88 Bahaya Akibat Kekurangan Vitamin A, B, C, D, E, K

Vitamin adalah salah satu senyawa organik atau zat yang memiliki fungsi vital bagi tubuh, yaitu sebagai pengatur atau enzim pada proses metabolisme setiap organisme. Vitamin memegang peranan yang sangat penting dalam tubuh kita, di mana peranan tersebut tidak dapat digantikan oleh senyawa lainnya. Pada dasarnya tubuh kita hanya memerlukan senyawa ini dalam jumlah yang tidak banyak, akan tetapi jika kebutuhan tubuh akan  senyawa atau zat tersebut terabaikan, maka yang terjadi adalah terganggunya sistem metabolisme di dalam tubuh. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa vitamin memiliki peranan yang spesifik bagi tubuh kita, dan juga hal itu juga memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan.

Ada sekitar 13 jenis vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh kita, mulai dari vitamin A, C, D, E, K, serta vitamin B (yang terdiri dari thiamin, Riboflavin, Asam Pantotenat, Niasin, Vitamin B6, Vitamin B12, Folat, serta Biotin). Kebanyak dari vitamin-vitamin tersebut bersumber dari buah-buahan, sayur-sayuran, serta dari suplement makanan. Sementara tubuh kita hanya mampu memproduksi dua jenis vitamin, yaitu vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif.

Beberapa di antara jenis vitamin di atas seperti vitamin C dan vitamin E terkenal akan fungsinya yang bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu mencegah terjadinya peristiwa oksidasi maupun reaksi kimia lainnya yang melibatkan oksigent (O2) di dalamnya. Ini merupakan salah satu mekanisme pertahanan bagi tubuh terhadap ancaman yang datang dari senyawa radikal bebas seperti asap rokok, sinar UV, polusi lingkungan, dan lain sebagainya. Ketika kebutuhan tubuh kita akan vitamin tidak tercukupi, maka kondisi tersebut akan menimbulkan gangguan bagi kesehatan kita, yaitu yang dikenal dengan istilah avitaminosis. Berikut ini penjelasan tentang apa yang terjadi jika tubuh kita kekurangan vitamin.

Akibat Kekurangan Vitamin A

Vitamin A memiliki nama biokimia retinol. Menurut kamus kesehatan, vitamin A merupakan vitamin larut lemak yang disintesis dari beta karoten yang ada dalam tubuh. Vitamin A memiliki sifat antioksidan. Selain itu, ini merupakan senyawa yang sangat penting untuk menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh kita. Adapun makanan yang mengandung vitamin A berasal dari sayur-sayuran (terutama sayuran yang berwarna hijau dan kuning), buah yang mengandung vitamin A  terutama yang berwarna merah dan kuning seperti wortel, pepaya, pisang, dan lain sebagainya), ikan, dan berbagai jenis produk susu.

Berikut ini adalah bahaya akibat kekurangan vitamin A  yang harus kita ketahui :

  1. Gangguan Pada Penglihatan (Mata)

Salah satu manfaat dari vitamin A adalah menjaga kesehatan mata, jadi jika tubuh kita kekurangan asupan (mengalami defisiensi) vitamin A akan dapat menimbulkan berbagai dampak negativ, salah satunya terjadi pada penglihatan kita, seperti :

  • Katarak. ( Baca : Gejala katarak  – Penyebab katarak )
  • Rabun senja.
  • Xeropthalmia (kelainan yang terjadi pada selaput lendir dan selaput bening pada mata yang menyebabkan mata menjadi kering).
  1. Timbulnya Penyakit Kulit

Defisiensi vitamin A disinyalir sebagai salah satu penyebab terganggunya produksi mucus oleh sel-sel kelenjar. Kondisi ini pada akhirnya akan menimbulkan beberapa kondisi kulit seperti :

  • Regenerasi kulit yang terganggu. Terganggunya proses regenerasi kulit, di mana sel-sel epitel yang kering dan bersisik akan menggantikan kulit yang mengalami proses regenerasi tersebut. Sehingga kulit akan menjadi kering, bersisik, pecah-pecah, dan kasar
  • Luka sulit sembuh. Jika mengalami luka, maka luka tersebut akan sulit disembuhkan
  • Iritasi kulit. Meningkatkan resiko infeksi pada kulit.
  1. Infeksi saluran kemih

Salah satu fungsi penting vitamin A dalam tubuh adalah untuk membantu proses penyerapan nutrisi dan cairan di dalam tubuh. Defisiensi vitamin A akan mengganggu proses penyerapan cairan tersebut, sehingga asupan cairan menjadi berkurang. Kondisi ini pada akhirnya akan berpengaruh pada kandung kemih, yaitu lebih rentan terjadi infeksi di daerah tersebut.

