehat. Sehari mengonsumsi 5 buah tomat akan menyelamatkan darah yang membeku. Hanya saja memang jenis sayur ini sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung atau maag. Karena rasa dan sifat asamnya, bisa-bisa sakit maag bisa kambuh bila mengonsumsi banyak buah tomat.

21. Daun Salam

Merupakan salah satu bumbu dapur yang digunakan untuk menyedapkan masakan, daun salam juga mempunyai kemampuan mengencerkan darah. Cukup menyediakan beberapa lembar saja, cuci bersih, baru rebuslah hingga mendidih. Setelah diangkat, saringlah dan biarkan dingin sebelum bisa diminum. Ketika mengonsumsi air rebusan daun salam, jangan lupa tetap imbangi dengan konsumsi banyak air putih.

(Baca juga: makanan untuk mengencerkan darah yang kental)

Demikianlah daftar obat pengencer darah medis dan alami yang kiranya dapat dijadikan referensi. Meski makanan-makanan tersebut adalah obat alami, tetap saja ada baiknya mengonsultasikan dengan dokter sebelum makan makanan antikoagulan.

, , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan Darah