14 Ciri-ciri Penderita Jantung Koroner

Jantung koroner merupakan jenis penyakit jantung umum yang lebih banyak diketahui orang meski sebenarnya ada jenis-jenis penyakit jantung lainnya, seperti penyakit jantung rematik, stroke sakit di dada atau angina (angin duduk mematikan), serangan jantung, maupun tekanan darah tinggi. Awal mula dari sakit jantung koroner adalah adanya penumpukan lemak yang terdapat di dinding pembuluh darah jantung. Sakit jantung koroner pun akan muncul karena adanya pembekuan darah, perkapuran, penumpukan jaringan ikat serta lainnya sehingga akhirnya pembuluh darah akan tersumbat dan menyempit.

Ketika pembuluh darah mengalami penyempitan, maka tidak salah lagi aliran darah pun menjadi kurang di daerah otot jantung sehingga akibatnya begitu banyak dan serius. Kekurangan aliran darah bisa menjadi pemicu timbulnya Infark jantung atau serangan jantung dan juga Angina Pectoris atau yang kita kenal dengan nyeri dada. Akibatnya pun bisa fatal, yaitu membawa kematian bagi penderitanya. Apakah ciri-ciri jantung koroner yang harus diwaspadai?

  1. Cepat Lelah

Setiap orang jelas pernah mengalami rasa capek, khususnya bila melakukan terlalu banyak kegiatan dalam satu waktu. Alasan merasa lelah bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, entah itu karena padatnya aktivitas, jarang berolahraga, atau bahkan kurang tidur atau istirahat. Salah satu ciri penyakit jantung koroner adalah penderita akan mudah merasa lelah sehingga mengharuskan penderita untuk rajin mengontrol kesehatannya.

Penting untuk diketahui bahwa para penderita jantung koroner tidak boleh melakukan kegiatan berat atau berlebihan. Sekalinya melakukan aktivitas yang berlebihan sedikit, maka akan merasa lelah yang bisa juga disertai dengan rasa sakit di bagian dada. Maka ketika Anda merasa capek dengan cepat, periksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi jantung Anda.

(Baca juga: kopi bagi penderita jantung koroner)

  1. Nyeri di Dada

Seperti yang disebutkan pada ciri sebelumnya, rasa sakit yang ada di bagian dada akan dapat dirasakan oleh penderita penyakit jantung koroner apabila terlalu banyak beraktivitas. Rasa sakit yang muncul di dada memang dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, tapi mereka yang rata-rata mengalami ini adalah yang mempunyai riwayat penyakit jantung. Karena penyakit jantung adalah suatu penyakit yang serius, Anda tidak boleh menyepelekannya karena penyembuhan bisa semakin sulit jika sudah pada tahap kronis.

Orang yang tidak mempunyai riwayat penyakit jantung koroner biasanya masih sangat mudah untuk menjaga kesehatan dan mencegahnya. Namun Anda yang memiliki riwayat kesehatan berhubungan dengan jantung atau pernah mengalami hal ini, agak sulit untuk merawat serta memulihkannya kembali. Jika nyeri dada disertai dengan ciri lainnya, Anda perlu mendapatkan diagnosis yang benar dari dokter dan sebelumnya penting juga untuk mengubah pola hidup agar tidak lagi kerap merasakan sakit di dada.

(Baca juga: penyebab dada sakit)

  1. Dilingkupi Rasa Cemas

Setiap orang pasti pernah merasa khawatir dan diliputi rasa cemas, namun jika penyebab cemas berlebihan seperti itu muncul secara tidak jelas atau Anda tidak tahu alasan mengapa Anda khawatir atau cemas, ini bisa menjadi tanda dari penyakit jantung koroner. Saat penyakit jantung kumat, maka biasanya rasa khawatir pun akan muncul. Pada umumnya, ciri satu ini juga akan disertai dengan adanya keringat yang keluar tanpa adanya alasan yang jelas.

Bila keringat biasanya keluar saat Anda kepanasan atau setelah melakukan hal berat, pada penderita jantung koroner, keringat muncul menyertai rasa khawatir pada perasaan Anda. Bila Anda mengalami kondisi seperti ini terlalu sering, Anda perlu mencurigainya dan kemudian memeriksakan ke dokter supaya kondisi penyakit jantung koroner bisa ditangani sedari awal.