Baca : Bahaya infeksi saluran kencingObat anyang-anyangan

  1. Menghambat Pertumbuhan

Secara tidak langsung, tubuh memerlukan vitamin A dalam proses pembentukan tulang dan epitel, di mana fungsi dari vitamin ini adalah mensintesis protein, sehingga terbentuk sel-sel baru pada tulang dan gigi. Otomatis jika tubuh mengalami difisiensi vitamin A maka pembentukan tulang dan gigi juga akan ikut terganggu, dan pada akhirnya akan menimbulkan gangguan pada jaringan ikat

  1. Meningkatkan Resiko Kelainan Pada Janin

Asupan vitamin A selama masa kehamilan akan berpengaruh terhadap kondisi janin di dalam kandungan. Defisiensi vitamin A selama masa kehamilan dapat meningkatkan resiko bayi lahir cacat, serta bayi lahir dengan berat yang rendah (dibawah normal)


  1. Terganggunya Sistem Imunitas

Vitamin A memiliki kaitan yang erat dengan sistem imun dalam tubuh, di mana vitamin A berperan penting dalam proses pembentukan sel T. Ketika tubuh kekurangan vitamin A, maka otomatis sistem imune dalam tubuh juga akan terganggu (mengalami penurunan), dan jika hal itu terjadi, maka seseorang akan lebih rentan terhadap ancaman berbagai penyakit, seperti flu, demam, batuk, pusing, dan penyakit kronis lainnya.

Akibat Kekurangan Vitamin B

Vitamin B merupakan senyawa yang berperan penting di dalam metabolisme tubuh, di mana senyawa ini bertindak sebagai koenzim yang mampu meningkatkan  reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai bentuk sumber energi. Ada beberapa jenis vitamin yang digolongkan ke dalam vitamin B, seperti :

  1. Akibat Kekurangan Vitamin B1 (Thiamin)

Thiamin merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah larut dalam air. Ada beberapa sumber makanan yang dipercaya mengandung vitamin jenis ini, di antaranya adalah, nasi, gandum, susu, telur, daging, serta kacang-kacangan.

Berikut ini ada beberapa akibat jika tubuh kekurangan thiamin akan berakibat pada :


Masalah Pada Kulit

Defisiensi thiamin bisa berakibat pada kesehatan kulit, yaitu dapat memicu terjadinya kulit kering dan bersisik.


Penyakit beri-beri

Ini merupakan salah satu dampak defisiensi thiamin akut, yaitu timbulnya penyakit beri-beri. Penyakit ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu beri-beri kering yang diakibatkan gangguan saraf dan otot, serta beri-beri basah yang disebabkan oleh gangguan pada jantung. Selain kedua jenis tersebut, defisiensi thiamin juga akan menimbulkan dampak terjadinya beri-beri infantil, yaitu beri-beri yang dialami oleh bayi sekitar usia 3 hingga 4 minggu yang disusui oleh ibu yang kekurangan vitamin B1. Penyakit ini bisa menimbulkan gagal jantung, kehilangan suara, serta kehilangan reflek-reflek tertentu.


Sindrom Wernicke- Korsakoff

Ketika tubuh kekurangan vitamin B1, maka hal ini akan menyebabkan gangguan pada otak, terutama bagi mereka yang gemar mengkonsumsi alkohol. Sindrom ini dibedakan menjadi 2 jenis, yang pertama adalah Ensefalopati Wernicke yang menyebabkan kebingungan, kesulitan berjalan, serta gangguan penglihatan. Dan jika terus dibiarkan bisa menyebabkan koma dan kematian. Sindrom yang kedua adalah psikosis Korsakoff yang dapat menyebabkan kebingungan, serta hilangnya memori akan kejadian-kejadian yang baru saja dialami.


Gagal Jantung

Ini merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang salah satu penyebabnya adalah karena tubuh kekurangan vitamin B1 yang mengakibatkan jantung bekerja lebih keras sehingga pada akhirnya mengalami gagal jantung. ( Baca : Gejala gagal jantung  )


Sembelit

Salah satu dampak buruk dari defisiensi thiamin adalah terganggunya proses kerja usus dalam penyerapan nutrisi yang berasal dari makanan yang kita makan, yang pada akhirnya kondisi tersebut berpengaruh terhadap pembentukan feses. ( Baca : Makanan penyebab sembelit  )


Hilangnya Nafsu Makan

Ketika seseorang kehilangan nafsu makan, maka hal itu akan mengakibatkan terganggunya fungsi lambung dalam menyerap sari makanan. Dan jika hal ini terus terjadi, maka akan dapat mengakibatkan penurunan berat badan


Gangguan Mental

Kekurangan thiamin juga berakibat pada terganggunya selaput syaraf. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kehilangan ingatan, mengalami kepikunan, bahkan bisa menyebabkan terjadinya gangguan mental. ( Baca : Faktor penyebab lemah mental  )


  1. Akibat Kekurangan Vitamin B2 (Riboflavin)

Ada beberapa jenis makanan yang disinyalir sebagai sumber yang baik untuk mendapatkan vitamin B2 atau yang dikenal dengan Riboflavin, seperti susu, kedelai, kuning telur, serta sayur-sayuran yang masih segar. Berikut ini adalah akibat kekurangan vitamin B2 atau ariboflavinosis :


