12 Gejala Radang Lambung Kronis dan Akut

5913

Radang lambung atau istilah lainnya gastritis adalah sebuah kondisi kesehatan yang juga biasa kita sebut dengan penyakit maag. Terjadinya peradangan, infeksi maupun iritasi pada dinding mukosa lambung sebenarnya adalah kondisi sebenarnya dari sakit maag atau radang lambung. Serangan ini dapat terjadi secara akut dan sebelum menjadi lebih serius, mari kenali setiap gejala radang lambung untuk mengatasinya secara dini.

(Baca juga: penyebab radang lambung)

1. Mual

Sepertinya sudah menjadi hal yang wajar bila seseorang yang dinding mukosa lambungnya teriritasi kemudian mengalami rasa mual. Ini juga ditandai dengan rasa tak nyaman di bagian perut dan seperti ingin muntah. Ketika rasa mual terjadi, makanan apapun yang masuk juga membuat perut nyaman, bahkan ada beberapa jenis makanan yang mampu memperparah rasa mual itu sendiri.

(Baca juga: penyebab usus bocor)

2. Sering Muntah

Karena mual terjadi, otomatis rasa ingin muntah pun timbul dan ini cukup mirip dengan gejala infeksi lambung. Tak hanya ada rasa ingin muntah, penderita yang merasakan mual pun dapat muntah bila tak dapat menahan rasa mual tersebut. Seringnya muntah karena mual perlu diperiksakan karena kondisi seperti ini juga dapat merujuk pada keadaan masuk angin.

3. Nyeri Perut

Rasa nyeri yang tiba-tiba datang di bagian perut juga dapat menjadi ciri-ciri luka lambung. Apabila Anda merasakan rasa pedih dan sakit terutama di bagian ulu hati, Anda perlu memeriksakannya atau setidaknya meminum obat pereda nyeri. Ulu hati itu ada di bagian atas perut, jadi ketika rasanya begitu mengganggu pada area tersebut, Anda bisa menanganinya.

(Baca juga: ciri-ciri infeksi lambung)

4. Penurunan Selera Makan

Turunnya nafsu makan bisa saja menandakan bahwa Anda tengah stres, namun nafsu makan yang turunnya terjadi secara drastis bukan hal biasa. Bila sebelumnya timbul rasa mual, bisa jadi inilah yang membuat Anda tak ingin makan.

5. Wajah Memucat

Karena selera makan yang turun, otomatis Anda akan makan hanya sedikit saja, belum lagi bila disusul dengan muntah-muntah. Tubuh yang tak bertenaga akan menyebabkan wajah kelihatan pucat. Mungkin Anda dapat mencoba mencari cara meningkatkan nafsu makan juga untuk membantu meringankan gejala.

(Baca juga: gejala penyakit maag)

6. Sering Bersendawa

Seperti halnya saat seseorang mengalami masuk angin, demikianlah gejala radang lambung. Ketika dalam keadaan perut lapar, Anda akan mudah dan menjadi lebih sering bersendawa. Perut kosong ini juga bisa dipicu oleh mengkonsumsi makanan yang terlalu sedikit akibat tidak berselera serta keseringan muntah.

7. Demam

Keadaan ini menandakan adanya suhu tubuh yang meningkat. Seperti halnya ketika flu, seseorang dapat mengalami demam dan ini juga bakal disertai dengan keringat dingin. Menggigil pun juga akan terjadi ketika Anda mengalami demam.

(Baca juga: penanganan gastritis maag kronis)

8. Sulit Tidur

Masalah sulit tidur atau yang biasa kita ketahui dengan istilah insomnia juga dapat terjadi pada penderita radang lambung. Gejala satu ini dapat dialami karena muncul rasa sakit di bagian perut dalam jangka waktu lama. Hal ini kemudian juga akhirnya mengganggu waktu istirahat Anda di malam hari dan menyebabkan sulit untuk cepat terlelap.

9. Perut Kembung dan Sesak

Rasa kembung dan sesak di bagian perut memang tak selalu menjadi tanda adanya peradangan. Sekadar masuk angin biasa mungkin adalah apa yang ada di pikiran Anda. Namun bila rasa sesak, kembung dan pedih menjadi satu, belum lagi ditambah dengan rasa mual dan ingin muntah, Anda perlu memeriksakannya secepat mungkin.

(Baca juga: bahaya maag kronis)

10. Sakit Kepala

Rasa sakit pada kepala dapat muncul karena adanya peradangan di bagian lambung. Pusing biasa setelah beraktivitas padat mungkin adalah dugaan Anda, namun bila gejala lainnya juga terjadi, Anda patut mewaspadainya. Sakit maag atau radang lambung bukan hal yang perlu disepelekan karena ketika sering sakit kepala mulai dialami, ini biasanya sudah ada pendarahan di dalam lambung.

11. Penurunan Berat Badan

Karena tidak nafsu makan, lebih-lebih terjadi sering muntah, ini kemudian dapat menyebabkan berat badan menurun. Perut yang jarang kemasukan apa-apa, ditambah juga dengan keluarnya isi dari dalam perut melalui muntah tentu akan membuat seseorang mengalami penurunan bobot tubuh. Bila terjadi sampai beberapa hari, itulah gejala yang bisa dirasakan.

(Baca juga: gejala maag kronis)

12. Diare

Pada kondisi yang sudah lebih parah, gejala dapat berkelanjutan dengan munculnya kondisi diare. Pada beberapa kasus, diare ini bisa saja diare biasa, namun ada juga yang mengalami diare di mana feses keluar disertai darah. Bila sampai darah ikut keluar, ini justru pertanda bahwa Anda telah mengalami infeksi lambung yang jauh lebih serius.

(Baca juga: makanan yang dapat menyebabkan sakit maag)

Komplikasi Radang Lambung

Sakit maag atau radang lambung pun dapat berlanjut menjadi komplikasi apabila gejala-gejala yang sudah nampak tak segera mendapatkan penanganan yang terbaik.

  • Anemia – Kondisi kekurangan darah ini dapat terjadi ketika pendarahan lambung mulai terjadi. Bila tak segera diatasi, kuantitas darah yang hilang bisa sangat besar, baik itu melalui tinja yang warnanya hitam atau muntah darah.
  • Penyempitan Lambung – Ketika luka atau radang terjadi, maka timbul hambatan pada sistem pencernaan sehingga laju makanan tak bisa lancar. Inilah yang menyebabkan sering muntah, perut kembung, hingga berat badan turun drastis.
  • Perforasi – Dinding lambung yang terbelah atau sobek dinamakan perforasi dan meski jarang, komplikasi ini tetap berpotensi untuk terjadi. Sakit perut yang intens adalah gejala utamanya dan dikhawatirkan infeksi mampu menyebar ke organ lain dalam tubuh serta darah.

(Baca juga: bahaya santan bagi penderita maag)

Itulah sejumlah gejala radang lambung bersama dengan sedikit info mengenai komplikasinya. Apabila muncul gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera ke dokter demi memperoleh penanganan dini untuk kondisi lambung Anda.