  1. Berkeringat

Mudah berkeringat biasanya bisa menjadi tanda bahwa ada masalah jantung yang Anda derita. Hal ini mungkin terlihat ciri biasa, tapi kondisi ini tampak normal hanya ketika Anda berkeringat setelah melakukan kegiatan berat, berolahraga atau bahkan saat cuaca sedang panas-panasnya. Jika berkeringat lebih tanpa adanya alasan yang masuk akal dan jelas, terlebih keluarnya air keringat begitu banyak dan berlebihan, Anda perlu curiga dan menemui dokter.

Dengan tidak menanyakan dan memeriksakannya ke dokter, mengabaikannya hanya akan membuat kondisi berkeringat ini menjadi semakin serius. Berkeringat itu sendiri begitu mengganggu dan Anda pasti tidak akan nyaman berkeringat secara terus-menerus dengan mudah. Untuk mengetahui apakah Anda memang menderita jantung koroner atau hyperhidrosis, tentu menemui dokter adalah yang paling penting, khususnya jika Anda mengalami ciri-ciri penyakit jantung koroner lainnya.

(Baca juga: penyebab tubuh sering berkeringat)

  1. Sakit Punggung

Bila muncul rasa nyeri di bagian punggung, memang ini bisa jadi bukan serta-merta ciri dari penyakit jantung koroner karena sakit punggung juga bisa menandakan adanya penyakit osteoarthritis atau bahkan osteoporosis yang berhubungan dengan tulang. Hanya saja jika Anda merasakan sakit punggung terlalu sering dan bahkan Anda sendiri tidak tahu apa penyebabnya, sementara Anda memenuhi asupan kalsium dengan baik, hal ini perlu dipertanyakan. Sakit punggung dapat berarti Anda tengah menderita sakit jantung koroner, jadi daripada Anda sendiri pun penasaran dan khawatir, tanyakan ke dokter segera.

(Baca juga: leher terasa kaku dan pegal)

  1. Sakit di Bagian Ulu Hati

Penderita penyakit jantung koroner akan merasakan hal ini di mana rasanya di ulu hati terasa sakit yang juga disertai rasa kembung. Ciri-cirinya mungkin tampak mirip dengan kondisi orang Indonesia yang masuk angin. Namun, rasa sakit di bagian ulu hati ini tak hanya diiringi kembung, Anda juga kemungkinan bakal mengeluarkan banyak keringan serta denyut nadi yang melemah.

Pembuluh darah koroner yang ada pada arteri LAD atau Left Anterior Descendng akan mengarah ke depan dan juga menuju bawah jantung sehingga Anda akan merasakan tubuh tidak enak dan seperti tengah masuk angin. Jika semua ciri ini terjadi pada satu waktu, jangan ditunda lagi untuk pergi ke dokter karena keadaan tubuh dapat memburuk seketika dan bahkan kematian dapat menyerang.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit jantung)

  1. Mual dan Muntah

Mual adalah sebuah rasa tak nyaman pada perut atau lambung yang terjadi tepat sebelum Anda muntah. Ciri dari penyakit jantung memang agaknya mirip dengan keadaan saat Anda masuk angin, termasuk kondisi mual dan muntah. Mual ini bisa juga dikarenakan rasa khawatir dan cemas yang ada Anda derita, tapi pada umumnya ciri ini akan terjadi ketika penyakit jantung koroner kumat.

Mual dan muntah bukanlah ciri-ciri yang mudah untuk ditebak karena ketika Anda keracunan, mengalami bulimia atau penyakit mental, beberapa penyakit kanker, tumor otak, flu perut, kebanyakan makan dan juga reaksi terhadap aroma tertentu, merasa mual yang diikuti dengan muntah adalah hal biasa. Jangan anggap enteng kondisi seperti ini lagi karena ketika mual dan muntah dikarenakan hal yang kurang wajar, beserta adanya rasa nyeri di dada atau ulu hati, memeriksakannya ke dokter akan membantu Anda menangani penyakit lebih dini.

(Baca juga: kepala sering terasa berat dan mual)

  1. Sakit Kepala

Tak hanya mudah merasa lemah dan lelah, sakit kepala juga menjadi ciri dari jantung koroner di mana penderita akan merasa adanya ketidakseimbangan saat berdiri atau melakukan kegiatan seperti biasa. Ada sensasi melayang yang Anda dapat alami juga ketika beraktivitas sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Sakit kepala juga bisa menjadi ciri saat Anda terkena flu atau masuk angin, bahkan saat terlalu lelah maupun kurang tidur Anda bisa merasa pusing.

Karena aliran darah yang tak lancar, sakit kepala adalah ciri yang wajar dan umum terjadi sebagai tanda Anda mengalami masalah pada jantung. Untuk memastikan bahwa sakit kepala ini bukan kondisi yang biasanya Anda alami, tentu berkonsultasi ke dokter dan menempuh metode diagnosis akan lebih disarankan kepada Anda.