Gangguan Pada Bibir

Ada beberapa jenis gangguan kesehatan yang akan menyerang, ketika tubuh Anda mengalami Defisiensi riboflavin, seperti timbulnya peradangan pada bibir (Cheilosis), bibir pecah-pecah (stomatitis angular), serta lidah berwarna keunguan (glossitis). Penyakit-penyakit tersebut tentu saja akan mengganggu Anda, apalagi ketika sedang makan. Yang lebih parahnya adalah akibat defisiensi vitamin ini, terutama pada masa kehamilan, bisa berakibat bayi lahir sumbing serta terjadinya gangguan pertumbuhan. ( Baca : Cara mengatasi bibir kering  –Penyebab bibir pecah pecah dan kering  )


Gangguan Penglihatan

Selain vitamin A, ternyata vitamin B2 juga mampu mengakibatkan terjadinya gangguan penglihatan manakala tubuh kita kekurangan asupannya. Adapun penyakit yang terkait dengan penglihatan akibat kekurangan riboflavin adalah katarak dan keratitis (penyakit yang diakibatkan oleh terjadinya peradangan pada kornea mata).


  1. Akibat Kekurangan Vitamin B3 (Niasin)

Niacin merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada prosuk-produk hewani seperti ikan, hati, ginjal, serta daging unggas. Akan tetapi beberapa sumber pangan lain seperti kentang dan gandum juga merupakan sumber niacin yang baik. Niacin memiliki peranan yang cukup penting dalam tubuh kita, salah satunya adalah dapat menetralisir berbagai jenis senyawa racun. Akan tetapi jika tubuh kita kekurangan asupan Niacin, akan dapat menimbulkan beberapa kondisi seperti :


Gangguan Pencernaan

Ketika tubuh mengalami defisiasi vitamin B3 (niacin) akan dapat menimbulkan gangguan sistem pencernakan, salah satunya adalah diare. Defisiensi vitamin B3 tersebut akan menjadi akut ketika kondisi diare terus berlangsung, di mana diare tersebut dapat mengeluarkan vitamin B3 dari dalam tubuh dalam jumlah yang lebih banyak. ( Baca : Gangguan pencernaan )


Gangguan Mental

Jika tubuh Anda kehilangan niacin dalam jumlah yang cukup besar, maka hal itu bisa mengganggu fungsi otak untuk bekerja lebih optimal. Dan pada akhirnya hal itu bisa mengakibatkan terjadinya gangguan mental seperti kebingungan, insomnia, serta mudah lupa.


Pellagra

Ini merupakan penyakit yang ditandai oleh beberapa kondisi seperti gangguan pada kulit, otak, dan saluran pencernaan. Seseorang dengan pellagra akan mengalami beberapa kelainan kulit yang terjadi di tempat-tempat tertentu seperti leher, wajah, tangan, kaki, dan betis. Gangguan tersebut bersifat menetap dan bagian tubuh yang terkena bisa menjadi bersisik dan timbul warna kecoklatan. Gejala penyakit ini bisa diikuti oleh adanya gangguan pada sistem pencernakan, seperti mual, muntah, nafsu makan yang hilang, konstipasi, rasa perut yang tidak enak, serta diare yang terkadang berdarah.


  1. Akibat Kekurangan Vitamin B5 (Asam Pantotenat)

Ini merupakan enzim yang memiliki berbagai macam fungsi bangi sistem metabolisme tubuh, seperti metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak. Beberapa sumber bahan pangan yang disinyalir sebagai penghasil vitamin ini antara lain adalah berbagai produk hewani seperti daging, hati, susu, serta ginjal. Selain itu vitamin ini juga bisa didapatkan dari produk nabati seperti kacang hijau serta sayur-sayuran yang berwarna hijau. Defisiensi vitamin B5 (asam Pantotenat) bisa mengakibatkan gangguan kesehatan seperti berikut ini :


Kelelahan

Salah satu faktor penyebab timbulnya kelelahan pada tubuh kita adalah karena kurangnya asupan vitamin B5. Di atas telah dikatakan bahwa vitamin ini memegang peranan penting bagi metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Nah, ketika tubuh kekurangan zat tersebut, maka sistem metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein tidak akan bisa terjadi. Inilah yang menyebabkan terjadinya kegemukan, serta kelelahan akibat tubuh tidak mendapatkan jumlah energi yang dibutuhkan.Kelelahan ini juga menjadi gejala anemia dimana tubuh kekurangan oksigen dan kekurangan sel darah merah.


Kerontokan Rambut dan Timbulnya Uban

Sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang telah beruban meskipun usia mereka masih tergolong muda. Mengapa hal itu terjadi? Salah satu penyebab timbulnya uban tersebut adalah karena tubuh mengalami defisiensi asam pantotenat. Selain uban, kekurangan asam pantotenat dalam tubuh juga berdampak lain pada rambut, yaitu terjadinya kerontokan. ( Baca : Uban dini )


Menimbulkan Jerawat

Jerawat timbul karena terjadi penumpukan lemak di sekitar daerah pada tubuh yang terkena gangguan tersebut, misalnya wajah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan vitamin, khususnya asam phantotenat yang didapatkan oleh tubuh kita. jadi, jika Anda ingin terbebas dari  jerawat, penuhi asupan vitamin B5 yang bisa Anda dapatkan dari telur, daging, alpukat, sayur-sayuran berwarna hijau, ikan, daging ayam, dan lain sebagainya.


Depresi

Asam phantotenant adalah salah satu jenis vitamin yang dapat membantu meningkatkan jumlah sel-sel darah merah yang akan membawa berbagai nutrisi baik ke otak. Artinya, jika  tubuh mengalami defisiensi vitamin ini maka tentu saja akan menimbulkan gangguan bagi tubuh kita dalam memproduksi sel-sel darah merah tersebut. Dan salah satu dampak dari kondisi tersebut adalah dengan timbulnya depresi. ( Baca : Ciri ciri depresi  )


Lebih Rentan Mengalami Infeksi

Penurunan jumlah produksi sel-sel darah merah dalam tubuh akibat defisiensi asam phantotenat juga berakibat pada semakin berkurangnya jumlah antibodi yang dihasilkan oleh tubuh kita, padahal antibodi memiliki peranan yang cukup penting dalam membantu tubuh menangkal terjadinya berbagai macam infeksi. Akibat dari kondisi ini adalah tubuh kita menjadi sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit, seperti infeksi.

Meningkatkan Sensitivitas Tubuh Terhadap Insulin

Ketika tubuh kita mendapatkan asupan vitamin B5 dengan baik, maka hal itu dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh. Dan sebaliknya jika asupan vitamin tersebut tidak tercukupi maka kadar HDL dalam darah akan semakin menurun, dan pada akhirnya dapat meningkatkan resiko sensitivitas tubuh terhadap insulin. Jadi, bagi Anda yang berpotensi diabetes, sebaiknya selalu menjaga asupan vitamin ini, karena dengan begitu akan membantu Anda dalam mengontrol gula darah Anda.

  1. Akibat Kekurangan Vitamin B6 (Piridoksin)

Ini adalah salah satu golongan vitamin B komplek yang dapat terlarut di dalam air. Vitamin ini bertindak sebagai kofaktor dari berbagai reaksi metabolisme asam amino, termasuk proses dekarboksilasi, transaminasi, serta deaminasi. Selain itu, vitamin ini juga diperlukan tubuh dalam proses pelepasan glukosa dan glikogen. Kita bisa mendapatkan jenis vitamin ini dari buah-buahan, sayuran, sereal, ikan, daging, serta kacang-kacangan. Jika tubuh mengalami defisiensi vitamin B6, maka akan dapat menimbulkan :


Anemia

Vitamin B6 berperan penting dalam proses pembentukan hemoglobin di dalam tubuh kita, di mana hemoglobin nantinya akan membantu mengikat oksigent di dalam darah. Dan jika jumlah hemoglobin dalam darah Anda tidak mencukupi, maka artinya Anda akan sangat rentan terkena anemia. ( Baca : Bahaya anemia )


Pyroluria

Ini adalah salah satu akibat yang ditimbulkan jika tubuh kita mengalami defisiensi piridoksin, yaitu timbulnya suatu masalah genetik yang terjadi pada metabolisme hemoglobin. Masalah ini disebut sebagai pyroluria. Adapun gejala dari masalah tersebut seperti perubahan mood, sering marah-marah, cepat lelah, timbulnya stretchmark pada kulit, gampang lupa, serta menurunnya nafsu makan.


Skyzofrenia

Ketika pyroluria telah mencapai tahapan akut, maka kemungkinan besar akan terjadi suatu gangguan kesehatan yang disebut skyzofrenia. Ini adalah sejenis gangguan mental yang biasanya ditandai dengan gangguan yang terjadi pada proses berfikir serta tanggapan emosi yang cukup lemah. Penderita skyzofrenia pada umumnya memanifestasikan kondisi yang dialaminya tersebut dalam bentuk halusinasi, paranoid, pemikiran yang tidak sesuai dengan dunia nyata (logika), serta hadirnya disfungsi sosial.

Selain penyakit-penyakit tersebut, defisiensi vitamin B6 juga dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti insomnia, masalah dengan konversi gula darah, masalah berat badan, retensi cairan dalam tubuh, hingga berkuranya dorongan seksual si penderita.