(Baca juga: sering sakit kepala)

  1. Detak Jantung Lebih Cepat

Cepatnya detak jantung biasanya dikarenakan Anda melakukan kegiatan yang memacu adrenalin, entah itu berlari atau melakukan kegiatan yang berat. Bisa juga detak jantung menjadi cepat karena Anda dikejutkan oleh seseorang atau sesuatu. Detak jantung berubah cepat dapat dipicu pula oleh adanya rasa tegang atau cemas akan sesuatu hal.

Saat Anda tidak mengalami semuanya itu dan detak jantung bisa tiba-tiba berirama cepat, kemungkinan ini pertanda Anda mengalami jantung koroner. Normalnya, jantung berdetak sesuai dengan detak jarum jam yang stabil. Bila detak jantung berdetak secepat seperti sehabis melakukan olahraga, maka Anda perlu mempertanyakan hal tak wajar ini. Apabila benar ciri sakit jantung, segera dapatkan pertolongan medis untuk menanganinya supaya mengurangi risiko kematian akibat penyakit ini.

(Baca juga: detak jantung normal)

  1. Irama Detak Jantung Tak Beraturan

Selain dari detak jantung yang dapat begitu cepat, irama dari detak jantung juga bisa tidak beraturan. Irama detaknya terkadang bisa stabil lalu cepat kemudian stabil lagi. Atau, bisa juga terkadang detak berhenti sejenak yang kemudian lanjut menjadi stabil kembali dan berubah cepat. Hal ini tidak dianggap wajar atau normal kalau Anda terlalu sering mengalaminya tanpa ada alasan yang jelas. Saat detak jantung berirama tak beraturan, ini sebuah tanda bahwa jantung sedang bermasalah, maka memeriksakannya adalah solusi paling baik.

(Baca juga: cepat lelah dan jantung berdebar)

  1. Napas Pendek-pendek

Jantung yang bermasalah dan tidak bisa berfungsi secara optimal akan berimbas pada pernapasan para penderitanya di mana napas menjadi lebih pendek-pendek. Kondisi ini diketahui dapat terjadi bersama atau bahkan sebelum adanya ketidaknyamanan atau nyeri di dada. Napas yang pendek dapat menjadi lebih serius ketika Anda merasa lelah dan melakukan kegiatan yang berlebihan sedikit.

(Baca juga: penyebab dada sesak)

  1. Rasa Sakit di Leher dan Lengan Kiri

Rasa sakit rupanya tak hanya dirasakan pada bagian dada atau ulu hati saja. Sakit di bagian leher dan lengan kiri ini masih ada kaitannya dengan nyeri di dada sebab saat rasa sakit itu adalah efek dari nyeri di bagian dada. Awalnya di bagian dada, kemudian sakitnya akan terasa menjalar sampai ke lengan kiri maupun leher yang bahkan seperti Anda tengah tercekik. Ini bukan ciri penyakit ringan dan biasa, maka penting untuk mendapatkan pertolongan dokter sebelum kondisi makin parah dan semakin sulit untuk ditangani.

  1. Gangguan Tidur

Kualitas tidur akan secara otomatis menurun karena adanya masalah saat tidur. Gangguan tidur dapat terjadi pada para penderita penyakit jantung koroner disebabkan oleh rasa sakit kepala yang berlebihan akibat kelelahan. Untuk mengetahui kebenaran apakah gangguan tidur ini adalah kondisi biasa atau ciri-ciri penyakit jantung, pergi ke dokter akan menjawabnya dan keadaan dapat diatasi sedari awal.

  1. Serangan Jantung

Ciri serangan jantung ini lebih serius dan mengerikan daripada yang mungkin Anda bayangkan karena kondisi ini pun bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya gejala jantung koroner lain yang mengawalinya. Saar arteri koroner mengalami penyempitan, otomatis arteri akan tersumbat dan inilah yang memicu datangnya serangan jantung. Tepat sebelum serangan jantung, kemungkinan Anda akan berkeringat banyak dan mengalami sesak napas bahkan timbul rasa nyeri di lengan atau bahu secara tiba-tiba.