  1. Akibat Kekurangan Vitamin B7 ( Biotin )

Nama lain dari Vitamin B7 adalah vitamin H, di mana ini adalah salah satu jenis vitamin yang dapat larut dalam air. Selain itu, biotin juga merupakan salah satu jenis vitamin yang cukup stabil di berbagai kondisi lingkungan, seperti panas, paparan cahaya matahari, serta oksigent. Kita bisa mendapatkan vitamin B7 ini dari berbagai sumber makanan seperti daging, kuning telur, kacang-kacangan, pisang, gandum, serta ragi. Akan tetapi tubuh kita ternyata juga menjadi salah satu sumber biotin bagi tubuh yang dilakukan oleh sejenis bakteri yang tinggal dalam saluran pencernakan. Tubuh yang mengalami defisiensi vitamin ini akan berakibat :


Anoreksia

Penyakit ini ditandai dengan penurunan nafsu makan yang sangat drastis. Apabila seorang bayi mengalami gangguan ini, maka hal ini akan dapat menimbulkan terhambatnya pertumbuhan mental serta fisiknya.


Anemia

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa anemia terjadi ketika tubuh menghasilkan hemoglobin yang terlalu sedikit. Akibatnya tubuh akan mengalami lesu dan kelelahan.


Dermatitis

Ini merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan peradangan atau infeksi pada kulit. Dan jika kondisi tersebut di alami oleh bagian kepala, maka akan menyebabkan kebotakan. ( Baca : Gejala dermatitis  )


Penurunan Imunitas

Ketika seseorang mengalami gangguan pada sistem imunnya, maka hal itu berarti bahwa tubuhnya akan sangat rentan menghadapi berbagai serangan virus maupun baktreri berbahaya


Gangguan Elektrokardiografi

Bahaya lain yang bisa didapatkan oleh tubuh akibat defisiensi vitamnin B7 adalah gangguan yang terjadi pada hati dan fungsi jantung, di mana kedua organ tersebut tidak dapat berfungsi secara normal.


  1. Akibat Kekurangan Vitamin B9 (folate)

Vitamin B9 (asam folat) juga dikenal dengan vitamin M atau vitamin B-c, vitamin ini memiliki peran yang cukup penting, apalagi bagi wanita yang sedang hamil, seperti membantu tubuh untuk memproduksi sel-sel darah merah, serta dapat menurunkan resiko cacat tabung saraf (NTDs) pada bayi. Kita bisa mendapatkan asam folat dari berbagai sumber, seperti bayam, lobak, kacang-kacangan, sereal, tomat, kentang, jeruk, telur, hati, serta produk gandum. Jika tubuh mengalami defisiensi vitamin B9 (asam folat) akan dapat menyebabkan :


Bayi Lahir Dalam Kondisi Cacat

Kecukupan asam folate selama kehamilan akan berpengaruh kepada tumbuh kembang janin di dalam kandungan, defisiensi asam folate selama masa kehamilan terutama pada minggu-minggu pertama hingga ke empat masa kehamilan bisa menyebabkan cacat bawaan ketika bayi dilahirkan seperti Anencephaly ( merupakan cacat lahir yang ditandai dengan terbentuknya tengkorak kepala bayi tidak berkembang dengan maksimal, sehingga otak tidak terbentuk sempurna. Dan pasca proses kelahirannya tersebut, kepala bayi akan membesar dan terisi cairan otak ), Encephalocele ( merupakan kelainan yang ditandai dengan timbulnya tonjolan di belakang kepala ), Spina Bifida ( merupakan cacat lahir yang ditandai dengan sumbing tulang belakang. Nantinya, bayi yang lahir dengan kondisi seperti ini akan mengalami kecacatan dalam tumbuh kembangnya, baik fisik maupun mentalnya ), Bibir sumbing, Gangguan pada sistem motorik yang menyebabkan kelumpuhan dan tidak bisa berjalan dengan tegak, Terganggunya perkembangan pusat kecerdasan bayi dan gangguan jantung.


Terjadinya Masalah Selama Kehamilan

Selama masa kehamilan berlangsung, para wanita wajib memenuhi asupan gizi bagi tubuhnya, khususnya asam folate. Karena selain membuat masa kehamilan tetap dalam kondisi yang sehat, hal itu juga akan membantu tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Akan tetapi jika pada masa kehamilan tubuh mengalami defisiensi asam folat, maka akan dapat menyebabkan beberapa kondisi seperti Anemia, keguguran, gangguan sesak nafas, masalah pada sistem pencernakan, plasenta terlepas sebelum waktunya dan terjadinya kelahiran premature.


Anemia

Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin yang berfungsi untuk membantu tubuh dalam memproduksi sel-sel darah merah. Ketika jumlah sel-sel darah merah dalam tubuh kita berkurang, maka hal itu juga berdampak pada berkurangnya pasokan oksigent bagi tubuh yang pada akhirnya akan menimbulkan anemia.


Diare

Ketika tubuh kekurangan asupan asam folat, maka salah satu dampaknya adalah terganggunya sistem pencernakan di dalam tubuh. Salah satunya adalah kinerja usus dalam proses penyerapan sisa-sisa makanan dan cairan menjadi terganggu, akibatnya akan menimbulkan diare. ( Baca : Diare Gejala diare )


Sariawan

Selain kurangnya asupan vitamin C, ternyata sariawan juga bisa terjadi pada saat tubuh kita mengalami defisiensi asam folat. Jadi mulai sekarang cukupilah asupan asam folat bagi tubuh Anda, agar bisa terhindar dari gangguan sariawan.


Pembengkakan Lidah

Selain gangguan sariawan, asupan asam folat juga berpengaruh pada kesehatan lidah. Asupan yang kurang akan asam folat bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan pada lidah, yang ditandai dengan lidah berubah warna menjadi keputihan atau keunguan. Kondisi seperti ini tentu saja akan mengganggu kinerja indera perasa tersebut.


  1. Akibat Kekurangan Vitamin B12 (Kobalamin)

Vitamin B12 merupakan salah satu jenis vitamin B kompleks yang dapat terlarut dai dalam air. Peranan yang dimiliki oleh vitamin ini bagi tubuh kita antara lain adalah untuk mengoptimalkan kinerja otak dan sistem saraf. Selian itu, vitamin B12 juga berperan dalam proses pembentukan darah. Beberapa sumber makanan seperti daging, produk laut, susu, serta telur. Apabila tubuh kita mengalami defisiensi jenis vitamin ini maka akan menyebabkan :


Anemia Pernisiosa

Anemia ini terjadi akibat tubuh kekurangan asupan vtamin B12, karena vitamin B12 merupakan salah satu jenis vitamin yang berfungsi dalam produksi sel-sel darah merah.


Atrofik Gastritis

Saat usia telah menua, maka akan terjadi penipisan pada lapisan dinding lambung sehingga tubuh akan lebih sedikit menghasilkan asam lambung. Dalam kondisi tersebut maka maka akan berakibat terganggunya proses penyerapan vitamin B12 dan akan mengakibatkan suatu penyakit yang disebut atrofik gastritis.


Kelelahan

Vitamin B12 juga berperan dalam proses menghasilkan energi bagi tubuh. Jadi ketika tubuh mengalami defisiensi vitamin ini, maka tubuh akan kekurangan energi dan akan mudah mengalami kelelahan.


Gangguan Pernafasan

Sejak usia dini, sebaiknya tubuh mendapatkan asupan yang cukup akan vitamin B12. Karena jika tubuh mengalami defisiensi vitamin B12, terutama pada anak-anak akan berpotensi menimbulkan gangguan pernafasan seperti asma.


Masalah Pada Detak Jantung

Masalah lainnya yang bisa ditimbulkan ketika tubuh kita mengalami defisiensi vitamin B12 adalah terjadinya permasalahan pada detak jantung yang bisa memicu peningkatan resiko terkena serangan jantung.


Masalah Pada Kulit

Ketika tubuh kita kekurangan asupan kobalamin atau vitamin B12, maka akan dapat merusak penampilan kulit kita, di mana kulit akan terlihat berwarna pucat.


Akibat Kekurangan Vitamin C

Ini merupakan salah satu jenis vitamin yang dapat larut dalam air. Nama kimia dari vitamin ini adalah asam karbonat. Ini adalah salah satu antioksidan, di mana antioksidan merupakan senyawa kimia yang dapat membantu mencegah terjadinya peradangan pada tubuh maupun terjadinya radikal bebas ekstra seluler. Vitamin C bisa didapatkan dari berbagai sumber seperti buah-buahan dan sayur sayuran, seperti tomat, jeruk, arbei, asparagus, strawberry, susu, kentang, ikan, mentega, kol, serta hati. Ketika tubuh mengalami defisiensi vitamin C, ada berbagai macam penyakit akibat kekuranngan vitamin C  yaitu sebagai berikut ini :

  1. Anemia

Vitamin C berperan penting dalam proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Kita tahu bahwa zat besi merupakan salah satu senyawa penting dalam proses pembentukan sel-sel darah merah. Jadi, ketika tubuh mengalami defisiensi vitamin C, maka berarti kesempatan tubuh untuk menghasilkan cukup sel-sel darah merah akan berkurang. Dengan demikian, potensi peningkatan resiko terjadinya anemia akan semakin tinggi.

  1. Kelelahan

Jika seseorang mengalami defisiensi vitamin C akut, maka tubuhnya akan mudah merasa kelelahan, sehingga aktivitasnya akan menjadi terganggu.

  1. Penurunan Imunitas

Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan penurunan sistem imunitas seseorang, sehingga tubuhnya akan lebih rentan terhadap serangan virus maupun bakteri penyebab penyakit.

  1. Masalah Gigi dan Gusi

Gigi dan gusi merupakan bagian tubuh yang bisa terkena dampak buruk ketika tubuh kita kekurangan asupan vitamin C, dikarenakan vitamin tersebut dapat membantu dalam proses sintesis kolagen yang diperlukan kedua jaringan tersebut. Jadi, ketika tubuh mengalami defisiensi vitamin C, maka gigi dan gusi akan ikut bermasalah, seperti terjadinya gusi berdarah serta gigi yang mudah tanggal.