(Baca juga: gejala jantung bocor asd dan vsd)

Peningkat Risiko Jantung koroner

Ada beberapa faktor peningkat risiko penyakit jantung koroner pada manusia yang wajib untuk diketahui dan diwaspadai. Berikut ini beberapa faktornya :

  • Jenis Kelamin. Jantung koroner adalah penyakit yang rata-rata menyerang mereka yang berjenis kelamin laki-laki. Meski demikian, bukan berarti wanita tidak dapat mengidapnya karena untuk wanita yang setelah menopause-lah yang dapat meningkatkan risiko penyakit mematikan ini.
  • Usia. Semakin bertambah umur manusia, memang risiko terkena penyakit apapun menjadi meningkat, termasuk juga jantung koroner di mana arteri akan menyempit dan mengalami kerusakan.
  • Merokok. Para perokok aktif dengan frekuensi sering dan apalagi sudah lama akan mampu meningkatkan risiko terkena jantung koroner. Ada bahaya rokok bagi jantung manusia yang sangat mengerikan. Orang lain yang Anda jadikan perokok pasif dengan menghirup asap rokok Anda juga akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner secara tidak langsung.
  • Riwayat Kesehatan Keluarga. Faktor keturunan juga bisa jadi yang memengaruhi seseorang berisiko jantung koroner lebih tinggi, apalagi mereka yang memiliki kerabat dekat dengan masalah jantung di usia dini. Risiko Anda terkena penyakit jantung koroner adalah paling tinggi ketika ayah atau saudara kandung laki-laki Anda didiagnosis penyakit ini sebelum mencapai usia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara kandung perempuan Anda mengidapnya sebelum usia 65 tahun.
  • Menderita Diabetes. Para penderita diabetes rupanya memiliki peluang lebih besar untuk menderita jantung koroner, terutama para penderita diabetes tipe 2. Ini dikarenakan kedua penyakit memiliki faktor penyebab yang sama, seperti tekanan darah tinggi dan juga obesitas (berat badan berlebih).
  • Kadar Kolesterol Tinggi. Jika kadar kolesterol dalam darah Anda begitu tinggi, maka terbentuklah plak serta aterosklerosis di dalam pembuluh darah yang akhirnya membuatnya menyempit. Akibatnya aliran darah tidak akan lancar dan terhambat kadar LDL atau kolesterol jahat meningkat dan menyebabkan kolesterol tinggi. Kolesterol baik atau HDL yang rendah bisa menandakan adanya aterosklerosis.
  • Tekanan Darah Tinggi. Kebanyakan orang memiliki pola hidup dan pola makan yang kurang baik dan inilah yang menjadi pemicu dari adanya kondisi tekanan darah tinggi. Arteri dapat menebal dan mengeras apabila tekanan darah tinggi sampai tidak terkontrol. Keadaan ini akan membawa pembuluh darah menyempit sehingga sirkulasi darah tak mampu menyebar dengan baik di dalam tubuh.
  • Stres Berat. Stres yang berlebihan dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat mampu merusak arteri serta memperburuk segala faktor peningkat risiko jantung koroner lainnya.
  • Jarang Berolahraga. Tak pernah sama sekali atau jarang berolahraga dapat dikaitkan dengan risiko terkena jantung koroner dan juga penyakit serius lainnya yang mematikan.
  • Obesitas atau Berat Badan Berlebih. Berat tubuh yang melebihi ideal dan bahkan jauh dari berat normal akan memperburuk segala faktor risiko ini; bukan hanya penyakit jantung, darah tinggi dan diabetes juga dapat menyerang para penderita obesitas.

(Baca juga: cara mengobati gagal jantung)


Komplikasi Jantung Koroner

Jantung koroner adalah sebuah kondisi yang bisa memicu Anda untuk mengalami berbagai komplikasi masalah jantung, seperti di bawah ini:

  • Gagal Jantung. Kekurangan oksigen pada jantung, terutama pada sejumlah area jantung serta kekurangan nutrisi secara kronis akibat aliran darah yang kurang akan memicu gagal jantung. Atau kondisi ini disebabkan oleh kondisi jantung yang mengalami kerusakan diakibatkan oleh serangan jantung sehingga akhirnya jantung pun menjadi sangat lemah dalam melakukan tugasnya dalam memompa darah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Angina atau Nyeri Dada. Saat arteri koroner menyempit, maka darah pun alirannya menjadi terganggu dan aktivitas fisik pun menjadi tak maksimal. Hal ini malah bisa menjadi sebab dari adanya kondisi sesak napas dan nyeri dada.
  • Serangan Jantung. Selain menjadi bagian dari ciri, rupanya serangan jantung adalah komplikasi dari jantung koroner di mana bila plak kolesterol pecah dan pembekuan darah terbentuk, arteri jantung otomatis akan tersumbat dan serangan jantung bisa terjadi secara tanpa diduga-duga. Kerusakan otot jantung pun dapat terjadi karena aliran darah yang menuju jantung akan berkurang. Seberapa serius kerusakan akan ditentukan dari seberapa cepat Anda mendapatkan penanganan akan kondisi ini.
  • Aritmia atau Irama Jantung Abnormal. Aritmia pun menjadi salah satu kondisi komplikasi jantung koroner di mana akan terjadi ketika suplai darah ke jantung tak memadai atau kerusakan yang ada pada jaringan jantung bisa otomatis membuat impuls listrik terganggu sehingga abnormalnya irama jantung muncul.

(Baca juga: gejala penyakit jantung)

Pengobatan Tradisional Jantung Koroner

Bila Anda ingin merawat kondisi jantung koroner secara tradisional, ada beberapa cara yang dapat Anda coba. Memanfaatkan bahan alami yang dekat di sekitar kita adalah jauh lebih sehat ketimbang mengonsumsi obat-obatan yang memberikan efek buruk bagi ginjal dan kesehatan kita.

  1. Temu Putih

Tumbuhan alami temu putih merupakan sebuah jenis tumbuhan yang sudah banyak dimanfaatkan masyarakat kita sebagai obat tradisional. Tanaman ini bila Anda perhatikan memang cukup mirip dengan temulawak serta kunyit putih. Tumbuh di daerah yang tinggi dan lembab, tanaman ini memiliki rasa yang pahit tapi juga pedas yang menawarkan manfaat membuat tubuh terasa hangat.

Penelitian menyebutkan bahwa ada kandungan zat anti lipid peroksida yang berfungsi untuk menjadi obat dari berbagai penyakit parah berisiko kematian, seperti jantung koroner, diabetes, hipertensi, serta asam urat. Penyakit lainnya yang bisa diredakan oleh temu putih adalah sakit perut, diare, kista, nyeri haid, serta kanker. Maka tidak heran bila tanaman ini bisa Anda andalkan sepenuhnya untuk pengobatan alami yang lebih aman dari obat-obatan kimia.

(Baca juga: pertolongan pertama serangan jantung)

  1. Sambang Darah

Tanaman herbal sambang darah merupakan tanaman yang baik untuk dijadikan obat jantung koroner atau bahkan sebagai ramuan pencegah penyakit jantung. Selain dapat membantu meringankan risiko jantung koroner, tanaman ini berkhasiat dalam menurunkan darah tinggi, mengatasi demam, dan menghentikan pendarahan. Meski terdengar kurang familiar, obat herbal ini sudah sangat gampang ditemui di toko-toko herbal sehingga Anda tak perlu khawatir dan repot.

(Baca juga: cara melatih kesehatan jantung)

  1. Temu Giring

Bahan alami tradisional ini sangat baik untuk mengatasi bahkan juga mencegah terkena jantung koroner. Manfaatnya dalam memperlancar sirkulasi darah serta membersihkan darah kotor juga bisa diandalkan. Kesehatan jantung dipastikan dpaat membaik secara natural tanpa efek bahan kimia dengan tanaman herbal satu ini, terlebih bila Anda mengonsumsi secara rutin. Konsumsi yang teratur akan dapat mengobati jantung koroner yang bahkan menurunkan risiko komplikasi serta efek sampingnya.

  1. Bawang Putih

Bahan atau bumbu dapur ini tak boleh dilewatkan ketika bicara tentang obat alami untuk sakit jantung, termasuk jantung koroner terlepas dari efek samping bawang putih. Sebagai penurun kolesterol dan darah tinggi, anti jamur, anti bakteri, dan juga anti kanker, bawang putih melakukan fungsinya dengan sangat baik. Antioksidan di dalamnya pun begitu tinggi sehingga bisa mengatasi dan mencegah jantung koroner berikut kondisi komplikasinya.

Cara paling sederhana untuk menyantap atau mengonsumsinya adalah dengan membuat sambal dan Anda bisa mencampurkannya bersama kecap baru dimasukkan irisan bawang putihnya. Atau cara lain yang dapat digunakan adalah dengan mememarkannya lebih dulu, lalu menyeduhnya dengan ½ gelas air panas, baru diblender setelahnya. Anda juga bisa memarutnya dan kemudian menyeduh dengan air panas. Meminum seampas-ampasnya akan memberikan manfaat besar terutama di saat masih hangat.

, , ,
Post Date: Sunday 24th, April 2016 / 12:18 Oleh :
Kategori : Penyakit Jantung