  1. Masalah Persendian Dan Tulang

Vitamin C berpengaruh terhadap kekuatan tulang dan sendi kita, di mana ketika tubuh kekurangan vitamin ini maka akan menyebabkan kinerja tulang dan sendi menjadi tidak stabil. ( Baca : Nyeri sendi lutut  )

  1. Masalah Pada Jantung

Defisiensi vitamin C akan bisa berdampak pada rusaknya sel-sel pembuluh darah, dan akibat kerusakan tersebut maka kolesterol jahat dalam tubuh akan mudah meningkat. Artinya, jika tubuh kekurangan vitamin C, maka organ jantung akan mengalami masalah.

  1. Masalah Pada Kulit

Vitamin C adalah antioksidan bagi tubuh kita. ketika tubuh kita kekurangan vitamin tersebut maka akan terjadi berbagai masalah pada tubuh, salah satunya menimpa kulit kita, di mana kulit akan terlihat kering dan kasar.

Akibat Kekurangan Vitamin D ( Kalsiferol)

Ini merukana golongan vitamin yang dapat terlarut dalam lemak prohormon. Banyak peranan jenis vitamin ini bagi tubuh kita, terutama bagi kesehatan tulang dan gigi. Adapun sumber dari Vitamin D adalah seperti sinar matahari pagi, buah-buahan dan sayur-sayuran seperti tomat, stroberry, jeruk, brokoli, dan lain sebagainya. Saat tubuh kekurangan vitamin D, akan berakibat :

  1. Osteoporosis 

Ini adalah salah satu jenis penyakit yang terjadi akibat tubuh kekurangan vitamin D, di mana akan terjadi berbagai masalah terutama pada tulang, seperti pengeroposan, serta kepadatan dan kualitas tulang akan berkurang. Dan apabila hal ini terjadi , maka potensi untuk seseorang mengalami patah tulang akan semakin meningkat.

Baca juga : Gejala osteoporosis

  1. Diabetes 

Secara tidak langsung, vitamin D berkaitan erat dengan diabetes. Keterkaitan tersebut adalah bahwa vitamin D dapat membantu meningkatkan hormon Insulin dan membuat hormon tersebut lebih peka terhadap glukosa dalam tubuh, sehingga kadar gula dalam darah akan mudah dikontrol.

  1. Multiple Sclerosis

Vitamin D juga berkaitan erat dengan keberadaan penyakit yang menyerang sistem imune tubuh kita yang disebut sebagai multiple sclerosis. Ini adalah salah satu jenis penyakit sistem syaraf yang disebabkan oleh kerusakan pada selubung myelin sel saraf. Penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Pada kebanyakan kasus, multiple Sclerosis biasanya menyerang anak-anak yang kekurangan vitamin D.

  1. Rheumatoid Arthritis

Ini merupakan jenis penyakit yang terjadi akibat pelunakan pada tulang karena tubuh kekurangan kalsium maupun vitamin D. Dalam banyak kasus, penyakit ini banyak menimpa anak-anak, bayi, maupun pada wanita yang tidak terkena paparan sinar matahari, sehingga penyerapan vitamin D melalui kulit menjadi kurang aktif.

  1. Parkinson 

Dalam banyak kejadian, parkinson merupakan penyakit gangguan motorik yang banyak dialami pada orang tua. Lalu apa hubungan antara vitamin D dan parkinson? Ketika usia semakin bertambah maka pembentukan vitamin D yang berasal dari sinar matahari juga akan ikut berkurang. Sehingga pada akhirnya tubuh akan kekurangan vitamin D.

Baca juga : Penyebab parkinson

  1. Alzheimer 

Vitamin D juga berpengaruh besar terhadap penyakit Alzheimer yang merupakan suatu penyakit yang membuat sel otak mengecil dan mengkerut. Penyakit ini mirip dengan kepikunan, dan pada umumnya alzheimer menimpa mereka yang telah berusia tua atau usia 60 tahun ke atas. Untuk mengatasi penyakit ini ( meskipun sulit karena faktor usia) biasanya dokter akan menyarankan untuk memberi pasien asupan vitamin D dan E.

Akibat Kekurangan Vitamin E

Vitamin E adalah salah satu antioksidan bagi tubuh yang mampu mencegah pengaruh radikal bebas yang merusak DNA dan sel-sel dalam tubuh. Vitamin E merupakan vitamin essential yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh kita, melainkan oleh berbagai sumber makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk biji bunga matahari, strawberri, kacang-kacangan, pisang, ubi, asparagus, dan buncis. Selain itu susu dan telur juga sebagai salah satu sumber vitamin  yang baik. Apabila tubuh kekurangan vitamin E, maka dapat menyebabkan :

  1. Kerusakan Pada Sistem Saraf dan Otot

Kerusakan sistem saraf dan otot terjadi karena terjadinya kerusakan pada sel-sel darah merah yang salah satu penyebabknya adalah karena tubuh kekurangan asupan vitamin E. Jika seseorang mengalami kondisi ini, maka besar kemungkinan ia akan mengalami kesulitan ketika berjalan serta timbulnya rasa nyeri pada otot dan betis.

  1. Kanker

Jika defisiensi vitamin E terus berkelanjutan, maka kemungkinan resiko timbulnya kanker akan semakin meningkat. Kanker tersebut biasanya menyerang payudara, saluran pencernakan, serta paru-paru.

  1. Bayi Lahir Premature

Salah satu penyebab terjadinya bayi lahir prematur adalah karena asupan vitamin E yang kurang selama kehamilan. Bahkan jika bayi lahir premature dengan cadangan vitamin E yang sangat sedikit di dalam tubuhnya dapat mengakibatkan gangguan penglihatan pada bayi tersebut.

  1. Gangguan Pertumbuhan Pada Anak-Anak

Anak-anak yang mengalami defisiensi vitamin E akan menyebabkan terjadinya gangguan pada tumbuh kembangnya, seperti penurunan refleks, kelemahan otot, terganggunya penyerapan usus, serta potensi terjadinya penyakit kelainan saraf.

  1. Infertilitas

Defisiensi vitamin E dalam tubuh juga telah dikaitkan dengan kehadiran gangguan pada sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita, seperti infertilitas serta kemandulan.

  1. Gangguan Penglihatan

Gangguan penglihatan seperti terjadinya katarak juga menjadi salah satu dampak buruk dari kurangnya asupan vitamin E yang diterima oleh tubuh. Oleh karena itu, jangan tunda lagi untuk memenuhi asupan takoferol tersebut.

Akibat Kekurangan Vitamin K

Ini merupakan sekelompok hidrofobik dan lipofilik yang yang diperlukan bagi modifikasi pascatranslasi dari berbagai macam protein, seperti pada proses pembekuan darah. Vitamin K memiliki sifat tahan panas, tetapi ia akan segera mengalami kerusakan ketika terkena senyawa asam, basa, maupun sinar matahari. Vitamin K normalnya diproduksi oleh bakteri yang ada di dalam saluran pencernakan manusia. Selain itu, vitamin K juga bisa didapatkan dari beberapa sumber makanan seperti bayam, kol, brokoli, katuk, kacang polong, daun bawang, mentimun, selada, dan lain sebagainya. Defisiensi vitamin K bisa menyebabkan :

  1. Gangguan Pada Janin

Salah satu asupan vitamin yang harus selalu tercukupi selama masa kehamilan adalah vitamin K, di mana apabila tubuh kekurangan vitamin ini maka akan mengganggu perkembangan janin di dalam kandungan. Selain itu, kekurangan vitamin K juga akan meningkatkan potensi terjadinya perdarahan pada wanita hamil.

  1. Hemoragik Pada Bayi Yang Baru Lahir

Apabila selama masa kehamilan, calon ibu kurang mendapatkan asupan vitamin K, maka hal itu bisa berpotensi terhadap peningkatan resiko hemoragik pada bayi setelah ia dilahirkan. Hemoragik adalah suatu penyakit yang menyebabkan terganggunya proses pembekuan darah terutama pada jaringan organ dalam si bayi. Kondisi ini pada umumnya ditandai dengan adanya darah pada lubang dubur si bayi.

  1. Terganggunya Proses Pembekuan Darah

Saat tubuh mengalami defisiensi vitamin K, hal ini bisa berpotensi terganggunya proses pembekuan darah, sehingga darah akan tetap encer. Jadi ketika seseorang yang kekurangan vitamin K terluka, maka darah yang mengalir dari lukanya tersebut akan sulit untuk dihentikan.

  1. Penurunan Kepadatan Tulang

Salah satu peranan penting vitamin K dalam tubuh kita adalah membantu proses penyerapan kalsium. Artinya, apabila tubuh kita kekurangan vitamin K, potensi resiko terjadinya tulang keropos akibat kepadatan tulang yang menurun akan lebih meningkat.

  1. Memperburuk Kondisi Kanker

Vitamin K adalah salah satu jenis vitamin yang mampu menekan pertumbuhan kanker dalam tubuh kita. Artinya, vitamin K merupakan salah satu alternative yang dapat digunakan dalam pengobatan atau terapi penyakit kanker. Jika seorang pasien memiliki asupan yang kurang akan vitamin K, maka potensi kekambuhan akan penyakit berbahaya tersebut akan  meningkat, meskipun pasien tersebut dinyatakan telah sembuh sebelumnya.

Itulh beberapa dampak akibat kekurangan vitamin yang harus diketahui mengingat kebuuhan vitamin sangat penting untuk kesehatan tubuh kita. Kita bisa mencukupi kebutuhan vitamin itu dengan pola makan yang sehat 4 sehat dan 5 sempurna janga lupa untuk selalu mengkonsumsi buah dan sayur setiap harinya.

, , , ,
Post Date: Tuesday 29th, March 2016 / 15:12 Oleh :
Kategori : Vitamin